Dinsos Bombana Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Rumah di Desa Timbala

Bombana, sultranet.com – Dinas Sosial Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan sosial kepada Suriani (35), warga Desa Timbala, Kecamatan Poleang Barat, yang menjadi korban kebakaran rumah. Bantuan berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar korban setelah kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang miliknya akibat kebakaran, beberapa waktu lalu.

Bantuan tersebut merupakan bentuk respons Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Sosial terhadap warga yang mengalami musibah. Penyaluran dilakukan setelah pemerintah menerima informasi mengenai kondisi korban dan dampak kebakaran yang menghanguskan rumah beserta sebagian besar perabot di dalamnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana, Sadli Sirajuddin, mengatakan bantuan diberikan untuk meringankan beban korban, terutama dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan.

“Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan respons pemerintah daerah melalui Dinas Sosial kepada masyarakat yang terdampak musibah. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu meringankan kebutuhan korban, khususnya kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga setelah rumahnya mengalami kebakaran,” ujar Sadli.

Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar rumah tangga. Di antaranya makanan siap saji dan perlengkapan yang dibutuhkan korban untuk menjalani aktivitas sehari-hari setelah kehilangan tempat tinggal.

Kebakaran yang menimpa rumah Suriani terjadi pada Jumat, 18 September 2026, sekitar pukul 08.00 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah warga di Desa Timbala, Kecamatan Poleang Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga bermula dari aktivitas memasak dan membakar ikan menggunakan tungku berbahan bakar kayu di sekitar rumah. Setelah selesai memasak, korban sempat menyiram api sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja.

Namun, beberapa waktu setelah korban meninggalkan rumah, bangunan tersebut diketahui telah terbakar. Api kemudian membesar dan dengan cepat melahap bagian rumah beserta perabot dan peralatan rumah tangga yang berada di dalamnya.

Kebakaran tersebut menyebabkan hampir seluruh bagian rumah terdampak. Sejumlah barang milik korban ikut terbakar sehingga korban tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga berbagai perlengkapan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, kebakaran menimbulkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.

Kerugian tersebut mencakup bangunan rumah, perabot, peralatan rumah tangga, serta barang-barang lain yang berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi. Kondisi itu membuat korban membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar setelah musibah.

Penyaluran bantuan menjadi salah satu bentuk intervensi sosial pemerintah daerah bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat akibat bencana atau musibah. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.

Sadli mengatakan pemerintah melalui Dinas Sosial akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memastikan masyarakat yang terdampak musibah mendapatkan penanganan sosial yang diperlukan.

“Dinas Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait untuk memastikan masyarakat yang mengalami musibah dan membutuhkan penanganan sosial dapat memperoleh bantuan sesuai dengan ketentuan dan kemampuan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Sadli, bantuan pada masa awal setelah kejadian penting untuk membantu korban memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi korban yang kehilangan tempat tinggal membuat kebutuhan terhadap makanan, perlengkapan rumah tangga, dan kebutuhan dasar lainnya menjadi lebih mendesak.

Karena itu, pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan sesuai kondisi masyarakat yang terdampak. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan warga yang mengalami musibah tidak menghadapi masa pemulihan seorang diri.

Selain memberikan bantuan, Dinas Sosial juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah. Penggunaan tungku berbahan bakar kayu membutuhkan perhatian khusus, terutama setelah aktivitas memasak selesai.

Sadli meminta masyarakat memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Pemeriksaan sederhana terhadap tungku dan sumber api dapat membantu mengurangi risiko kebakaran.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai sumber api di lingkungan rumah. Pastikan api benar-benar padam setelah memasak, terutama jika menggunakan tungku atau bahan bakar kayu,” ujarnya.

Menurutnya, pencegahan menjadi langkah penting karena kebakaran rumah dapat menimbulkan kerugian besar bagi keluarga. Selain kerusakan bangunan, korban dapat kehilangan dokumen, peralatan rumah tangga, pakaian, makanan, dan barang berharga lainnya dalam waktu singkat.

Peristiwa di Desa Timbala juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak meninggalkan sumber api tanpa memastikan kondisinya aman. Penggunaan tungku kayu, kompor, lilin, maupun sumber api lainnya perlu dilakukan dengan pengawasan.

Dinas Sosial Kabupaten Bombana akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam menangani masyarakat yang terdampak musibah. Koordinasi diperlukan agar informasi mengenai kondisi korban dapat diterima secara cepat dan bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Pemerintah desa juga memiliki peran penting dalam menyampaikan laporan mengenai warga yang membutuhkan penanganan sosial. Dengan koordinasi yang baik, bantuan dapat diarahkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Bagi Suriani, bantuan yang diterima diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar setelah rumahnya terbakar. Dukungan tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan agar korban dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara bertahap.

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Sosial juga terus mendorong masyarakat untuk saling membantu ketika terjadi musibah. Kepedulian dari pemerintah dan lingkungan sekitar dapat membantu mengurangi beban warga yang sedang menghadapi kondisi sulit.

Penyaluran bantuan kepada korban kebakaran di Desa Timbala menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan sosial ketika menghadapi musibah. Bantuan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Dengan dukungan tersebut, korban diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pokok selama masa pemulihan. Pada saat yang sama, kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran perlu terus ditingkatkan untuk mencegah kejadian serupa.

Tag:

Frasa kunci:

Topik:

Deskripsi meta: