Bupati Bombana Usulkan Prioritas Infrastruktur kepada Komisi V DPR RI

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., menerima kunjungan kerja reses Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ir. H. Ridwan Bae, sebagai upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bombana. Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bombana untuk menyampaikan berbagai usulan prioritas pembangunan yang dinilai strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah, pelayanan dasar, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat. Pertemuan berlangsung di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Minggu (26/7/2026).

Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Sulawesi III Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari, Kepala Satuan Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Bombana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa Kabupaten Bombana memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, hingga pertambangan. Namun, potensi tersebut memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai agar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi fondasi utama dalam membuka akses antarwilayah, memperlancar distribusi hasil produksi masyarakat, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pada kesempatan itu, Bupati memaparkan sejumlah usulan prioritas yang diharapkan mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun 2026. Beberapa ruas jalan yang diusulkan meliputi Mulaeno–Toburi, Tampabulu–Toburi, Teppoe–Tampabulu–Tontonunu, Aneka Marga–Wumbubangka–Tembe, Tedubara–Pising di Pulau Kabaena, serta peningkatan ruas Laea–Tampabulu, Aneka Marga–Watu Watu, dan Lantari–Langadue.

Selain pembangunan jalan, Pemerintah Kabupaten Bombana juga mengusulkan pembangunan Jembatan Tampabulu, Jembatan Poros Tedubara–Pising, rehabilitasi Jembatan Gantung Wambamolingku, serta pembangunan jembatan penghubung menuju Pulau Masaloka guna memperkuat konektivitas antarpulau dan memperlancar mobilitas masyarakat.

Di sektor sumber daya air, pemerintah daerah mengusulkan rehabilitasi sejumlah daerah irigasi melalui Program Inpres Irigasi serta pembangunan Bendungan Sungai Poleang. Proyek tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air irigasi, memperkuat ketahanan air, mengendalikan banjir, sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Tidak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Bombana juga mengajukan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), peningkatan sanitasi di desa dan kelurahan, serta penanganan rumah tidak layak huni sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Burhanuddin menjelaskan bahwa sebagian besar usulan tersebut telah dilengkapi dengan dokumen teknis, dokumen lingkungan, serta kesiapan lahan sehingga siap ditindaklanjuti apabila memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

“Saya berharap kunjungan kerja reses ini semakin memperkuat sinergi antara DPR RI, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mempercepat pemerataan pembangunan,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara seluruh tingkatan pemerintahan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan daerah. Menurutnya, dukungan pemerintah pusat akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas wilayah, pelayanan dasar, investasi, hingga kesejahteraan masyarakat Bombana.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae menyatakan seluruh aspirasi pembangunan yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bombana akan menjadi perhatian Komisi V DPR RI.

“Semua usulan akan kita upayakan dan perjuangkan. Hari ini kami melaksanakan kunjungan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah. Kami di DPR RI siap memperjuangkan bagian yang menjadi kewenangan pemerintah pusat,” tegas Ridwan Bae.

Ia menjelaskan bahwa seluruh usulan tersebut akan dibahas bersama kementerian dan lembaga yang menjadi mitra kerja Komisi V DPR RI. Menurutnya, setiap program yang memenuhi persyaratan administratif dan menjadi kewenangan pemerintah pusat akan diperjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran negara.

“Tugas kami adalah mengawal aspirasi daerah. Selama usulan tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat dan memenuhi ketentuan yang berlaku, tentu akan kami perjuangkan agar dapat direalisasikan secara bertahap,” pungkasnya.

Melalui kunjungan kerja reses ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap sinergi yang semakin erat dengan DPR RI dan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi berbagai proyek infrastruktur strategis. Dukungan tersebut diharapkan mampu membuka akses wilayah yang lebih luas, meningkatkan daya saing daerah, memperkuat pelayanan dasar, serta menghadirkan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bombana.




Bupati Bombana Tutup Hari BPR/BPRS Nasional Sultra 2026, Perkuat Sinergi Bangun Ekonomi Daerah

Bombana – sultanet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi menutup rangkaian Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Bombana. Penutupan kegiatan menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian peringatan yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun sistem keuangan yang inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Acara berlangsung di Gedung Olahraga Rumbia, Kabupaten Bombana, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara Bismi Maulana Nugraha, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari Muh. Novrian Jaya, Wakil Bupati Konawe Selatan H. Wahyu Ade Pratama Imran, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., direksi dan komisaris PT BPR Bahteramas se Sulawesi Tenggara, Ketua Perbarindo Sulawesi Tenggara Dr. Ahmat, S.E., M.M., kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, serta ratusan masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan.

Penutupan Hari BPR/BPRS Nasional Sulawesi Tenggara 2026 menjadi momentum penting untuk mempertegas peran sektor perbankan daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif. Selain menjadi ajang silaturahmi antar pelaku industri perbankan, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, regulator, dunia usaha, dan lembaga keuangan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan sektor jasa keuangan. Menurutnya, keberadaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) memiliki kontribusi besar dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama bagi sektor usaha produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah.

Ia menjelaskan bahwa BPR dan BPRS selama ini telah menjadi mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sektor pertanian, perikanan, perdagangan, hingga berbagai usaha masyarakat yang membutuhkan layanan keuangan yang mudah dijangkau.

“BPR dan BPRS memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Keberadaan BPR dan BPRS menjadi mitra penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, nelayan, pedagang, serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan yang mudah, cepat, dan bertanggung jawab,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga ditentukan oleh kemudahan masyarakat dalam memperoleh akses terhadap layanan keuangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan sektor perbankan sebagai salah satu instrumen penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.

Bupati juga berharap BPR dan BPRS terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, memperluas jangkauan pembiayaan produktif, serta memperkuat edukasi keuangan agar tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat semakin meningkat.

“Pemerintah Kabupaten Bombana berharap BPR dan BPRS terus menjadi mitra strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperluas akses pembiayaan produktif, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mendukung pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemberdayaan UMKM harus menjadi perhatian bersama karena sektor tersebut terbukti menjadi penopang utama perekonomian daerah. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai, pelaku UMKM diyakini mampu meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

Melalui penutupan Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, industri perbankan, dunia usaha, dan masyarakat terus terjalin secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem keuangan daerah yang tangguh, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara.

Suasana penutupan berlangsung semarak dengan berbagai rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat. Selain penampilan spesial artis ibu kota dan hiburan musik dari DJ, kegiatan juga diramaikan dengan pameran produk UMKM, lomba dan edukasi keuangan, talkshow, sosialisasi layanan perbankan, serta pembagian berbagai doorprize kepada pengunjung. Rangkaian acara tersebut menjadi wujud nyata upaya mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat sekaligus memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah.




Bupati Bombana Ajak Wujudkan Generasi Sehat dan Berkarakter pada Hari Anak Nasional

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., menghadiri kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan” itu menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pemenuhan hak anak, membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang anak. Kegiatan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Bombana, Sabtu (25/7/2026).

Peringatan Hari Anak Nasional tersebut diikuti ratusan peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, para kepala perangkat daerah beserta jajaran, Ketua PGRI Kabupaten Bombana, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara, para kepala sekolah, guru, serta berbagai elemen masyarakat yang memberikan perhatian terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Selain menjadi ajang olahraga bersama, kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan pola hidup sehat sejak usia dini. Pemerintah Kabupaten Bombana memanfaatkan momentum tersebut untuk mengajak seluruh masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak sebagai investasi penting bagi masa depan daerah dan bangsa.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat bahwa anak merupakan aset berharga yang menentukan masa depan Kabupaten Bombana dan Indonesia.

“Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial. Hari ini adalah momentum untuk mengingatkan kita semua bahwa anak adalah amanah, harapan sekaligus penentu masa depan bangsa. Apa yang kita tanamkan kepada mereka hari ini akan menentukan seperti apa Bombana dan Indonesia pada masa yang akan datang,” ujar Burhanuddin.

Ia menekankan bahwa membangun generasi unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif keluarga, sekolah, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi yang kuat menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Bupati juga mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan yang layak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan mengembangkan potensi sesuai bakat dan minat masing-masing. Karena itu, seluruh pihak harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak-haknya akibat berbagai persoalan sosial maupun ekonomi.

“Jangan pernah biarkan ada anak yang kehilangan haknya untuk belajar, bermain, tumbuh, dan meraih cita-cita,” tegasnya.

Menurut Burhanuddin, anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang akan memiliki peluang lebih besar menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa depan.

Ia juga mengajak seluruh orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik, pendidikan, pembentukan karakter, serta kesehatan mental anak. Dengan dukungan yang baik, anak-anak Bombana diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral, budaya, dan semangat kebangsaan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati turut mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026. Menurutnya, kegiatan seperti Senam Anak Indonesia Hebat tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga mempererat kebersamaan antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak.

Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada kepentingan anak, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, perlindungan anak, hingga penguatan peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Melalui peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat untuk menyayangi, melindungi, dan memenuhi hak-hak anak semakin mengakar di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi seluruh elemen, diharapkan lahir generasi Bombana yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menjadi penerus pembangunan daerah dan bangsa di masa mendatang.




Bupati Bombana Tutup Laea Cup II, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola

Bombana – sultraet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Laea Cup II yang digelar di Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan. Penutupan turnamen menjadi puncak rangkaian kompetisi yang tidak hanya menghadirkan semangat persaingan sehat di lapangan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta mendorong pembinaan olahraga sepak bola di Kabupaten Bombana. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, Sabtu (25/7/2026).

Turnamen Laea Cup II mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan menjadi salah satu ajang olahraga yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Selain menjadi kompetisi bagi klub sepak bola lokal, kegiatan ini juga menjadi wadah pembinaan atlet muda sekaligus ruang untuk menjaring talenta-talenta potensial yang diharapkan mampu mengharumkan nama Kabupaten Bombana pada berbagai kejuaraan di tingkat regional maupun nasional.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, pemerintah desa, para peserta, ofisial, wasit, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan turnamen. Menurutnya, keberhasilan sebuah kompetisi olahraga tidak hanya diukur dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari terciptanya sportivitas, persaudaraan, dan semangat kebersamaan di antara seluruh peserta.

Ia berharap Turnamen Laea Cup dapat terus menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bombana.

“Semoga kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin yang mampu melahirkan bibit-bibit atlet sepak bola berbakat dari Desa Laea, Kecamatan Poleang Selatan, hingga seluruh Kabupaten Bombana,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kompetisi yang berkualitas. Turnamen seperti Laea Cup menjadi salah satu sarana penting untuk mengasah kemampuan para pemain muda sekaligus memberikan pengalaman bertanding yang dapat meningkatkan kualitas permainan mereka.

Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Ia menilai olahraga tidak hanya menciptakan generasi yang sehat secara fisik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan semangat pantang menyerah.

“Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkarakter,” katanya.

Lebih lanjut, Burhanuddin menjelaskan bahwa keberhasilan pembinaan olahraga tidak dapat dicapai hanya oleh pemerintah. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi olahraga, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta masyarakat agar pembinaan atlet berlangsung secara berkesinambungan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, organisasi olahraga, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar pembinaan olahraga di daerah kita semakin berkembang,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh insan olahraga di Bombana untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan menjadikan setiap kompetisi sebagai ajang mempererat persaudaraan, bukan sekadar mengejar kemenangan. Menurutnya, nilai-nilai sportivitas harus selalu menjadi fondasi dalam setiap pertandingan agar olahraga mampu menjadi media pembinaan karakter generasi muda.

Selain mendorong peningkatan prestasi, Bupati berharap turnamen sepak bola seperti Laea Cup mampu memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Kehadiran berbagai tim dan suporter dinilai mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar sekaligus mempererat hubungan antardesa melalui kegiatan yang positif.

Melalui penyelenggaraan Turnamen Sepak Bola Laea Cup II, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap pembinaan atlet usia muda dapat berjalan semakin optimal. Turnamen ini diharapkan menjadi salah satu agenda olahraga yang berkelanjutan, melahirkan pemain-pemain berbakat, meningkatkan prestasi sepak bola daerah, serta memperkuat semangat persatuan, sportivitas, dan kebersamaan sebagai modal penting dalam membangun Kabupaten Bombana yang lebih maju.




Bombana Jadi Tuan Rumah Sosialisasi Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas

Bombana – sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Sosialisasi Regulasi dan Seremonial Pengalihan Saham Desa PT BPR Bahteramas se Sulawesi Tenggara (Perseroda) sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perbankan daerah serta memberikan kepastian hukum terhadap kepemilikan saham desa dalam proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K., di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda). Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola perusahaan yang lebih sehat, profesional, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Sosialisasi tersebut turut dihadiri Bupati Konawe Utara, Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Konawe, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan pemegang saham pengendali PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), direksi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), serta para tamu undangan dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bombana sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran seluruh peserta menjadi bukti kuatnya komitmen bersama dalam memperkuat kelembagaan PT BPR Bahteramas sebagai bank milik daerah yang mampu memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pengalihan saham desa bukan sekadar proses administratif, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran desa dalam pembangunan ekonomi daerah melalui sistem perbankan yang lebih tertata.

“Kegiatan sosialisasi dan seremonial pengalihan saham desa ini memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya dari aspek administrasi dan kepastian hukum, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat keterlibatan desa dalam pembangunan ekonomi daerah,” ujar Burhanuddin.

Menurutnya, kepastian hukum terhadap kepemilikan saham akan memperkuat posisi pemerintah daerah dalam mengelola PT BPR Bahteramas secara profesional. Di sisi lain, kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga keuangan daerah sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi sektor produktif.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Fadlansyah, secara resmi membuka kegiatan sosialisasi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi mengawal proses transisi dan konsolidasi PT BPR Bahteramas. Ia juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bombana atas kesiapan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.

Fadlansyah menegaskan bahwa PT BPR Bahteramas memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian daerah, khususnya melalui dukungan pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, petani, nelayan, serta sektor produktif lainnya.

“PT BPR Bahteramas merupakan pilar utama perekonomian daerah di Sulawesi Tenggara. Dalam empat tahun terakhir, kinerja 12 entitas PT BPR Bahteramas se Sultra menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat positif dan produktif,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengalihan saham desa merupakan tindak lanjut dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 7 Tahun 2024 yang mengamanatkan seluruh Bank Perekonomian Rakyat milik pemerintah daerah melakukan peleburan atau konsolidasi sebelum April 2027.

Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi solusi untuk memberikan kepastian hukum terhadap penyertaan modal desa yang selama ini belum memiliki dasar kepemilikan saham secara langsung.

“Untuk menjaga kepastian hukum dan menghindari deadlock administratif, melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahun Buku 2025 telah disepakati bahwa porsi saham desa dialihkan menjadi saham pemerintah kabupaten dan kota se Sulawesi Tenggara,” jelas Fadlansyah.

Melalui sosialisasi ini, seluruh pemerintah daerah diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pengalihan saham desa serta proses konsolidasi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara juga berharap proses tersebut berjalan lancar sesuai ketentuan yang berlaku sehingga mampu memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan daya saing lembaga keuangan daerah, dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Keberadaan PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara diharapkan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM, sektor pertanian, perikanan, dan berbagai usaha produktif lainnya. Dengan sistem kelembagaan yang semakin kuat, bank milik daerah tersebut diyakini mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tenggara.




Bupati Bombana Pimpin Upacara Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Anak

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., memimpin Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat perlindungan anak dan pemenuhan hak-hak anak. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan”, peringatan tersebut menjadi ajang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sebagai fondasi dalam membangun generasi masa depan. Upacara berlangsung di pelataran Ex MTQ Kabupaten Bombana, Kamis (23/7/2026).

Upacara diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD Kabupaten Bombana, Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., para kepala perangkat daerah, camat, PGRI, para pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, serta berbagai unsur masyarakat yang turut memberikan dukungan terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Burhanuddin membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perlakuan yang merugikan.

“Tema Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026, ‘Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan’, bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, didengar pendapatnya, serta memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” demikian amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dibacakan Bupati Bombana.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bombana untuk terus memperkuat kepedulian terhadap hak-hak anak melalui pendidikan yang berkualitas, perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, serta pemberian ruang yang aman bagi anak untuk belajar, bermain, dan mengembangkan potensi diri.

Usai pelaksanaan upacara, rangkaian peringatan Hari Anak Nasional dilanjutkan dengan penyerahan bantuan pendidikan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Bombana. Bantuan tersebut terdiri atas Program Pengadaan Seragam Gratis (PENGGARIS) sebanyak 500 stel seragam sekolah serta Bantuan Siswa Miskin (BSM) sebesar Rp1.000.000 kepada masing-masing 250 siswa SMA dan SMK yang tersebar di Kabupaten Bombana.

Penyaluran bantuan pendidikan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan yang merata sekaligus membantu meringankan beban keluarga, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Bombana bersama berbagai pemangku kepentingan juga melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Kampanye Bulan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN). Kesepakatan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam memperkuat perlindungan anak, mendorong pemenuhan hak-hak anak, serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak di seluruh wilayah Kabupaten Bombana.

Dalam amanat Menteri PPPA yang dibacakan Bupati, seluruh pihak diajak untuk memastikan perlindungan anak tidak hanya menjadi slogan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Mari kita pastikan semangat ini bergema dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas hingga ruang digital, sehingga setiap anak Indonesia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dihormati, didengar suaranya, serta terpenuhi hak-haknya,” bunyi amanat Menteri PPPA.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap peringatan Hari Anak Nasional ke-42 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kesadaran kolektif untuk terus melindungi anak dan memenuhi seluruh hak-haknya. Dengan kolaborasi yang erat antara pemerintah, keluarga, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan anak-anak Bombana tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta siap menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.




Bupati Bombana Buka Hari BPR/BPRS Nasional Sultra 2026, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., secara resmi membuka Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Bombana. Kegiatan bertema “Langkah BPR/BPRS untuk Negeri, Ekonomi Rakyat Maju” tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, industri perbankan, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. Pembukaan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Bombana, Kamis malam (23/7/2026).

Acara pembukaan dihadiri Bupati Konawe Utara, Bupati Konawe Selatan, Wakil Bupati Konawe, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara beserta jajaran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara, perwakilan pemegang saham pengendali PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), Direksi PT BPR Bahteramas Sulawesi Tenggara (Perseroda), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala perangkat daerah, pelaku usaha, serta tamu undangan dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Penyelenggaraan Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi ajang strategis untuk memperkuat kolaborasi antarlembaga jasa keuangan sekaligus meningkatkan peran Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah. Selain menjadi wadah silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan inovasi dalam memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa BPR dan BPRS memiliki peran yang sangat penting dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan. Menurutnya, keberadaan kedua lembaga keuangan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga menjadi mitra strategis masyarakat dalam mengembangkan berbagai sektor usaha produktif.

“BPR dan BPRS memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Kehadirannya bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi mitra masyarakat dalam mendukung pertumbuhan UMKM, sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan berbagai usaha produktif lainnya,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana terus menempatkan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat yang harus terus didukung melalui kemudahan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Burhanuddin menilai BPR dan BPRS memiliki posisi strategis dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat akar rumput. Melalui layanan pembiayaan yang mudah diakses, legal, dan bertanggung jawab, BPR dan BPRS diharapkan mampu mendorong tumbuhnya wirausaha baru sekaligus memperkuat daya saing pelaku usaha lokal.

“Pemerintah Kabupaten Bombana menjadikan penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan sebagai salah satu prioritas pembangunan. Karena itu, kami memandang BPR dan BPRS sebagai mitra strategis dalam memperluas akses pembiayaan yang sehat, legal, dan mudah dijangkau masyarakat,” katanya.

Bupati juga berharap peringatan Hari BPR/BPRS Nasional tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu menghasilkan berbagai langkah konkret dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan dunia usaha. Menurutnya, sinergi yang kuat akan membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami meyakini, semakin kuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan pelaku usaha, maka semakin besar pula peluang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, membuka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Burhanuddin menambahkan bahwa penguatan sektor jasa keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan sistem pembiayaan yang sehat dan inklusif, masyarakat akan memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Hari BPR/BPRS Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu, 25 Juli 2026. Selama tiga hari pelaksanaan, berbagai kegiatan telah disiapkan sebagai sarana mempererat hubungan antarlembaga BPR dan BPRS, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, serta mendorong inovasi dalam pengembangan sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap penyelenggaraan kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi daerah melalui peningkatan akses pembiayaan produktif, tumbuhnya UMKM yang lebih tangguh, serta terciptanya ekosistem keuangan yang sehat, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di masa mendatang.




Bupati Bombana Dorong Tata Kelola Desa dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Agrominapolitan

Bombana – sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pemerintahan Desa se-Kabupaten Bombana Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang profesional, akuntabel, serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal. Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bombana itu menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan desa dengan visi pembangunan daerah menuju Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan. Rakor berlangsung di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Rabu (22/7/2026).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), narasumber dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Lawang Sewu IT, iDRAP Sulawesi Tenggara, pimpinan instansi vertikal, perwakilan perbankan, kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perwakilan PT Anugerah Harisma Barokah (AHB) Site Kabaena, Direktur Perusda Wonua Bombana, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa Rakor Pemerintahan Desa bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi sekaligus forum untuk merumuskan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan desa yang selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan Kabupaten Bombana tidak dapat dipisahkan dari kemajuan desa. Karena itu, seluruh pemerintah desa harus mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang memanfaatkan potensi lokal secara maksimal.

“Tema Rakor tahun ini, ‘Penguatan Tata Kelola dan Kemandirian Ekonomi Menuju Desa Bahagia Berbasis Agrominapolitan’, sangat sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Bombana, yakni Bombana Berdaya Saing Berbasis Agrominapolitan. Desa harus mampu bertransformasi menjadi kawasan agrominapolitan yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bombana memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan yang harus dikelola secara profesional agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Potensi tersebut, kata dia, harus didukung tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati menegaskan bahwa terwujudnya Desa Bahagia harus bertumpu pada dua pilar utama, yakni pemerintahan desa yang bersih dan akuntabel serta ekonomi desa yang mandiri melalui pengelolaan potensi unggulan secara optimal.

Dalam arahannya kepada seluruh kepala desa, ketua BPD, dan direktur BUMDes, Burhanuddin memberikan sejumlah penekanan strategis. Salah satunya terkait pengelolaan keuangan desa yang harus dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Ia meminta seluruh kepala desa tidak ragu melaksanakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) selama seluruh program dilaksanakan sesuai aturan dan benar-benar ditujukan untuk kepentingan masyarakat.

“Kita ingin pengawasan dilakukan melalui pendekatan preventif, sehingga kepala desa dapat bekerja dengan tenang, tertib administrasi, dan tetap berada dalam koridor hukum,” tegasnya.

Menurut Bupati, kehadiran Inspektorat dan Polres Bombana dalam Rakor menjadi bentuk pendampingan preventif agar setiap potensi kesalahan administrasi maupun penyimpangan dapat dicegah sejak dini.

Selain itu, Burhanuddin mendorong transformasi pengelolaan BUMDes agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. Ia menilai BUMDes tidak boleh hanya menjadi wadah penggunaan anggaran, tetapi harus berkembang menjadi lembaga bisnis yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui konsep One Village One Product (OVOP), setiap desa didorong memiliki produk unggulan yang memiliki daya saing dan mampu menembus pasar yang lebih luas.

“Aspek bisnis BUMDes harus diperkuat agar benar-benar menjadi jangkar ekonomi perdesaan yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap percepatan digitalisasi desa. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, efisiensi administrasi, serta transparansi penyelenggaraan pemerintahan desa.

Melalui kolaborasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Bombana bersama mitra teknologi Lawang Sewu IT, pemerintah desa diharapkan mulai menerapkan sistem administrasi desa dan pelaporan BUMDes secara digital agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, efektif, dan akuntabel.

Di akhir arahannya, Burhanuddin meminta seluruh organisasi perangkat daerah teknis serta instansi vertikal yang menjadi narasumber memberikan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa. Ia berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan berbagai strategi yang dibahas dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

“Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis desa-desa di Kabupaten Bombana akan semakin maju, mandiri, dan mampu menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Bombana yang berdaya saing berbasis agrominapolitan,” tutupnya.

Pembukaan Rakor dirangkaikan dengan penyerahan satu unit mobil ambulans desa dari PT Anugerah Harisma Barokah (AHB) Site Kabaena kepada Pemerintah Desa Pongkalaero. Selain itu, Bupati juga menyerahkan secara simbolis santunan Jaminan Kematian dari BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris warga Desa Mattirowalie, Kecamatan Poleang Selatan, dan Desa Batuawu, Kecamatan Kabaena Selatan. Penyerahan bantuan tersebut menjadi wujud sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga terkait dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan sosial di Kabupaten Bombana.




Bupati Bombana Luncurkan Gerakan Cegah Stunting Melalui Aksi Bergizi

Bombana _ sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi membuka Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi sebagai upaya memperkuat pencegahan stunting sejak usia remaja melalui pembiasaan pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bombana tersebut menjadi bagian dari strategi meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda, khususnya dalam mencegah anemia pada remaja putri sebagai salah satu faktor risiko stunting di masa mendatang. Kegiatan berlangsung di SMAN 7 Bombana, Kecamatan Poleang Selatan, Selasa (21/7/2026).

Gerakan Aksi Bergizi dirangkaikan dengan pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik, edukasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), Program Sekolah Sehat, serta kampanye konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia sekolah sebagai investasi menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara Dr. Andy Edi Surahmat, M.Kes., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., sejumlah kepala perangkat daerah, camat, kepala sekolah, tenaga kesehatan, guru, orang tua siswa, serta ratusan peserta didik.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan. Menurutnya, pembiasaan hidup sehat harus dimulai sejak dini agar menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda.

“Saya berharap kegiatan seperti ini mampu membangun kesadaran anak-anak kita untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini sebagai bekal meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Burhanuddin.

Ia menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada masa kehamilan atau saat anak dilahirkan, tetapi harus dimulai sejak masa remaja. Remaja yang sehat, khususnya remaja putri, akan menjadi calon ibu yang sehat sehingga mampu melahirkan generasi yang bebas dari stunting.

Bupati juga mengajak seluruh peserta didik, terutama remaja putri, untuk membiasakan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik secara rutin, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta disiplin mengonsumsi Tablet Tambah Darah setiap minggu guna mencegah anemia.

“Anak-anak kita adalah aset dan harapan masa depan daerah. Menjaga kesehatan mereka merupakan investasi yang sangat penting. Saya berharap kebiasaan hidup sehat ini tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus diterapkan di sekolah maupun di rumah dengan dukungan guru dan orang tua,” katanya.

Menurut Burhanuddin, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, keluarga, hingga masyarakat, harus bersinergi dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja secara optimal.

Usai membuka kegiatan, Bupati Bombana bersama jajaran secara simbolis menandai dimulainya pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi para peserta didik. Pemeriksaan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini berbagai kondisi kesehatan sehingga dapat segera ditindaklanjuti apabila ditemukan risiko tertentu.

Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara dengan perwakilan kepala sekolah sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung implementasi Program Sekolah Sehat di Kabupaten Bombana.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi minum Tablet Tambah Darah secara serentak oleh siswi remaja putri sebagai simbol komitmen pencegahan anemia. Para peserta juga mengikuti edukasi mengenai Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pentingnya aktivitas fisik, pola konsumsi gizi seimbang, serta manfaat Tablet Tambah Darah dalam menjaga kesehatan dan mencegah risiko stunting pada generasi mendatang.

Melalui Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kesadaran hidup sehat terus tumbuh di kalangan peserta didik. Program ini diharapkan mampu menciptakan budaya hidup sehat di lingkungan sekolah, meningkatkan kualitas kesehatan remaja, menekan angka anemia, serta menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi Bombana yang sehat, cerdas, produktif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.




Bupati Bombana Serahkan Armada Damkar untuk Perkuat Layanan di Poleang

Bombana – sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui peningkatan sarana penanggulangan kebakaran. Komitmen tersebut diwujudkan dengan penyerahan satu unit mobil pemadam kebakaran oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., untuk wilayah Kecamatan Poleang sebagai langkah meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat serta mempercepat penanganan keadaan darurat. Penyerahan armada dilakukan di Halaman Kantor Camat Poleang, Kamis (16/7/2026).

Kehadiran armada pemadam kebakaran tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat pelayanan pencegahan dan penanggulangan kebakaran, khususnya di kawasan Poleang yang terus mengalami pertumbuhan pesat. Selain meningkatkan kapasitas layanan darurat, armada baru itu diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat seiring berkembangnya kawasan permukiman, perdagangan, dan aktivitas ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menjelaskan bahwa Kecamatan Poleang merupakan salah satu wilayah strategis di Kabupaten Bombana yang terus berkembang. Pertumbuhan tersebut, menurutnya, harus diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai agar pelayanan publik dapat berjalan secara optimal.

Ia menegaskan bahwa keberadaan armada pemadam kebakaran akan memperkuat kemampuan pemerintah daerah dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai kondisi darurat yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat.

“Kehadiran armada pemadam kebakaran ini diharapkan dapat mempercepat waktu respons saat terjadi keadaan darurat, sehingga risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda dapat diminimalkan,” ujar Burhanuddin.

Bupati menambahkan bahwa keberhasilan pelayanan pemadam kebakaran tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan peralatan, tetapi juga ditopang oleh sumber daya manusia yang profesional dan memiliki dedikasi tinggi. Oleh karena itu, ia meminta seluruh personel pemadam kebakaran untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kesiapan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

“Saya berharap kendaraan operasional ini dapat dimanfaatkan secara optimal, dirawat dengan baik, serta didukung oleh personel yang profesional, terlatih, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi kepada masyarakat,” katanya.

Selain memperkuat kesiapsiagaan pemerintah, Burhanuddin juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran. Ia mengimbau warga agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik, berhati-hati dalam menggunakan api, serta membangun budaya siaga terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk mengurangi risiko kebakaran. Kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan akan menjadi faktor penting dalam menciptakan wilayah yang aman dan nyaman untuk ditinggali.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bombana atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan dalam melayani masyarakat.

“Jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Usai menyerahkan armada pemadam kebakaran, Bupati Bombana melanjutkan rangkaian kegiatan dengan menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada masyarakat serta bantuan pupuk bersubsidi kepada para petani di Kecamatan Poleang.

Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung sektor pertanian sebagai salah satu penggerak utama perekonomian daerah. Bantuan sosial diharapkan mampu meringankan beban masyarakat, sementara pupuk bersubsidi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan daerah.

Bupati berharap seluruh bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sesuai peruntukannya sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di bidang pelayanan publik, perlindungan sosial, maupun pemberdayaan ekonomi.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Melalui penguatan layanan pemadam kebakaran, penyaluran bantuan sosial, serta dukungan terhadap sektor pertanian, pemerintah daerah berharap mampu menciptakan Kabupaten Bombana yang lebih aman, tangguh, produktif, dan sejahtera.