Pemkab Bombana Gelar Pisah Sambut Kapolres, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar acara pisah sambut Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bombana dari AKBP Eko Sutomo, S.I.K., M.I.K., kepada AKBP Irwandhy Idrus, S.I.K., M.H., C.PHR., di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bombana, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi pengabdian pejabat lama sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan di Kabupaten Bombana.

Acara tersebut dihadiri AKBP Eko Sutomo bersama Ny. Dian Eko Sutomo dan AKBP Irwandhy Idrus bersama Ny. Mala Irwandhy. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Asisten Sekretariat Daerah, Staf Ahli Bupati, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, jajaran Polres Bombana, para camat, serta undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Bombana yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bombana, M. Syukri Kasim, S.IP., pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada AKBP Eko Sutomo atas dedikasi, pengabdian, dan kerja sama yang telah dibangun selama menjalankan tugas sebagai Kapolres Bombana.

Menurut pemerintah daerah, hubungan kerja yang baik antara kepolisian dan pemerintah kabupaten menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif. Kondisi tersebut dibutuhkan agar penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bombana, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada AKBP Eko Sutomo atas dedikasi, pengabdian, serta kerja sama yang telah terjalin selama bertugas di Kabupaten Bombana,” demikian sambutan Bupati Bombana yang dibacakan M. Syukri Kasim.

AKBP Eko Sutomo mengakhiri masa tugasnya sebagai Kapolres Bombana dan selanjutnya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Komandan Satuan (Wadansat) Brimob Polda Sulawesi Tenggara. Pergantian jabatan tersebut menjadi bagian dari dinamika organisasi Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Bombana menilai sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan berbagai unsur masyarakat selama ini berperan dalam menjaga stabilitas wilayah. Kerja sama tersebut juga diperlukan untuk menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk menjaga ketertiban umum, menciptakan rasa aman, serta memastikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat berlangsung tanpa gangguan berarti.

“Berbagai tantangan yang kita hadapi bersama dapat dilalui dengan baik berkat sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif merupakan modal utama dalam mendukung pembangunan daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar M. Syukri Kasim saat membacakan sambutan Bupati.

Pada kesempatan yang sama, pemerintah daerah menyambut AKBP Irwandhy Idrus yang kini mengemban tugas sebagai Kapolres Bombana. Sebelum menduduki jabatan tersebut, Irwandhy bertugas di Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kepemimpinan baru di Polres Bombana dapat melanjutkan kerja sama yang telah terbangun dengan seluruh pemangku kepentingan. Komunikasi dan koordinasi yang baik dinilai penting untuk memastikan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat berjalan seiring dengan agenda pembangunan daerah.

Melalui sambutan yang dibacakan M. Syukri Kasim, Bupati Bombana juga menekankan pentingnya menjaga hubungan kelembagaan yang harmonis. Pemerintah daerah berharap kepolisian terus menjadi mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan mendukung kegiatan masyarakat di berbagai sektor.

“Kami berharap komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bombana yang aman, damai, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Harapan tersebut mencerminkan pentingnya kesinambungan kerja sama antarlembaga dalam menghadapi persoalan keamanan dan ketertiban di tingkat daerah. Pemerintah kabupaten, kepolisian, TNI, dan masyarakat memiliki peran masing-masing yang saling mendukung, baik dalam pencegahan gangguan keamanan maupun dalam menciptakan suasana yang mendukung kegiatan pemerintahan dan perekonomian.

Selain menjaga stabilitas keamanan, koordinasi lintas sektor juga dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat. Hubungan yang terjalin dengan baik dapat membantu mempercepat komunikasi ketika muncul persoalan di lapangan, memperkuat koordinasi dalam penanganan masalah, serta menjaga agar kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian bersama.

Pergantian Kapolres juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara jajaran kepolisian dan pemerintah daerah. Dukungan dari Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat diperlukan agar upaya menjaga keamanan tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi turut melibatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana mengajak seluruh unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh komponen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dalam menjaga stabilitas daerah.

Ajakan tersebut sekaligus menegaskan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat, komunikasi yang terbuka, serta koordinasi antarlembaga menjadi unsur penting dalam mencegah potensi gangguan ketertiban dan menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

Acara pisah sambut ini tidak hanya menandai pergantian pejabat di lingkungan kepolisian, tetapi juga menjadi ruang untuk menyampaikan penghargaan atas pengabdian pejabat lama dan harapan terhadap pelaksanaan tugas pejabat baru. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap hubungan kemitraan yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mendukung pelaksanaan pembangunan.

Dengan kepemimpinan baru di Polres Bombana, pemerintah daerah berharap koordinasi antara kepolisian dan seluruh unsur terkait tetap berjalan secara konsisten. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung pelayanan publik, aktivitas sosial, dan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bombana.

Momentum pisah sambut ini menjadi pengingat bahwa kesinambungan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara memerlukan komitmen bersama. Pemerintah Kabupaten Bombana pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat sinergi demi mewujudkan daerah yang aman, damai, tertib, dan kondusif.




Polres Bombana rilis penanganan kasus Sepanjang Tahun 2025

Bombana, sultranet.com – Polres Bombana menggelar kegiatan press release akhir tahun di Aula Kantor Polres Bombana yang dihadiri insan pers Kabupaten Bombana serta jajaran pejabat utama Polres Bombana. Dalam kegiatan tersebut, kepolisian memaparkan capaian kinerja penegakan hukum sepanjang tahun 2025, termasuk penanganan kasus narkoba, tindak pidana umum, serta upaya pencegahan kejahatan yang menjadi atensi masyarakat, Rabu (31/12/2025).

Kasat Narkoba Polres Bombana AKP Muhammad Arman, S.H., M.H. dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Polres Bombana menangani sebanyak 21 laporan polisi kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, 19 perkara telah memasuki tahap II atau dilimpahkan ke kejaksaan, sementara sisanya masih dalam proses tahap I.

“Total tersangka kasus narkoba yang kami tangani berjumlah 32 orang, terdiri dari 28 laki-laki dan 4 perempuan. Barang bukti narkotika yang berhasil diamankan seberat 189,65 gram,” ujar AKP Muhammad Arman dalam keterangan persnya.

Sementara itu, KBO Satreskrim Polres Bombana Ipda Mahadi Gandhi Hutagaol, S.Tr.K., menyampaikan bahwa Satreskrim Polres Bombana telah menangani 70 perkara tindak pidana umum sepanjang tahun ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 46 perkara telah diselesaikan, sementara 46 perkara lainnya dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Tindak pidana yang melibatkan perempuan dan anak juga menjadi perhatian serius. Selain itu, terdapat 10 perkara yang diselesaikan melalui mekanisme restorative justice dan 33 perkara pidana lainnya telah kami limpahkan ke kejaksaan,” kata Ipda Mahadi.

Dalam kesempatan tersebut, Ipda Mahadi juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap maraknya pencurian sepeda motor yang masih menjadi salah satu kejahatan dominan di wilayah Bombana.

“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih waspada, memarkir kendaraan di tempat yang aman serta menggunakan kunci ganda guna meminimalisir aksi pencurian,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bombana AKP Muh. Nur Sultan, S.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat dan insan pers atas dukungan terhadap tugas-tugas kepolisian selama tahun 2025. Ia menegaskan bahwa peningkatan kasus tertentu menjadi perhatian bersama, khususnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan anak.

“Terima kasih atas kerja sama semua pihak. Tahun ini terdapat peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya sehingga perlu pengawasan lebih ketat, terutama dari orang tua,” ujarnya.

AKP Muh. Nur Sultan juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam memerangi penyalahgunaan narkoba demi menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.

“Kami berharap di tahun mendatang, kasus narkoba dapat terus berkurang. Mari kita ambil peran bersama dalam pencegahan,” katanya.

Selain itu, Polres Bombana juga menegaskan larangan keras terhadap kepemilikan dan penggunaan senjata api ilegal oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bombana.

Press release ini menjadi refleksi sekaligus komitmen Polres Bombana dalam meningkatkan kinerja penegakan hukum serta memperkuat sinergi dengan masyarakat dan media demi mewujudkan Bombana yang aman dan kondusif.

Pewarta: Azuli




Gubernur Sultra Pimpin Upacara Hari Bhayangkara ke-79, Serukan Sinergi Jaga Keamanan Daerah

Kendari, sultranet.com— Upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara berlangsung khidmat meski diguyur hujan gerimis. Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, tampil sebagai Inspektur Upacara dalam momen penting ini yang mengusung tema nasional “Polri untuk Masyarakat”.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polri, TNI, PNS Polri, Satpol PP, Damkar, Senkom Mitra Polri, dan Basarnas. Upacara juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda dan tokoh penting di Provinsi Sultra, termasuk Ketua DPRD, Kapolda Sultra dan jajaran, Danrem 143 Halu Oleo, Kajati, Kepala BIN Daerah, Kepala BNN, Ketua Pengadilan Tinggi dan Tinggi Agama, Danlanal Kendari, Danlanud Halu Oleo, serta Sekda Provinsi Sultra dan para pimpinan instansi vertikal. Bertindak sebagai Komandan Upacara, AKBP Tendri Wardi, S.Pt., S.IK., M.H., Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Sultra.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan bahwa peringatan Hari Bhayangkara bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi terhadap pengabdian Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ bukan hanya semboyan, melainkan panduan moral dan operasional bagi setiap insan Bhayangkara,” ujar Gubernur.

Ia menyampaikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Sultra relatif aman, namun tantangan seperti konflik agraria, penyebaran hoaks, kejahatan jalanan, unjuk rasa, hingga penyalahgunaan narkoba harus tetap diantisipasi secara serius.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah, TNI, lembaga hukum, dan masyarakat adalah kunci menjaga stabilitas,” tegasnya.

Gubernur Andi Sumangerukka juga menyoroti peran Polri dalam mendukung program-program prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan dan program makan bergizi gratis, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menegaskan bahwa peran Polri kini bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga bagian dari penggerak pembangunan dan perubahan sosial.

“Polri harus adaptif terhadap zaman, cepat merespons keluhan masyarakat, dan tetap menjaga etika serta integritas dalam bertugas,” ujarnya.

Ia mengingatkan seluruh personel Polri untuk menjunjung tinggi profesionalisme serta menghindari penyalahgunaan wewenang dan tindakan arogan yang dapat mencederai kepercayaan publik.

“Jadilah teladan di tengah masyarakat. Jangan menjadi bagian dari masalah, tetapi hadir sebagai solusi,” imbaunya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel Polda Sultra dalam menjaga keamanan daerah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah menjalin kolaborasi erat bersama aparat keamanan dalam membangun Sulawesi Tenggara.

“Semoga sinergi yang telah terbangun selama ini dapat terus diperkuat demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” tuturnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-79 ini menjadi simbol penghormatan terhadap pengabdian Polri sekaligus ajakan untuk terus membangun hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat.