Bupati Burhanuddin Hadiri Tahlilan Mantan Sekda Bombana

Bombana, sultranet.com – Suasana duka menyelimuti kediaman almarhum Drs. Man Arfa, M.Si di Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Kamis malam, 1 Mei 2025. Ratusan warga, kerabat, dan para pejabat pemerintah daerah memadati rumah duka untuk mengikuti acara tahlilan atas wafatnya mantan Sekretaris Daerah Bombana tersebut.

Tampak hadir secara langsung Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, yang datang memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang berdedikasi, jujur, dan penuh komitmen selama mengabdi sebagai birokrat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana.

“Beliau adalah orang baik, penuh komitmen dalam menjalankan amanah. Kita semua merasa sangat kehilangan,” ujar Bupati Burhanuddin dengan suara bergetar menahan haru. “Mari kita bersama-sama mendoakan almarhum. Semoga seluruh dosa-dosanya diampuni dan amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT.”

Kehadiran orang nomor satu di Bombana ini menjadi bentuk nyata penghormatan kepada sosok almarhum yang telah banyak berjasa dalam roda pemerintahan. Drs. Man Arfa diketahui merupakan figur birokrat senior yang telah malang melintang di dunia pemerintahan daerah dan dikenal luas sebagai pribadi sederhana dan bersahaja.

Acara tahlilan juga dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang mengenal baik sosok almarhum. Mereka larut dalam doa bersama, memohonkan ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Bagi para kolega dan bawahannya, Drs. Man Arfa adalah pemimpin yang tenang, visioner, dan selalu memberikan keteladanan dalam setiap langkahnya. Tak heran jika kepergiannya menyisakan kesedihan mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak pihak yang pernah bekerja bersama dirinya.

“Beliau bukan hanya atasan, tapi juga teladan bagi kami. Selalu mendengarkan, membimbing, dan tidak pernah meninggikan suara. Sosok seperti beliau sangat sulit ditemukan lagi,” tutur salah satu staf senior yang turut hadir malam itu.

Semasa menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana, almarhum dikenal sangat aktif dalam berbagai perumusan kebijakan pembangunan daerah. Ia tak hanya bekerja dari balik meja, tapi juga sering turun langsung ke lapangan, memastikan program berjalan sesuai harapan masyarakat.

Tahlilan malam itu berjalan penuh khidmat, dengan suasana yang sarat akan kehangatan dan kekeluargaan. Doa-doa mengalir dari mulut para pelayat, mengiringi kepergian sang birokrat sejati yang telah memberikan sebagian besar hidupnya untuk pengabdian di tanah Bombana.

Kehadiran para pejabat daerah dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat solidaritas dan penghargaan terhadap pengabdian almarhum. Ini juga mencerminkan bahwa jasa seseorang tidak pernah dilupakan, meski telah berpulang ke pangkuan Ilahi.

Masyarakat setempat pun mengapresiasi kehadiran Bupati Burhanuddin dan jajaran pemerintah daerah lainnya, yang dianggap sebagai bentuk empati dan kedekatan emosional antara pemimpin dan warganya. “Kami merasa bangga karena pemimpin kami datang langsung. Ini menunjukkan bahwa Pak Burhanuddin sangat menghargai jasa almarhum,” ujar seorang tokoh masyarakat Lameroro.

Acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Suasana haru masih menyelimuti, namun terasa juga kehangatan kebersamaan dan ketulusan hati yang ditinggalkan oleh almarhum selama hidupnya.




Busana Adat Moronene Warnai Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Bombana di HUT ke-61 Sultra

KOLAKA, sultranet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momentum istimewa bagi seluruh kepala daerah se-Sultra. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu 27 April 2025, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si tampil memukau dalam balutan busana adat Moronene yang khas dan sarat makna budaya.

Didampingi istri masing-masing, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos dan Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM, keduanya menunjukkan kekompakan dan kebanggaan terhadap identitas lokal Bombana. Kehadiran mereka mencuri perhatian, bukan hanya karena keanggunan busana yang dikenakan, tetapi juga karena semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan melalui simbol-simbol adat.

Busana adat Moronene yang mereka kenakan memadukan warna khas dan motif tradisional yang menggambarkan keunikan suku asli Bombana. Tampil berwibawa dan percaya diri, Burhanuddin dan Ahmad Yani menjadi representasi daerah yang tidak melupakan akar budaya di tengah arus modernisasi.

“Peringatan HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan memperkuat komitmen kita dalam membangun daerah. Tapi kita juga tidak boleh melupakan identitas kita sebagai masyarakat Bombana yang kaya akan budaya,” ujar Bupati Burhanuddin kepada awak media usai upacara.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh leluhur, dan menjadikan budaya sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan yang inklusif dan berkarakter.

“Adat dan budaya bukan hanya warisan, tetapi juga kekuatan yang harus kita jaga dan perkuat. Ini juga menjadi bagian penting dari pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tambahnya.

Upacara HUT Sultra ke-61 kali ini berlangsung semarak dengan menampilkan parade budaya dari seluruh kabupaten dan kota se-Sultra. Atraksi seni, pertunjukan tari tradisional, hingga pameran produk lokal turut memeriahkan suasana, memperlihatkan kekayaan budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara.

Ribuan masyarakat memadati lokasi upacara sejak pagi hari, ikut menyaksikan langsung prosesi yang dihadiri oleh Gubernur Sultra, para kepala daerah, pejabat Forkopimda, tokoh adat, dan pelajar. Acara juga menjadi ajang silaturahmi antara para pemimpin daerah dan masyarakat dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Kehadiran para kepala daerah dalam balutan busana adat dari masing-masing daerah menjadi simbol keberagaman yang harmonis di Bumi Anoa. Tidak terkecuali penampilan Bupati dan Wakil Bupati Bombana yang menegaskan pentingnya menjunjung tinggi identitas daerah di ruang-ruang publik yang strategis.

Busana adat Moronene yang dikenakan Burhanuddin dan Ahmad Yani juga menjadi cerminan bahwa pemerintah daerah Bombana memiliki komitmen tinggi terhadap pelestarian budaya lokal. Sebagai suku asli Bombana, Moronene memiliki kekayaan adat dan tradisi yang terus dijaga dan diwariskan lintas generasi.

Melalui partisipasi dalam kegiatan budaya tingkat provinsi seperti HUT Sultra ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap dapat terus mendorong semangat masyarakat dalam mencintai dan melestarikan budaya sendiri, sekaligus menunjukkan pada dunia bahwa Sulawesi Tenggara memiliki keragaman budaya yang luar biasa.

Peringatan HUT ke-61 Sultra menjadi bukti bahwa budaya tetap menjadi ruh dari setiap pembangunan yang dilakukan. Dengan semangat kebersamaan, Sultra diharapkan terus tumbuh menjadi provinsi yang maju, berdaya saing, dan tetap berakar kuat pada kearifan lokal.




Bupati dan Wakil Bupati Bombana Tampil Anggun dalam Balutan Adat Moronene di HUT Sultra ke-61

KOLAKA, sultranet.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi momen bersejarah yang dirayakan meriah oleh seluruh kepala daerah se-Sultra. Dalam upacara yang digelar di Alun-alun 19 November Kolaka, Minggu, 27 April 2025, kehadiran Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama istri Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos serta Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama istri Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM mencuri perhatian publik.

Tampil anggun dan penuh wibawa dalam balutan busana adat Moronene, pasangan pimpinan daerah Bombana ini tak hanya menunjukkan penghargaan terhadap tradisi, tetapi juga menegaskan pentingnya menjaga kekayaan budaya lokal. Busana yang mereka kenakan didominasi warna khas Moronene dengan motif-motif tradisional yang kaya makna, menjadi simbol identitas suku asli Bombana yang hingga kini masih lestari.

“Ini bukan sekadar pakaian adat, tapi bentuk nyata penghormatan kami terhadap leluhur dan kearifan lokal Bombana yang harus terus dilestarikan,” ujar Burhanuddin usai upacara.

Ia menegaskan bahwa HUT ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara bukan hanya tentang perayaan seremonial, tetapi juga refleksi bersama atas perjalanan panjang daerah ini menuju kemajuan. Burhanuddin mengajak seluruh masyarakat Sultra, khususnya Bombana, untuk terus menjaga persatuan, menggali potensi lokal, dan menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“HUT Sultra ke-61 ini adalah momentum untuk bersyukur dan berkomitmen lebih kuat dalam membangun daerah dengan tetap menjunjung tinggi adat dan budaya kita,” kata Burhanuddin dengan semangat.

Rangkaian kegiatan peringatan HUT Sultra kali ini juga diwarnai dengan berbagai atraksi budaya dari seluruh kabupaten/kota, parade busana adat, hingga pameran hasil karya daerah. Kemeriahan tersebut tidak hanya menambah semarak suasana, tetapi juga memperkuat rasa bangga akan budaya Nusantara, terutama kekayaan etnik Sulawesi Tenggara yang beragam.

Bupati Bombana dan wakilnya tampak berbaur akrab dengan tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Kehangatan dan kedekatan itu menunjukkan komitmen mereka sebagai pemimpin yang tak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga hadir di tengah masyarakat dalam berbagai momen penting.

Upacara yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara beserta seluruh kepala daerah itu juga menjadi panggung kebersamaan. Semua elemen, dari pejabat, tokoh adat, seniman, hingga pelajar, ambil bagian dalam menyemarakkan acara, menciptakan suasana khidmat sekaligus meriah.

Busana adat Moronene yang dikenakan Burhanuddin dan Ahmad Yani seakan menjadi cerminan semangat Bombana yang tetap berakar pada tradisi, namun terus bergerak maju dalam semangat pembangunan. Keduanya, bersama istri masing-masing, tampak percaya diri dan harmonis saat mengikuti jalannya acara dari awal hingga selesai.

“Busana adat Moronene sangat unik dan punya filosofi yang dalam. Saya merasa bangga bisa mengenakannya di panggung kehormatan ini,” ungkap Ahmad Yani.

Dukungan terhadap pelestarian budaya lokal memang menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Burhanuddin – Ahmad Yani di Bombana. Berbagai program untuk mendorong generasi muda agar mengenal dan mencintai budaya sendiri terus digenjot melalui sektor pendidikan dan pariwisata budaya.

Upacara HUT Sultra ke-61 ini pun menjadi bukti nyata bahwa kekuatan budaya bisa menjadi elemen pemersatu dan penggerak pembangunan daerah. Di tengah era modernisasi, mempertahankan jati diri daerah melalui busana adat, bahasa, dan seni tradisi menjadi langkah strategis dalam menjaga kearifan lokal.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi yang ditunjukkan para kepala daerah, masyarakat Sulawesi Tenggara diharapkan dapat terus memperkuat persatuan dan mengambil bagian dalam setiap proses pembangunan. Momentum HUT ke-61 ini menjadi refleksi sekaligus langkah awal untuk masa depan Sultra yang lebih maju dan berdaya saing, tanpa melupakan akar budayanya.




Bupati Bombana Meriahkan Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61

KOLAKA, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si tampil menonjol dalam gelaran Fun Run Kolaka Harmoni Sultra 61 yang digelar Sabtu pagi, 26 April 2025. Didampingi sejumlah jajaran Pemerintah Kabupaten Bombana, Burhanuddin berbaur bersama ribuan peserta dari berbagai daerah se-Sulawesi Tenggara, memeriahkan kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dengan mengenakan pakaian olahraga bernuansa daerah, Burhanuddin memimpin langsung rombongan peserta dari Bombana menyusuri rute lari yang melintasi jantung Kota Kolaka. Antusiasme masyarakat menyambut kehadiran orang nomor satu di Bombana itu terlihat dari banyaknya warga yang menyapa dan berfoto di sepanjang rute.

“Ini adalah momentum kebersamaan yang luar biasa. Saya sangat bangga bisa hadir dan ikut merayakan semangat HUT Sultra bersama masyarakat dari berbagai daerah,” ujar Burhanuddin saat ditemui usai kegiatan.

Menurutnya, partisipasi aktif dalam agenda seperti ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat hubungan antardaerah serta membangun semangat persaudaraan di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara. Burhanuddin menekankan pentingnya membina solidaritas antar kabupaten/kota dalam mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Kegiatan yang mengangkat tema harmoni ini dihadiri pula oleh Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, seluruh kepala daerah, jajaran pemerintah provinsi, tokoh masyarakat, dan ribuan warga. Fun Run menjadi ajang kolaboratif yang tak hanya menghadirkan olahraga massal, tapi juga ruang kebersamaan dan ekspresi budaya.

Sebagai kepala daerah yang dikenal aktif mendukung kegiatan sosial dan budaya, kehadiran Burhanuddin memberi warna tersendiri. Ia bahkan sempat menyapa peserta dari daerah lain dan mengajak untuk terus menjaga semangat kekeluargaan.

“Semangat Sultra itu bukan hanya ada dalam pidato, tapi juga dalam langkah kita bersama hari ini. Kita jaga terus rasa persatuan ini demi Sulawesi Tenggara yang lebih baik,” ucap Burhanuddin.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini turut diramaikan dengan berbagai atraksi hiburan, panggung budaya, hingga pembagian doorprize menarik seperti sepeda, perlengkapan elektronik, hingga hadiah utama berupa paket umrah. Kehadiran ribuan peserta menambah semarak suasana dan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu momen paling meriah dalam rangkaian peringatan HUT Sultra tahun ini.

Tidak hanya sekadar olahraga, Fun Run juga menjadi media promosi daerah, di mana masing-masing kabupaten/kota menampilkan kekhasan budayanya. Kabupaten Bombana, melalui rombongan peserta yang dipimpin langsung oleh Bupati, juga memperlihatkan kekompakan dan antusiasme tinggi dalam memeriahkan acara.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT Sultra ke-61, Fun Run Kolaka Harmoni memberi ruang inklusif bagi seluruh kalangan, mulai dari pelajar, pegawai, komunitas, hingga keluarga. Rute yang dilalui peserta pun menyuguhkan sisi ikonik Kota Kolaka, sekaligus menjadi sarana interaksi yang hangat antara masyarakat dan para pemimpinnya.

Dengan berakhirnya kegiatan di titik finish, para peserta menikmati hiburan rakyat sambil menantikan pengundian hadiah. Kegiatan ini tak hanya menjadi bentuk perayaan, tapi juga penguat semangat kebersamaan yang dibawa pulang ke daerah masing-masing.




Bupati Burhanuddin Hadiri Pembukaan HUT ke-61 Sultra di Kolaka

Kolaka, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si menghadiri pembukaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang digelar di Stadion Gelora Kolaka, Kamis, 24 April 2025. Acara tahunan yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka ini diikuti oleh seluruh kepala daerah se-Sultra dan disambut antusias oleh ribuan masyarakat dari berbagai wilayah.

Perayaan HUT Sultra tahun ini mengusung tema “Harmoni Sultra: Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius.” Tema tersebut menjadi simbol semangat kolektif untuk memperkuat sinergi antardaerah dalam mendorong kemajuan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan antarwilayah demi mencapai tujuan pembangunan bersama. Ia juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh kabupaten dan kota yang telah menunjukkan komitmen dalam mendukung momentum HUT ke-61 ini.

“Saya ingin mengajak kita semua, terutama rekan-rekan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), untuk bekerja dengan sepenuh hati. Masyarakat sedang menanti kontribusi nyata dari kita semua. Mereka berharap akan karya-karya terbaik yang kita hasilkan ke depan,” ujar Andi Sumangerukka di hadapan para kepala daerah dan peserta upacara.

Menurutnya, pada usia ke-61 tahun, Sulawesi Tenggara sudah berada pada tahap yang matang untuk bergerak lebih cepat dan strategis. Oleh karena itu, sinergi dan kerjasama yang erat antara pemerintah provinsi dan daerah menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

“Enam puluh satu tahun adalah usia yang cukup dewasa. Kita seharusnya telah melangkah lebih maju. Mari kita jaga kekompakan dan terus bersinergi memajukan Sultra ke depan,” tegas Gubernur.

Rangkaian pembukaan HUT ke-61 ini juga diramaikan oleh berbagai kegiatan menarik. Sejumlah stand pameran dari kabupaten/kota dipadati pengunjung, yang menampilkan potensi unggulan daerah masing-masing. Selain itu, digelar pula kegiatan bakti sosial, pertunjukan seni budaya, dan atraksi hiburan yang melibatkan para pelajar serta seniman lokal.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin menyampaikan bahwa keikutsertaan Bombana dalam momen penting ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pembangunan Sultra yang berkeadilan. Ia menilai kegiatan ini sebagai sarana mempererat hubungan antar daerah serta memperkuat kerja sama lintas wilayah.

“Pemerintah Kabupaten Bombana sangat mendukung agenda pembangunan regional yang inklusif. Melalui perayaan ini, kami berharap dapat memperkuat sinergi dengan daerah lain demi kemajuan bersama,” kata Burhanuddin usai menghadiri pembukaan acara.

Burhanuddin juga menyempatkan diri mengunjungi stand pameran Bombana yang menampilkan produk unggulan daerah serta inovasi layanan publik. Ia menyampaikan apresiasi atas kerja keras tim yang telah mempersiapkan keikutsertaan Bombana secara maksimal.

Acara pembukaan HUT ke-61 Sultra di Kolaka ini menjadi simbol kebersamaan lintas daerah dalam membangun masa depan Sulawesi Tenggara yang lebih sejahtera. Perayaan ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda padat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan instansi pemerintah.




Bupati Bombana Hadiri Rapat Terkait Relokasi Lahan Terdampak Aktivitas PT. SSM

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menghadiri rapat koordinasi dengan manajemen PT. Swakarya Sumber Makmur (SSM) mengenai pelaksanaan relokasi lahan bagi masyarakat yang terdampak aktivitas perusahaan. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Meeting PT. SSM, Desa Watu-watu, Kecamatan Lantari Jaya, pada Selasa, 22 April 2025.

Dalam pertemuan ini, Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya proses relokasi yang dilakukan secara transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan masyarakat setempat. Ia meminta agar PT. SSM memastikan bahwa hak-hak warga yang terdampak tidak diabaikan, serta melibatkan mereka secara aktif dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan relokasi.

“Kami ingin semua proses ini berjalan dengan baik dan tidak merugikan masyarakat. Pemerintah daerah akan terus mengawal agar pelaksanaan relokasi ini memenuhi asas keadilan dan keberlanjutan,” ungkap Bupati Burhanuddin dengan tegas.

Bupati juga menyatakan bahwa pemerintah daerah akan berperan aktif untuk memastikan bahwa relokasi ini tidak hanya adil, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi warga yang terlibat. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dalam setiap kebijakan yang diambil, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dalam proses ini.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan manajemen PT. SSM menyampaikan komitmen perusahaan untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam melaksanakan relokasi dengan tertib dan manusiawi. Perusahaan juga memaparkan rencana teknis dan tahapan relokasi yang telah disiapkan. Mereka menjelaskan langkah-langkah yang akan diambil untuk memastikan bahwa warga yang terdampak mendapatkan solusi yang adil, dengan memberikan perhatian terhadap aspek sosial dan lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan pemerintah dan masyarakat dalam proses relokasi ini. Semua tahapan akan dilakukan dengan memperhatikan hak-hak masyarakat serta memastikan bahwa relokasi ini dilakukan dengan cara yang manusiawi,” jelas perwakilan PT. SSM.

 

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, Pimpinan Instansi Vertikal, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga yang lahannya akan direlokasi. Mereka semua diberikan kesempatan untuk memberikan masukan dan berdialog langsung dengan pihak perusahaan dan pemerintah daerah mengenai langkah-langkah yang akan diambil dalam proses relokasi ini.

Proses relokasi ini menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan PT. SSM untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial. Pemerintah daerah berharap agar semua pihak yang terlibat dapat menjaga komunikasi yang baik dan memastikan bahwa proses relokasi berjalan dengan lancar serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Sebagai langkah lanjut, Bupati Burhanuddin mengingatkan bahwa proses ini harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian, memastikan agar hak-hak warga yang terdampak tetap dilindungi. Ia juga menekankan bahwa relokasi ini tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kewajiban perusahaan, tetapi harus memperhatikan dampak sosial yang ditimbulkan dan berusaha untuk meminimalisir ketidaknyamanan bagi warga.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat merasa nyaman dengan proses ini. Pemerintah daerah akan selalu mendampingi dan mengawasi pelaksanaan relokasi agar berjalan sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat,” tutup Bupati Burhanuddin.

Dengan adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah dan perusahaan, diharapkan proses relokasi ini akan berjalan sukses, memberikan solusi yang adil, dan menciptakan dampak positif bagi perkembangan daerah serta kesejahteraan masyarakat.




Bupati Bombana Pimpin Panen Raya, Soroti Rendahnya Kehadiran Kepala Desa

BOMBANA, sultranet.com – Hamparan sawah di Dusun Lababu, Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, menjadi saksi semaraknya Panen Raya Perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, pada Minggu, 20 April 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pertanian, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal. Namun, suasana kebersamaan itu sedikit terusik oleh rendahnya kehadiran para kepala desa setempat. Dari sembilan kepala desa yang dijadwalkan hadir, hanya empat yang tampak di lokasi.

“Saya cukup kecewa karena dari sembilan kepala desa, hanya empat yang hadir. Ini bukan soal absen dari acara, tapi menyangkut kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap masyarakat,” tegas Bupati Burhanuddin saat memberikan sambutan.

Menurutnya, kehadiran kepala desa dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan peran sebagai pelayan publik. “Kita ini pelayan rakyat. Kalau kepala desa saja tidak mau hadir, bagaimana mereka bisa jadi jembatan antara pemerintah dan rakyatnya?” ujarnya lagi dengan nada serius.

Acara panen raya turut dihadiri oleh Sekda Bombana dr. H. Sunandar, M.M.Kes., Ketua DPRD, jajaran OPD, unsur Forkopimda, kelompok tani Matiro Bulu, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati dan Wakil Bupati terlihat berbaur dengan masyarakat, menyapa para petani, serta meninjau langsung hasil panen.

Bagi para petani, kehadiran kepala daerah merupakan bentuk perhatian nyata yang membangkitkan semangat. Ketua Kelompok Tani Matiro Bulu, Pak Darwis, menyampaikan rasa harunya atas kunjungan tersebut, sembari berharap perhatian itu berlanjut dalam bentuk bantuan nyata.

“Sejak 2017 kami belum pernah menerima bantuan alat pertanian. Kami sangat berharap dengan kepemimpinan baru ini, bantuan seperti alsintan bisa segera disalurkan. Panen ini bukan hanya tentang hasil, tapi juga bagaimana petani merasa dihargai,” ucapnya penuh harap.

Panen raya ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah. Warga menyampaikan langsung kebutuhan akan bibit unggul, teknologi pertanian, dan akses pasar. Menanggapi hal itu, Bupati Burhanuddin menyerahkan secara simbolis bantuan bibit unggul, sekaligus menginstruksikan OPD teknis untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, S.H., dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Matiro Bulu. Ia menyebut bahwa saat ini Kabupaten Bombana memiliki ±13.000 hektare lahan produksi pertanian, dan pemerintah berencana membuka sekitar ±750 hektare sawah baru sebagai bagian dari program prioritas daerah.

“Saya bangga dengan capaian para petani kita. Program pembukaan sawah baru adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian. Ini juga bagian dari visi ketahanan pangan yang terus kami dorong,” kata Sarif.

Acara ditutup dengan dialog santai antara Bupati dan warga, yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika seluruh elemen pemerintah, termasuk pemerintah desa, menjalankan perannya secara maksimal.

Panen Raya Perdana di Lababu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras petani patut dirayakan dan didukung dengan kebijakan konkret. Di sisi lain, rendahnya partisipasi kepala desa menjadi catatan penting akan pentingnya kesadaran kolektif dalam pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat kolaboratif ini terus dijaga demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.




Bupati Bombana Sholat Idul Fitri Bersama Ribuan Warga

Bombana, sultranet.com – Suasana khidmat menyelimuti perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Ribuan masyarakat bersama Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan Ibu Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., melaksanakan Sholat Idul Fitri di Alun-Alun Masjid Agung Nurul Iman Kelurahan Kasipute, Senin (31/3/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan rasa syukur atas kesempatan merayakan Hari Kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Ia juga mengajak masyarakat untuk mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan demi kemajuan daerah.

“Saya mengajak kita semua menjadikan Idul Fitri ini sebagai momentum mempererat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Bombana yang kita cintai ini,” ujar Bupati Burhanuddin.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Bupati Bombana beserta keluarga menggelar Open House di Rumah Jabatan Bupati. Acara ini terbuka untuk umum, memberikan kesempatan bagi masyarakat bersilaturahmi langsung dengan Bupati serta jajaran pemerintah daerah. Dalam suasana penuh kehangatan, masyarakat disambut dengan keramahan oleh Bupati dan keluarganya.

Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berbincang dan bersalaman dengan pemimpin daerah mereka. Hidangan khas Idul Fitri juga disediakan bagi para tamu yang hadir, menambah suasana kebersamaan dan kekeluargaan.

Perayaan Idul Fitri di Bombana tahun ini berlangsung dengan penuh makna. Masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, baik saat Sholat Idul Fitri maupun dalam acara Open House. Kehadiran Bupati dan jajarannya di tengah masyarakat menunjukkan kedekatan antara pemerintah daerah dan warganya.

Dengan perayaan yang penuh kebersamaan ini, diharapkan Kabupaten Bombana semakin maju dan masyarakatnya hidup dalam harmoni serta kesejahteraan. Spirit Idul Fitri diharapkan membawa berkah bagi seluruh warga Bombana.




Bupati Bombana Buka Puasa Bersama Warga Bajo di Poleang

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama masyarakat Bajo di Kecamatan Poleang, Senin (10/3/2025). Acara ini turut dihadiri oleh Plh. Sekretaris Daerah Bombana, Camat, Lurah, Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Burhanuddin menyampaikan pentingnya kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam momentum Ramadan yang penuh berkah. Ia menegaskan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk melayani dan mendengarkan aspirasi masyarakat, bukan sebaliknya.

“Kita sekarang harus berubah. Jangan masyarakat yang takut sama pemerintah, harusnya pemerintah yang takut sama masyarakat. Para camat, lurah, kepala desa, dan staf, sudah saatnya kita berubah. Kita harus memberikan yang terbaik bagi masyarakat kita. Mudah-mudahan Allah SWT bisa melindungi kita,” ujar Bupati Burhanuddin.

Selain itu, ia juga menekankan komitmennya untuk menepati janji politik, termasuk menjadikan Kelurahan Boepinang sebagai kota baru di Bombana. Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat agar dapat berjalan optimal.

“Mari kita jaga kebersamaan dan bekerja sama untuk membangun daerah kita. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Bombana yang lebih baik,” tambahnya.

Suasana kebersamaan semakin terasa dengan kehadiran Ketua TP PKK Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, yang turut berbagi kebahagiaan dengan masyarakat. Buka puasa bersama ini menjadi momen untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Para tamu undangan dan warga berbuka puasa dengan hidangan sederhana yang disiapkan oleh panitia. Suasana penuh keakraban terlihat saat Bupati, jajaran pemerintah daerah, dan masyarakat berbincang santai membahas berbagai persoalan dan harapan untuk kemajuan daerah.

Selain sebagai ajang silaturahmi, acara ini juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada pemerintah. Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Kecamatan Poleang.

“Setiap masukan dan harapan dari masyarakat akan menjadi perhatian kami dalam menyusun kebijakan pembangunan. Semua yang kami lakukan bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat Bombana,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Bombana berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat serta meningkatkan partisipasi aktif warga dalam pembangunan daerah. Silaturahmi seperti ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan Bombana yang lebih maju dan sejahtera.




Pasar Murah Bombana, Upaya Pemerintah Kendalikan Inflasi Selama Ramadan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Perindagkop dan UKM) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggandeng Bulog Cabang Bombana untuk menggelar pasar murah di Kecamatan Poleang. Program ini resmi dibuka oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, pada Senin (10/3/2025).

Pasar murah ini diselenggarakan sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Sejumlah komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, bawang merah, bawang putih, dan daging ayam, dengan harga yang telah disubsidi oleh pemerintah agar lebih rendah dari harga pasaran.

Bupati Bombana, H. Burhanuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa pasar murah ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, terutama di bulan Ramadan, ketika permintaan biasanya meningkat tajam.

“Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang stabil, terutama di bulan suci Ramadan, di mana permintaan cenderung meningkat dan harga sering mengalami lonjakan,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menekankan bahwa program ini bertujuan untuk membantu keluarga-keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah bekerja sama dengan distributor dan pelaku usaha lokal guna memastikan stok barang tersedia dengan harga yang lebih terjangkau.

“Semoga pasar murah ini dapat meringankan beban masyarakat dan menjadi solusi untuk menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok di bulan Ramadan,” tambahnya.

Selain di Kecamatan Poleang, program pasar murah telah digelar di beberapa kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Mata Oleo, Lantari Jaya, Rumbia, Rumbia Tengah, dan Rarowatu. Pemerintah daerah berharap program ini tidak hanya membantu masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah tetapi juga dapat mengurangi dampak inflasi di Bombana.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Burhanuddin menginstruksikan kepada seluruh camat untuk lebih proaktif dalam meninjau kondisi di wilayahnya. Ia menegaskan pentingnya para pemimpin wilayah untuk turun langsung ke lapangan dan memahami kebutuhan warganya.

“Para camat harus bekerja serius, turun langsung ke masyarakat untuk mencari tahu apa yang dibutuhkan. Jika ada yang hanya datang duduk di kantor tanpa menjalankan tugasnya dengan baik, segera laporkan,” tegasnya.

Menariknya, dalam suasana Ramadan ini, Bupati Burhanuddin juga mengumumkan rencananya untuk mengeluarkan surat edaran yang mengimbau seluruh masyarakat Bombana, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk melaksanakan salat berjamaah setiap Zuhur dan Ashar di masjid.

“Sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah, saya akan mengeluarkan surat edaran yang mendorong seluruh ASN untuk menjalankan salat berjamaah. Ini adalah langkah sederhana namun bermakna dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan pemerintahan dan masyarakat,” kata Burhanuddin.

Dengan adanya program pasar murah dan berbagai kebijakan yang diinisiasi oleh Pemkab Bombana, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kehadiran pemerintah dalam menjaga kesejahteraan mereka, terutama di bulan yang penuh berkah ini.