Desa Mata Langara Terus Berbenah, Pendidikan dan Kesejahteraan Warga Kian Meningkat

 

SULTRANET.COM, KONAWE KEPULAUAN – Desa Mata Langara, kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus menunjukkan perubahan positif dalam berbagai sektor pembangunan. Perlahan namun pasti, desa yang berada di wilayah ibukota Kabupaten Konawe Kepulauan itu mulai memperlihatkan perkembangan yang signifikan, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, kesadaran warga terhadap pentingnya pendidikan mengalami peningkatan hal itu berdasarkan data yang tertuang data Kecamatan Wawonii Barat dalam angka. Jika sebelumnya masih banyak anak usia sekolah yang memilih berhenti belajar lebih awal, kini masyarakat mulai memahami bahwa pendidikan menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan kualitas hidup dan masa depan generasi muda.

Hal itu bukan tanpa sebab, kemajuan tersebut tak lepas dari peran penting Pemerintah desa Mata langara dibawah komando Abd. Majid S sebagai Kepala Desa bersama tokoh masyarakat yang terus mendorong agar anak-anak tetap melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi.

Juga dukungan orang tua terhadap pendidikan anak juga semakin besar. Kondisi ini terlihat dari meningkatnya jumlah pelajar yang melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA hingga perguruan tinggi.

Selain sektor pendidikan, peningkatan kesejahteraan masyarakat juga mulai dirasakan warga Desa Mata Langara. Aktivitas ekonomi masyarakat yang didominasi sektor pertanian, perikanan, dan usaha kecil perlahan berkembang dan memberikan dampak positif terhadap pendapatan keluarga.

Berbagai program pembangunan desa turut membantu memperkuat perekonomian masyarakat. Perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas umum, hingga dukungan terhadap pelaku usaha kecil dinilai mampu membuka akses dan peluang ekonomi baru bagi warga.

“Semoga kedepannya desa kami Desa Mata langara lebih maju lagi itu harapannya”ujar salah seorang warga, Selasa (05/05/2026).

Tidak hanya itu, semangat gotong royong masyarakat Desa Mata Langara juga masih terjaga dengan baik. Kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa agar lebih maju dan mandiri. Dengan kondisi pendidikan yang semakin baik dan kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat, Desa Mata Langara optimistis mampu menjadi desa yang lebih berkembang di masa mendatang.

Perubahan yang terjadi saat ini menjadi bukti bahwa dengan kerja sama, kepedulian, dan semangat membangun, desa dapat tumbuh menjadi daerah yang maju, produktif, dan memiliki daya saing yang lebih baik untuk generasi mendatang.

 

Laporan: Aldi Dermawan

 




Tingkatkan SDM Warga, Pemkab Konsel Gandeng Universitas Gajah Mada

Yogyakarta, SultraNET. | Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, menandatangani perjanjian kesepakatan bersama dalam bidang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi melalui program pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam penandatanganan piagam kerja sama yang ditandatangani oleh Sekretaris Universitas (SU) Universitas Gadjah Mada, Dr. Andi Sandi, SH., LLM., dan Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, ST., MM., Kamis (21/9), di ruang sidang pimpinan, Gedung Pusat UGM.

Bupati Konawe Selatan, Surunuddin Dangga, menuturkan Konawe Selatan terdiri atas 25 kecamatan, 15 kelurahan dan 366 desa dengan luas wilayah mencapai 423.234 hektare termasuk 200 pulau kecil dengan potensi sumber daya alam dari perikanan, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan.

“Kami tengah berusaha beberapa desa yang masih tergolong desa tertinggal. Melalui program KKN UGM kita ingin mahasiswa bisa melakukan pemetaan. Potensi alam kami banyak namun kualitas SDM yang kurang. Kalau UGM bisa mengirim mahasiswa KKN dengan berbagai program tematik, kami berharap banyak desa yang terpetakan untuk mendorong pengentasan desa tertinggal,” katanya.

Foto Bersama usai penandatanganan MoU
Foto Bersama usai penandatanganan MoU

Tidak hanya bidang pengabdian saja, melalui kerja sama pelatihan dan riset, Bupati menerangkan bahwa pihaknya juga telah melibatkan tim ahli dari UGM untuk menyusun perencanaan tata wilayah dan tata ruang di Kabupaten Konawe Selatan.

“Kami menyadari kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup bisa membuat masyarakat sejahtera jika SDM tidak kita bangun dengan baik,” jelasnya.

Andi Sandi juga mengatakan kerja sama ini diharapkan bisa makin memperkuat kualitas sumber daya manusia di Konawe Selatan, sebab UGM memiliki misi untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan dan kapasitas SDM antara daerah di Indonesia dengan membuka kesempatan putra daerah bisa mengenyam pendidikan di kampus UGM.

“Sebenarnya kita itu memiliki anak-anak yang punya bakat dan talenta yang sama bagusnya, tinggal cara kita mengasah mereka dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Universitas menyampaikan terima kasih dan apresiasi dari Pemkab Konawe yang sudah membantu mahasiswa dalam penerjunan mahasiswa KKN-PPM di desa-desa terpencil di Konawe Selatan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama selama ini yang telah bersama-sama memajukan institusi kita masing masing. Kita ingin kerja sama bisa membangun Konawe Selatan ke arah yang lebih baik,” ujarnya. (DiskominfoKonsel)




Komitmen Ciptakan Pilkades Konsel Damai, 272 Cakades Tandatangani Pakta Integritas

Konsel, SultraNET. | Sebagai bentuk komitmen dalam mensukseskan pesta demokrasi di desa, sebanyak 272 Calon Kepala Desa (Cakades) se-Kabupaten Konawe Selatan menandatangani Pakta Integritas di Auditorium Lantai lll Kantor Bupati. Kamis, 14/9/2023.

Bupati Konawe Selatan H Surunuddin Dangga mengatakan, penandatanganan Pakta Integritas untuk membangun komitmen bersama bagi semua calon kepala desa dan mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa yang berkualitas aman dan damai.

Momentum penandatanganan itu, lanjutnya, agar dibutuhkan komitmen bersama dalam menjaga simpatisan untuk mensukseskan pesta demokrasi di desanya. Dimana pelaksanaan Pilkades di Konawe Selatan berjumlah 96 desa di 25 kecamatan dengan jumlah calon kepala desa sebanyak 272 orang .

“Pilkades serentak adalah amanah perundang-undangan. Dimana Konawe Selatan telah melaksanakan pemilihan kepala desa serentak sejak tahun 2016, 2018 dan 2019, 2022 lalu. Tentunya kita sudah sangat dewasa dalam melaksanakan pesta demokrasi di desa. Dengan adanya penandatanganan Pakta Integritas akan mengingatkan kembali komitmen mendukung pelaksanaan pemilihan kepala desa yang berkualitas, menjaga ketentraman dan ketertiban selama tahapan pemilihan berjalan,” terang Surunuddin.

Bupati Konsel, H.Surunuddin Dangga
Bupati Konsel, H.Surunuddin Dangga

Dikesempatan itu, bupati dua periode ini berpesan kepada panitia pemilihan untuk tetap profesional, mengelola pemilihan secara transparan, berkualitas dan aman. Siapapun kepala desa yang terpilih merupakan putra-putri terbaik desa.

“Dukung mendukung dalam pemilihan merupakan hal wajar dalam kontestasi jabatan politis. Terpenting, penyampaian program pembangunan desa merupakan tawaran untuk mendapat simpati masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Anas Mas’ud menjelaskan, dari 26 tahapan Pildes yang ditetapkan, kini sudah masuk ditahapan ke 16 yaitu penandatanganan Pakta Integritas bagi Cakades se-Konawe Selatan.

“Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak tahun 2023 dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati no.32 tahun 2023 tentang tata cara pemilihan kepala desa di Kabupaten Konawe Selatan dan kegiatan penandatanganan Pakta integritas dan dilaksanakan hari ini mengacu pada keputusan bupati no. 141/416 tahun 223 tentang penetapan hari dan pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak di Konawe Selatan” jelasnya

Dirinya berharap tahapan pemilihan kepala desa serentak ini dapat terselenggara dengan tertib, aman dan damai sampai pada hari pemungutan suara nantinya.

“Harapan selanjutnya tahapan semuanya dapat berjalan dengan lancar. Pada tanggal 24 September atau tahapan ke 20 yaitu pemungutan suara, kemudian tahapan terakhir Mei tahun 2024 yaitu pelantikan kepala desa terpilih dapat terselenggara dengan baik”, pungkas Anas. (DiskominfoKonsel)