Jemaah Haji Bombana Tiba di Tanah Air, Satu Jamaah Wafat di Mekkah

Bombana, sultranet.com — Suasana haru dan bahagia menyelimuti Masjid Raya Nurul Iman Kasipute, Rabu (9/7/2025), saat ratusan jemaah haji asal Kabupaten Bombana tiba kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Namun, kepulangan rombongan tahun ini juga diiringi kabar duka, setelah satu jemaah asal Kasipute, H. Muhammad Idris Abdullah, wafat di Mekkah usai menjalani wukuf di Arafah.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Ketua TP PKK Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos hadir langsung menyambut kepulangan para jemaah. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa duka cita atas kepergian almarhum yang merupakan bagian dari rombongan haji asal Bombana.

“Di antara kita ada satu saudara yang telah berpulang lebih dahulu. Mari kita doakan bersama agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” kata Burhanuddin di hadapan keluarga jemaah dan masyarakat yang turut hadir.

Kedatangan jemaah haji disambut antusias oleh keluarga dan masyarakat. Wajah-wajah penuh syukur tampak menghiasi halaman masjid. Namun, di tengah kegembiraan itu, kekhawatiran juga menyelimuti sebagian keluarga karena satu jemaah lainnya, H. Musliin Adam, masih menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Madinah akibat kondisi kesehatan yang menurun.

Bupati Bombana juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan bagi para jemaah, khususnya yang sudah lanjut usia, setelah menempuh perjalanan panjang dari Arab Saudi. Ia mengimbau keluarga agar memberikan waktu istirahat yang cukup bagi para jemaah dan memperhatikan asupan gizi serta cairan tubuh.

“Jangan memaksakan diri. Konsumsi makanan hangat, perbanyak minum air putih, dan istirahat yang cukup adalah bagian dari ibadah setelah ibadah,” ujar Burhanuddin.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Adnan Saufi, yang turut mendampingi pemulangan jemaah, menyatakan bahwa seluruh jemaah yang kembali telah dinyatakan sehat dan layak terbang oleh tim medis yang bertugas. Ia juga memastikan bahwa proses pemulangan berjalan aman dan tertib berkat kerja sama lintas sektor.

“Pemulangan jemaah adalah tanggung jawab bersama. Kami di Kemenag bersama Pemda dan seluruh mitra kerja telah memastikan semua proses berjalan aman dan lancar, mulai dari Makassar hingga tiba di Bombana,” ungkap Adnan.

Ia menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan tim di Arab Saudi terkait kondisi H. Musliin Adam dan berharap yang bersangkutan segera pulih. “Kami terus memantau dan mendoakan agar beliau bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Adnan juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada tim medis yang selama proses haji selalu berada di garda depan dalam menangani berbagai kondisi darurat. Ia menyebut mereka sebagai “tim gas” karena kesigapan dan ketepatan dalam bertindak di tengah berbagai tantangan.

“Masalah bisa muncul kapan saja, tapi tim medis kita mampu menyelesaikan semuanya dalam hitungan detik. Mereka luar biasa,” puji Adnan.

Menurutnya, keberhasilan pemulangan jemaah haji tahun ini adalah buah dari kolaborasi yang kuat antara semua pihak yang terlibat. Ia menekankan bahwa pelayanan terhadap jemaah bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga merupakan amanah umat yang harus dijalankan dengan tulus dan tuntas.

“Ini bukan soal siapa yang paling menonjol, tapi bagaimana semua pihak menjalankan amanah bersama. Ini kerja kolaboratif yang patut diapresiasi,” tegas Adnan.

Penyambutan jemaah haji tahun ini bukan hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga refleksi atas pentingnya pelayanan publik yang berbasis kemanusiaan. Kepedulian terhadap kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan para jemaah menjadi pesan utama yang disampaikan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses haji tahun ini.

Keharuan tampak di wajah keluarga yang menyambut, sekaligus menjadi penanda bahwa haji bukan hanya soal ibadah individu, tapi juga ikatan sosial dan spiritual yang menguatkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Bombana.




123 Jemaah Haji Bombana Dilepas, Bupati Burhanuddin: Jaga Niat dan Kekompakan

Bombana, Sultranet.com – Sebanyak 123 jemaah haji asal Kabupaten Bombana secara resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, dalam sebuah acara penuh haru yang digelar di pelataran Masjid Agung Nurul Iman, Kasipute, Selasa pagi, 27 Mei 2025.

Dalam momen pelepasan yang dihadiri ratusan keluarga dan kerabat, Bupati Burhanuddin menyampaikan rasa syukur karena tahun ini kembali ada warga Bombana yang mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji. Ia mengingatkan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

“Ibadah haji bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual. Jaga niat, jaga kekhusyukan, dan jangan lupa mendoakan daerah kita tercinta Bombana agar selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Burhanuddin saat memberikan sambutan di hadapan para jemaah dan keluarga yang memadati halaman masjid.

Keberangkatan jemaah haji Bombana tahun ini tergabung dalam kloter 38 bersama jemaah dari Kabupaten Wakatobi, Buton Tengah, dan Kota Baubau. Data dari Kementerian Agama Kabupaten Bombana menyebutkan, total jemaah yang diberangkatkan mencapai 123 orang, terdiri dari 75 jemaah perempuan dan 48 jemaah laki-laki.

Pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar para jemaah diberi kelancaran dalam menjalankan setiap rangkaian ibadah di tanah suci.

“Semoga semua jemaah diberikan kekuatan, kesabaran, dan kesehatan selama menjalankan ibadah. Kami semua mendoakan agar kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, sebagai haji yang mabrur,” ucap Fatmawati dengan penuh haru.

Prosesi seremonial turut dirangkaikan dengan pembacaan doa bersama, pemberian bingkisan simbolis serta perlengkapan haji oleh Pemerintah Kabupaten Bombana kepada perwakilan jemaah. Wajah haru tampak menyelimuti para keluarga yang mengantar, sebagian tak kuasa menahan air mata saat melepas orang terkasih menuju tanah suci.

Selain doa-doa yang mengiringi, suasana semakin hangat dengan pelukan, tangis dan lambaian tangan perpisahan dari keluarga. Banyak yang berharap jemaah tak hanya pulang dalam keadaan sehat, namun juga membawa perubahan positif setelah menunaikan rukun Islam kelima.

Bupati Bombana juga berpesan agar para jemaah tetap menjaga kekompakan selama berada di tanah suci, serta mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sepanjang rangkaian ibadah berlangsung.

“Saling membantu dan menjaga satu sama lain itu penting. Kita ini satu keluarga besar, berangkat bersama, pulang pun harus bersama. Jangan lupa, ibadah ini adalah amanah, mari kita tunaikan dengan sebaik-baiknya,” tegas Burhanuddin.

Di akhir sambutannya, ia juga meminta agar seluruh jemaah mendoakan Bombana agar senantiasa dilimpahi berkah dan dijauhkan dari segala bencana.

Suasana haru, hangat dan penuh doa menjadi penanda kuat bahwa momen keberangkatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan juga refleksi atas kerinduan mendalam masyarakat Bombana untuk bertamu ke Baitullah. Harapan besar pun mengiringi langkah para jemaah — menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bijak, dan membawa keberkahan sepulang dari tanah suci.




1.145 Jamaah Haji Sultra Diberangkatkan Bertahap dari Bandara Haluoleo

Konsel, Sultranet.com — Sebanyak 1.145 jamaah haji asal Provinsi Sulawesi Tenggara diberangkatkan secara bertahap ke Tanah Suci sejak 22 Mei 2025. Pemberangkatan melalui Bandara Haluoleo Kendari akan berakhir pada 28 Mei 2025, sebagai penutup rangkaian keberangkatan tahun ini.

Pemberangkatan dilakukan menggunakan dua maskapai, yakni Lion Air dan Garuda Indonesia, berdasarkan jadwal yang telah disusun sesuai kabupaten/kota asal jamaah. Total ada sembilan daerah pengirim jamaah: Kota Kendari, Kabupaten Konawe, Konawe Utara, Bombana, Buton Utara, Wakatobi, Konawe Kepulauan, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur.

Kota Kendari tercatat sebagai daerah dengan jumlah jamaah terbanyak, yakni 561 orang. Mereka diberangkatkan dalam empat gelombang menggunakan maskapai Lion Air pada 22 dan 25 Mei 2025. Di hari-hari berikutnya, kabupaten/kota lain menyusul sesuai slot dan ketersediaan penerbangan.

Kabupaten Bombana sendiri terbagi dalam dua kloter: Kloter 35 dan Kloter 38. Ketua Kloter asal Bombana, Surahman, mengonfirmasi bahwa “Alhamdulillah, Kloter 35 diberangkatkan dari Bandara Haluoleo pada Sabtu, 24 Mei 2025, sebanyak 4 orang. Hari ini, Selasa (27/5), Kloter 38 yang membawa 123 jamaah dan 1 petugas kembali diberangkatkan dari Bandara Haluoleo.”

Adapun Kabupaten Konawe memberangkatkan 146 jamaah pada 24 Mei melalui penerbangan tambahan (extra flight) maskapai Garuda Indonesia. Sementara itu, Kabupaten Konawe Utara mengirimkan 37 jamaah, Wakatobi 85 jamaah, dan Buton Utara 7 jamaah, yang semuanya telah diberangkatkan sesuai jadwal.

Pemberangkatan akan ditutup besok, Rabu 28 Mei 2025, dengan keberangkatan jamaah dari tiga kabupaten terakhir: Kabupaten Konawe Kepulauan sebanyak 19 jamaah, Konawe Selatan sebanyak 73 jamaah, dan Kolaka Timur sebanyak 90 jamaah. Ketiganya dijadwalkan terbang menggunakan Lion Air pada pukul 14.30 WITA.

Untuk mendukung kelancaran proses, fasilitas pelayanan disiapkan oleh pemerintah, termasuk 58 unit kursi roda bagi jamaah lansia serta 16 unit bus pengantar dari masing-masing kabupaten/kota ke Bandara Haluoleo. Sebagian jamaah lainnya tiba menggunakan kendaraan pribadi yang difasilitasi oleh keluarga dan kerabat.

Keberangkatan jamaah haji tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Sultra setelah beberapa tahun terakhir menghadapi pembatasan kuota akibat pandemi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui dinas terkait dan Kementerian Agama berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, mulai dari persiapan di daerah hingga keberangkatan ke Arab Saudi.

“Kami bekerja sama dengan seluruh pihak, baik dari Pemprov, kabupaten/kota, maskapai penerbangan, hingga Kementerian Agama untuk memastikan proses keberangkatan berjalan lancar dan jamaah dapat beribadah dengan khusyuk,” kata salah satu pejabat Haji Daerah, yang turut memantau jalannya proses pemberangkatan di Bandara Haluoleo.

Para jamaah terlihat antusias dan haru saat hendak memasuki ruang tunggu bandara. Suasana penuh doa dan harapan menyelimuti setiap keberangkatan. Keluarga yang mengantar pun tampak tulus melepas orang tercinta dengan pelukan dan linangan air mata.

Pemberangkatan kali ini juga menjadi simbol pulihnya semangat ibadah haji di Sulawesi Tenggara. Setelah jeda panjang akibat pandemi, masyarakat kembali diberikan kesempatan untuk menunaikan rukun Islam kelima dengan perasaan syukur dan harapan besar untuk meraih haji yang mabrur.

“Semoga seluruh jamaah diberikan kelancaran, kesehatan, dan kekuatan selama menjalankan ibadah haji. Dan semoga kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” tutur seorang petugas haji saat memberangkatkan kloter terakhir hari ini.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama lintas lembaga, proses pemberangkatan tahun ini menjadi bukti kesiapan dan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Doa dan dukungan dari masyarakat Sultra turut mengiringi perjalanan suci para tamu Allah ini.




Gubernur ASR Lepas 2.018 Jamaah Haji Sultra, Beri Uang Saku dan Jaminan Kesehatan

Kendari, Sultranet.com – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, secara resmi melepas 2.018 jamaah calon haji (JCH) asal Sulawesi Tenggara untuk menunaikan ibadah haji tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi. Acara pelepasan berlangsung khidmat di Aula Asrama Haji Kendari, Kamis, 15 Mei 2025, disertai istighotsah dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka atau yang akrab disapa ASR menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan para calon jamaah haji. Ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji, termasuk bantuan langsung berupa uang saku.

“Ada uang saku untuk jamaah haji Sultra 2025. Rp1 juta per jamaah. Bagi yang lansia, saya tambahkan menjadi Rp1,5 juta,” ujar ASR yang disambut gemuruh tepuk tangan dari ribuan jamaah dan keluarga yang hadir.

Gubernur menegaskan bahwa bantuan tersebut berasal dari sedekah pribadinya yang diniatkan untuk meringankan beban para jamaah, terutama mengingat masa tunggu haji yang panjang di Sultra, mencapai 27 tahun. Ia juga menambahkan bahwa Pemprov Sultra siap menanggung biaya pengobatan jamaah selama di Tanah Suci jika diperlukan.

“Ini sebagai bentuk keikhlasan. Kalau ada jamaah yang sakit di sana dan butuh pengobatan, kita siap bantu,” ujarnya.

Gubernur juga berpesan kepada para calon jamaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu selama menjalankan ibadah haji. Ia mengingatkan pentingnya menjaga lisan, perilaku, dan membersihkan hati serta jiwa sebelum berangkat.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Perlu menjaga lisan dan perilaku serta bersihkan hati dan jiwa sebelum menunaikan ibadah haji,” pesannya.

Tak hanya itu, Gubernur ASR juga menitipkan pesan khusus agar para jamaah turut menjaga nama baik daerah.

“Terakhir saya pesan, jaga nama baik Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag, selaku Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sultra, dalam laporannya menyampaikan rincian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Total 2.018 jamaah terbagi dalam 1.900 jamaah reguler, dengan 1.001 di antaranya merupakan jamaah lanjut usia (lansia), serta 15 petugas PPIH.

Jamaah diberangkatkan dalam enam kloter, lima di antaranya merupakan kloter utuh (UPG 33, 35, 36, 38, dan 39) masing-masing berisi 393 orang, sementara satu kloter gabungan UPG 31 berjumlah 55 orang bergabung dengan jamaah asal Sulawesi Selatan dan Papua. Kloter pertama dijadwalkan masuk asrama pada 22 Mei dan berangkat menuju Jeddah melalui embarkasi Makassar pada 23 Mei 2025.

Setiap kloter akan didampingi oleh tujuh petugas, terdiri atas satu Ketua Kloter (TPHI), satu Pembimbing Ibadah (TPIHI), tiga Petugas Haji Daerah (PHD), serta dua tenaga kesehatan (TKHI).

“Alhamdulillah seluruh proses pemberangkatan berjalan sesuai dengan prosedur. Petugas PPIH juga sudah lebih dahulu diberangkatkan untuk menyiapkan akomodasi dan konsumsi jamaah di Tanah Suci,” jelas Muhammad Saleh.

Jamaah termuda tahun ini tercatat berusia 19 tahun dari Kota Kendari, sementara jamaah tertua berusia 101 tahun berasal dari Kabupaten Kolaka. Mereka berasal dari 17 kabupaten/kota di Sultra, dan menempuh perjalanan dengan berbagai moda transportasi seperti darat, laut, dan udara. Sebagian besar diberangkatkan dari Bandara Haluoleo Kendari, sementara lainnya dari Bandara Betoambari Baubau.

Acara pelepasan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Danrem, Danlanud, perwakilan Danlanal, Kepala Kejaksaan Tinggi, Ketua Pengadilan Tinggi, Kepala BIN Daerah, pimpinan instansi vertikal, serta para tokoh agama dan masyarakat.

Suasana haru menyelimuti akhir acara saat doa bersama digelar. Para calon jamaah tampak meneteskan air mata, memeluk keluarga mereka dengan penuh haru dan syukur, siap menunaikan rukun Islam kelima dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.