Desa Tampabulu Keciprat Rp7,4 M untuk Penanganan Kemiskinan Ekstrem

Bombana, sultranet.com – Desa Tampabulu, Kecamatan Poleang Utara, Kabupaten Bombana, mendapat suntikan dana sebesar Rp7,4 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk program penanganan kemiskinan ekstrem. Dana ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan akan difokuskan untuk membangun infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan warga miskin.

Program ini dilaksanakan melalui Ditjen Cipta Karya, dengan PPK Perencanaan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Tenggara sebagai pelaksana teknis. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana juga turut melakukan pendampingan dan pengawalan di lapangan melalui Bidang Cipta Karya.

Kepala Dinas PUPR Bombana, Sofian Boco, ST., M.P.W., mengatakan bahwa kegiatan ini meliputi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM), instalasi pengolahan air limbah (IPAL) individual untuk rumah penerima BSPS, pembangunan jalan lingkungan, dan saluran drainase.

“Tujuannya adalah agar masyarakat miskin ekstrem memiliki akses terhadap fasilitas dasar yang layak, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Sofian, Rabu (18/6/2025).

Pendampingan oleh PUPR Bombana, kata Sofian, bertujuan memastikan kelancaran pelaksanaan teknis di lapangan serta mengawal program ini agar benar-benar tepat sasaran.

Kabid Cipta Karya, Semuel Kadmaerubun, ST., M.PWK., menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif antarinstansi menjadi kunci kesuksesan program ini.

“Pemerintah daerah, balai, dan kementerian harus saling mendukung agar hasilnya maksimal dan bermanfaat langsung bagi warga,” jelas Semuel.

Pertemuan dengan Pemerintah Desa Tampabulu
Pertemuan dengan Pemerintah Desa Tampabulu

Ketua Tim Survei, Ir. Abdul Syawal, ST., menekankan pentingnya akurasi data dan kondisi eksisting dalam perencanaan kegiatan. Menurutnya, survei awal ini dilakukan untuk memastikan bahwa intervensi infrastruktur benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin memastikan data yang digunakan valid dan setiap rencana sesuai kondisi di lapangan,” kata Abdul Syawal.

Tim PUPR Bombana saat melakukan pendampingan program
Tim PUPR Bombana saat melakukan pendampingan program

Desa Tampabulu dipilih karena termasuk dalam wilayah prioritas nasional penanganan kemiskinan ekstrem. Melalui program ini, pemerintah berharap kualitas hidup masyarakat meningkat, terutama dalam hal akses air bersih, sanitasi, dan mobilitas lingkungan.

PUPR Bombana berkomitmen untuk terus terlibat aktif dalam setiap tahapan kegiatan hingga pekerjaan fisik rampung sesuai target yang ditetapkan.




PUPR Bombana bersama Kodim 1431 Tinjau Lokasi TMMD ke-124

Bombana, sultranet.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 1431/Bombana melakukan peninjauan sejumlah desa yang menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 di Kecamatan Matausu, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan lokasi sebelum pelaksanaan program pembangunan yang direncanakan berlangsung pada April hingga Mei 2025. (28/1)

Kepala Dinas PUPR Bombana, Sofian Baco, ST., M.P.W., menyampaikan bahwa TMMD merupakan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam percepatan pembangunan infrastruktur di desa.

“Kami bersama tim dari Kodim 1431/Bombana meninjau langsung titik-titik prioritas yang akan dikerjakan dalam TMMD ke-124. Program ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan infrastruktur pedesaan, terutama untuk aksesibilitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sofian Baco.

Adapun delapan titik sasaran yang menjadi prioritas dalam TMMD ke-124 mencakup berbagai proyek pembangunan dan rehabilitasi. Beberapa di antaranya adalah rehabilitasi jembatan di Desa Kolombi, bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Desa Wia-wia, pengerasan jalan tani di Desa Wia-wia, serta pembangunan jembatan di Desa Lumuru. Selain itu, rehabilitasi RTLH juga akan dilakukan di Desa Lumuru dan Desa Totole, termasuk rehabilitasi Masjid Al Mu’min di Desa Totole.

Dandim 1431/Bombana, Letkol Inf Andi Irfandi, S.I.P., menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan langkah awal untuk menentukan sasaran prioritas sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan tahap awal dalam persiapan TMMD ke-124. Kami ingin memastikan bahwa semua lokasi yang akan dikerjakan telah memenuhi kriteria teknis agar hasilnya optimal dan benar-benar bermanfaat bagi warga,” ujar Andi Irfandi.

Sementara itu, Camat Matausu, Rimbu, S.P., menyampaikan apresiasinya terhadap rencana TMMD ini, yang dinilai akan sangat membantu meningkatkan infrastruktur desa serta kesejahteraan masyarakat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena program TMMD terbukti mampu meningkatkan kualitas infrastruktur desa dan kesejahteraan warga. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI ini sangat dinantikan masyarakat,” ucap Rimbu.

Dengan peninjauan awal ini, diharapkan TMMD ke-124 dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kecamatan Matausu. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih maju.