Pemkab Bombana dan Kejari Mulai Program Gotong Royong Bedah Rumah, 10 Warga Terima Bantuan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Kejaksaan Negeri Bombana memulai Program Gotong Royong Bedah Rumah melalui peletakan batu pertama pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat penerima manfaat di Desa Margajaya, Kabupaten Bombana. Program tersebut memberikan dukungan hingga Rp50 juta untuk setiap penerima manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas hunian masyarakat, Rabu (30/9/2026).

Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., bersama Kepala Kejaksaan Negeri Bombana Mohtar Arifin, S.Kom., S.H., M.H., serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bombana.

Program tersebut menggabungkan dukungan pemerintah dengan partisipasi masyarakat dan para donatur melalui semangat gotong royong. Pada peluncuran program, pemerintah bersama jajaran kejaksaan juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada masyarakat yang ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Sebanyak 10 penerima manfaat menjadi sasaran awal Program Gotong Royong Bedah Rumah. Setiap penerima mendapatkan dukungan dengan nilai total Rp50 juta yang berasal dari dua sumber pembiayaan.

Kepala Kejaksaan Negeri Bombana Mohtar Arifin menjelaskan, penerima manfaat memperoleh bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebesar Rp20 juta. Bantuan tersebut kemudian diperkuat melalui program gotong royong yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Bombana dengan dukungan para donatur sebesar Rp30 juta.

“Penerima manfaat mendapatkan bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman melalui anggaran APBN sebesar Rp20 juta, ditambah program gotong royong yang diinisiasi Bapak Bupati melalui para donatur sebesar Rp30 juta. Jadi, setiap penerima manfaat mendapatkan dukungan sebesar Rp50 juta,” ujar Mohtar.

Menurut Mohtar, Program Gotong Royong Bedah Rumah merupakan inisiatif Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara Dr. Sugeng Rianta. Program tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

Pelaksanaan program di Kabupaten Bombana mendapat dukungan dari pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat diperkuat melalui keterlibatan berbagai pihak.

Mohtar mengatakan, dukungan pemerintah daerah dan partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan program gotong royong tersebut. Dengan kolaborasi lintas pihak, bantuan yang tersedia dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat penerima.

Bupati Bombana Burhanuddin mengapresiasi jajaran Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan Negeri Bombana yang telah menginisiasi dan mendorong pelaksanaan Program Gotong Royong Bedah Rumah di daerah tersebut.

Menurut Burhanuddin, kebutuhan terhadap rumah layak huni masih cukup besar. Karena itu, program yang menggabungkan dukungan pemerintah dan kekuatan gotong royong masyarakat dinilai perlu terus dikembangkan.

“Program ini akan kita lanjutkan. Berdasarkan data yang terdaftar di kementerian, masih terdapat sekitar 1.200 penerima manfaat, sementara berdasarkan data Dinas Perumahan Kabupaten Bombana terdapat lebih dari 5.000 penerima manfaat yang masih membutuhkan dukungan,” kata Burhanuddin.

Data tersebut menunjukkan masih terdapat masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggal. Pemerintah Kabupaten Bombana berencana melanjutkan program tersebut secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kebutuhan hunian masyarakat.

Bupati mengatakan semangat gotong royong tidak hanya diarahkan untuk program bedah rumah. Nilai kebersamaan yang dibangun melalui program tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan sosial lainnya di Kabupaten Bombana.

Menurut dia, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab seluruh kebutuhan masyarakat. Keterlibatan kejaksaan, Forkopimda, masyarakat, dunia usaha, donatur, serta pihak lainnya diperlukan untuk memperluas jangkauan program sosial.

“Kita akan menduplikasi kegiatan dan ide ini ke program-program yang ada di Kabupaten Bombana. Semangat gotong royong yang hari ini mulai kita hidupkan kembali mudah-mudahan dapat terus berjalan, berdampingan dengan program nasional maupun program pemerintah daerah,” ujarnya.

Burhanuddin menilai semangat gotong royong merupakan kekuatan masyarakat yang perlu terus dipelihara. Menurutnya, kepedulian antarwarga dan kolaborasi berbagai unsur dapat membantu pemerintah mempercepat penanganan persoalan sosial yang masih dihadapi masyarakat.

Program bedah rumah juga diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan baru atau perbaikan fisik rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Bupati berpesan kepada para penerima manfaat agar menggunakan bantuan yang diterima dengan sebaik-baiknya. Bantuan tersebut diharapkan dimanfaatkan sesuai tujuan sehingga pembangunan atau perbaikan rumah dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi keluarga.

Ia juga meminta penerima manfaat menghargai dukungan berbagai pihak yang telah terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, bantuan yang diterima merupakan hasil kerja bersama yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Manfaatkan bantuan ini sebaik-baiknya. Apa yang diberikan hari ini adalah bentuk kepedulian dan kerja bersama dari banyak pihak. Karena itu, saya berharap bantuan tersebut dapat digunakan untuk mewujudkan rumah yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga,” pesan Burhanuddin.

Pelaksanaan Program Gotong Royong Bedah Rumah di Desa Margajaya menjadi tahap awal dari kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan Kejaksaan Negeri Bombana. Program tersebut diharapkan dapat terus berjalan dan menjangkau penerima manfaat lainnya sesuai dengan kemampuan dukungan yang tersedia.

Setelah peletakan batu pertama, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada penerima manfaat. Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program di lapangan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama Bupati Bombana, Kepala Kejaksaan Negeri Bombana, unsur Forkopimda, jajaran pemerintah daerah, serta pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Pemerintah daerah berharap dukungan serupa dapat terus tumbuh sehingga semakin banyak keluarga yang memperoleh kesempatan untuk tinggal di rumah yang lebih aman dan nyaman.

Dengan adanya program tersebut, pemerintah tidak hanya mengandalkan anggaran daerah dalam menangani kebutuhan hunian masyarakat. Dukungan dari program pemerintah pusat, kejaksaan, para donatur, dan masyarakat dapat menjadi tambahan kekuatan untuk memperluas jangkauan bantuan.

Komitmen melanjutkan Program Gotong Royong Bedah Rumah juga menunjukkan adanya upaya pemerintah daerah untuk mencari pola kolaborasi dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat berjalan berdampingan dengan berbagai program nasional dan program pembangunan yang telah berjalan di Kabupaten Bombana.

Bupati menegaskan, semangat gotong royong akan terus didorong agar tidak berhenti pada peluncuran program bedah rumah. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kebersamaan tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan lebih banyak pihak dalam membantu masyarakat.

Program Gotong Royong Bedah Rumah di Desa Margajaya pun menjadi langkah awal dari upaya tersebut. Dengan dukungan lintas sektor dan partisipasi masyarakat, pemerintah berharap persoalan rumah tidak layak huni dapat ditangani secara bertahap sesuai data dan kebutuhan di lapangan.




Donor Darah Kejari Bombana Kumpulkan 23 Kantong Darah

Bombana, sultranet.com – Kejaksaan Negeri Bombana menggelar kegiatan donor darah dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kejaksaan Negeri Bombana pada Rabu (27/8/2025) itu terlaksana melalui kerja sama dengan BLU RSUD Kabupaten Bombana sebagai upaya membantu pemenuhan stok darah sekaligus meningkatkan kesadaran menjaga kesehatan.

Donor darah dimulai pukul 09.30 WITA, dipimpin oleh tim medis Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) Bombana dan didampingi Kabid Penunjang Medis dan Nonmedis RSUD Bombana, Yuliana, SKM. Sebanyak 38 pegawai Kejaksaan Negeri Bombana mendaftar sebagai pendonor. Namun setelah melalui pemeriksaan medis, hanya 23 orang yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darah.

Darah yang terkumpul terdiri dari 5 kantong golongan A+, 4 kantong golongan B+, 4 kantong golongan AB+, dan 10 kantong golongan O+. Sementara 15 pegawai lainnya tidak dapat mendonorkan darah karena tidak memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan tim medis.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan RSUD Bombana menyampaikan apresiasi atas antusiasme jajaran Kejaksaan. “Partisipasi para pegawai Kejaksaan sangat berarti bagi masyarakat. Setiap kantong darah yang terkumpul dapat menjadi harapan bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Yuliana.

Kejaksaan Negeri Bombana menjadikan kegiatan sosial ini sebagai bagian dari perayaan hari lahir institusi yang ke-80, sekaligus menegaskan komitmen mereka terhadap kepedulian kemanusiaan. Donor darah dianggap sebagai kontribusi nyata untuk membantu masyarakat yang memerlukan layanan transfusi darah, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan stok.

Selain menjadi bentuk solidaritas, kegiatan ini juga diharapkan meningkatkan kesadaran pegawai tentang pentingnya menjaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin. Pelaksanaan donor darah disebut sebagai momentum untuk mendorong budaya hidup sehat di lingkungan kerja instansi pemerintah.

Kegiatan sosial tersebut diakhiri dengan serah terima hasil donor kepada pihak RSUD Bombana untuk selanjutnya dimasukkan ke bank darah dan disalurkan kepada pasien yang membutuhkan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari para peserta.

Aksi kemanusiaan Kejari Bombana ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi instansi lain untuk turut menggelar kegiatan serupa sebagai bagian dari kontribusi pelayanan publik yang lebih humanis.




Pemkab Bombana Sambut Kajari Baru, Perkuat Kolaborasi Penegakan Hukum

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar penyambutan dan ramah tamah untuk Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bombana yang baru, Andi Helmi Adam, S.H., M.H., menggantikan Agung Sugiharto, S.Kom., S.H., M.H. Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Selasa malam, 29 Juli 2025.

Penyambutan ini menjadi bentuk penghargaan atas pengabdian Kajari sebelumnya, sekaligus pengantar tugas bagi pejabat baru dalam menjalankan peran penegakan hukum di wilayah Bombana.

Kajari Andi Helmi Adam menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia juga memperkenalkan perjalanan kariernya yang panjang di institusi kejaksaan, mulai dari Kalimantan, Sulawesi Selatan, hingga terakhir di Sumatera.

“Saya datang ke Bombana dengan niat baik dan semangat pengabdian. Saya berharap dapat diterima dengan tangan terbuka, dan saya siap mendukung pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” ucapnya.

Suami Rahmawati A. Helmi itu menegaskan bahwa peran kejaksaan tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawasi dan mengawal program pembangunan, terutama proyek strategis daerah.

“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai aturan dan memberi rasa aman bagi para pelaksana,” tuturnya.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si. yang mewakili Bupati H. Burhanuddin karena sedang melaksanakan ibadah umrah, menyampaikan terima kasih atas dedikasi Kajari sebelumnya dan menyambut kehadiran Kajari baru dengan penuh optimisme.

“Selamat datang di Bombana, Pak Kajari. Kami siap bersinergi dan mendukung tugas-tugas kejaksaan demi kemajuan daerah ini. Bombana dikenal sebagai daerah yang aman dan masyarakatnya hidup rukun. Kami percaya, dengan kolaborasi yang baik, penegakan hukum dan pembangunan akan berjalan seiring,” ujar Ahmad Yani.

Ia juga menambahkan bahwa Kejari sebelumnya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Pemkab Bombana dan hampir tidak pernah absen dalam kegiatan pemerintahan.

“Semoga semangat kebersamaan ini dapat diteruskan bahkan ditingkatkan oleh Pak Helmi Adam,” imbuhnya.

Ia berharap sinergi antara Kejaksaan dan Pemerintah Kabupaten Bombana semakin kuat dalam menjaga stabilitas dan membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Nampak hadir dalam acara tersebut Jajaran Forkopimda, Ketua dan anggota DPRD, Pj. Sekda, asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, camat, dan jajaran Kejaksaan Negeri Bombana, serta tamu undangan lainnya. (IS)