Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Resmi Dibuka di Sulawesi Tenggara

Kendari, sultranet.com – Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf) Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Rabu (27/8/2025). Acara tersebut ditandai dengan pemukulan gong, disaksikan Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara.

Pameran ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah, yang menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata. Selain itu, pameran juga membuka ruang lebih luas bagi produk lokal untuk menembus pasar nasional bahkan internasional.

Dalam sambutannya, Menkraf Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing ekonomi kreatif. “Kita ingin produk daerah bukan hanya tampil di pameran, tetapi juga memiliki nilai tambah sehingga bisa masuk ke pasar global,” ujarnya. Ia menekankan bahwa pariwisata dan ekonomi kreatif adalah tulang punggung baru pembangunan daerah yang harus terus digerakkan.

Usai membuka pameran, Menkraf bersama rombongan meninjau berbagai stand UMKM yang menampilkan produk khas Sultra. Mulai dari tenun tradisional, kerajinan tangan, hingga kuliner daerah yang menjadi identitas budaya masyarakat Sulawesi Tenggara.

Salah satu stand yang mendapat perhatian adalah stand Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana. Stand ini menyuguhkan beragam produk unggulan mulai dari kain tenun khas Bombana, hasil kerajinan tangan masyarakat, hingga kuliner tradisional yang menggugah selera.

Bupati Bombana, H. Burhanuddin, bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, menyambut langsung kunjungan Menkraf. Dalam kesempatan itu, Bupati Burhanuddin menyampaikan rasa bangganya karena produk Bombana mendapat ruang di ajang bergengsi tersebut.

“Ini kesempatan emas untuk memperkenalkan potensi Bombana. Kami berharap produk lokal seperti tenun dan kerajinan tangan tidak hanya dikenal di tingkat provinsi, tetapi juga bisa menembus pasar nasional dan internasional,” kata Burhanuddin.

Sementara itu, Hj. Fatmawati menambahkan bahwa partisipasi Dekranasda Bombana bukan hanya sekadar promosi, tetapi juga sebagai bentuk dorongan nyata kepada pelaku UMKM di daerah agar terus berinovasi. “Kami ingin masyarakat Bombana percaya diri dengan hasil karya mereka. Pameran ini adalah wadah yang tepat untuk menunjukkan keunggulan produk kita,” tuturnya.

Kehadiran stand Bombana menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung, termasuk pejabat pusat yang hadir. Produk tenun khas Bombana dipuji karena motifnya yang unik dan kualitasnya yang halus, sementara kuliner lokal Bombana memikat dengan cita rasa autentik yang menggambarkan kekayaan tradisi daerah.

Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata ini tidak hanya menjadi ajang pamer karya, tetapi juga ruang interaksi antara pelaku UMKM, pemerintah, dan investor. Para pengunjung dapat langsung berdialog dengan para pengrajin, mencicipi kuliner khas, hingga membeli produk unggulan sebagai bentuk dukungan nyata.

Dengan semangat kolaborasi, pameran ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama melalui penguatan sektor UMKM yang berakar dari budaya lokal. Lebih jauh lagi, kehadiran pemerintah pusat memberi sinyal kuat bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, tetapi juga merangkul potensi daerah.

Acara ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari masyarakat. Suasana stand dipadati pengunjung sejak pagi, menunjukkan besarnya minat publik terhadap produk kreatif dan pariwisata Sulawesi Tenggara. Kehadiran Menkraf dan jajaran pejabat daerah turut memberikan dorongan moral yang besar bagi pelaku UMKM.

Pameran yang digelar di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara ini menjadi momentum penting bagi daerah untuk terus meneguhkan identitas budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui kreativitas.




Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Warnai Rakornas Produk Hukum Daerah di Sultra

Kendari, Sultranet.com – Suasana halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara pada Rabu (27/8/2025) tampak semarak. Puluhan stan UMKM berjejer menampilkan produk unggulan, mulai dari kain tenun khas daerah, kerajinan tangan, hingga aneka makanan tradisional. Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata ini menjadi bagian dari rangkaian Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah (Rakornas PHD) yang untuk pertama kalinya digelar di Kendari.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif (Menkraf), Teuku Riefky Harsya, didampingi Wakil Gubernur Sultra Ir. Hugua, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, serta para bupati se-Sulawesi Tenggara. Kehadiran Menkraf dinilai sebagai bentuk perhatian besar pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di daerah.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sultra memberikan apresiasi sekaligus menekankan arti penting pameran ini bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah menampilkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

“Pelaksanaan pameran ini mempertemukan kreativitas, inovasi, dan semangat kewirausahaan masyarakat Sultra,” ujar Hugua. Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi produk lokal sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi kreatif dalam pembangunan daerah.

Hugua berharap, pameran tersebut mampu melahirkan jejaring bisnis baru serta mendorong pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produk.

“Kita ingin produk Sultra naik kelas, berdaya saing, dan mampu menembus pasar global,” tegasnya.

Sementara itu, Menkraf Teuku Riefky Harsya menilai perkembangan industri kreatif di Sulawesi Tenggara cukup menjanjikan. Ia menyebut, dukungan pemerintah pusat diberikan agar pertumbuhan ini semakin terarah dan berdampak nyata pada kesejahteraan masyarakat.

“Ekonomi kreatif bukan hanya sebatas UMKM, melainkan sebuah industri yang bisa membuka lapangan kerja, investasi, hingga ekspor produk unggulan Sultra,” jelasnya. Menurutnya, penguatan industri kreatif akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menekan angka kemiskinan.

Usai membuka kegiatan, Menkraf bersama rombongan menyempatkan diri berkeliling ke berbagai stan. Ia melihat langsung kain tenun tradisional, kerajinan khas daerah, hingga produk kuliner Sultra yang siap dipasarkan secara luas. Antusiasme pelaku UMKM terlihat dari cara mereka memperkenalkan produknya kepada para tamu dan pengunjung.

Pameran ini menjadi bukti nyata kolaborasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan pariwisata di Sulawesi Tenggara. Lebih dari itu, kegiatan ini membuka jalan bagi produk lokal untuk tampil di panggung nasional bahkan internasional.




MENKRAF Buka Pameran Ekraf dan Pariwisata Sultra 2025

Kendari, sultranet.com – Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, secara resmi membuka Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan disaksikan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, serta para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tenggara, Rabu (27/8/2025).

Pameran Ekonomi Kreatif dan Pariwisata ini menjadi rangkaian kegiatan dalam Rapat Koordinasi Nasional Produk Hukum Daerah. Ajang ini dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Melalui kegiatan ini, produk-produk lokal diberi panggung lebih luas untuk menembus pasar nasional hingga internasional.

Dalam sambutannya, Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya memperkuat peran pelaku kreatif daerah. “Ekonomi kreatif adalah masa depan. Daerah memiliki kekuatan budaya dan kreativitas yang perlu terus ditampilkan. Pemerintah berkomitmen mendukung agar produk lokal semakin berdaya saing,” ujarnya sebelum meninjau area pameran.

Usai pembukaan, MENKRAF bersama rombongan mengunjungi sejumlah stand UMKM yang menampilkan tenun khas Sultra, kerajinan tangan, serta beragam kuliner tradisional. Salah satu stand yang menjadi perhatian adalah Stand Dekranasda Kabupaten Bombana.

Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Bupati Bombana, H. Burhanuddin, bersama Ketua Dekranasda Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa. Keduanya memperkenalkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari tenun Bombana, kerajinan berbahan lokal, hingga berbagai olahan kuliner khas. “Kami ingin menunjukkan bahwa Bombana tidak hanya kaya budaya, tetapi juga siap bersaing lewat produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi,” ujar Bupati Burhanuddin.

Ketua Dekranasda Bombana menambahkan bahwa keikutsertaan Bombana dalam pameran ini menjadi peluang memperluas jejaring dan membuka akses pasar. “Pameran seperti ini sangat penting untuk memperkenalkan karya pengrajin lokal kepada publik yang lebih luas,” kata Hj. Fatmawati Kasim Marewa.

Pameran Ekraf dan Pariwisata Sultra 2025 diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas pemerintah serta meningkatkan eksposur produk lokal. Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong UMKM dan pelaku kreatif agar dapat naik kelas, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata daerah melalui inovasi dan promosi berkelanjutan.




Wagub Sultra Dorong Perempuan Jadi Pilar Perubahan

Kendari, sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. Hugua, M.Ling, mendorong perempuan untuk mengambil peran strategis sebagai pilar perubahan bangsa. Hal itu disampaikannya dalam acara Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Indonesia Maju (PIM) Sultra masa bakti 2025–2030, di Ballroom Phinisi, Hotel Claro Kendari, Senin, 2 Juni 2025.

Dalam sambutannya, Hugua menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam perjalanan sejarah dan kemajuan peradaban. Ia menyebut perempuan bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi penentu arah sejarah itu sendiri.

“Revolusi pertanian yang jadi awal peradaban modern justru lahir dari tangan perempuan pertama yang menyimpan dan menanam benih. Maka perempuan adalah penemu peradaban,” katanya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Ia menambahkan, “Perempuan adalah tiang negara. Sejauh mana perempuan diberi ruang dan kepercayaan, akan menentukan maju tidaknya suatu bangsa.”

Hugua memastikan Pemprov Sultra siap bekerja sama dengan organisasi perempuan, termasuk PIM, dalam mendorong program strategis di bidang sosial, pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat.

Acara pelantikan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Sultra, Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Ketua Umum DPP PIM, para kepala daerah, Ketua Dekranasda dan Ketua PKK se-Sultra, serta pimpinan organisasi perempuan dan komunitas lainnya.

Ketua Umum DPP PIM, Lana Koentjoro Togas, S.H., M.H, melantik langsung pengurus DPD PIM Sultra. Dalam prosesi tersebut, ia menyerahkan bendera pataka kepada Ketua terlantik, Ir. Yusniar Asrina Afdhal, ST, sebagai simbol dimulainya masa pengabdian.

Lana mengatakan pelantikan ini adalah bagian dari konsolidasi nasional untuk memperkuat peran perempuan. Ia berharap DPD PIM Sultra bisa menjadi contoh nasional dalam memberdayakan perempuan dari berbagai sektor.

“Kami ingin PIM Sultra jadi teladan nasional. Perempuan harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan, dari rumah tangga hingga kebijakan pemerintahan,” ujar Lana.

Ia menambahkan, DPD PIM Sultra didominasi oleh perempuan muda. “Ini adalah investasi penting untuk estafet kepemimpinan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPD PIM Sultra yang baru dilantik, Ir. Yusniar Asrina Afdhal, ST, menyatakan bahwa organisasinya siap langsung bekerja dan menyentuh isu-isu prioritas, seperti pemberdayaan ekonomi perempuan, perlindungan perempuan dan anak, hingga pendidikan dan kesehatan ibu.

“PIM Sultra akan jadi rumah besar bagi semua perempuan yang ingin maju bersama. Kami siap bergerak, bersinergi, dan berkontribusi,” kata Yusniar.

Dari sisi ekonomi kreatif, Staf Ahli Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Septriana Tangkary, S.E., M.M, mengajak para pengurus PIM untuk mendorong perempuan menjadi pelaku utama di sektor tersebut. Ia menyoroti potensi lokal seperti tenun, kuliner, dan seni pertunjukan sebagai kekuatan ekonomi baru.

“Perempuan punya peran besar. Tidak hanya di rumah, tapi juga di ruang publik dan ekonomi kreatif. PIM harus jadi motor penggerak,” ucapnya.

Ketua Panitia, Riski E.R. Putri Tombili, S.Si, menambahkan bahwa pelantikan ini adalah puncak dari perjalanan panjang organisasi. “Hari ini adalah titik awal baru bagi perempuan Sultra untuk bergerak bersama dalam satu wadah yang solid,” ujarnya.

Pelantikan DPD PIM Sultra periode 2025–2030 menjadi momentum penting untuk memperkuat kiprah perempuan dalam pembangunan daerah, sekaligus menyambut visi Indonesia Emas 2045 dengan kontribusi nyata dari perempuan yang tangguh, cerdas, dan berdaya saing.

 




Macron Kunjungi Candi Borobudur, Teken Kerja Sama Ekraf Indonesia-Prancis

MAGELANG, sultranet.com – Dalam kunjungan bersejarahnya ke Indonesia, Presiden Prancis Emmanuel Macron mendatangi Candi Borobudur, Kamis, 29 Mei 2025, usai menghadiri sejumlah agenda kenegaraan di Akademi Militer Magelang.

Kedatangan Macron disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto yang turut mendampingi selama kunjungan, serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya.

Presiden Macron tiba di kompleks Candi Borobudur sekitar pukul 14.00 WIB dan disambut dengan hangat oleh para pejabat Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Macron mengagumi kekayaan budaya dan warisan leluhur Indonesia yang tertuang dalam kemegahan Candi Borobudur.

Kunjungan ini juga menjadi simbol penguatan kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis, terutama di sektor ekonomi kreatif.

Presiden Prabowo menyebut bahwa dirinya merasa terhormat bisa mendampingi Presiden Macron mengunjungi salah satu situs warisan dunia yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.

“Saya percaya dan optimistis bahwa kemitraan kita akan berlanjut dan menjadi jembatan bagi budayawan, seniman, pelaku ekonomi kreatif, dan semua tokoh masyarakat dari kedua negara,” kata Presiden Prabowo.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai kehadiran Presiden Macron di Borobudur bukan hanya sebagai kunjungan wisata budaya, melainkan juga penghormatan terhadap kreativitas dan karya besar leluhur Indonesia.

“Kunjungan ini merupakan bentuk pengakuan terhadap karya agung masa lampau bangsa kita. Borobudur bukan hanya monumen sejarah, tapi juga sumber inspirasi bagi para pelaku kreatif Indonesia untuk terus berkarya,” ujar Riefky.

Lebih lanjut, Riefky menegaskan bahwa kunjungan ini memperkuat komitmen Prancis untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif.

Sehari sebelumnya, kedua negara telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama ekonomi kreatif di Istana Negara.

“Kemarin kami menandatangani MoU kerja sama antara Indonesia dan Prancis yang mencakup subsektor game, film, animasi, series, fesyen, desain, hingga kriya. Hari ini kami menerima Presiden Macron di Borobudur, setelah sebelumnya menerima Menteri Rasyida Dati di kantor kami. Ini adalah langkah awal kerja sama konkret, setara, dan saling menguntungkan,” ujarnya.

Dalam pertemuan bilateral itu, kedua negara berkomitmen untuk memperkuat hubungan di sektor-sektor ekonomi kreatif, melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan antara pelaku industri dari kedua negara.

Sejumlah program aktivasi bersama akan dilakukan baik di Indonesia maupun di Prancis, sebagai wujud nyata dari MoU tersebut.

Kehadiran Presiden Macron juga mencerminkan ketertarikan Pemerintah Prancis terhadap potensi kekuatan budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.

Melalui kerja sama ini, diharapkan lahir lebih banyak peluang untuk promosi budaya dan industri kreatif Indonesia di kancah global.

Usai berkeliling dan menikmati keindahan Candi Borobudur, rombongan Presiden Macron bertolak menuju Bandara Yogyakarta Internasional Airport untuk melanjutkan lawatan kenegaraan ke negara berikutnya.

Kunjungan ke Borobudur ini menandai penutup agenda Macron selama di Jawa Tengah sebelum meninggalkan Indonesia.




Tenun Masalili Dapat Sentuhan Dekranasda Sultra: Arinta Serahkan Bantuan dan Apresiasi Karya Perajin

Muna, Sultranet.com — Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ny. Arinta Andi Sumangerukka, melakukan kunjungan kerja ke Desa Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna, Sabtu (17/5/2025). Dalam kunjungan tersebut, Arinta menyerahkan bantuan bahan baku berupa benang kepada ibu-ibu perajin tenun sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal.

Kehadiran Arinta yang didampingi Wakil Ketua Dekranasda Sultra Ny. Ratna Lada Hugua, Ketua Dekranasda Muna Prof. Dr. Hj. Siti Leomo Bachrun, SE., M.Si, serta sejumlah pejabat terkait, menjadi momen penuh makna. Tidak hanya menyerahkan bantuan, kunjungan ini juga menjadi ruang dialog yang hangat antara Ketua Dekranasda dan para perajin yang selama ini setia melestarikan tradisi menenun di desa mereka.

“Saya merasa sangat senang berada di Desa Masalili, bisa bertemu langsung dengan ibu-ibu perajin yang selama ini hasil karyanya saya pakai ke mana-mana, tanpa tahu siapa pembuatnya. Hari ini, alhamdulillah, saya bisa menyapa langsung para perajin, tahu prosesnya dari benang sampai menjadi kain tenun yang cantik seperti yang saya pakai saat ini,” ujar Arinta dengan penuh semangat.

Dalam percakapan bersama para penenun, Arinta menggali latar belakang para ibu-ibu yang kebanyakan menenun karena dorongan ekonomi, namun juga menyimpan kecintaan terhadap kerajinan warisan leluhur tersebut. Ia memuji ketekunan dan peran penting para perajin perempuan yang mampu menggerakkan roda ekonomi keluarga dari rumah mereka.

“Alhamdulillah, ibu-ibu dikasih jalan oleh Tuhan untuk bisa mengendalikan perekonomian keluarga lewat menenun. Ini luar biasa, karena meskipun ibu-ibu, mereka bisa berkontribusi besar bagi keluarga,” ungkapnya.

Arinta juga menyoroti kualitas tenun Masalili yang menurutnya tidak kalah bersaing dengan tenun dari daerah lain seperti Lombok. Ia menyebut motif dan warna tenun Masalili begitu khas dan ceria, sebuah karakter kuat yang patut dijaga agar tetap eksklusif dan menjadi kebanggaan Sultra.

“Tenun Masalili itu berwarna, ceria, dan motifnya khas. Kita harus jaga kualitasnya agar tetap eksklusif dan membanggakan Sultra,” tambahnya.

Dalam dialog tersebut, Arinta juga menyinggung pentingnya strategi promosi yang lebih luas untuk memperkenalkan tenun Masalili. Ia bahkan mengusulkan agar Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Muna memproduksi video dokumenter pendek tentang perjalanan Desa Masalili sebagai desa tenun.

“Kalau tenun Masalili dipromosikan lebih baik, baik di media sosial maupun pameran nasional, saya yakin pasar akan lebih terbuka. Orang perlu tahu siapa pembuat kain indah ini dan bagaimana proses kreatifnya,” katanya.

Perhatian Arinta juga tertuju pada aspek kesejahteraan perajin. Dari dialog yang berlangsung, diketahui rata-rata perajin bisa menghasilkan tiga lembar kain dalam sebulan, dengan penghasilan antara Rp325 ribu hingga Rp1 juta tergantung tingkat kerumitan motif. Ia menilai, hasil karya yang lahir dari ketekunan dan keterampilan tinggi tersebut seharusnya mendapat apresiasi yang sepadan.

“Pekerjaan ibu-ibu perajin ini membutuhkan ketekunan dan keahlian tinggi. Karya yang luar biasa tentu patut dihargai dengan harga yang sepadan. Saya pribadi merasa sangat bangga bisa memakai produk tenun Masalili yang memiliki karakter khas dan nilai budaya tinggi,” ujar Arinta.

Kegiatan di Desa Masalili merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Dekranasda Provinsi Sultra di Kabupaten Muna yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Selain mengunjungi rumah tenun kelompok Musrifah dan menyerahkan bantuan bahan baku, rombongan juga melakukan eksplorasi wisata budaya dan alam di beberapa titik potensial di Muna.

Lokasi yang disambangi antara lain Gua Prasejarah Liangkobori di Desa Liangkobori, tempat para pengrajin nentu di Desa Korihi Kecamatan Lohia, hingga ke destinasi wisata Danau Napabale dan Puncak Wakila di Desa Kondongia.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bentuk konkret sinergi antara pelestarian budaya, pemberdayaan ekonomi lokal, dan pengembangan potensi pariwisata berbasis komunitas. Bagi Arinta, kerja kolaboratif lintas sektor ini penting untuk menjadikan desa seperti Masalili sebagai simbol kemajuan yang tetap berakar kuat pada identitas budaya.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini bisa mendorong semangat ibu-ibu perajin untuk terus berkarya, menjaga warisan budaya, dan menjadikan Desa Masalili sebagai desa mandiri yang mampu bersaing di tingkat nasional,” tutupnya.




Bupati Bombana Sumbang Gaji Setahun untuk Rakyat

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi mengukuhkan jajaran Pengurus Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana masa bakti 2025–2030. Pengukuhan berlangsung khidmat di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Senin (21/4/2025), sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Hari Kartini yang mengusung semangat perjuangan dan pemberdayaan perempuan.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si memimpin langsung prosesi pelantikan dan menyampaikan harapannya kepada para pengurus yang baru. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga pemberdayaan perempuan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Bombana.

“Saya berharap TP PKK dan Dekranasda ke depan menjadi garda terdepan dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan, serta mendukung pembangunan daerah melalui ekonomi kreatif dan penguatan keluarga,” ucap Bupati Burhanuddin dalam sambutannya.

Pengurus Dekranasda dikukuhkan oleh Ketua Dekranasda Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kerja kolaboratif antar pengurus, dukungan lintas sektor, dan inovasi dalam menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“PKK punya peran besar dalam mendukung kesejahteraan keluarga, dan Dekranasda adalah motor penggerak kerajinan lokal serta UMKM. Kami ingin semua bergerak bersama, inovatif, dan terus berkolaborasi dengan OPD agar Bombana bisa maju,” ujarnya.

Fatmawati juga memaparkan beberapa program prioritas yang akan dijalankan dalam 100 hari kerja ke depan. Salah satunya adalah Gerakan Dapur Sehat Cegah Stunting (Gerobak Dashat), yang bertujuan memberikan tambahan makanan bergizi di Posyandu untuk menurunkan angka stunting. Di bidang ekonomi keluarga, dicanangkan program One Village One Product (OVOP) untuk mendorong ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Tak hanya itu, PKK dan Dekranasda juga akan meluncurkan program Desa Wisata PKK, Bank Sampah PKK, serta turut mendukung Gerakan “Berani Bersih Wonuaku” yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bombana.

Momen pelantikan ini juga diwarnai kejutan penuh haru. Ketua TP PKK Bombana mengungkapkan komitmen luar biasa dari Bupati Burhanuddin yang bersedia menyumbangkan seluruh gaji pokoknya selama satu tahun untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program PKK.

“Bapak Bupati telah menyampaikan kepada kami, bahwa seluruh gaji pokok beliau selama satu tahun akan disumbangkan melalui program-program PKK untuk membantu masyarakat kurang mampu. Ini bentuk kepedulian yang sangat menyentuh,” ujar Fatmawati dengan mata berkaca-kaca.

Acara turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., unsur Forkopimda, kepala OPD, camat se-Bombana, organisasi perempuan, dan tokoh masyarakat. Prosesi diawali dengan pembacaan SK Bupati, diikuti penandatanganan berita acara pengukuhan oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda.

Dalam suasana yang sarat makna, peringatan Hari Kartini digelar dengan tema “Perempuan Kreatif, Keluarga Produktif, Bombana Progresif.” Tema ini menjadi cerminan sinergi antara pelestarian budaya, penguatan peran perempuan, dan inovasi dalam membangun daerah.

Pengukuhan ini diharapkan menjadi titik awal semangat baru dalam membawa TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Bombana berperan aktif menciptakan keluarga yang sejahtera dan menjadikan produk kerajinan lokal Bombana lebih dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga ke pasar internasional.




Dilantik jadi Ketua Dekranasda, Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman Jadi Harapan Baru Pengrajin Kolaka Utara

Kendari, sultranet.com – Dra. Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kolaka Utara periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari. Pelantikan ini berlangsung di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, bersamaan dengan pelantikan Ketua Dekranasda dari 16 kabupaten/kota lainnya se-Sulawesi Tenggara. Pada kesempatan tersebut, Hj. Andi Nurhayani didampingi oleh istri Wakil Bupati Kolaka Utara, Hj. Hatija Jumardin. Rabu (12/3/2025)

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menegaskan pentingnya peran Dekranasda dalam membangun industri kerajinan daerah yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki dampak nyata bagi pengrajin dan ekonomi masyarakat. Ia berharap para Ketua Dekranasda yang baru dilantik dapat menghadirkan program inovatif yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

“Dekranasda harus menjadi wadah pemberdayaan bagi para pengrajin daerah. Tidak cukup hanya mempromosikan produk, tetapi juga mendampingi mereka agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” ujar Arinta Nila Hapsari.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kolaka Utara, Hj. Andi Nurhayani Nur Rahman menegaskan komitmennya untuk mengembangkan industri kerajinan khas Kolaka Utara dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin. Ia menyadari bahwa sektor kerajinan memiliki potensi besar dalam mendukung ekonomi masyarakat, sehingga perlu inovasi dan sinergi yang kuat dengan berbagai pihak.

“Saya siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Dekranasda Kolaka Utara akan berupaya menggali dan mengembangkan potensi kerajinan lokal agar lebih inovatif dan memiliki daya saing tinggi. Kami ingin produk kerajinan Kolaka Utara tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga hingga di tingkat nasional,” kata Istri Orang Nomor 1 di Kolaka Utara itu.

Pelantikan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se Sulawesi Tenggara
Pelantikan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se Sulawesi Tenggara

Istri Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nurrahman Umar, MH itu mengajak seluruh pengrajin dan pelaku UMKM di Kolaka Utara untuk terus berinovasi dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi yang memiliki nilai tambah di pasaran. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para pelaku usaha sangat diperlukan untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis kerajinan.

“Kami akan memberikan pendampingan dan pelatihan bagi para pengrajin, termasuk memperluas akses pemasaran melalui teknologi digital. Harapannya, kerajinan khas Kolaka Utara dapat menjadi produk unggulan yang diminati di berbagai daerah dan mampu bersaing di pasar global,” tegasnya.

Acara pelantikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Dengan kepemimpinan baru, Dekranasda Kolaka Utara diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan industri kerajinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif.




Ketua Dekranasda Resmi Dilantik, Bawa Harapan Baru Kemajuan Wisata dan Kerajinan Bombana

Kendari, sultranet.com – Kabupaten Bombana kini memasuki babak baru dalam dunia industri kreatif dengan dilantiknya Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana. Pelantikan yang berlangsung di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara itu dipimpin langsung oleh Ketua Dekranasda Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari. Dengan kepemimpinan baru ini, harapan besar tertuju pada pengembangan kerajinan lokal dan sektor pariwisata Bombana yang semakin maju dan berdaya saing. (25/3/2025)

Dalam sambutannya, Hj. Fatmawati mengungkapkan rasa syukur serta tekadnya untuk menggali potensi kerajinan daerah agar lebih dikenal luas.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk memimpin Dekranasda Kabupaten Bombana. Kabupaten ini memiliki kekayaan seni dan budaya luar biasa yang harus kita kembangkan. Saya berkomitmen untuk mendorong potensi kerajinan daerah agar mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya penuh semangat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan industri kerajinan tidak dapat dilepaskan dari sinergi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Saya ingin memastikan bahwa para pengrajin mendapatkan dukungan maksimal, mulai dari peningkatan keterampilan, akses pasar, hingga kesejahteraan ekonomi mereka. Dengan kolaborasi yang solid, saya yakin kerajinan Bombana bisa menjadi kebanggaan daerah dan mampu bersaing lebih luas,” tambahnya.

Dukungan terhadap pelantikan ini datang dari berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Annisa Sri Prihatin, S.Sos., M.Si. Ia optimistis bahwa di bawah kepemimpinan Hj. Fatmawati, sektor kerajinan Bombana akan mengalami perkembangan pesat dan memberikan dampak positif bagi pariwisata.

“Kami di Dinas Pariwisata sangat mengapresiasi dan siap mendukung penuh langkah Ibu Hj. Fatmawati dalam memimpin Dekranasda Bombana. Sinergi antara sektor pariwisata dan industri kerajinan sangatlah penting, karena kerajinan lokal dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Saya yakin, di bawah kepemimpinan beliau, kerajinan khas Bombana akan semakin berkembang,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan menjalin kerja sama dalam berbagai program strategis untuk memperkenalkan produk-produk lokal ke pangsa pasar yang lebih luas.

“Kami siap berkolaborasi dalam berbagai agenda, mulai dari pameran, pelatihan bagi pengrajin, hingga pemasaran produk kerajinan di berbagai event nasional maupun internasional. Ini adalah momentum emas untuk menjadikan kerajinan Bombana lebih dikenal luas,” tegas Annisa.

Pelantikan ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kerajinan daerah. Dekranasda Kabupaten Bombana di bawah kepemimpinan Hj. Fatmawati berencana untuk merancang berbagai program inovatif, termasuk pelatihan intensif bagi perajin, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan strategi pemasaran digital untuk menjangkau pasar global. Selain itu, program pemberdayaan perempuan dan pemuda juga akan menjadi fokus utama dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis kerajinan.

Dengan semangat kolaborasi yang kuat antara Dekranasda, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Bombana siap mengukuhkan diri sebagai salah satu pusat kerajinan unggulan di Sulawesi Tenggara. Produk-produk kerajinan tidak hanya akan mencerminkan nilai estetika tinggi, tetapi juga memiliki daya saing yang mampu menembus pasar lebih luas.

Kerajinan lokal Bombana, seperti anyaman rotan, tenun tradisional, dan kerajinan berbasis sumber daya alam, akan terus dikembangkan dengan inovasi yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Melalui langkah ini, Bombana diharapkan dapat menjadi destinasi wisata berbasis ekonomi kreatif yang semakin diminati, baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Diharapkan dengan adanya kepemimpinan baru ini, Dekranasda Kabupaten Bombana mampu menjadi motor penggerak industri kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa nama Bombana semakin dikenal luas sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dan kreativitas.




Dilantik Ketua Dekranasda Bombana, Hj. Fatmawati Burhanuddin Dorong Inovasi Kerajinan Lokal

Kendari, sultranet.com – Hj. Fatmawati Kasim Marewa Burhanuddin, S.Sos, resmi menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bombana periode 2025-2030 setelah dilantik oleh Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara, Ny. Arinta Nila Hapsari. Rabu (12/3/2025)

Pelantikan ini berlangsung di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, bersamaan dengan pelantikan Ketua Dekranasda dari 16 kabupaten/kota lainnya se-Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Arinta Nila Hapsari menekankan pentingnya peran Dekranasda dalam memajukan industri kerajinan di daerah masing-masing.

Ia menegaskan bahwa program Dekranasda tidak boleh hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan dampak nyata bagi pengrajin dan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap para Ketua Dekranasda kabupaten/kota dapat menghadirkan program inovatif yang mampu mengangkat potensi kerajinan daerah. Jangan hanya seremonial, tapi harus nyata berdampak bagi pengrajin dan ekonomi masyarakat,” ujar Arinta.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Bombana yang baru dilantik, Fatmawati Burhanuddin menegaskan komitmennya untuk mendorong inovasi dalam produk kerajinan lokal agar lebih bernilai tinggi dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurutnya, peran Dekranasda harus menjadi motor penggerak industri kreatif di Bombana.

“Saya siap mengemban amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Dekranasda Bombana akan berupaya mendorong produk kerajinan lokal agar lebih inovatif, memiliki daya saing tinggi, dan mampu menjadi kebanggaan daerah. Kita akan menggali potensi yang ada dan mengangkat produk unggulan Bombana ke tingkat yang lebih luas,” kata Fatmawati.

Fatmawati juga mengajak seluruh pengrajin dan pelaku UMKM di Bombana untuk terus berkarya dan berinovasi dalam menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan para pelaku industri kreatif dapat semakin ditingkatkan guna memperkuat ekonomi berbasis kerajinan.

Acara pelantikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Dengan kepemimpinan baru, Dekranasda Bombana diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri kerajinan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kreatif.