Burhanuddin Kukuhkan Pengurus KTNA dan PERHIPTANI Bombana 2025–2030

Bombana, Sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, M.Si resmi mengukuhkan kepengurusan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Kabupaten Bombana periode 2025–2030, dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Jumat (30/5/2025).

Sebanyak 90 anggota dari kedua organisasi itu diambil sumpahnya secara langsung oleh Burhanuddin, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah. Pengukuhan ini turut dihadiri oleh Ibu Bupati Bombana serta Ketua Badan Musyawarah Rakyat Pedesaan (BMRP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Burhanuddin menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja 100 hari pertama kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Ahmad Yani.

“Pembentukan kepengurusan ini merupakan langkah strategis sebagai bagian dari program 100 hari kerja kami, yang juga merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman krisis pangan global,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa KTNA dan PERHIPTANI harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Bombana, dengan mendorong partisipasi aktif masyarakat.

“Saya harap agar Bombana mempunyai daya saing berbasis agrotkulturalisasi, sehingga daerah ini mampu memaksimalkan potensi sumber daya pertanian dan perikanan demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya di hadapan para tamu undangan dan peserta pengukuhan.

Penguatan lembaga tani dan penyuluh pertanian ini, menurut Burhanuddin, menjadi fondasi penting untuk mewujudkan sistem pertanian dan perikanan yang berkelanjutan. Ia pun menekankan pentingnya sinergi antara para pelaku utama sektor tersebut agar tujuan pembangunan daerah dapat tercapai secara merata dan inklusif.

“Saya mengimbau kepada para penyuluh pertanian, KTNA, dan PERHIPTANI agar dapat saling bekerja sama, turun langsung ke lapangan, dan bersama-sama mendorong kemajuan sumber daya alam, khususnya di bidang pertanian dan perikanan di Kabupaten Bombana,” ucap Burhanuddin menutup sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan sektor pertanian juga menyampaikan apresiasi terhadap perhatian serius pemerintah daerah terhadap petani dan nelayan lokal. Langkah ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen untuk menjadikan sektor pangan sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati Bombana secara langsung dalam proses pengukuhan ini juga disebut menjadi simbol kuatnya dukungan pemerintah terhadap peran penting para penyuluh dan pelaku utama dalam rantai produksi pangan di daerah.

KTNA dan PERHIPTANI Kabupaten Bombana selama ini dikenal aktif menginisiasi pelatihan, pendampingan, serta peningkatan kapasitas bagi petani dan nelayan. Dengan struktur organisasi baru yang lebih segar dan solid, diharapkan dua lembaga ini dapat menjawab tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan periode 2025–2030, diharapkan pula adanya pembaruan pendekatan dalam pengembangan pertanian dan perikanan, termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna dan pola budidaya yang ramah lingkungan.

Selain sebagai momentum konsolidasi kelembagaan, pengukuhan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas sektor dalam membangun sektor pertanian dan perikanan di Bombana yang lebih maju dan mandiri.




Pemkab Bombana Dukung Swasembada Pangan Lewat Panen Raya Jagung di Lantari Jaya

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program swasembada pangan daerah. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda), dr. H. Sunandar, M.M.Kes, dalam kegiatan Panen Raya Jagung yang digelar di Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya, Rabu (14/5/2025).

Acara yang diinisiasi oleh Polres Bombana ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan berbasis kemitraan dengan kelompok tani setempat. Kegiatan ini menjadi penanda keberhasilan kerja sama yang sinergis antara aparat kepolisian dan para petani dalam membangun ketahanan pangan di wilayah Bombana.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Sunandar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif Polres Bombana yang turut aktif mendukung pembangunan sektor pertanian di luar tugas utamanya dalam menjaga keamanan.

“Pada kesempatan ini, saya mewakili Pemerintah Kabupaten Bombana mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan seluruh jajaran yang telah membimbing dan membina kelompok tani hingga kita dapat melaksanakan panen raya. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkesinambungan dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” ujar Sunandar.

Ia menekankan bahwa sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memiliki peran strategis dalam mendukung kebutuhan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan pedesaan. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui penyediaan sarana produksi pertanian, pembinaan terhadap petani, serta membuka akses pasar yang lebih luas untuk hasil pertanian.

Panen raya ini merupakan puncak dari program penanaman jagung hasil kolaborasi antara Polres Bombana dan kelompok tani binaan. Program tersebut telah melalui proses pendampingan sejak masa tanam hingga masa panen. Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.I.K., M.I.K., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Lantari Jaya, kepala desa, para penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan warga Desa Lomba Kasih.

Suasana panen berlangsung semarak dan penuh antusias. Kegiatan panen dilakukan secara simbolis oleh Pj. Sekda Bombana dan Kapolres Bombana bersama sejumlah petani. Momen tersebut menjadi gambaran kuatnya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

Kapolres Bombana, AKBP Wisnu Hadi, mengatakan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan salah satu wujud nyata peran Polri dalam membantu masyarakat, terutama di sektor pertanian. “Kami ingin menunjukkan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk membantu peningkatan kesejahteraan mereka,” ucap Wisnu.

Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini bisa terus ditingkatkan dan menjadi model kerja sama antara institusi dan masyarakat di bidang lain, utamanya yang menyentuh langsung kebutuhan dasar warga.

Masyarakat dan petani Desa Lomba Kasih mengaku senang dengan hasil panen jagung yang memuaskan. Mereka merasa diperhatikan dan didukung, baik oleh pemerintah daerah maupun Polres Bombana, yang terlibat langsung sejak proses awal penanaman.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan selama ini. Kami berharap program ini terus berlanjut agar petani di desa kami semakin semangat,” ujar salah seorang petani yang ikut hadir dalam panen raya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam menggerakkan petani dan masyarakat Bombana untuk lebih giat dalam mengelola sektor pertanian. Pemerintah Kabupaten Bombana menegaskan akan terus mengawal program-program pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai bentuk nyata dari pembangunan inklusif dan berkelanjutan.




Bombana Jalin Kerjasama dengan IPB untuk Perkuat Lumbung Pangan Daerah

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menjajaki kerjasama strategis dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam rangka memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan Lumbung Pangan Daerah. Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan rapat virtual yang diikuti langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si pada Kamis, 8 Mei 2025, dari Kantor Penghubung Pemda Bombana di Kota Kendari.

Rapat yang berlangsung melalui Zoom ini merupakan tindak lanjut dari surat resmi yang disampaikan Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB kepada Pemkab Bombana. Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah pihak penting, mulai dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Bombana hingga para pakar dari IPB.

Fokus utama rapat ini adalah menyusun langkah awal kolaborasi dalam pengembangan sistem ketahanan pangan berbasis riset dan teknologi. Pemerintah Kabupaten Bombana menilai, kemitraan ini bukan hanya bentuk sinergi institusional, tetapi juga upaya menjawab tantangan nyata yang dihadapi sektor pertanian dan pangan daerah.

“Kerjasama ini sangat penting bagi kami. Ini adalah langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan berbasis pengetahuan dan teknologi. IPB memiliki kapasitas riset yang luar biasa dan kami ingin menjadikan itu sebagai fondasi untuk mendorong produktivitas pangan di Bombana,” kata Bupati Burhanuddin saat memimpin rapat secara daring.

Bupati menegaskan bahwa kemitraan ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam program unggulan “Satu Desa Satu Produk” yang menjadi prioritas kepemimpinannya. Ia meyakini, melalui pendekatan ilmiah dan teknologi, potensi Sumber Daya Alam (SDA) di Bombana dapat dikelola secara berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa Bombana tidak lagi hanya mengandalkan SDA, tapi juga memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan hasil pertanian dan memastikan ketahanan pangan jangka panjang,” ujarnya.

Rapat tersebut juga menjadi forum pertukaran gagasan antara Pemda Bombana dan IPB, khususnya terkait pemanfaatan inovasi pertanian, pengelolaan sumber pangan lokal, dan strategi peningkatan kapasitas petani. IPB sendiri menyampaikan komitmennya untuk mendampingi Bombana dalam menyusun roadmap Lumbung Pangan Daerah yang terukur, efisien, dan berorientasi jangka panjang.

Menurut Bupati Burhanuddin, upaya ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan sistem pengelolaan pangan yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar. Dengan pendekatan ilmiah yang tepat, Pemkab Bombana berharap bisa mendorong sektor pertanian menjadi lebih modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

“Lumbung pangan bukan sekadar gudang, tapi sistem yang mencakup produksi, distribusi, dan keberlanjutan. Kami ingin menjadikan Bombana sebagai contoh daerah yang mampu berdikari dalam pemenuhan kebutuhan pangannya,” ujarnya.

Dalam jangka panjang, kerjasama ini juga diharapkan dapat membuka peluang baru bagi masyarakat, seperti terbukanya lapangan kerja, peningkatan kapasitas petani lokal, dan penguatan ekonomi desa. Pemda Bombana berkomitmen untuk terus mendukung proses ini dengan langkah-langkah konkret, termasuk penganggaran, pendampingan teknis, dan sinergi antarinstansi.

Kemitraan ini dinilai sebagai babak baru pembangunan pangan daerah, yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Pemkab Bombana optimistis, dengan dukungan IPB, sektor pertanian di daerah ini akan mengalami transformasi yang signifikan dalam waktu dekat.




Bupati Bombana Pimpin Panen Raya, Soroti Rendahnya Kehadiran Kepala Desa

BOMBANA, sultranet.com – Hamparan sawah di Dusun Lababu, Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, menjadi saksi semaraknya Panen Raya Perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, pada Minggu, 20 April 2025.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni pertanian, tetapi juga momentum penting untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap peningkatan ketahanan pangan dan pemberdayaan petani lokal. Namun, suasana kebersamaan itu sedikit terusik oleh rendahnya kehadiran para kepala desa setempat. Dari sembilan kepala desa yang dijadwalkan hadir, hanya empat yang tampak di lokasi.

“Saya cukup kecewa karena dari sembilan kepala desa, hanya empat yang hadir. Ini bukan soal absen dari acara, tapi menyangkut kesadaran moral dan tanggung jawab terhadap masyarakat,” tegas Bupati Burhanuddin saat memberikan sambutan.

Menurutnya, kehadiran kepala desa dalam kegiatan seperti ini merupakan bentuk kepedulian dan penguatan peran sebagai pelayan publik. “Kita ini pelayan rakyat. Kalau kepala desa saja tidak mau hadir, bagaimana mereka bisa jadi jembatan antara pemerintah dan rakyatnya?” ujarnya lagi dengan nada serius.

Acara panen raya turut dihadiri oleh Sekda Bombana dr. H. Sunandar, M.M.Kes., Ketua DPRD, jajaran OPD, unsur Forkopimda, kelompok tani Matiro Bulu, serta tokoh masyarakat setempat. Bupati dan Wakil Bupati terlihat berbaur dengan masyarakat, menyapa para petani, serta meninjau langsung hasil panen.

Bagi para petani, kehadiran kepala daerah merupakan bentuk perhatian nyata yang membangkitkan semangat. Ketua Kelompok Tani Matiro Bulu, Pak Darwis, menyampaikan rasa harunya atas kunjungan tersebut, sembari berharap perhatian itu berlanjut dalam bentuk bantuan nyata.

“Sejak 2017 kami belum pernah menerima bantuan alat pertanian. Kami sangat berharap dengan kepemimpinan baru ini, bantuan seperti alsintan bisa segera disalurkan. Panen ini bukan hanya tentang hasil, tapi juga bagaimana petani merasa dihargai,” ucapnya penuh harap.

Panen raya ini juga menjadi ruang komunikasi dua arah antara petani dan pemerintah. Warga menyampaikan langsung kebutuhan akan bibit unggul, teknologi pertanian, dan akses pasar. Menanggapi hal itu, Bupati Burhanuddin menyerahkan secara simbolis bantuan bibit unggul, sekaligus menginstruksikan OPD teknis untuk menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Bombana, Sarif, S.H., dalam kesempatan itu memberikan apresiasi kepada Kelompok Tani Matiro Bulu. Ia menyebut bahwa saat ini Kabupaten Bombana memiliki ±13.000 hektare lahan produksi pertanian, dan pemerintah berencana membuka sekitar ±750 hektare sawah baru sebagai bagian dari program prioritas daerah.

“Saya bangga dengan capaian para petani kita. Program pembukaan sawah baru adalah bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian. Ini juga bagian dari visi ketahanan pangan yang terus kami dorong,” kata Sarif.

Acara ditutup dengan dialog santai antara Bupati dan warga, yang memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika seluruh elemen pemerintah, termasuk pemerintah desa, menjalankan perannya secara maksimal.

Panen Raya Perdana di Lababu menjadi bukti nyata bahwa kerja keras petani patut dirayakan dan didukung dengan kebijakan konkret. Di sisi lain, rendahnya partisipasi kepala desa menjadi catatan penting akan pentingnya kesadaran kolektif dalam pelayanan publik. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap semangat kolaboratif ini terus dijaga demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan masyarakat.




Bombana Dorong Sinergi Program Pangan Lewat Rakortekrenbang Sultra 2025

Baubau, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam pembangunan ketahanan pangan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Palagi Mata, Kantor Wali Kota Baubau, pada 12 April 2025, dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.

Dalam forum strategis ini, Kepala Sub Bagian Perencanaan Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Herni, S.IP., menjadi salah satu peserta yang aktif memberikan masukan. Ia menekankan pentingnya integrasi program ketahanan pangan daerah dengan prioritas pembangunan di tingkat provinsi dan nasional, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.

“Partisipasi aktif dalam Rakortekrenbang ini sangat penting untuk memastikan bahwa program ketahanan pangan di Kabupaten Bombana dapat selaras dengan perencanaan pembangunan di tingkat provinsi, sehingga upaya kita menjadi lebih efektif dan terintegrasi,” ujar Herni di sela-sela kegiatan.

Rakortekrenbang Sultra 2025 digelar sebagai upaya membangun sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dalam menentukan arah kebijakan pembangunan, termasuk program prioritas yang akan didorong bersama pada tahun mendatang.

Forum ini membahas berbagai sektor strategis, salah satunya adalah ketahanan pangan yang kini menjadi perhatian besar di tengah ancaman krisis iklim, ketersediaan lahan, dan fluktuasi harga bahan pangan. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui perwakilannya mendorong agar isu pangan tidak hanya dilihat sebagai persoalan lokal, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

Herni menjelaskan bahwa tantangan ketahanan pangan di Bombana sangat kompleks. Selain keterbatasan lahan produktif di beberapa kecamatan, faktor cuaca ekstrem dan distribusi hasil pertanian yang belum merata turut memengaruhi kestabilan pasokan pangan. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor dan dukungan dari pemerintah provinsi sangat dibutuhkan.

“Melalui forum ini, kita bisa menyampaikan aspirasi daerah dan memastikan bahwa kebutuhan dan kondisi riil di lapangan dapat menjadi pertimbangan dalam perumusan program pembangunan,” ujarnya.

Rakortekrenbang Sultra 2025 juga menekankan pentingnya pendekatan perencanaan yang inklusif dan berbasis data. Pemerintah daerah didorong untuk memperkuat sistem informasi pembangunan dan meningkatkan kapasitas SDM perencana agar mampu merespons dinamika pembangunan yang semakin kompleks.

Dalam forum tersebut, seluruh perwakilan kabupaten/kota diminta mempresentasikan isu strategis di daerah masing-masing, termasuk capaian, kendala, serta rencana intervensi yang akan dilakukan. Hasil dari Rakortekrenbang ini nantinya akan menjadi acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap Rakortekrenbang ini dapat menjadi jembatan koordinasi yang efektif untuk mewujudkan pembangunan yang responsif, partisipatif, dan berkelanjutan. Termasuk di dalamnya adalah penguatan sektor pangan sebagai fondasi kemandirian ekonomi daerah.

Dengan keterlibatan aktif perangkat daerah seperti dari Kabupaten Bombana, Rakortekrenbang tidak hanya menjadi forum seremonial, tetapi juga ruang aktualisasi ide, evaluasi program, dan perencanaan konkret menuju Sultra yang lebih tangguh dan mandiri secara pangan.




Jelang Idul Fitri, Pemprov Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna menstabilkan pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Lig, bersama Ny. Ratna Lada Hugua di Pelataran Eks MTQ Kendari, Rabu (19/03/2025).

GPM dilaksanakan serentak di 17 kabupaten/kota se-Sultra dan disiarkan langsung dari 22 titik melalui Stasiun TVRI Pusat Senayan serta 21 Stasiun TVRI Daerah. Hadir dalam kegiatan ini Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional RI, Maino Dwi Hartono, S.T.P., M.P., Forkopimda Provinsi Sultra, perwakilan Bank Indonesia Sultra, Kepala BPS, Pimpinan Wilayah Bulog, serta para kepala OPD lingkup Pemprov Sultra dan kabupaten/kota secara daring. Selain itu, hadir pula perwakilan Tim Penggerak PKK, DWP Provinsi Sultra, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sultra, distributor pangan, serta masyarakat umum.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ir. Ari Sismanto, menyatakan bahwa GPM menjadi bagian dari aksi 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur ASR-Hugua. “Tujuan utama program ini adalah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. Harga yang ditawarkan lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Berdasarkan data inflasi Sultra per Februari 2025, tercatat inflasi sebesar 0,22% Year on Year (YoY), lebih rendah dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 0,38%. Empat titik pengukuran inflasi menunjukkan variasi angka, yakni Kota Kendari (0,06% YoY), Kota Baubau (0,08% YoY), Kabupaten Konawe (-1,54% YoY), dan Kabupaten Kolaka (0,16% YoY). Angka ini masih di bawah rata-rata nasional yang mencapai 0,76% YoY.

Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional RI, Maino Dwi Hartono, menegaskan bahwa GPM adalah langkah strategis nasional dalam menjaga ketersediaan pangan dan menekan fluktuasi harga. “Secara nasional, ada sekitar 1.600 titik pelaksanaan GPM di berbagai daerah. Sulawesi Tenggara sendiri telah melaksanakan GPM sebanyak 66 kali dalam berbagai kesempatan. Selain itu, operasi pangan murah juga digelar di seluruh kantor pos di Indonesia, termasuk 49 titik di Sultra, sejak 24 Februari hingga 29 Maret 2025,” katanya.

Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Lig, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. “Gerakan Pangan Murah adalah wujud kepedulian pemerintah dalam memastikan bahan pangan berkualitas tersedia dengan harga terjangkau, terutama menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Saya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan penimbunan bahan pangan,” ujarnya.

Hugua juga memastikan bahwa ketersediaan pangan di Sultra dalam kondisi aman. “Saat ini stok pangan cukup untuk tiga bulan ke depan. Panen raya akan berlangsung pada April-Mei, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga. Saya juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam komoditas pangan bernilai ekonomi guna mendukung ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

GPM di Sultra berlangsung selama lima hari, mulai 19 hingga 23 Maret 2025. Program ini berkolaborasi dengan Bank Indonesia, Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Dinas Perkebunan dan Hortikultura, serta Dinas ESDM yang turut menjual gas elpiji 3 kg dengan harga terjangkau. Selain itu, Bank Indonesia juga menghadirkan layanan penukaran uang rupiah untuk mendukung kesiapan masyarakat menyambut Idul Fitri.

Kegiatan ini ditutup dengan pemantauan kesiapan GPM di 17 kabupaten/kota secara virtual oleh Wakil Gubernur Sultra, serta peninjauan langsung lokasi GPM di Kendari. Diharapkan dengan adanya program ini, masyarakat Sultra dapat menikmati bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau serta turut menjaga stabilitas ekonomi daerah.




Harga Terjangkau, Sultra Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Idulfitri

Kendari, SultraNet.com – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri 2025, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini dibuka resmi oleh Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, M.Lig, bersama Ny. Ratna Lada Hugua di Pelataran Eks MTQ Kendari, Rabu, 19 Maret 2025.

GPM digelar serentak di 17 kabupaten/kota se-Sultra dan disiarkan langsung dari 22 titik di TVRI Pusat serta 21 stasiun TVRI daerah. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat umum. Hadir secara langsung maupun daring antara lain Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional RI, Maino Dwi Hartono, S.T.P., M.P., Forkopimda Sultra, perwakilan Bank Indonesia, Kepala BPS, Pimpinan Wilayah Bulog, serta kepala OPD di lingkup Pemprov Sultra dan kabupaten/kota.

“Gerakan ini merupakan bagian dari aksi 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur ASR-Hugua. Kami ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah terkendali dengan menyediakan bahan pokok di bawah harga pasar,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sultra, Ir. Ari Sismanto.

Program ini dinilai tepat sasaran. Data inflasi per Februari 2025 menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi Sultra tercatat sebesar 0,22% secara tahunan (YoY), lebih rendah dari Januari 2025 yang sebesar 0,38%. Kota Kendari mencatat inflasi 0,06% YoY, Baubau 0,08%, Kolaka 0,16%, dan bahkan deflasi sebesar -1,54% di Kabupaten Konawe. Seluruh angka ini lebih baik dari rata-rata inflasi nasional yang berada di angka 0,76% YoY.

Maino Dwi Hartono dari Badan Pangan Nasional menyampaikan bahwa GPM adalah bagian dari strategi nasional pengendalian harga dan pasokan pangan. “Secara nasional, GPM telah dilaksanakan di sekitar 1.600 titik. Di Sultra sendiri, kegiatan ini sudah digelar sebanyak 66 kali. Bahkan, sejak 24 Februari hingga 29 Maret 2025, operasi pangan murah juga dilakukan melalui 49 titik kantor pos di Sultra,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ir. Hugua menegaskan pentingnya sinergi antar pihak dalam menjaga ketahanan pangan. “Saya apresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. GPM adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menjaga kesejahteraan rakyat, terlebih menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi borong atau penimbunan bahan pokok. “Stok pangan kita aman dan cukup hingga tiga bulan ke depan. Panen raya akan berlangsung pada April hingga Mei. Mari manfaatkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam komoditas pangan bernilai ekonomi,” tambah Hugua.

GPM di Sultra berlangsung selama lima hari, dari 19 hingga 23 Maret 2025. Selain menjual bahan pangan dengan harga murah, kegiatan ini juga menggandeng berbagai instansi, termasuk Dinas ESDM yang menyediakan gas elpiji 3 kg dengan harga terjangkau, serta Bank Indonesia yang menyediakan layanan penukaran uang rupiah menjelang Idulfitri.

Kegiatan ditutup dengan pemantauan virtual oleh Wakil Gubernur terhadap pelaksanaan GPM di 17 kabupaten/kota, serta kunjungan langsung ke lokasi GPM di Kota Kendari. Melalui program ini, pemerintah berharap kestabilan harga dapat terjaga dan masyarakat bisa menyambut hari raya dengan tenang dan penuh suka cita.




Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara Safari Ramadan, Ajak Warga Perkuat Silaturahmi dan Ketahanan Pangan

Lasusua, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara memulai rangkaian Safari Ramadan 1446 H di Kecamatan Ngapa. Kegiatan ini menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dengan masyarakat sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun daerah pasca-Pilkada.

Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, MH, mengawali Safari Ramadan di Masjid Raya Nurfalah, Desa Beringin, Selasa (11/03/2025). Dalam kesempatan ini, ia mengajak masyarakat untuk kembali bersatu setelah perhelatan Pilkada serentak yang telah usai.

“Kita baru saja bersama-sama melaksanakan Pilkada. Saya bersama H. Jumarding telah diberi amanah sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara. Riak-riak demokrasi yang terjadi kemarin telah berlalu. Sekarang mari kita bahu-membahu untuk membangun daerah ini,” ujar Bupati Nur Rahman Umar.

Ia juga menekankan pentingnya ketahanan pangan di Kolaka Utara sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ke depan, termasuk sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tumpuan utama ekonomi daerah.

“Ketahanan pangan harus menjadi perhatian kita bersama. Kita harus memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap stabil, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terjaga,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE, juga melaksanakan Safari Ramadan di lokasi terpisah, yakni di Masjid Nurul Yaqin, Kelurahan Lapai. Kedatangannya mendapat sambutan hangat dari warga setempat yang antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Safari Ramadan ini tidak hanya diisi dengan tausiyah keagamaan, tetapi juga menjadi ajang bagi pemerintah daerah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung. Sejumlah warga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan harapan dan masukan terkait pembangunan di Kolaka Utara.

Di akhir kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati Kolaka Utara berharap momentum Ramadan dapat menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.




Distan Bombana Dukung Percepatan Tanam di Sultra

Kendari, sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana turut mendukung percepatan luas tambah tanam (LTT) padi di Sulawesi Tenggara yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pertanian. Melalui perwakilan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Hasbi, SP., M.M., Distan Bombana mengikuti Rapat Koordinasi LTT Provinsi Sultra secara daring. Rapat ini berlangsung di Aula Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara dan dipimpin oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P. (27/2)

Dalam arahannya, Yudi Sastro menegaskan pentingnya percepatan tanam agar target luas tanam pada Februari dapat tercapai. “Segera lakukan percepatan perluasan areal tanam dan optimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Pastikan kebutuhan sarana produksi pertanian (saprodi) teridentifikasi dengan baik agar target di bulan Maret bisa terealisasi,” ujarnya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Dr. La Ode Muhammad Rusdin Jaya, melaporkan bahwa target luas tanam padi untuk Februari adalah 30.047 hektare, dengan realisasi saat ini mencapai 27.837 hektare atau sekitar 92 persen. Ia optimistis pada Maret target tersebut dapat terpenuhi.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana menyatakan komitmennya untuk bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan produksi padi di daerahnya. “Kami mengimbau penyuluh pertanian dan seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mendukung upaya percepatan tanam di Bombana agar target produksi bisa tercapai,” kata Kepala Dinas Pertanian Bombana.

Pemerintah daerah terus mendorong percepatan tanam sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tenggara.




Distan Bombana dan TNI Gelar Panen Perdana di Marga Jaya

Bombana, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bersama Kodim 1431/Bombana menggelar panen perdana gabah di Desa Marga Jaya, Kecamatan Rarowatu Utara. Panen ini dilaksanakan di atas lahan seluas tiga hektare milik Dominikus, yang dikelola oleh Kelompok Tani di bawah kepemimpinan H. Sakir. Kegiatan ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Jumat, 21 Februari 2025.

Panen perdana tersebut dihadiri oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Rarowatu Utara, Arisadayanto, SP, bersama Babinsa Koramil 1431-01/Rumbia, Serda M. Kosim, serta sejumlah pihak lain yang terlibat dalam pengembangan sektor pertanian. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para petani, yang merasa didukung penuh oleh pemerintah dan aparat dalam mengelola lahan pertanian mereka.

“Kami selalu siap mendukung dan membantu para petani agar hasil panennya optimal,” ujar Serda M. Kosim di sela kegiatan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI di tengah-tengah petani merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurut Serda Kosim, kehadiran Babinsa tidak hanya sebatas pengawasan atau keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan motivasi di lapangan. “Semoga panen kali ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dalam bercocok tanam,” harapnya.

Dinas Pertanian Bombana menilai, kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Arisadayanto, selaku PPL yang mendampingi langsung kegiatan tersebut, menyebutkan bahwa kehadiran Babinsa mampu memberikan dampak psikologis positif bagi petani.

“Kami melihat antusiasme petani meningkat dengan adanya dukungan langsung dari Babinsa. Ini memperkuat semangat mereka untuk terus bertani dan mengembangkan teknologi pertanian,” ujar Arisadayanto.

Turut hadir dalam panen ini, PPL dari Desa Marga Jaya, Khusairi, serta PPL Desa Tembe, Jamal, S.P. Kegiatan ini juga dihadiri Kopda Iwan selaku Babinsa Desa Lantowua, sebagai bentuk keterlibatan aktif TNI di berbagai wilayah binaan dalam mendukung pertanian lokal.

Ketua Kelompok Tani, H. Sakir, mengapresiasi keterlibatan Babinsa dan jajaran Dinas Pertanian Bombana yang selama ini rutin mendampingi petani. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selalu memberikan semangat kepada para petani. Semoga kerja sama ini terus terjalin untuk peningkatan hasil pertanian di desa kami,” ucapnya.

Dinas Pertanian Bombana menilai kegiatan panen perdana ini menjadi tolok ukur penting bahwa sektor pertanian di Bombana terus berkembang dengan baik. Pemerintah berharap model kolaborasi seperti ini bisa diterapkan di desa-desa lainnya, sehingga ketahanan pangan daerah dapat diperkuat secara merata.

Dengan terus dibangun sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan TNI, Kabupaten Bombana optimistis mampu meningkatkan produktivitas pertanian dan menjadikan sektor ini sebagai pilar utama kesejahteraan masyarakat.

tag:
frasa kunci:
topik: