RSUD Bombana Lepas dr. Septian Yudo

Bombana, sultranet.com – Suasana haru mewarnai RSUD Kabupaten Bombana pada Senin, 28 April 2025. Salah satu dokter terbaik rumah sakit tersebut, dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA, resmi dilepas setelah mengabdi memberikan layanan kesehatan jantung bagi masyarakat Bombana.

Pelepasan ini menjadi momen penuh emosi, bukan hanya karena perpisahan, tetapi karena besarnya kesan dan kontribusi yang telah ditinggalkan oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah itu selama bertugas di Bombana.

Direktur BLU RSUD Kabupaten Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi dan profesionalisme dr. Septian selama ini. Ia menyebut kehadiran dr. Septian membawa banyak perubahan positif, baik dalam pelayanan medis maupun suasana kerja di lingkungan rumah sakit.

“Selama bertugas di RSUD ini, dr. Septian telah memberikan kontribusi luar biasa. Tidak hanya dalam pelayanan medis, tetapi juga dalam membangun semangat profesionalisme, kerja sama, dan kekeluargaan di lingkungan rumah sakit kita tercinta,” ujar drg. Riswanto.

Menurutnya, banyak pasien yang merasa terbantu, bahkan sembuh, berkat tangan dingin dan ketulusan dr. Septian dalam merawat mereka. Ia pun mengakui bahwa perpisahan ini bukan hal yang mudah, mengingat hubungan yang telah terjalin erat antara dr. Septian dengan seluruh civitas RSUD Bombana.

“Banyak keluarga yang kembali tersenyum karena beliau. Ini bukan perpisahan biasa. Ini pelepasan dengan rasa bangga atas dedikasi luar biasa dari seorang dokter yang benar-benar hadir untuk pasien dan rumah sakit,” ucapnya.

Dalam momen perpisahan itu, seluruh keluarga besar RSUD menyampaikan ucapan terima kasih, doa, dan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama bekerja bersama. Mereka berharap dr. Septian selalu mendapatkan kesuksesan dan keberkahan di tempat tugas yang baru.

“Mohon maaf atas segala kekhilafan, baik dalam tutur kata maupun perbuatan. Doa terbaik kami menyertai dr. Septian. Semoga selalu diberikan kesuksesan, kesehatan, dan keberkahan dalam setiap langkah,” ungkap drg. Riswanto mewakili jajaran manajemen dan staf RSUD Bombana.

dr. Septian Yudo Pradana, Sp.JP, FIHA sendiri dikenal sebagai sosok yang berdedikasi tinggi dan memiliki kepedulian besar terhadap pasien. Selama bertugas di RSUD Bombana, ia tak hanya fokus pada tugas klinis, tetapi juga turut mendorong peningkatan mutu pelayanan jantung dan menjadi inspirasi bagi tenaga medis lainnya.

Kepergian dr. Septian dari RSUD Bombana tentu meninggalkan ruang yang tak mudah untuk diisi. Namun, jejak kebaikan dan dedikasinya akan tetap hidup dalam semangat kerja para tenaga medis di Bombana, serta menjadi teladan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan berkualitas bagi masyarakat.

RSUD Bombana pun berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang kardiologi, serta meneruskan semangat yang telah diwariskan oleh dr. Septian.

Momen perpisahan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian yang tulus akan selalu membekas, dan sosok seperti dr. Septian akan terus dikenang sebagai bagian dari perjalanan penting pelayanan kesehatan di Bombana.




RSUD Bombana Buka Poli Paru, Layani Pasien BPJS

Bombana, sultranet.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bombana kini resmi membuka layanan Poli Spesialis Paru untuk memberikan kemudahan akses pengobatan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Layanan ini tersedia setiap hari, mulai Senin hingga Sabtu, dengan dokter spesialis paru, dr. Estiani Ningsih, Sp.P, yang siap melayani pasien secara profesional. (10/4/2025)

Kehadiran Poli Spesialis Paru di bawah Badan Layanan Umum (BLU) RSUD Kabupaten Bombana diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini harus bepergian ke luar daerah hanya untuk mendapatkan layanan serupa. Penyakit seperti infeksi saluran pernapasan, asma, tuberkulosis (TBC), hingga penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) kini bisa ditangani lebih cepat dan dekat dengan rumah.

Direktur BLU RSUD Kabupaten Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menyampaikan bahwa layanan Poli Paru juga sudah terintegrasi dengan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dengan begitu, peserta BPJS Kesehatan bisa langsung memanfaatkan layanan ini sesuai ketentuan yang berlaku.

“Poli Spesialis Paru di BLU RSUD Kabupaten Bombana sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jadi, pasien yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS bisa langsung memeriksakan diri tanpa perlu biaya tambahan,” ujar drg. Riswanto.

Ia menambahkan bahwa kerja sama dengan BPJS Kesehatan merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat, khususnya di wilayah Bombana dan sekitarnya. Menurutnya, akses yang mudah ke layanan spesialis sangat penting dalam penanganan dini penyakit-penyakit kronis seperti TBC dan PPOK yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus keluar daerah. Ini bagian dari upaya kami untuk mendekatkan layanan dan memperkuat fungsi rumah sakit sebagai garda terdepan pelayanan publik,” jelasnya.

Dengan dokter spesialis yang telah terjadwal setiap hari, RSUD Bombana ingin memastikan kebutuhan pasien dapat dilayani secara maksimal. Pasien bisa berkonsultasi langsung untuk mendapatkan diagnosa, terapi, hingga edukasi terkait pengelolaan penyakit paru secara berkelanjutan.

Poli Paru ini juga menjadi bagian dari penguatan layanan spesialistik di RSUD Bombana yang terus berbenah dalam memenuhi standar pelayanan medis modern. Dengan status sebagai BLU, rumah sakit ini dituntut memberikan layanan yang prima dan akuntabel kepada masyarakat.

“Ke depan kami akan terus mengembangkan layanan spesialis lainnya agar masyarakat Bombana tidak lagi harus mencari pengobatan keluar daerah,” tambah drg. Riswanto.

Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait jadwal praktik, prosedur administrasi, atau layanan medis lainnya, BLU RSUD Kabupaten Bombana menyediakan layanan informasi melalui WhatsApp resmi di nomor +6281-2856-7443.

Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mendekatkan layanan vital ke tengah masyarakat. Dengan hadirnya Poli Spesialis Paru, RSUD Bombana diharapkan mampu memberikan solusi kesehatan yang cepat, tepat, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.




RSUD Bombana dan BPJS Kesehatan Samakan Persepsi Terkait Klaim INA-CBG

Bombana, sultranet.com – BLU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bombana menggelar pertemuan bersama BPJS Kesehatan dan tenaga kesehatan rumah sakit untuk menyamakan pemahaman terkait mekanisme klaim INA-CBG, khususnya pada pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pertemuan berlangsung di ruang rapat BLU RSUD Bombana dan dihadiri Dewan Pengawas RSUD dr. Sunandar, MM.Kes, Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Bombana Sulkifli, Sekretaris Dinas Kesehatan Bombana Dr. Hj. Hayami, M.Kes, Direktur RSUD drg. Riswanto, M.KM, jajaran direksi, dokter spesialis, serta tenaga kesehatan. Kegiatan digelar pada Selasa, 25 November 2025.

Direktur RSUD Bombana, drg. Riswanto, M.KM, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai alur klaim yang kerap menjadi tantangan dalam pelayanan gawat darurat. “Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bersama mengenai prosedur klaim, serta mengatasi hambatan yang mungkin terjadi dalam proses administrasi klaim yang berkaitan dengan pelayanan darurat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyelarasan tersebut penting agar pelayanan yang diterima masyarakat tidak terhambat oleh persoalan teknis administrasi. “Diskusi ini penting untuk memastikan pelayanan yang optimal bagi pasien, serta menjaga kelancaran alur klaim yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku di sistem BPJS Kesehatan,” lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, tenaga kesehatan dan BPJS Kesehatan membahas sejumlah poin krusial yang selama ini menjadi kendala di fasilitas kesehatan tingkat rumah sakit, termasuk penilaian kondisi gawat darurat, pengkodean tindakan medis, hingga proses verifikasi klaim. Diskusi berlangsung terbuka dan interaktif, memungkinkan seluruh pihak memahami perspektif masing-masing serta mencari solusi praktis yang dapat diterapkan.

Pihak BPJS Kesehatan Kabupaten Bombana menyampaikan komitmennya untuk memperkuat koordinasi dengan rumah sakit, terutama dalam proses verifikasi dan komunikasi data perawatan pasien. Hal ini diharapkan mampu mengurangi potensi klaim tidak terbaca atau tertolak akibat ketidaksesuaian administratif.

Sementara itu, jajaran tenaga kesehatan RSUD Bombana mengapresiasi forum ini sebagai wadah untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi di lapangan, terutama ketika menangani kasus-kasus gawat darurat yang membutuhkan keputusan cepat. Penyelarasan persepsi diharapkan dapat membantu dokter dan perawat fokus pada pelayanan tanpa khawatir terjadi hambatan pada pengurusan klaim pasien.

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi dan melakukan pembaruan informasi secara berkala agar alur klaim INA-CBG berjalan lebih efisien. RSUD Bombana menegaskan komitmennya memberikan pelayanan yang humanis dan responsif, sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.