Kesbangpol Bombana Meriahkan HUT ke-80 RI dengan Aneka Lomba Rakyat

Bombana, sultranet.com— Suasana penuh keceriaan mewarnai halaman Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana pada Senin, 25 Agustus 2025. Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, instansi tersebut menggelar beragam perlombaan tradisional yang diikuti pegawai dan masyarakat sekitar.

Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan juga momentum untuk memperkuat ikatan kebersamaan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan mempererat silaturahmi dalam suasana yang penuh kegembiraan dan kebanggaan sebagai anak bangsa,” ujar Sunandar.

Perlombaan yang digelar pun mengusung semangat rakyat dengan nuansa tradisional. Lomba pecahkan balon, rebut kursi, tarik tambang, lari karung, bola dangdut, hingga pasangan balon menjadi magnet bagi peserta dan penonton. Tawa riang terdengar di sepanjang acara, menandai antusiasme masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang larut dalam keseruan lomba.

Tak hanya sekadar hiburan, lomba-lomba ini juga mencerminkan semangat sportivitas dan gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Anak-anak, orang tua, hingga pegawai instansi pemerintah tampak saling mendukung dalam suasana penuh keakraban.

Bagi panitia, keberhasilan kegiatan ini terletak pada terciptanya interaksi hangat antara ASN dan masyarakat. “Semua peserta terlihat antusias, dan itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Kami ingin agar momen ini terus dikenang sebagai wujud syukur atas kemerdekaan,” kata salah seorang panitia yang turut mendampingi jalannya perlombaan.

Kemeriahan makin terasa ketika sejumlah masyarakat dari sekitar kantor Kesbangpol ikut serta memeriahkan lomba. Mereka tidak sekadar menjadi penonton, melainkan juga berpartisipasi aktif dalam beberapa cabang lomba. Interaksi lintas generasi pun terlihat alami, menghadirkan suasana yang hangat sekaligus membangkitkan rasa persaudaraan.

Bagi ASN Kesbangpol, momentum ini menjadi kesempatan melepas penat dari rutinitas kerja. “Lomba ini bukan hanya hiburan, tapi juga jadi sarana memperkuat kekompakan kami sebagai tim kerja. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut setiap tahunnya,” ucap salah seorang pegawai sambil tersenyum.

Semarak peringatan HUT RI ke-80 ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai kebhinekaan di tengah masyarakat Bombana. Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna, Kesbangpol berupaya meneguhkan bahwa kemerdekaan harus dirayakan dengan semangat persatuan.

“Perayaan kemerdekaan adalah momentum refleksi. Kami ingin menegaskan bahwa rasa nasionalisme tidak boleh luntur, justru harus semakin kuat seiring bertambahnya usia bangsa,” kata Sunandar menutup sambutannya.

Gelaran perlombaan ini berakhir dengan suasana meriah. Wajah-wajah penuh tawa dari peserta dan penonton menjadi bukti bahwa kegiatan sederhana bisa melahirkan energi positif. Dengan nuansa kebersamaan, Kesbangpol Bombana berhasil menghadirkan semangat kemerdekaan yang membumi, dekat dengan masyarakat, dan sarat makna.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Kesbangpol berharap semangat perjuangan para pendiri bangsa terus hidup dalam jiwa generasi sekarang. Kebersamaan yang terjalin dalam lomba rakyat diharapkan mampu memperkuat gotong royong, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila.




Bupati Burhanuddin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80 di Bombana

Bombana, sultranet.com – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana resmi ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Eks MTQ/RTH Rumbia Tengah, Minggu sore (17/8/2025).

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan penuh wibawa, ia memimpin jalannya prosesi penurunan bendera yang menjadi penutup dari seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di daerah tersebut.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menunjukkan disiplin dan kekompakan saat menurunkan Sang Merah Putih. Setelah pada pagi hari sukses mengibarkan bendera, sore itu mereka menuntaskan tugas mulia dengan langkah tegap, teratur, dan penuh kehormatan.

Suasana sore yang teduh menambah kekhidmatan upacara. Ratusan masyarakat tetap bertahan menyaksikan prosesi hingga akhir, bergabung bersama jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pejabat pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Bombana. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun daerah.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan Bombana. Semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menuju kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati Burhanuddin.

Peringatan HUT ke-80 RI di Bombana diawali dengan apel kehormatan, dilanjutkan upacara detik-detik proklamasi, pesta rakyat, hingga penurunan bendera. Semua rangkaian berjalan tertib dan penuh rasa nasionalisme. Kehadiran masyarakat yang tetap antusias mengikuti setiap kegiatan menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dalam kebersamaan warga Bombana.

Selain menjadi agenda kenegaraan, upacara tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa dengan menghadirkan karya nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap, semangat peringatan HUT ke-80 RI dapat menjadi energi baru dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, hingga generasi muda. “Dengan kebersamaan, kita bisa melangkah lebih jauh dan menghadirkan Bombana yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.

Masyarakat yang hadir pun merasakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, hingga tokoh-tokoh daerah memberi makna lebih dalam terhadap prosesi penurunan bendera, yang bukan hanya seremoni tahunan, melainkan juga momentum membangun optimisme bersama.

Upacara penurunan bendera Merah Putih tahun ini menjadi penutup penuh makna dari peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana. Dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa nasionalisme, prosesi tersebut meninggalkan pesan bahwa semangat persatuan tetap menjadi fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.




Paskibraka Bombana Tetap Tegap Turunkan Merah Putih di Tengah Hujan Deras

Bombana, sultranet.com — Hujan deras yang mengguyur halaman eks MTQ Kabupaten Bombana sore tadi tidak menyurutkan semangat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam melaksanakan upacara penurunan bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan langkah tegap dan formasi yang terjaga rapi, Pasukan 8 tampil penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Meski seragam basah kuyup dan Sang Merah Putih terasa berat karena air hujan, mereka tetap disiplin hingga prosesi berakhir khidmat.

Komandan Pleton 8, Anas, siswa dari SMAN 10 Bombana, memimpin jalannya upacara dengan ketenangan dan ketegasan. Penampilannya mencerminkan hasil pembinaan intensif selama satu bulan penuh dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka.

Pada barisan inti, Bayu Adha Pratama dari SMAN 03 Bombana dipercaya sebagai pembentang bendera. Ia bekerja sama dengan Muhammad Dewa dari SMKN 05 Bombana yang bertugas menurunkan Sang Merah Putih. Sementara itu, Ajeng Dwi Musti Kusmadi dari SMAN 03 Bombana didaulat sebagai pembawa baki. Ketiganya berhasil menuntaskan tugas meski cuaca menjadi tantangan besar.

Proses penurunan bendera berlangsung dengan penuh presisi. Tepuk tangan dari para tamu undangan dan peserta upacara yang bertahan di tengah guyuran hujan menjadi bentuk apresiasi nyata. Momentum itu sekaligus menegaskan makna pengabdian generasi muda terhadap simbol negara.

“Kami diajarkan bahwa disiplin dan tanggung jawab adalah harga mati. Hujan bukan alasan untuk mundur dari tugas negara,” ungkap salah seorang anggota Paskibraka usai prosesi.

Bagi masyarakat yang menyaksikan, keberanian dan keteguhan para pelajar Bombana ini menjadi cermin semangat kebangsaan yang tak lekang oleh cuaca. Mereka memperlihatkan bahwa mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih bukan sekadar seremonial, melainkan kehormatan yang dijunjung tinggi.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama jajaran Forkopimda, turut menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran para pemimpin daerah di tengah hujan deras menambah khidmat suasana dan memperlihatkan dukungan penuh kepada generasi penerus bangsa.

Rangkaian upacara penurunan bendera ini menjadi penutup peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana. Momen itu meninggalkan kesan mendalam sekaligus menumbuhkan rasa bangga atas dedikasi Paskibraka.

Di tengah derasnya hujan, semangat para pelajar yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera seakan menjadi simbol bahwa estafet perjuangan bangsa tetap terjaga. Generasi muda Bombana menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap Merah Putih akan selalu dipegang teguh, apapun tantangannya.

Dengan semangat patriotisme yang menyala, upacara penurunan bendera di Bombana bukan hanya menutup rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan keyakinan bahwa nilai kebangsaan tetap hidup di hati generasi muda.




Bupati Bombana, H. Burhanuddin Pimpin Renungan Suci HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com | Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara digelar di Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Sabtu malam, 16 Agustus 2025.

Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten dan Staf Ahli Setda, para kepala perangkat daerah, serta anggota Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bombana.

Dalam prosesi, Bupati Burhanuddin menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa para pahlawan bangsa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari pengorbanan jiwa dan raga para pejuang.

“Malam ini kita berkumpul untuk menundukkan kepala, mengheningkan cipta, dan menyatukan doa bagi arwah para pahlawan. Mereka telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan, dan kita sebagai generasi penerus wajib menjaga, mengisi, dan melanjutkan perjuangan dengan kerja nyata membangun bangsa,” ujar Burhanuddin.

Suasana hening menyelimuti lapangan upacara ketika seluruh peserta menyalakan obor. Nyala api menjadi simbol penghormatan dan pengingat abadi atas jasa para pahlawan yang gugur demi Indonesia merdeka.

Burhanuddin menekankan pentingnya renungan malam menjelang peringatan 17 Agustus sebagai sarana menguatkan kembali nilai-nilai nasionalisme. “Renungan ini bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkokoh persatuan dan meneguhkan komitmen membangun daerah yang lebih baik,” tambahnya.

Bagi masyarakat Bombana, upacara ini juga menjadi kesempatan untuk menegaskan rasa syukur atas 80 tahun Indonesia merdeka. Tradisi renungan suci, menurut Burhanuddin, adalah jembatan antara pengorbanan masa lalu dan tanggung jawab generasi masa kini dalam menjaga kedaulatan serta mengisi pembangunan.

Bupati Bombana, H. Burhanuddin melakukan foto bersama Anak Pramuka usai pelaksanaan renungan suci
Bupati Bombana, H. Burhanuddin melakukan foto bersama Anak Pramuka usai pelaksanaan renungan suci

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini menjadi salah satu rangkaian penting peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Bombana. Kegiatan tersebut digelar sebelum upacara puncak detik-detik Proklamasi yang akan berlangsung pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025.

Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengakhiri prosesi dengan doa bersama untuk para pahlawan. Semangat pengorbanan mereka diharapkan terus menyala dalam setiap langkah pembangunan daerah dan bangsa.




Bupati Burhanuddin Kukuhkan 74 Anggota Paskibraka Bombana

Bombana, sultranet.com | Sebanyak 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana resmi dikukuhkan oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Jumat malam, 15 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos yang sekaligus didaulat sebagai ibu asuh Paskibraka. Turut hadir Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, SP., MM, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekda Bombana, para kepala OPD, serta para undangan lainnya.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan ikrar Paskibraka, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pengukuhan oleh Bupati Bombana. Acara juga ditandai dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua TP PKK Bombana kepada para anggota Paskibraka. Seluruh rangkaian berjalan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menekankan bahwa momen pengukuhan Paskibraka bukanlah sekadar acara seremonial, tetapi tonggak sejarah bagi generasi muda.

“Kalian tidak hanya akan mengibarkan Merah Putih pada puncak perayaan kemerdekaan, tetapi juga membawa simbol semangat persatuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Pengukuhan ini adalah titik awal, bukan titik akhir. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta agen perubahan yang membawa semangat kebangsaan dan integritas,” ujar Burhanuddin.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendukung dan membimbing anggota Paskibraka dengan penuh ketulusan hingga mereka siap menjalankan tugas mulia.

Pengukuhan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bombana. Seluruh anggota Paskibraka yang dikukuhkan akan bertugas pada upacara detik-detik Proklamasi di Lapangan Ex MTQ Bombana pada 17 Agustus 2025.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan lahir generasi muda Bombana yang memiliki disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan yang kuat. Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris, melainkan juga tentang menanamkan nilai pengabdian bagi bangsa.




Pemkab Bombana dan DPRD Sepakati RPJMD 2025–2029

Bombana, sultranet.com | Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si menghadiri Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bombana dengan agenda Persetujuan Bersama terhadap Hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025–2029. Rapat berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Bombana, Kamis, 14 Agustus 2025.

Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Bombana Iskandar, SP, serta dihadiri para wakil ketua, anggota dewan, pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bombana, dan undangan lainnya. Suasana rapat berlangsung tertib dan penuh nuansa kebersamaan antara eksekutif dan legislatif.

Dalam kesempatan itu, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas kerja sama yang solid dalam membahas Raperda RPJMD hingga mencapai tahap persetujuan bersama. Ia menegaskan bahwa dokumen RPJMD menjadi pedoman pembangunan strategis daerah untuk lima tahun ke depan.

“RPJMD ini bukan hanya dokumen formal, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan visi dan misi pembangunan Bombana yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.

Bupati menekankan bahwa RPJMD 2025–2029 memuat arah pembangunan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penguatan perekonomian daerah, serta pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Bombana. Menurutnya, keberhasilan implementasi dokumen ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, baik pemerintah, DPRD, maupun masyarakat.

“Dengan persetujuan bersama ini, kita telah menyatukan pandangan untuk membawa Bombana lima tahun ke depan menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera. RPJMD adalah pijakan untuk mewujudkan harapan itu,” tambah Burhanuddin.

Persetujuan bersama ini menandai tahap akhir pembahasan di tingkat daerah sebelum Raperda RPJMD disampaikan kepada Gubernur Sulawesi Tenggara untuk dievaluasi. Setelah melalui tahap evaluasi, dokumen tersebut akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah yang mengikat dan menjadi dasar pelaksanaan pembangunan.

Rapat paripurna ini sekaligus memperlihatkan sinergi eksekutif dan legislatif dalam mengawal kebijakan pembangunan. Kerja sama yang erat antara Pemkab Bombana dan DPRD diharapkan dapat mempercepat realisasi program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan disepakatinya RPJMD ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen menjadikan pembangunan lima tahun ke depan sebagai momentum untuk memperkuat sektor perekonomian, meningkatkan kualitas layanan publik, dan memperluas akses keadilan sosial bagi seluruh warga.




Pemprov Sultra Rayakan Harvetnas dan HUT RI ke-80 dengan Launching Pembagian Bendera Merah Putih

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/8/2025). Upacara dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Fasikin, mewakili Gubernur Sultra.

Acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, anggota DPRD Sultra, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah dan biro lingkup Pemprov Sultra, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra, serta para anggota LVRI Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya, La Ode Fasikin membacakan pesan Ketua Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, yang menegaskan bahwa Harvetnas merupakan penghargaan negara bagi para pejuang yang merebut kembali kedaulatan NKRI melalui peristiwa Penghentian Pertempuran Empat Hari pada 7–10 Agustus 1949 di Kota Surakarta, yang dipimpin Letkol Ignatius Slamet Riyadi. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan Indonesia dan memukul mundur pasukan Belanda.

“Mulai hari ini kamu-kamu para pejuang saya namakan veteran,” kata Presiden Soekarno saat itu, yang kemudian menegaskan pada 1965 bahwa 10 Agustus menjadi Hari Veteran Nasional. Gelar veteran menjadi simbol penghormatan rakyat kepada pejuang revolusi fisik.

Tahun ini, Harvetnas mengangkat tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa” yang merefleksikan peran veteran di luar medan tempur: menjaga nilai kebangsaan, menanamkan semangat juang kepada generasi muda, dan menjadi penopang moral kehidupan berbangsa. Ketua DPP LVRI mengajak masyarakat mewarisi nilai perjuangan 1945 seperti cinta tanah air, pantang menyerah, setia kawan, rela berkorban, dan percaya diri, serta mewaspadai pengaruh negatif yang mengancam persatuan.

Usai membacakan pesan Ketua DPP LVRI, Plh Sekda melanjutkan sambutan Gubernur Sultra yang menegaskan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk menyambut HUT ke-80 RI.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Gerakan ini diharapkan membangkitkan kesadaran nasional, semangat kebangsaan, dan patriotisme,” kata La Ode Fasikin saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat menyambut HUT ke-80 RI dengan semarak. “Mari gelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa kita masing-masing dan mengisinya dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Launching gerakan ini ditandai penyerahan bendera secara simbolis kepada anggota Paskibraka Sultra 2025 oleh Plh Sekda didampingi Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, dan Ketua LVRI Sultra. Acara ditutup dengan pekikan yel-yel “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Hari Veteran Nasional” oleh seluruh peserta sebagai ungkapan cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang.




Pusdiklat Paskibraka Bombana Masuki Hari Ketujuh, Semangat Peserta Tetap Berkobar

Bombana, sultranet.com – Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana memasuki hari ketujuh. Sebanyak 76 siswa SMA/SMK/MA dari berbagai wilayah di Bombana mengikuti pelatihan intensif di Lapangan Eks MTQ Kabupaten Bombana sebagai persiapan untuk pengibaran bendera pada peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2025 mendatang, Kamis (31/7/2025).

Pusdiklat ini untuk tahun kedua dikelola oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana. Kepala Badan Kesbangpol, dr. Sunandar, MM.Kes, mengatakan pihaknya menargetkan pelaksanaan tahun ini berjalan lebih baik dari sebelumnya.

“Kami berharap tahun ini Pusdiklat bisa lebih baik, lebih terarah, dan hasilnya semakin membanggakan. Tujuan utamanya tentu agar pengibaran Bendera Merah Putih pada HUT RI ke-80 nanti berlangsung sukses, khidmat, dan penuh makna,” ujarnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para pelatih dari TNI Kodim 1431/Bombana dan Polres Bombana yang berperan penting membentuk karakter peserta, mulai dari penguasaan baris-berbaris, disiplin, hingga ketahanan mental. Menurutnya, sinergi lintas instansi ini menjadi faktor kunci keberhasilan pembinaan Paskibraka.

“Kami juga sangat menghargai dukungan dari tim medis PSC 119 Kabupaten Bombana yang senantiasa sigap siang dan malam memberikan layanan kesehatan. Latihan yang padat memang membuat peserta kerap kelelahan, pegal, atau kram. Kehadiran tenaga medis sangat membantu kelancaran kegiatan,” tambahnya.

Tak hanya pelatih dan tim medis, peran pamong dari Purna Paskibraka juga mendapat sorotan. Mereka mendampingi peserta sejak pagi hingga malam, memastikan setiap kegiatan berjalan positif.

“Setiap pagi dan malam, para pamong memastikan anak-anak ini melaksanakan ibadah, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengikuti rutinitas sebelum serta sesudah latihan,” kata Sunandar.

Pusdiklat akan terus berlangsung hingga menjelang hari pelaksanaan upacara kemerdekaan. Panitia berharap semangat dan antusiasme peserta tetap terjaga hingga momen puncak 17 Agustus nanti. Bagi mereka, menjadi pengibar Sang Saka Merah Putih bukan sekadar tugas, tetapi sebuah kehormatan dan pengabdian bagi bangsa.