Forkopimda Bombana Gelar Rapat Bahas Potensi Konflik Sosial di Desa Analere

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Kecamatan Poleang Barat, Minggu (14/9/2025). Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, sebagai respon atas pertikaian di Desa Analere, Kecamatan Poleang Barat, yang dinilai berpotensi menimbulkan konflik sosial.

Rapat strategis tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, serta berbagai unsur Forkopimda. Hadir pula Pj Sekda Bombana, perwakilan anggota DPRD, Kapolres Bombana, Komandan Kodim 1431, Pasi Pidsus Kejaksaan Negeri, para asisten dan staf ahli bupati, Kadis Pertanian, Kadis Kominfo, Kepala BPN Bombana, Camat Poleang Barat, Camat Poleang, kepala desa dari Analere dan Babamolingku, serta tokoh masyarakat.

Dalam rapat tersebut, para peserta sepakat bahwa upaya pencegahan konflik harus dilakukan dengan mengedepankan dialog dan mediasi. Keterlibatan tokoh adat serta tokoh masyarakat juga ditekankan sebagai bagian penting dalam merawat keharmonisan sosial.

Bupati Bombana, Ir. Burhanuddin, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan membiarkan masalah di Desa Analere berkembang menjadi konflik yang lebih luas. “Kita harus duduk bersama, mendengarkan semua pihak, dan mencari solusi terbaik agar ketenangan warga bisa kembali terjaga,” ujar Burhanuddin di hadapan peserta rapat.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Bombana, dr. Sunandar. Ia menegaskan bahwa Kesbangpol akan terus memantau perkembangan situasi di Desa Analere dan memfasilitasi proses penyelesaian damai. “Kami berharap semua pihak menahan diri dan mengedepankan musyawarah. Kami akan fasilitasi proses ini agar tidak terjadi eskalasi yang bisa merugikan semua pihak,” ucapnya.

Rapat Forkopimda ini tidak hanya membahas penanganan konflik, tetapi juga menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Dengan adanya koordinasi yang solid, pemerintah berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi isu-isu yang bisa memecah persatuan.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, menambahkan bahwa peran tokoh masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga ketertiban di desa. Menurutnya, tokoh adat, pemuka agama, dan para pemuda harus ikut mengambil bagian dalam menjaga stabilitas sosial. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Semua elemen masyarakat harus terlibat agar suasana damai tetap terjaga,” katanya.

Kegiatan ini kemudian ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk mendukung langkah-langkah damai dalam penyelesaian pertikaian di Desa Analere. Forkopimda Bombana menegaskan tekad menjaga stabilitas daerah demi terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif bagi seluruh warga.

Dengan adanya forum ini, diharapkan masalah di Desa Analere dapat diselesaikan secara adil dan bermartabat, sehingga masyarakat bisa kembali hidup rukun tanpa bayang-bayang konflik.




Kesbangpol Bombana Meriahkan HUT RI ke-80 dengan Aneka Lomba Kebersamaan

Bombana, sultranet.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana menggelar berbagai perlombaan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Kesbangpol Bombana dan dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesbangpol, dr. Sunandar, MM.Kes, Senin (25/8/2025).

Rangkaian lomba yang diadakan tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga ditujukan untuk memperkuat kebersamaan antarpegawai dan masyarakat. Suasana meriah tampak sejak pagi ketika peserta mulai memadati area kegiatan.

Dalam sambutannya, Kepala Badan Kesbangpol, Sunandar, menyampaikan bahwa peringatan HUT RI harus menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga sekaligus mempererat hubungan sosial. “Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan dan mempererat silaturahmi dalam suasana yang penuh kegembiraan dan kebanggaan sebagai anak bangsa,” ujarnya.

Berbagai perlombaan tradisional menjadi daya tarik utama, mulai dari lomba pecahkan balon, rebut kursi, tarik tambang, lari karung, bola dangdut, hingga lomba pasangan balon. Setiap cabang lomba diikuti dengan penuh antusias. Tawa dan sorak dukungan terdengar sepanjang kegiatan, menciptakan atmosfer kompetisi yang hangat dan inklusif.

Tidak hanya ASN Kesbangpol yang berpartisipasi, tetapi juga masyarakat sekitar yang turut memeriahkan suasana. Kehadiran warga membuat lomba semakin hidup dan memperkuat interaksi antara aparatur pemerintah dan masyarakat.

Panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Kesbangpol Bombana untuk terus membangun semangat kebangsaan, gotong royong, dan kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui lomba-lomba sederhana yang penuh keceriaan, nilai persatuan kembali ditegaskan kepada seluruh peserta.

Dengan suksesnya penyelenggaraan perlombaan ini, Kesbangpol Bombana berharap semangat kemerdekaan terus tumbuh dalam diri masyarakat, sekaligus memperkuat harmonisasi sosial di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.




Bombana Luncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk Semarak HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bagian dari program nasional pembagian 10 juta bendera yang diinisiasi Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Peluncuran dipusatkan di Tugu Munajah dan ditandai pembagian bendera secara simbolik oleh Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, bersama Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, kepada perwakilan TNI/Polri dan masyarakat, Minggu (10/8/2025).

Gerakan tersebut tidak berhenti pada seremoni simbolik. Pj Sekda bersama Kepala Kesbangpol juga turun langsung membagikan bendera kepada warga yang melintas di kawasan Tugu Munajah. Aksi itu menjadi ajakan nyata agar masyarakat mengibarkan Merah Putih menjelang peringatan 17 Agustus.

Hingga saat ini, sekitar 3.300 bendera telah terkumpul dan sebagian besar telah didistribusikan. Pengumpulan dilakukan melalui sumbangan Organisasi Perangkat Daerah, kecamatan, serta sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bombana. Kesbangpol sebagai pelaksana teknis juga menyalurkan bendera secara langsung kepada masyarakat serta bekerja sama dengan TNI/Polri untuk meneruskan pembagian hingga ke pelosok desa melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Kesbangpol Bombana menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi panggilan kebangsaan. “Melalui gerakan ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan cinta tanah air, khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Bombana,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembagian bendera merupakan upaya memperluas partisipasi publik dalam menyemarakkan HUT ke-80 RI, sekaligus mempertegas identitas nasional di ruang-ruang domestik. Pemerintah daerah berharap warga ikut ambil bagian dengan memasang bendera Merah Putih di rumah, kantor, hingga lingkungan sekitar.

Gerakan ini juga dipandang sebagai simbol kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Bombana menekankan pentingnya persatuan di tengah masyarakat, sejalan dengan tema perayaan HUT RI ke-80 tahun ini. Dengan pembagian bendera yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah berharap momentum ini mempererat solidaritas sosial dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Kesbangpol memastikan pendistribusian bendera akan terus berlanjut hingga seluruh stok tersalurkan. Aparat kecamatan, sekolah, serta perangkat desa juga dilibatkan agar gerakan ini menjangkau seluruh wilayah secara merata. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk menindaklanjuti semangat ini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa.




Kesbangpol Bombana Rutin Perdengarkan Panca Prasetya Korpri

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat semangat nasionalisme dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana secara konsisten melaksanakan kegiatan mendengarkan pembacaan naskah Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) setiap hari Rabu. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs. Budiman, MM. (30/4)

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nomor B-32/KSN/S/TU.00/01/2025 tertanggal 20 Januari 2025. Surat edaran itu menginstruksikan pemutaran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya setiap Senin dan Kamis, pembacaan Naskah Pancasila setiap Selasa dan Jumat, serta mendengarkan Panca Prasetya Korpri setiap Rabu di seluruh instansi pemerintahan.

Menurut Budiman, kegiatan yang telah rutin digelar sejak awal Maret 2025 ini bukan sekadar seremonial semata. “Ini bukan hanya kegiatan simbolis. Ini adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan loyalitas ASN terhadap Pancasila dan UUD 1945,” ujar Budiman saat memberikan arahan kepada seluruh ASN di lingkup Badan Kesbangpol.

Dalam pelaksanaannya, para ASN berdiri dengan tertib layaknya upacara apel. Suasana berlangsung khidmat ketika naskah Panca Prasetya Korpri diperdengarkan. Semua peserta terlihat menyimak dengan penuh keseriusan, seolah menggenggam kembali semangat pengabdian yang menjadi inti dari nilai-nilai Korps Pegawai Republik Indonesia.

Budiman menegaskan bahwa pembacaan Panca Prasetya Korpri memiliki makna penting dalam membangun karakter ASN yang berintegritas dan memiliki etos kerja tinggi. Ia menekankan bahwa seluruh isi dari Panca Prasetya tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap tugas pelayanan publik yang dijalankan.

“Pelayanan publik yang cepat, tepat, dan mengutamakan kepentingan bangsa harus menjadi komitmen kita bersama. Salah satu bentuk pengamalan dari semangat itu adalah dengan disiplin hadir di kantor dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” kata Budiman dengan penuh semangat.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum dalam memperbaiki pola kerja dan meningkatkan profesionalisme. Baginya, loyalitas kepada bangsa dan negara tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam setiap lini pelayanan publik.

Budiman berharap, rutinitas ini dapat menjadi contoh yang baik bagi perangkat daerah lainnya. Dengan membudayakan kebiasaan mendengarkan dan menghayati Panca Prasetya Korpri, semangat pengabdian dan tanggung jawab ASN terhadap masyarakat dan negara akan terus terjaga dan berkembang.

“ASN harus menjadi teladan, baik dalam kedisiplinan, etika kerja, maupun dalam pelayanan. Mari kita jadikan Panca Prasetya Korpri sebagai cermin sikap dan perilaku kita dalam mengabdi,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari seluruh jajaran pegawai di lingkup Kesbangpol Bombana. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut mampu membangkitkan kembali semangat kolektif sebagai abdi negara dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Korps Pegawai Republik Indonesia.

Ke depan, Kesbangpol Bombana berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap aktivitas kelembagaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat melayani, mengabdi, dan mencintai tanah air harus senantiasa tertanam dalam hati setiap ASN.




Empat Pelajar Bombana Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Sultra

Bombana, sultranet.com – Empat siswa terbaik resmi terpilih mewakili Kabupaten Bombana untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumuman ini menandai berakhirnya rangkaian seleksi Paskibraka tingkat kabupaten yang digelar sejak 14 April dan ditutup pada Kamis, 17 April 2025.

Keempat pelajar tersebut adalah Rayn Samudera dari SMAN 14 Bombana dengan tinggi badan 177,5 cm, Dilan Ramadan dari SMAN 01 Bombana (174 cm), serta dua siswi dari SMAN 03 Bombana, yakni Marsha Desmarani dan Dwi Novianti Elsa yang masing-masing memiliki tinggi 168 cm.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, memimpin langsung penutupan seleksi yang berlangsung ketat dan objektif. Rangkaian tes meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, intelegensia umum, parade, PBB, kesamaptaan hingga kepribadian. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Saya berharap adik-adik yang terpilih bisa mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi seleksi tingkat provinsi. Masih ada waktu hingga awal Mei, gunakan itu untuk latihan dan belajar. Mari kita bawa nama baik Bombana ke tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Sunandar saat memberikan motivasi kepada siswa yang terpilih.

Ia juga mengajak seluruh panitia seleksi, khususnya dari unsur TNI dan Polri, untuk turut membimbing para siswa dalam proses pelatihan selanjutnya. Menanggapi hal itu, Sertu Amiruddin Abdul Majdid Way dari Kodim dan Aiptu Prana Dharma dari Polres Bombana menyatakan kesiapannya.

“Insya Allah kami siap melatih adik-adik ini, supaya secara pengetahuan, keterampilan, fisik, dan mental benar-benar siap bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lain,” ujar keduanya.

Dukungan juga datang dari Hj. Suarni, SP., MP selaku Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Bombana. Ia menegaskan bahwa keempat siswa tersebut memang layak melaju ke seleksi provinsi karena selama seleksi menunjukkan kemampuan dan semangat luar biasa. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pembinaan mental.

“Keempat siswa ini punya potensi besar, tapi tetap perlu bimbingan, khususnya dalam kesiapan mental menghadapi seleksi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain mengumumkan peserta yang lolos ke tingkat provinsi, Suarni juga menjelaskan bahwa pengumuman resmi untuk kelulusan calon Paskibraka tingkat Kabupaten Bombana masih menunggu hasil penginputan nilai. Total 76 siswa — terdiri dari 47 putra dan 29 putri — akan diumumkan setelah hasil seleksi tingkat provinsi selesai diumumkan.

Kegiatan seleksi tahun ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air. Melalui Paskibraka, nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini kepada pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Rangkaian seleksi Paskibraka ini juga menjadi ajang penjaringan talenta muda terbaik daerah, yang nantinya akan tampil di upacara kenegaraan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

Bombana berharap, tahun ini ada wakil yang berhasil lolos hingga tingkat nasional dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.