Kecamatan Watunohu Kolut Terpilih Proyek Percontohan Inisiatif Desa Presisi di Sultra

Kendari, SultraNET. | Kecamatan Watonohu di Kabupaten Kolaka Utara telah dipilih sebagai proyek percontohan untuk inisiatif Desa Presisi. Inisiatif ini bertujuan untuk membangun desa secara lebih presisi di Sulawesi Tenggara, dengan tujuan utama menyediakan data yang valid dan tepat untuk perencanaan pembangunan yang akurat. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi yang digelar pada Jumat (29/9) di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara,

Penjabat Bupati Kolaka Utara Dr.Ir Sukanto Toding,MSP,MA melaporkan implementasi Data Desa Presisi (DDP), yang memiliki tingkat akurasi tinggi dan kecepatan dalam memberikan gambaran kondisi aktual desa. Data ini dihasilkan melalui partisipasi warga desa yang dibantu oleh pihak luar seperti perguruan tinggi, dengan biaya relatif terjangkau. Data Presisi ini meliputi tiga tipe data, termasuk data spasial dengan tingkat akurasi tinggi hingga 5 cm, data numerik menggunakan aplikasi merdesa, serta data kualitatif atau deskriptif.

“Implementasi DDP melibatkan 8 desa di Kecamatan Watunohu Kabupaten Kolaka Utara, dengan keterlibatan warga desa sebagai enumerator. Proyek ini memperoleh dukungan finansial sebesar Rp 639.999.360, dengan 65% dari anggaran digunakan untuk pelatihan, FGD, honorarium enumerator, dan sejenisnya, serta 35% digunakan untuk operasional lainnya,”Jelasnya.

Foto Bersama usai pelaksanaan Rakor
Foto Bersama usai pelaksanaan Rakor

Kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor menghasilkan Data Desa Presisi (DDP) untuk delapan desa di Kecamatan Watunohu. “Kolaborasi ini diharapkan memberikan wawasan penting mengenai potensi desa, aspek ekonomi, dan infrastruktur untuk mendukung kebijakan pembangunan yang terinformasi dan tepat sasaran,” Jelasnya.

Penjabat Gubernur Sulawesi Tenggara Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Komjen Pol. (purn) Andap Budhi Revianto memberikan dorongan khusus untuk mengembangkan DDP dan menunjuk Kolaka Utara sebagai daerah percontohan untuk penyediaan data ini. DDP dianggap sebagai inovasi yang dapat membantu perencanaan yang lebih rinci, bahkan hingga tingkat konstruksi rumah dan informasi tentang kemiskinan ekstrim, stunting, dan inflasi. Harapannya adalah bahwa Kolaka Utara dapat memulai langkah awal dalam menyediakan data yang valid, akurat, dan terkini.

Konektivitas data yang akurat dengan potensi desa menjadi aspek krusial dalam proses ini. Data yang tepat mengenai luas lahan pertanian dan potensi mineral menjadi dasar bagi kebijakan alokasi anggaran dan pengelolaan sektor pertambangan, yang mempengaruhi status desa, apakah termasuk dalam kategori desa berkembang atau tertinggal

Dengan tersedianya DDP, diharapkan Kolaka Utara dapat mengatasi tantangan dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan tepat di tingkat desa. Semoga langkah awal ini membawa manfaat besar bagi masyarakat pedesaan dan membuka pintu menuju perkembangan yang lebih baik bagi daerah ini, mengintisari semangat transformasi di masa mendatang. (Kolutkab)




Gedung Kampus Intens Muhammadiyah di Kolut Mulai Dibangun

Lasusua, SultraNET. | Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) memasuki babak baru dalam dunia pendidikan dengan peletakan batu pertama gedung kampus Institut Teknologi dan Sains Muhammadiyah (Intens Muhammadiyah) di Dusun Toli-toli, Desa Rantelimbong, Lasusua, Kolaka Utara. Sabtu (23/9/2023)

Acara yang mengusung semangat progresif ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Sulawesi Tenggara, Habib Ahmad Aljufri, Wakil Ketua DPRD Kolaka Utara, Hj. Ulfah Haeruddin, ST, Agusdin, S.Kom, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kolaka Utara, Drs. H. Nurrahman Umar, Kapolres Kolaka Utara, AKP Arief Irawan, dan forkopimda lainnya.

Rektor Intens Muhammadiyah, H. Muhammad Idrus, S.Sos, M.Si, memberikan pandangan optimis, ia menyebut Intens Kolaka Utara selain memiliki dosen tetap juga saat ini 20 dosen tidak tetap yang dengan sukarela membimbing mahasiswa demi pencapaian akreditasi tinggi ikut terlibat, mengabdikan diri tanpa menerima gaji.

“Kami percaya hal ini akan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif bagi mahasiswa.” Ujarnya.

Peletakan batu pertama gedung kampus Institut Teknologi dan Sains Muhammadiyah di Kolut
Peletakan batu pertama gedung kampus Institut Teknologi dan Sains Muhammadiyah di Kolut

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, menegaskan peran strategis Intens Muhammadiyah dalam memajukan sektor pertanian, pihaknya berupaya mempertahankan semangat generasi muda untuk mencintai dunia pertanian dan perkebunan, melibatkan mereka secara aktif di sektor ini.

“Ini akan memberikan keberlanjutan ekonomi yang signifikan dan mendukung pertumbuhan Kolaka Utara sebagai sentra kakao di Indonesia.” Harapnya.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, menyambut baik proyek pembangunan kampus intens,  sebagai tonggak penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami yakin, peningkatan kualitas sumber daya manusia akan membawa berkah besar pada masyarakat sekitar dan mendorong perkembangan ekonomi yang berkelanjutan.” Ujarnya.

Dalam konteks perkembangan strategis Indonesia, Intens Muhammadiyah di Kolaka Utara bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, melainkan motor penggerak kemajuan sosial dan ekonomi.

“Dengan hadirnya Mahasiswa baru yang akan terus bertambah setiap tahun akan membawa dampak positif pada ekonomi lokal, mendukung pertumbuhan Kabupaten Kolaka Utara secara holistik,” terangnya.

Pemerintah Kolaka Utara memandang pembangunan Intens Muhammadiyah sebagai investasi besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang diharapkan akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar dan memajukan daerah ini ke arah yang lebih baik. Sebuah tonggak bersejarah yang akan membentuk masa depan yang lebih cerah bagi Kolaka Utara. (KolutKab)




Pj. Bupati Sukanto Toding Dorong Pelaku Usaha di Kolut Manfaatkan Platform Digital

Lasusua, SultraNET. | Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP., MA menghadiri pertemuan malam ini dengan berbagai pelaku usaha di daerah Bumi Patowanua, dalam pertemuan tersebut, beliau menyoroti pentingnya menggerakkan sektor ekonomi melalui platform digital, terutama dalam menghadapi perubahan budaya belanja dari metode langsung ke platform online. Jumat (22/9/2023)

“Dalam kondisi perekonomian saat ini, kita perlu mengakomodasi perubahan perilaku masyarakat yang beralih ke belanja online. Kita perlu beradaptasi dengan metode penjualan langsung yang kini menghadapi tantangan dari platform digital,” ungkap Penjabat Bupati Kolaka Utara.

Ia menekankan pentingnya memajukan kondisi perekonomian saat ini dan memberikan wawasan terkait bagaimana melibatkan pelaku usaha secara maksimal.

“Salah satu strategi yang diusulkan adalah memanfaatkan platform digital untuk mempromosikan produk dan mendapatkan pesanan, serta memperkuat keterlibatan pemerintah dalam transaksi online,” Harapnya.

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP., MA menghadiri pertemuan bersama para pelaku usaha
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP., MA menghadiri pertemuan bersama para pelaku usaha

Muhammad Yunus, Ketua Asosiasi Pelaku Usaha Kuliner, menyatakan bahwa pelaku usaha kuliner menghadapi kendala seperti minimnya pembelian dari pemerintah daerah; bahkan bantuan dari pemerintah masih minim.

“Selama tiga tahun Apuk kami baru mendapatkan bantuan satu kali dari Dinas Koperasi dan UMKM. Kami selama tiga tahun ini baru mendapatkan bantuan pada Mei lalu sebanyak Rp 2 juta untuk 15 orang, sementara kami dari E-Katalog sudah masuk, tapi belum pernah mendapatkan orderan dari sana,” ujarnya.

Upaya untuk memanfaatkan teknologi digital dan mendukung pelaku usaha lokal menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Kolaka Utara. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan perekonomian daerah ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (KolutKab)