Bombana Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas

Bombana – sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Sosialisasi Regulasi dan Seremonial Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas se Sulawesi Tenggara (Perseroda) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perbankan daerah serta memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan saham desa dalam proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih sehat, profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Bupati Konawe Utara, Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Konawe, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan pemegang saham pengendali PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), direksi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), serta para tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bombana sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat kelembagaan PT BPR Bahteramas sebagai bank milik daerah yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengalihan saham desa bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran desa dalam pembangunan ekonomi daerah melalui sistem perbankan yang lebih tertata.

“Kegiatan sosialisasi dan seremonial pengalihan saham desa ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya dari aspek administrasi dan kepastian hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan desa dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, kepastian hukum terhadap kepemilikan saham akan memperkuat posisi pemerintah daerah dalam mengelola PT BPR Bahteramas secara profesional. Di sisi lain, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Fadlansyah, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi mengawal proses transisi dan konsolidasi PT BPR Bahteramas. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana atas kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Fadlansyah menegaskan bahwa PT BPR Bahteramas memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, nelayan, serta sektor produktif lainnya.

“PT BPR Bahteramas merupakan pilar utama perekonomian daerah di Sulawesi Tenggara. Dalam empat tahun terakhir, kinerja 12 entitas PT BPR Bahteramas se Sultra menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dan produktif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengalihan saham desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 yang mengamanatkan seluruh Bank Perekonomian Rakyat milik pemerintah daerah melakukan peleburan atau konsolidasi sebelum April 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi solusi untuk memberikan kepastian hukum terhadap penyertaan modal desa yang selama ini belum memiliki dasar kepemilikan saham secara langsung.

“Untuk menjaga kepastian hukum dan menghindari deadlock administratif, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 telah disepakati bahwa porsi saham desa dialihkan menjadi saham pemerintah kabupaten dan kota se Sulawesi Tenggara,” jelas Fadlansyah.

Melalui sosialisasi ini, seluruh pemerintah daerah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengalihan saham desa serta proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga berharap proses tersebut berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku sehingga mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah, dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Keberadaan PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM, sektor pertanian, perikanan, dan berbagai usaha produktif lainnya. Dengan sistem kelembagaan yang semakin kuat, bank milik daerah tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.




Gub Sultra ASR Raih Penghargaan TOP Pembina BUMD 2025

Jakarta, Sultranet.com– Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka (ASR), menerima penghargaan TOP Pembina BUMD 2025 dalam ajang bergengsi nasional TOP BUMD Awards yang digelar di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Senin, 28 April 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinannya dalam membina dan mendorong kemajuan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah TopBusiness bekerja sama dengan Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Institut Otonomi Daerah (i-OTDA), serta sejumlah konsultan independen ini menjadi barometer prestasi dan tata kelola terbaik bagi BUMD se-Indonesia.

“Penghargaan ini adalah buah dari kerja kolektif dan komitmen semua pihak di Sulawesi Tenggara untuk membangun ekonomi daerah melalui BUMD yang sehat, profesional, dan adaptif,” ujar Gubernur Andi Sumangerukka usai menerima penghargaan.

Penghargaan tersebut sekaligus menegaskan keberhasilan Pemprov Sultra dalam membina lima BPR Bahteramas yang tahun ini meraih kategori prestisius dalam TOP BUMD Awards 2025. BPR Bahteramas Konawe bahkan kembali mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih TOP BUMD Bintang 5, penghargaan tertinggi yang diberikan hanya kepada BUMD dengan performa luar biasa secara berkelanjutan dalam aspek keuangan, tata kelola, pelayanan publik, inovasi, dan daya saing.

Empat BPR Bahteramas lainnya — dari Kabupaten Kolaka, Konawe Selatan, Bombana, dan Kota Kendari — turut mengukir prestasi dengan mendapatkan predikat TOP BUMD Bintang 4. Kenaikan signifikan juga ditunjukkan oleh BPR Bahteramas Kolaka, yang pada 2024 hanya meraih Bintang 3, dan kini berhasil naik ke Bintang 4 berkat peningkatan nyata dalam manajemen dan operasional.

Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa TOP Pembina BUMD diberikan kepada kepala daerah yang mampu menunjukkan komitmen tinggi dalam mendorong BUMD di wilayahnya menjadi institusi yang sehat, efisien, dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“TOP Pembina BUMD bukan hanya soal simbol, tetapi mencerminkan peran nyata kepala daerah dalam membimbing dan memastikan BUMD-nya berfungsi optimal sebagai penggerak ekonomi,” ujar Ketua Penyelenggara TOP BUMD Awards, M. Lutfi Handayani.

Selain Gubernur Sultra, penghargaan Pembina BUMD juga diberikan kepada kepala daerah lainnya, termasuk Bupati Konawe, Bupati Kolaka, Bupati Konawe Selatan, Bupati Bombana, dan Wali Kota Kendari. Daerah-daerah ini terbukti konsisten dalam mendukung pengembangan BPR Bahteramas masing-masing hingga mampu tampil dan bersaing di level nasional.

TOP BUMD Awards sendiri dikenal sebagai salah satu ajang penghargaan paling kredibel di bidang tata kelola perusahaan milik daerah. Penilaian dilakukan secara objektif oleh tim juri independen yang berasal dari kalangan pakar keuangan, hukum, pelayanan publik, dan pengembangan bisnis.

Sinergi kuat antara Pemerintah Provinsi Sultra, pemerintah kabupaten/kota, serta pengelola BUMD menjadi kunci keberhasilan Sultra dalam menciptakan ekosistem BUMD yang sehat dan kompetitif. Prestasi lima BPR Bahteramas ini juga menunjukkan bahwa model pembinaan dan tata kelola yang diterapkan di Sultra layak menjadi contoh bagi daerah lain.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus mendorong BUMD agar menjadi lokomotif pembangunan ekonomi daerah, dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keberpihakan kepada rakyat,” tutup Gubernur.

Dengan capaian ini, Sulawesi Tenggara semakin memperkuat posisinya sebagai provinsi yang tidak hanya unggul dalam sumber daya alam, tetapi juga dalam pengelolaan ekonomi lokal yang berbasis pada institusi daerah yang profesional dan berdampak nyata bagi masyarakat.




Bupati Bombana Hadiri Peresmian Gedung Baru BPR Bahteramas Kolaka

Sultranet.com, Kolaka – Gedung baru Kantor PT. BPR Bahteramas Kolaka resmi beroperasi setelah diresmikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dalam seremoni yang berlangsung pada Kamis, 24 April 2025. Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, Bupati Kolaka H. Amri, anggota DPRD Sultra, anggota DPR RI, mantan Bupati Kolaka Ahmad Safei, serta jajaran direksi dan manajemen PT. BPR Bahteramas.

Peresmian ini menandai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan dan memperluas akses keuangan masyarakat, khususnya di wilayah Kolaka dan sekitarnya. Gedung baru ini dibangun dengan konsep modern dan fasilitas yang representatif, guna mendukung kenyamanan nasabah serta efektivitas operasional bank.

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa pembangunan kantor baru BPR Bahteramas merupakan bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sektor keuangan lokal, yang menjadi motor penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kehadiran gedung baru ini menunjukkan keseriusan kita dalam mendorong sektor keuangan agar lebih dekat dan mudah diakses oleh masyarakat. Ini adalah bagian dari upaya kita untuk memperkuat peran lembaga keuangan dalam mendukung pembangunan ekonomi,” ujar Andi Sumangerukka di hadapan para tamu undangan.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi dan daya saing dalam industri perbankan yang terus berkembang. Menurutnya, bank yang mampu memberikan pelayanan terbaik dan fasilitas yang unggul akan menjadi pilihan utama masyarakat.

“Dalam kompetisi yang ketat seperti saat ini, hanya bank yang mampu memberikan layanan maksimal yang akan bertahan dan berkembang. Kita harus hadir dengan semangat baru dan orientasi pelayanan yang kuat,” ungkap Gubernur.

Tak hanya itu, Gubernur Andi Sumangerukka juga mengingatkan pentingnya komitmen internal dari seluruh insan perbankan dalam membangun kepercayaan nasabah. Ia menekankan bahwa kepercayaan dimulai dari dalam institusi itu sendiri.

“Sebelum kita mengundang masyarakat untuk menabung atau menggunakan jasa bank, kita harus bertanya terlebih dahulu kepada diri sendiri, apakah kita percaya dan bangga dengan layanan yang kita miliki. Itu kunci utama dalam membangun loyalitas nasabah,” tuturnya.

Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sultra dan prosesi pemotongan pita. Momen ini menjadi simbol dimulainya operasional gedung baru yang diharapkan mampu menjadi pusat layanan keuangan yang lebih inklusif dan profesional di Kolaka.

PT. BPR Bahteramas Kolaka terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui berbagai produk keuangan yang mudah dijangkau. Fokus utama mereka adalah mendukung pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) agar lebih berdaya dan berkembang di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, yang hadir dalam kegiatan ini, menyambut baik peresmian tersebut. Ia menilai kehadiran kantor baru BPR Bahteramas sebagai langkah konkret dalam memperluas jaringan layanan keuangan di Sultra, yang pada akhirnya akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi regional.

“Kolaborasi antara lembaga keuangan dan pemerintah daerah sangat penting. Kehadiran BPR Bahteramas yang lebih kuat secara infrastruktur ini, kami harapkan dapat membantu masyarakat, khususnya para pelaku UMKM, dalam mendapatkan akses modal dan layanan keuangan yang mereka butuhkan,” ujar Burhanuddin.

Gedung baru ini tidak hanya sekadar simbol fisik, melainkan juga menjadi representasi dari semangat baru BPR Bahteramas dalam menghadirkan layanan keuangan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepuasan nasabah. Dengan dukungan infrastruktur yang lebih memadai, lembaga ini optimis dapat memperluas jangkauan dan memperkuat fondasi perbankan daerah yang inklusif.