Amirullah Jabat Kabid Bina Ideologi Kesbangpol Bombana, Perkuat Koordinasi dan Kerja Tim

Bombana, sultranet.com – Amirullah, S.STP., M.A.P., resmi menjalankan amanah sebagai Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana. Ia menggantikan Hj. Suarni, SP., MM., yang sebelumnya memimpin bidang tersebut. Pergantian ditandai dengan kegiatan pisah sambut bersama seluruh staf di ruang kerja bidang terkait, Senin (28/9/2026).

Kegiatan pisah sambut berlangsung dalam suasana akrab. Selain menjadi bagian dari pergantian tugas dan tanggung jawab, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesinambungan program serta memperkuat hubungan kerja di lingkungan Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa.

Hj. Suarni dalam kesempatan tersebut menyampaikan kesan dan pesan selama menjalankan tugas sebagai kepala bidang. Ia juga berbagi pengalaman mengenai pelaksanaan sejumlah program, kegiatan yang telah berjalan, serta dinamika yang dihadapi selama memimpin bidang tersebut.

Pengalaman tersebut disampaikan sebagai bahan bagi pejabat baru dalam memahami kondisi bidang dan melanjutkan program yang telah berjalan. Suarni juga memberikan gambaran mengenai sejumlah pekerjaan yang masih membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Pergantian pimpinan bidang tidak hanya menjadi proses administratif. Serah terima amanah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga agar pelaksanaan program tetap berjalan dan koordinasi internal tidak terputus.

Amirullah menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan oleh seluruh staf. Ia mengatakan akan menjalankan amanah tersebut dengan mengutamakan komunikasi, koordinasi dan kerja sama.

Menurut Amirullah, keberhasilan sebuah bidang tidak hanya ditentukan oleh kepala bidang. Kinerja seluruh staf menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tugas dan program dapat dilaksanakan dengan baik.

“Saya berharap kita bisa membangun komunikasi dan kerja sama yang baik. Apa yang sudah berjalan dengan baik mari kita lanjutkan, sementara hal-hal yang masih perlu diperbaiki akan kita diskusikan bersama,” ujar Amirullah.

Usai kegiatan pisah sambut, Amirullah langsung menggelar rapat koordinasi awal bersama seluruh staf. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyatukan persepsi sekaligus memperoleh gambaran mengenai kondisi dan kebutuhan bidang yang kini dipimpinnya.

Dalam rapat tersebut, Amirullah memberikan kesempatan kepada staf untuk memperkenalkan diri dan menyampaikan berbagai informasi mengenai pelaksanaan tugas. Diskusi dilakukan secara terbuka dengan membahas pola kerja, koordinasi internal serta kebutuhan dalam mendukung pelaksanaan program.

Staf juga menyampaikan pengalaman mereka dalam menjalankan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan dan karakter bangsa. Informasi tersebut menjadi bahan bagi Amirullah untuk memahami kondisi lapangan dan pekerjaan yang telah berjalan.

Pembahasan rapat tidak hanya berfokus pada evaluasi kegiatan sebelumnya. Sejumlah persoalan dan tantangan dalam pelaksanaan program turut dibicarakan untuk mencari langkah yang dapat dilakukan secara bersama.

Setiap staf diberi ruang untuk menyampaikan masukan. Masukan tersebut mencakup evaluasi kegiatan, kebutuhan koordinasi, pola kerja serta peluang pengembangan program yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Bombana.

Amirullah mendorong staf untuk tidak hanya mempertahankan kegiatan yang sudah berjalan, tetapi juga melihat peluang pengembangan program. Menurutnya, pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan dan karakter bangsa perlu mengikuti perkembangan sosial masyarakat.

“Kita tidak hanya berbicara tentang apa yang sudah dilakukan, tetapi juga bagaimana kita melihat peluang ke depan. Mari kita identifikasi potensi kegiatan yang bisa kita kembangkan dan tentunya tetap sesuai dengan tugas dan fungsi bidang kita,” katanya.

Ia menilai komunikasi internal menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan tugas. Setiap persoalan yang muncul dapat lebih cepat ditangani apabila dibahas melalui koordinasi yang terbuka antara pimpinan dan staf.

Rapat koordinasi awal juga menjadi kesempatan bagi Amirullah untuk mendengar langsung pengalaman para staf yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan program. Dengan mendengar kondisi dari pelaksana, ia dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi bidang tersebut.

Menurutnya, pengalaman staf merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas. Karena itu, setiap masukan akan menjadi bahan dalam menentukan langkah dan pengembangan program ke depan.

Pergantian pimpinan di tingkat bidang diharapkan tidak mengganggu kesinambungan program yang telah berjalan. Sebaliknya, pergantian tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperkuat pelaksanaan kegiatan.

Program yang telah berjalan dengan baik akan menjadi bagian yang perlu dipertahankan. Sementara kegiatan yang masih memiliki kekurangan dapat dievaluasi dan diperbaiki melalui pembahasan bersama.

Pendekatan tersebut dinilai penting untuk memastikan proses kerja tetap berjalan meskipun terjadi perubahan pejabat. Pengalaman pejabat sebelumnya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pimpinan baru dalam melanjutkan tugas.

Amirullah juga menekankan pentingnya membangun suasana kerja yang terbuka. Menurutnya, setiap staf perlu memiliki ruang untuk menyampaikan pendapat, terutama ketika menemukan persoalan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Dengan komunikasi yang baik, pembagian tugas dapat berjalan lebih jelas. Koordinasi juga dapat membantu setiap anggota tim memahami tanggung jawab masing-masing dan memberikan kontribusi sesuai tugas yang diemban.

Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa memiliki tugas yang berkaitan dengan pembinaan nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Karena itu, pelaksanaan program membutuhkan koordinasi yang konsisten dan kemampuan menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan sosial.

Pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan juga membutuhkan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan diharapkan tidak hanya bersifat rutin, tetapi mampu memberikan pemahaman dan manfaat yang relevan bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Amirullah mendorong agar potensi kegiatan yang dapat memperkuat nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan karakter bangsa terus diidentifikasi. Pengembangan kegiatan tetap diarahkan sesuai dengan tugas dan fungsi bidang.

Rapat koordinasi yang digelar setelah pisah sambut menjadi langkah awal bagi Amirullah untuk memetakan berbagai kebutuhan tersebut. Ia mulai mendengar kondisi internal sekaligus menghimpun masukan dari staf yang memiliki pengalaman langsung dalam pelaksanaan program.

Pergantian kepemimpinan juga menjadi momentum untuk memperkuat kembali kerja tim. Hubungan kerja yang telah terbangun diharapkan tetap dipertahankan, sementara pola koordinasi dapat dikembangkan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, pengalaman Hj. Suarni selama memimpin bidang tersebut menjadi bagian dari proses keberlanjutan pekerjaan. Program yang telah berjalan dapat dilanjutkan dan dikembangkan oleh pejabat baru bersama seluruh jajaran.

Amirullah berharap seluruh staf dapat bekerja dalam suasana yang saling mendukung. Ia menilai kerja bersama akan menjadi dasar penting dalam menjalankan amanah baru sekaligus mencapai target program bidang.

Dengan komunikasi yang terbuka, koordinasi yang terarah dan kerja sama yang kuat, Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kabupaten Bombana diharapkan dapat menjalankan tugas secara efektif.

Pergantian pejabat tersebut juga diharapkan membawa semangat baru dalam pelaksanaan program. Namun, semangat baru tetap berjalan beriringan dengan kesinambungan pekerjaan yang telah dibangun sebelumnya.

Bagi Suarni, berakhirnya tugas sebagai kepala bidang menjadi bagian dari perjalanan pengabdian dalam pemerintahan. Bagi Amirullah, pergantian tersebut menjadi awal untuk menjalankan tanggung jawab baru bersama jajaran staf.

Pisah sambut akhirnya tidak hanya menjadi tanda pergantian pejabat. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, menjaga kesinambungan program dan membangun pola kerja bersama dalam mendukung tugas Kesbangpol Kabupaten Bombana.

Dengan pengalaman yang telah berjalan dan gagasan baru dari pejabat yang kini memimpin, Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa diharapkan mampu terus memperkuat pembinaan nilai kebangsaan serta menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan daerah.




Enam Pejabat Baru Mulai Bertugas, Kesbangpol Bombana Perkuat Struktur Organisasi

Bombana, sultranet.com — Enam pejabat yang baru dilantik mulai menjalankan tugas di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana. Kehadiran mereka melengkapi sejumlah posisi strategis yang sebelumnya belum terisi dan diharapkan memperkuat koordinasi serta kinerja organisasi. Mereka mengikuti apel perdana bersama jajaran Kesbangpol yang dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, Ir. Husrifnah Rahim, ST., MM., Senin (28/9/2026).

Enam pejabat tersebut masing-masing menduduki jabatan Sekretaris Badan Kesbangpol, Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional, Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan, Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan, serta Kepala Subbagian Umum.

Pejabat yang mulai menjalankan tugas tersebut yakni Asdar, S.Sos., sebagai Sekretaris Badan Kesbangpol; Amirullah, S.STP., M.A.P., sebagai Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa; Arifuddin, S.Kom., sebagai Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional; Sarwana Amir, S.P., M.Si., sebagai Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan.

Selanjutnya Dian Hadiarni Z.Y., SE., MM., dipercaya sebagai Kepala Subbagian Perencanaan dan Keuangan, serta Arlinka Angraeni R., ST., M.M., sebagai Kepala Subbagian Umum.

Dalam apel tersebut, Husrifnah menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bergabung kepada enam pejabat baru. Ia meminta seluruh pejabat segera memahami tugas dan fungsi masing-masing agar dapat beradaptasi serta menjalankan tanggung jawab secara optimal.

“Selamat datang dan selamat bergabung di Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana. Dengan terisinya seluruh posisi kepala bidang, kita berharap koordinasi dan pelaksanaan tugas ke depan dapat semakin baik,” ujar Husrifnah.

Menurutnya, kelengkapan struktur organisasi harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, bukan sekadar memenuhi kebutuhan jabatan. Setiap pejabat, kata dia, memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing.

Husrifnah juga menjelaskan secara umum tugas dan fungsi setiap bidang kepada pejabat yang baru bergabung. Pemahaman tersebut dinilai penting agar setiap bidang dapat bekerja secara terarah sekaligus membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menjalankan program Kesbangpol.

Ia menekankan bahwa setiap bidang di lingkungan Kesbangpol memiliki tugas yang saling berkaitan. Karena itu, koordinasi antarpimpinan bidang dan sekretariat perlu terus diperkuat agar pelaksanaan tugas tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, misalnya, memiliki peran dalam memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan karakter masyarakat. Peran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Sementara itu, Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional memiliki tanggung jawab dalam mendukung upaya deteksi dan pencegahan dini terhadap berbagai potensi konflik maupun gangguan yang dapat memengaruhi stabilitas daerah.

Husrifnah meminta tugas tersebut dijalankan dengan membangun komunikasi yang baik serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, kewaspadaan dini tidak hanya berkaitan dengan penanganan persoalan setelah terjadi, tetapi juga bagaimana pemerintah dapat membaca potensi persoalan sejak awal.

“Setiap bidang memiliki peran masing-masing, tetapi semuanya saling berkaitan. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus terus dibangun agar setiap persoalan dapat diantisipasi dan ditangani dengan baik,” katanya.

Di bidang ketahanan ekonomi, sosial, budaya dan organisasi kemasyarakatan, koordinasi dengan berbagai unsur masyarakat juga menjadi perhatian. Kesbangpol memiliki peran dalam membangun komunikasi dengan organisasi kemasyarakatan serta mendukung terciptanya kehidupan sosial dan kemasyarakatan yang kondusif.

Menurut Husrifnah, keberadaan organisasi kemasyarakatan merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, komunikasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan perlu dijaga agar berbagai kegiatan dapat berjalan dalam suasana yang tertib dan konstruktif.

“Organisasi kemasyarakatan juga memiliki peran dalam kehidupan daerah. Karena itu, komunikasi dan koordinasi harus dibangun dengan baik sehingga setiap unsur dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain unsur bidang, Husrifnah menekankan pentingnya peran sekretariat dalam mendukung pelaksanaan seluruh kegiatan Kesbangpol. Sekretariat menjadi bagian yang menopang urusan administrasi, perencanaan, keuangan, kepegawaian, serta urusan umum.

Dengan dukungan sekretariat yang tertata, pelaksanaan program pada setiap bidang diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Perencanaan dan administrasi yang baik juga diperlukan agar kegiatan organisasi dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dan memiliki arah yang jelas.

Husrifnah meminta pejabat baru tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk beradaptasi. Ia berharap seluruh pejabat segera memahami lingkungan kerja, membangun komunikasi dengan jajaran, serta memetakan pekerjaan yang menjadi tanggung jawab masing-masing.

Ia juga mengingatkan agar jabatan yang diberikan tidak dipandang hanya sebagai posisi struktural. Jabatan, menurutnya, harus diikuti dengan tanggung jawab dan kinerja yang dapat dirasakan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

“Dengan kondisi organisasi yang sekarang sudah lengkap, mari kita bekerja lebih maksimal. Jangan hanya sekadar mengisi jabatan, tetapi harus mampu menunjukkan kinerja dan memberikan kontribusi nyata sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” tegas Husrifnah.

Ia mengajak seluruh jajaran Kesbangpol untuk menjaga kekompakan internal dan memperkuat kerja sama lintas bidang. Menurutnya, tantangan yang dihadapi Kesbangpol membutuhkan kerja bersama karena berkaitan dengan dinamika sosial, politik, keamanan, wawasan kebangsaan dan kehidupan organisasi kemasyarakatan.

Koordinasi internal juga dinilai penting agar informasi mengenai berbagai perkembangan di masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat. Dengan struktur organisasi yang lebih lengkap, setiap bidang diharapkan dapat menjalankan fungsi masing-masing secara lebih fokus.

Apel perdana tersebut sekaligus menjadi momentum bagi jajaran Kesbangpol untuk menyatukan langkah setelah enam pejabat baru mulai menjalankan tugas. Kehadiran pejabat baru diharapkan tidak hanya melengkapi struktur organisasi, tetapi juga membawa peningkatan dalam kualitas pelayanan dan pelaksanaan program.

Husrifnah berharap seluruh pejabat mampu bekerja dengan disiplin, bertanggung jawab, serta menjaga komunikasi dengan jajaran internal maupun pihak terkait di luar Kesbangpol. Ia menilai kekompakan dan koordinasi menjadi bagian penting dalam memastikan setiap tugas dapat dilaksanakan secara efektif.

Dengan semakin lengkapnya struktur organisasi, Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana diharapkan mampu meningkatkan perannya dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan daerah. Enam pejabat baru kini mulai menjalankan tanggung jawab masing-masing dengan harapan dapat memperkuat fungsi Kesbangpol dalam menjaga persatuan, meningkatkan kewaspadaan dini, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta mendukung kehidupan sosial dan politik yang kondusif di Kabupaten Bombana.




Kesbangpol Bombana Matangkan Persiapan Seleksi Paskibraka 2026

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) mulai mematangkan persiapan pelaksanaan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2026. Langkah ini dilakukan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, Husrifnah, guna memastikan proses seleksi berjalan transparan, objektif, dan berkualitas di Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, Rabu (18/2/2026).

Rapat persiapan tersebut dihadiri oleh sejumlah unsur yang akan terlibat dalam proses seleksi, di antaranya jajaran Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, perwakilan Kodim 1431/Bombana, perwakilan Polres Bombana, serta tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana. Sekitar 20 peserta hadir dalam kegiatan tersebut untuk membahas berbagai aspek teknis pelaksanaan seleksi.

Dalam arahannya, Kepala Badan Kesbangpol Bombana Husrifnah menekankan pentingnya perencanaan yang matang dalam pelaksanaan seleksi Paskibraka tahun ini. Ia menyampaikan bahwa meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak boleh mengurangi kualitas proses seleksi maupun standar penilaian yang telah ditetapkan secara nasional.

Menurutnya, seleksi Paskibraka tidak hanya sekadar memilih siswa yang memiliki kemampuan baris-berbaris yang baik, tetapi juga mencari generasi muda yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Pancasila.

“Efisiensi anggaran harus kita sikapi dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, tanpa mengurangi kualitas dan standar seleksi yang telah ditetapkan,” tegas Husrifnah.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas secara rinci teknis pelaksanaan seleksi Calon Paskibraka Kabupaten Bombana Tahun 2026. Salah satu poin yang ditegaskan adalah bahwa persyaratan tinggi badan bagi peserta seleksi tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak mengalami perubahan dari tahun-tahun sebelumnya.

Selain itu, rapat juga membahas tahapan seleksi yang akan dilalui para calon peserta. Proses seleksi akan dilakukan secara berjenjang dan meliputi beberapa tahapan utama, mulai dari seleksi administrasi hingga penilaian kepribadian peserta.

Tahapan pertama adalah seleksi administrasi untuk memastikan kelengkapan dokumen dan persyaratan dasar peserta. Setelah itu, peserta akan mengikuti seleksi pembinaan ideologi Pancasila yang mencakup materi Pancasila dan wawasan kebangsaan.

Tes tersebut mengacu pada Buku Teks Utama Pendidikan Pancasila Kelas X dan akan dilaksanakan secara daring melalui sistem yang disediakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selanjutnya, peserta juga akan mengikuti seleksi intelegensi umum yang dilaksanakan secara daring melalui platform resmi BPIP. Tahapan berikutnya adalah seleksi kesehatan yang meliputi pemeriksaan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku serta tes parade.

Selain itu, peserta juga akan mengikuti seleksi Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan kesamaptaan untuk menguji kemampuan fisik, kedisiplinan, serta kekompakan calon anggota Paskibraka.

Tahapan terakhir adalah seleksi kepribadian yang meliputi wawancara, penelusuran minat dan bakat, serta penelusuran rekam jejak peserta, termasuk aktivitas di media sosial.

Melalui rangkaian seleksi tersebut, pemerintah daerah berharap dapat menjaring putra-putri terbaik Kabupaten Bombana yang memiliki kemampuan, integritas, serta semangat nasionalisme yang tinggi.

Husrifnah juga menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi Calon Paskibraka tingkat Kabupaten Bombana direncanakan berlangsung setelah bulan suci Ramadan. Sebelum tahapan seleksi dimulai, pihak Kesbangpol akan terlebih dahulu melakukan sosialisasi ke berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Bombana.

Menurutnya, sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada para pelajar mengenai proses seleksi serta mendorong partisipasi siswa-siswi terbaik untuk mengikuti seleksi Paskibraka.

“Setelah kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah selesai, pengumuman resmi terkait jadwal dan mekanisme seleksi akan kami sampaikan melalui media sosial dan surat resmi kepada sekolah,” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap seluruh unsur yang terlibat dalam proses seleksi dapat bekerja sama secara optimal demi terselenggaranya seleksi Paskibraka yang profesional dan berintegritas.

Melalui proses seleksi yang transparan dan objektif, diharapkan akan lahir anggota Paskibraka terbaik yang siap mengemban tugas kehormatan pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia mendatang, sekaligus menjadi generasi muda yang mampu menanamkan semangat nasionalisme dan kebangsaan di tengah masyarakat.




Wabup Bombana Pimpin Apel Akbar ASN, Tekankan Disiplin Kerja Menjelang Ramadan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar apel akbar Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai upaya memperkuat kedisiplinan dan kinerja aparatur menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Apel yang diikuti ratusan ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah itu berlangsung di halaman Kantor Bupati Bombana, dan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, di Bombana, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut turut diikuti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana Ir. Husrifnah Rahim, ST., M.Si., bersama staf dan seluruh ASN lingkup Kesbangpol. Apel akbar ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen aparatur pemerintah dalam meningkatkan disiplin, etos kerja, serta kualitas pelayanan publik kepada masyarakat menjelang datangnya bulan Ramadan.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk menjadi contoh bagi masyarakat, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai pelayan publik.

Menurutnya, kedisiplinan dan integritas ASN harus tetap terjaga, terlebih pada saat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ia mengingatkan agar ibadah tidak dijadikan alasan untuk menurunkan semangat kerja atau mengabaikan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

“ASN harus tetap menunjukkan integritas dan semangat kerja selama bulan Ramadan. Disiplin waktu harus menjadi perhatian bersama,” tegas Ahmad Yani.

Wakil Bupati juga menyampaikan ketentuan jam kerja bagi ASN selama bulan Ramadan sebagai bagian dari penyesuaian aktivitas pemerintahan tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan bahwa pada hari Senin hingga Kamis, ASN mulai bekerja pukul 08.00 WITA dan pulang pukul 15.00 WITA. Sementara pada hari Jumat, jam kerja dimulai pukul 08.00 WITA dan berakhir pukul 15.30 WITA.

Penyesuaian jam kerja tersebut diharapkan tetap menjaga produktivitas kerja aparatur sekaligus memberikan ruang bagi ASN untuk menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk selama bulan suci Ramadan.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana Husrifnah Rahim menyampaikan bahwa seluruh jajaran Kesbangpol siap melaksanakan arahan pimpinan daerah dan berkomitmen menjaga kedisiplinan serta kinerja selama Ramadan.

Ia menilai apel akbar yang digelar pemerintah daerah tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh ASN agar tetap menjaga profesionalisme serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Momentum apel ini menjadi penguatan bagi seluruh ASN untuk tetap disiplin, menjaga etos kerja, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Husrifnah juga menegaskan bahwa ASN harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat, baik dalam menjalankan tugas pemerintahan maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Dengan dilaksanakannya apel akbar ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap seluruh ASN semakin memperkuat komitmen untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih baik di lingkungan pemerintahan daerah, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, pemerintah daerah mengajak seluruh ASN untuk menjadikan momentum tersebut sebagai sarana meningkatkan kualitas diri, baik dalam aspek spiritual maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai aparatur negara.




Kesbangpol Bombana Dampingi Staf Susun RHK dan SKP 2026 untuk Perkuat Kinerja ASN

Bombana, sultranet.com — Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana memfasilitasi seluruh staf dalam proses penyusunan Rencana Hasil Kerja (RHK) serta pengajuan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem penilaian kinerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan instansi tersebut. Pendampingan ini dilakukan guna memastikan setiap pegawai memahami mekanisme penyusunan target kerja secara tepat dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam sistem e-Kinerja. Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu minggu, mulai 26 hingga 30 Januari 2026.

Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kesbangpol Bombana, Sabril, S.Sos., M.AP., bersama Ahli Pertama Pranata Humas Kesbangpol Bombana, Nursia Sinaga, S.Sos. Keduanya memberikan bimbingan teknis sekaligus pendampingan kepada para staf dalam proses pengisian dokumen RHK dan pengajuan SKP yang kini dilakukan melalui sistem elektronik.

Seluruh staf Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana mengikuti kegiatan tersebut di bawah koordinasi Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes. Pendampingan dilakukan secara bertahap agar setiap pegawai dapat memahami langkah-langkah pengisian data, mulai dari penyusunan rencana kerja hingga penginputan ke dalam sistem e-Kinerja.

RHK merupakan dokumen penting yang memuat rencana hasil kerja yang harus dicapai oleh setiap pegawai dalam kurun waktu tertentu. Dokumen ini menjadi dasar dalam penyusunan SKP yang nantinya digunakan untuk menilai kinerja pegawai secara objektif, terukur, dan akuntabel.

Melalui kegiatan pendampingan ini, para staf diberikan pemahaman mengenai cara menyusun RHK yang selaras dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing jabatan. Selain itu, mereka juga dibimbing dalam proses penginputan data ke dalam sistem digital agar tidak terjadi kesalahan teknis dalam pengelolaan administrasi kinerja.

Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kesbangpol Bombana, Sabril, S.Sos., M.AP., mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kapasitas pegawai, khususnya dalam pengelolaan administrasi kinerja berbasis teknologi.

“Pendampingan ini kami lakukan agar seluruh staf dapat memahami secara menyeluruh bagaimana menyusun RHK dan mengajukan SKP dengan benar. Dengan pemahaman yang baik, ke depan diharapkan setiap pegawai mampu mengelola e-Kinerja secara mandiri,” kata Sabril.

Menurutnya, masih terdapat sebagian pegawai yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut dalam memahami sistem pengisian RHK dan SKP secara elektronik. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai pelatihan singkat, tetapi juga sebagai proses pembelajaran bersama yang memberikan ruang diskusi dan konsultasi bagi para pegawai.

Sabril menambahkan bahwa sistem e-Kinerja merupakan bagian dari transformasi birokrasi yang menuntut aparatur pemerintah untuk bekerja lebih transparan, terukur, dan profesional. Melalui sistem ini, capaian kerja pegawai dapat dipantau secara lebih objektif dan terintegrasi dengan sistem manajemen kinerja pemerintah daerah.

“Melalui pendampingan ini, diharapkan seluruh staf tidak hanya memahami penyusunan RHK dan SKP, tetapi juga mampu mengimplementasikannya secara berkelanjutan dalam sistem e-Kinerja,” ujarnya.

Selain memberikan pemahaman teknis, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya kerja yang lebih terencana dan berorientasi pada hasil. Dengan adanya perencanaan kerja yang jelas, setiap pegawai diharapkan mampu bekerja lebih efektif serta memiliki target kinerja yang terukur sepanjang tahun.

Di sisi lain, kegiatan ini juga mencerminkan komitmen Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bombana dalam meningkatkan kualitas sumber daya aparatur di lingkungan instansi pemerintah daerah. Peningkatan kapasitas pegawai dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Dengan pemahaman yang semakin baik mengenai sistem pengelolaan kinerja, Kesbangpol Bombana berharap seluruh pegawai dapat beradaptasi dengan tuntutan digitalisasi birokrasi serta mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.

Pendampingan pengisian RHK dan SKP ini juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem manajemen kinerja yang lebih efektif di lingkungan Kesbangpol Bombana, sehingga setiap program dan kegiatan yang dilaksanakan dapat berjalan secara terarah dan memberikan dampak nyata bagi pelayanan publik di daerah.




Kesbangpol Bombana Pantau Perkembangan Kebun OPD di Doule untuk Dukung Ketahanan Pangan

Bombana, sultranet.com — Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, Drs. Budiman, MM, bersama tiga orang staf melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan pengolahan kebun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kesbangpol Bombana yang berada di Kelurahan Doule, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan kebun berjalan optimal sekaligus melihat langsung kondisi pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Pemantauan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026.

Dalam kegiatan itu, Budiman dan jajaran staf meninjau sejumlah area kebun yang selama ini dimanfaatkan sebagai lahan produktif oleh OPD Kesbangpol. Peninjauan dilakukan dengan mengamati kondisi tanaman, pola perawatan, serta perkembangan pertumbuhan tanaman yang telah ditanam sejak beberapa waktu terakhir.

Kebun OPD Badan Kesbangpol Bombana sendiri ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura dan tanaman pangan yang relatif mudah dibudidayakan dan memiliki nilai manfaat bagi kebutuhan konsumsi sehari-hari. Beberapa tanaman yang tumbuh di lahan tersebut di antaranya ubi kayu, bawang merah, jagung, timun, kangkung, dan bayam.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah tanaman menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik. Tanaman ubi kayu, jagung, dan bawang merah terlihat tumbuh subur dengan kondisi daun yang hijau dan batang yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa proses pengolahan lahan serta perawatan tanaman yang dilakukan selama ini berjalan dengan cukup efektif.

Sekretaris Kesbangpol Bombana, Drs. Budiman, MM, mengatakan bahwa keberadaan kebun OPD tersebut bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan lahan secara produktif di lingkungan instansi pemerintah daerah.

“Kebun OPD ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara produktif di lingkungan kantor. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong di antara pegawai,” kata Budiman.

Ia menjelaskan, program kebun OPD juga menjadi sarana bagi para pegawai untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang bersifat produktif dan edukatif. Melalui kegiatan tersebut, para pegawai tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga dapat berkontribusi dalam kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kerja.

Menurut Budiman, keterlibatan pegawai dalam pengelolaan kebun turut menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran sederhana mengenai pengelolaan lahan dan budidaya tanaman pangan.

“Kami berharap kebun OPD ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat dikelola secara berkelanjutan. Dengan pemantauan rutin seperti ini, kita bisa mengetahui perkembangan tanaman sekaligus mengevaluasi jika ada hal yang perlu diperbaiki dalam pengelolaannya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan pengelolaan kebun OPD sangat bergantung pada konsistensi perawatan dan partisipasi aktif seluruh pegawai. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong agar kegiatan tersebut menjadi bagian dari budaya kerja yang positif di lingkungan Kesbangpol Bombana.

Selain memberikan manfaat dari sisi produktivitas lahan, kebun OPD juga dinilai mampu memperkuat semangat kebersamaan di antara pegawai. Aktivitas berkebun yang dilakukan bersama dapat menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis serta mempererat hubungan antarpegawai.

Di sisi lain, keberadaan kebun tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Meskipun skalanya tidak besar, langkah kecil seperti pemanfaatan lahan kosong untuk budidaya tanaman pangan dinilai memiliki nilai strategis dalam mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kemandirian pangan.

Melalui kegiatan pemantauan yang dilakukan secara berkala, Kesbangpol Bombana berharap pengelolaan kebun OPD dapat terus berkembang dan menghasilkan tanaman yang lebih optimal di masa mendatang. Dengan pengelolaan yang baik, kebun tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sederhana bagi lingkungan kerja lainnya dalam memanfaatkan lahan secara produktif dan berkelanjutan.




Empat PPPK Kesbangpol Bombana Terima SK Pengangkatan Usai Apel Akbar Ribuan PPPK

Bombana, sultranet.com— Empat Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Waktu (PPPK PW) yang ditempatkan di lingkungan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan sebagai aparatur pemerintah daerah. Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, sebagai bagian dari rangkaian pengangkatan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana. Penyerahan tersebut dilaksanakan setelah Apel Akbar PPPK yang digelar Pemerintah Kabupaten Bombana di Lapangan GOR Kabupaten Bombana pada Senin, 26 Januari 2026.

Usai mengikuti apel akbar bersama ribuan PPPK dari berbagai instansi pemerintah daerah, keempat PPPK yang ditempatkan di Kesbangpol Bombana menerima SK secara langsung di halaman Kantor Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana pada hari yang sama.

Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, menyerahkan secara simbolis dokumen pengangkatan tersebut kepada para pegawai yang baru bergabung di instansi tersebut. Penyerahan ini sekaligus menjadi penanda resmi dimulainya masa tugas mereka sebagai bagian dari aparatur pemerintah daerah di lingkungan Badan Kesbangpol.

Apel Akbar PPPK yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Bombana diikuti oleh ribuan pegawai dari berbagai angkatan, yakni PPPK angkatan 2022, 2023, 2024, 2025, dan 2026. Secara keseluruhan jumlah peserta apel mencapai 4.377 orang yang berasal dari berbagai sektor, mulai dari tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, hingga tenaga teknis yang ditempatkan di sejumlah organisasi perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, pemerintah daerah menegaskan pentingnya peran PPPK dalam memperkuat kinerja birokrasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Para PPPK yang telah menerima SK diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing dan menjalankan tugas secara profesional.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah PPPK dengan Perjanjian Kerja Waktu yang dinyatakan sebagai PPPK Angkatan 2026 di Kabupaten Bombana mencapai 2.106 orang. Mereka ditempatkan di berbagai organisasi perangkat daerah, dinas, sekolah, serta unit kerja lainnya sesuai kebutuhan pemerintah daerah.

Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya ditempatkan di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bombana untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi lembaga tersebut, khususnya dalam mendukung program-program pembinaan ideologi, wawasan kebangsaan, serta stabilitas politik di daerah.

Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, menyampaikan harapannya agar para PPPK yang baru menerima SK dapat menjalankan amanah yang diberikan dengan penuh tanggung jawab.

“Dengan diterimanya SK ini, kami berharap para PPPK dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional, disiplin, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kinerja instansi dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Sunandar.

Menurutnya, kehadiran PPPK di lingkungan Kesbangpol Bombana diharapkan dapat memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus membantu pelaksanaan berbagai program kerja yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan berbangsa dan bernegara di tingkat daerah.

Sunandar juga menekankan bahwa status sebagai aparatur pemerintah merupakan amanah yang harus dijaga dengan integritas dan komitmen kerja yang tinggi. Ia mengingatkan para pegawai baru agar mampu menjaga etika kerja serta mematuhi aturan yang berlaku dalam lingkungan birokrasi.

Selain itu, para PPPK juga diharapkan dapat terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan kerja agar mampu mengikuti perkembangan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Pengangkatan ribuan PPPK di Kabupaten Bombana sendiri menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sumber daya manusia aparatur serta meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan penambahan tenaga aparatur melalui skema PPPK, pemerintah daerah berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif, responsif, dan profesional.

Penyerahan SK kepada empat PPPK di lingkungan Badan Kesbangpol Bombana juga menjadi momentum penting bagi instansi tersebut dalam memperkuat struktur organisasi dan meningkatkan kinerja kelembagaan di masa mendatang.




Bupati Bombana Hadiri Rakornas Pembentukan Paskibraka 2026 untuk Perkuat Pembinaan Generasi Muda

Jakarta, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana dr. Sunandar, MM.Kes menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembentukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Forum nasional ini menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa nasionalis melalui program Paskibraka. Rakornas tersebut digelar di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Jakarta Barat, Kamis, 15 Januari 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah kepala daerah serta kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dari tingkat provinsi, kabupaten, dan kota di seluruh Indonesia. Pertemuan nasional ini menjadi forum strategis bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyatukan langkah dalam proses pembinaan serta pembentukan anggota Paskibraka yang akan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rakornas berlangsung sejak pukul 17.00 WIB hingga 22.30 WIB dengan rangkaian agenda yang membahas evaluasi pelaksanaan program sebelumnya sekaligus mempersiapkan tahapan pembentukan Paskibraka tahun 2026 secara nasional.

Kegiatan diawali dengan penayangan video dokumentasi pelaksanaan kegiatan Paskibraka Tahun 2025. Tayangan tersebut menjadi bahan refleksi dan evaluasi terhadap berbagai proses pembinaan yang telah dilakukan, termasuk capaian program serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan di berbagai daerah.

Selanjutnya, laporan pelaksanaan kegiatan disampaikan oleh Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Dalam laporan tersebut dijelaskan berbagai perkembangan program pembinaan Paskibraka yang selama ini menjadi bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.

Rapat koordinasi nasional ini secara resmi dibuka oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Drs. KH. Yudian Wahyudi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program Paskibraka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Paskibraka bukan sekadar kegiatan pengibaran bendera, tetapi merupakan bagian dari proses pembinaan generasi muda yang berkarakter Pancasila, disiplin, dan memiliki semangat kebangsaan,” kata Yudian Wahyudi dalam arahannya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan program pembinaan Paskibraka berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan kickoff pembentukan Paskibraka Tahun 2026. Momentum ini menandai dimulainya secara resmi tahapan persiapan program Paskibraka di seluruh Indonesia, mulai dari proses seleksi hingga pembinaan para calon anggota di tingkat daerah maupun nasional.

Agenda berikutnya adalah sesi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber dari pemerintah pusat. Para pembicara memaparkan berbagai kebijakan serta strategi yang akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program pembinaan Paskibraka di seluruh wilayah Indonesia.

Wakil Kepala BPIP RI Rima Agristina yang juga bertindak sebagai pengarah Program Paskibraka menjelaskan bahwa pembinaan Paskibraka merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai ideologi Pancasila kepada generasi muda.

Ia menegaskan bahwa para anggota Paskibraka tidak hanya dilatih secara fisik dan disiplin, tetapi juga dibekali pemahaman kebangsaan serta nilai-nilai kepemimpinan yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Selain itu, Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri turut memaparkan dukungan kebijakan terkait penganggaran dan pengelolaan program Paskibraka di daerah. Sementara Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri menjelaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menyukseskan pembinaan generasi muda melalui program tersebut.

Para narasumber menekankan bahwa keberhasilan program Paskibraka tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan peran aktif pemerintah daerah dalam melaksanakan proses seleksi dan pembinaan secara berkualitas.

Setelah sesi pemaparan panel, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan seluruh peserta Rakornas. Para kepala daerah dan jajaran Kesbangpol dari berbagai daerah memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta berbagi pengalaman terkait pelaksanaan pembinaan Paskibraka di wilayah masing-masing.

Bupati Bombana bersama jajaran Kesbangpol Kabupaten Bombana juga mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat program pembinaan generasi muda di daerah.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Bombana dalam Rakornas ini menunjukkan komitmen daerah dalam mendukung program Paskibraka sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda. Program ini dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai nasionalisme, disiplin, kepemimpinan, serta semangat kebangsaan kepada para pelajar.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, diharapkan program Paskibraka dapat terus berkembang dan menjadi wadah pembentukan generasi muda Indonesia yang tangguh, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai Pancasila dan persatuan bangsa.




Kesbangpol Bombana Gelar Apel Penghormatan Merah Putih

Bombana, sultranet.com, – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana kembali melaksanakan apel lengkap penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor yang diikuti seluruh ASN dan staf sebagai wujud kedisiplinan serta pembinaan karakter aparatur. Kegiatan berlangsung pada Senin pagi dan digelar pada 24 November 2025.

Dalam apel tersebut, Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs. Budiman, MM., bertindak sebagai pembina upacara. Ia menegaskan bahwa penguatan integritas dan loyalitas menjadi fondasi penting bagi setiap ASN dalam menghadapi tantangan pemerintahan maupun pelayanan publik yang semakin kompleks. “Apel penghormatan Merah Putih bukan hanya rutinitas, tetapi sarana membangun kedisiplinan, solidaritas, serta komitmen kebangsaan. Setiap ASN Kesbangpol harus menjadi contoh teladan dalam menjalankan tugas dan menjaga persatuan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Drs. Budiman juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat kebangsaan dan profesionalitas kerja. Menurutnya, kesadaran kolektif aparatur untuk memelihara nilai-nilai kebangsaan akan berdampak pada kualitas pelayanan dan stabilitas sosial di daerah. Ia menekankan bahwa ASN memiliki peran strategis dalam membina harmoni masyarakat, terutama di tengah meningkatnya dinamika sosial dan isu-isu kebangsaan.

Pelaksanaan tugas upacara kali ini sepenuhnya dipercayakan kepada Bidang Penanganan Konflik. Para petugas menjalankan beberapa peran sekaligus, meliputi pengibaran bendera, pemimpin upacara, pembaca Undang-Undang Dasar 1945, dan pengatur barisan. Seluruh rangkaian tugas dijalankan dengan tertib, rapi, dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan apel berjalan khidmat sejak awal hingga akhir. Barisan peserta tertata rapi, sementara prosesi penghormatan bendera berlangsung tanpa kendala. Para ASN menunjukkan sikap disiplin sebagai bentuk penghargaan terhadap simbol negara dan komitmen terhadap tugas pemerintahan.

Selain sebagai agenda seremonial, apel penghormatan Merah Putih menjadi bagian dari pembinaan internal yang rutin dilakukan Kesbangpol Bombana. Melalui kegiatan ini, institusi berupaya menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, menumbuhkan etos kerja, serta memperkuat karakter aparatur agar mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Kesbangpol menilai bahwa pembinaan mental dan kedisiplinan ASN sangat penting untuk menjaga stabilitas dan kualitas tata kelola pemerintahan di daerah.

Dengan pelaksanaan apel yang konsisten, Kesbangpol Bombana berharap seluruh ASN semakin memahami peran strategisnya dalam menjaga persatuan serta menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kepentingan publik. Disiplin dalam mengikuti apel diharapkan dapat tercermin dalam disiplin kerja sehari-hari, sehingga memberi dampak positif bagi pelayanan pemerintahan maupun kehidupan sosial masyarakat.




Kesbangpol Bombana Gelar Apel Penghormatan Merah Putih, Sunandar Tekankan Disiplin dan Nasionalisme

Bombana, sultranet.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana melaksanakan apel penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor setempat, Senin (27/10/2025). Kegiatan rutin yang digelar setiap hari Senin ini berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai Kesbangpol.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, yang bertindak sebagai pembina apel. Sementara itu, Budu dipercayakan sebagai pemimpin upacara. Sejumlah pejabat dan staf turut bertugas dalam pelaksanaan apel, di antaranya Azlina Febriani sebagai pembawa acara, Nursia Sinaga sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945, St. Amarwangi sebagai pembaca Korps Pegawai Republik Indonesia, serta Sudirman sebagai pembaca doa.

Dalam amanatnya, Sunandar menekankan bahwa apel penghormatan Bendera Merah Putih bukan hanya seremonial, melainkan wujud nyata disiplin dan nasionalisme aparatur sipil negara, terlebih bagi Kesbangpol yang menjadi garda depan menjaga ketertiban umum dan kehidupan berbangsa.
“Dengan sikap disiplin melaksanakan apel penghormatan Merah Putih, maka kita dapat merawat nasionalisme tetap terpatri dalam diri setiap ASN,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, ASN harus hadir sebagai teladan dalam menyebarkan konten positif.
“Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk merawat demokrasi dan menebarkan nilai-nilai positif. Mari kita isi media sosial dengan konten yang membangun, mencerdaskan, serta memperkuat persatuan bangsa,” kata Sunandar.

Kegiatan apel ini menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme harus hadir dalam tindakan sederhana dan konsisten, termasuk menghormati bendera negara setiap pekan. Selain memperkuat kedisiplinan, apel juga menjadi refleksi bagi pegawai Kesbangpol dalam meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan publik.

Sebagai OPD yang memiliki tugas strategis menjaga kehidupan berbangsa, Kesbangpol Bombana menempatkan edukasi kebangsaan dan pembinaan karakter ASN sebagai bagian dari kerja kelembagaan. Melalui apel rutin, nilai loyalitas, integritas, dan tanggung jawab terus ditegaskan agar selaras dengan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Apel yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini diakhiri dengan pembacaan doa dan penyampaian arahan internal kepada seluruh pegawai untuk memperkuat koordinasi tugas.