Bupati Bombana Dorong HMI dan KOHATI Jadi Ruang Lahirnya Pemimpin Masa Depan

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menghadiri pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps HMI-Wati (KOHATI) Cabang Persiapan Bombana periode 2026–2027. Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin mendorong kepengurusan baru menjadikan organisasi sebagai ruang untuk membangun gagasan, memperkuat kapasitas mahasiswa, dan memberi manfaat bagi masyarakat, di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Senin (14/9/2026).

Pelantikan pengurus HMI dan KOHATI tersebut mengusung tema “Meneguhkan Identitas Perjuangan, Membangun Gerakan Berdampak Bermakna: HMI Cabang Persiapan Bombana untuk Umat dan Bangsa”.

Tema tersebut menjadi pijakan bagi kepengurusan baru dalam menjalankan amanah organisasi selama periode 2026–2027. Pengurus yang baru dilantik diharapkan tidak hanya menjalankan agenda internal organisasi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa menjadi pengurus organisasi bukan sekadar memperoleh posisi. Menurut dia, jabatan dalam organisasi merupakan bentuk kepercayaan yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.

“Menjadi pengurus organisasi bukan sekadar mendapatkan posisi, tetapi mendapatkan kepercayaan untuk berpikir, bergerak, dan memberi manfaat,” ujar Burhanuddin.

Ia mengatakan, kepercayaan tersebut harus dibuktikan melalui sikap, gagasan, dan tindakan yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Karena itu, pengurus HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana perlu menjadikan masa kepengurusan sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperluas kontribusi.

Burhanuddin berharap HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana dapat berkembang sebagai wadah pembinaan mahasiswa. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi tempat bagi mahasiswa untuk berdiskusi, mengembangkan gagasan, meningkatkan kapasitas intelektual, dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

“Saya berharap HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi mampu menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan besar dan calon pemimpin masa depan Bombana,” tuturnya.

Menurut Burhanuddin, keberadaan organisasi mahasiswa memiliki posisi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan berpikir kritis sekaligus mampu memahami persoalan masyarakat. Mahasiswa, kata dia, memiliki ruang yang luas untuk menyampaikan pandangan terhadap berbagai persoalan yang berkembang.

Namun, keberanian menyampaikan pendapat perlu disertai dengan kemampuan melihat persoalan secara objektif. Kritik yang disampaikan mahasiswa juga perlu diarahkan untuk mendorong perbaikan dan memberikan alternatif penyelesaian.

Burhanuddin mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada kritik. Menurutnya, generasi muda juga perlu memiliki kepedulian untuk ikut mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Generasi muda, lanjutnya, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitas yang dimiliki. Organisasi kemahasiswaan dapat menjadi ruang untuk melatih kemampuan tersebut melalui kegiatan diskusi, pengabdian, kajian dan berbagai aktivitas sosial.

Karena itu, pengurus HMI dan KOHATI yang baru dilantik diminta menjadikan organisasi sebagai tempat untuk menempa diri. Proses berorganisasi dinilai dapat membantu mahasiswa membangun kemampuan bekerja sama, mengelola perbedaan, mengambil keputusan, serta menjalankan tanggung jawab secara bersama-sama.

Burhanuddin juga menekankan pentingnya kekompakan dalam menjalankan roda organisasi. Menurutnya, kepengurusan tidak akan berjalan optimal jika setiap anggota hanya bekerja secara sendiri-sendiri.

Kekompakan diperlukan agar setiap program yang dirancang dapat dijalankan dengan baik. Pengurus juga perlu membangun komunikasi yang sehat sehingga perbedaan pandangan di dalam organisasi dapat dikelola secara konstruktif.

Selain kekompakan, Bupati Bombana menyoroti pentingnya penguatan intelektualitas mahasiswa. HMI dan KOHATI diharapkan mampu mendorong kadernya untuk terus belajar dan memperluas wawasan.

Kemampuan intelektual menjadi salah satu modal penting bagi mahasiswa dalam memahami perubahan sosial dan berbagai persoalan pembangunan. Dengan pengetahuan yang memadai, mahasiswa dapat menyampaikan gagasan berdasarkan kajian dan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat.

Burhanuddin juga mengingatkan pengurus untuk tetap menjaga nilai-nilai keislaman dalam menjalankan aktivitas organisasi. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari identitas organisasi, tetapi juga tercermin dalam sikap dan tindakan para kader.

Menurutnya, kemampuan intelektual dan nilai keislaman perlu berjalan bersama. Kader organisasi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berpikir, tetapi juga memiliki sikap yang mencerminkan tanggung jawab, kepedulian dan etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pelantikan pengurus HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana. Kepengurusan baru diharapkan mampu menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan masyarakat.

Kehadiran HMI dan KOHATI di Bombana juga diharapkan dapat memperkuat ruang partisipasi mahasiswa dalam pembangunan daerah. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui gagasan, kajian, kegiatan sosial maupun bentuk pengabdian lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Bagi pemerintah daerah, keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia. Mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas sejak berada di lingkungan kampus dan organisasi sebelum nantinya terjun lebih luas ke masyarakat.

Karena itu, organisasi mahasiswa tidak hanya dipandang sebagai tempat berkegiatan. Organisasi juga menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan. Pengurus belajar menjalankan amanah, mengatur program, membangun komunikasi, bekerja dalam tim dan mempertanggungjawabkan keputusan.

HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana memiliki tantangan untuk memastikan proses tersebut berjalan secara konsisten. Kepengurusan periode 2026–2027 diharapkan mampu menghasilkan kegiatan yang memiliki manfaat nyata dan dapat dirasakan oleh lingkungan sekitar.

Tema pelantikan tentang gerakan yang berdampak dan bermakna juga menjadi pengingat agar kegiatan organisasi tidak berhenti pada agenda seremonial. Setiap program perlu memiliki tujuan yang jelas dan memberikan manfaat sesuai dengan kebutuhan anggota maupun masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, mahasiswa dapat mengambil peran sebagai kelompok yang mampu memberikan perspektif kritis sekaligus menawarkan gagasan. Peran tersebut membutuhkan kemampuan memahami masalah secara utuh dan menyampaikan pandangan dengan cara yang bertanggung jawab.

Burhanuddin meminta semangat tersebut dijaga oleh seluruh pengurus yang baru dilantik. Organisasi harus menjadi ruang yang mendorong kader untuk berkembang, bukan sekadar tempat menjalankan kegiatan rutin.

Ia juga berharap keberadaan HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana dapat memberikan warna positif bagi kehidupan kemahasiswaan di daerah. Kader yang lahir dari organisasi tersebut diharapkan memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan dan tetap berpegang pada nilai yang menjadi dasar perjuangan organisasi.

Pelantikan pengurus periode 2026–2027 menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan amanah. Setelah pelantikan, tantangan berikutnya adalah menerjemahkan visi dan tema organisasi ke dalam program kerja yang konkret.

Pengurus juga perlu membangun hubungan yang baik dengan berbagai pihak. Kolaborasi dapat membuka ruang yang lebih luas bagi pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, kepemudaan dan pengembangan kapasitas mahasiswa.

Bagi kader HMI dan KOHATI, masa kepengurusan menjadi kesempatan untuk belajar sekaligus memberikan kontribusi. Pengalaman selama berorganisasi dapat menjadi bekal untuk menghadapi tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.

Burhanuddin menekankan bahwa keberadaan organisasi harus dapat dibuktikan melalui karya. Karena itu, pengurus baru didorong untuk menunjukkan eksistensi HMI dan KOHATI melalui kegiatan yang memiliki manfaat nyata.

Pesan tersebut sekaligus menjadi harapan agar organisasi mahasiswa di Bombana mampu melahirkan kader yang tidak hanya aktif dalam lingkungan organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap daerah dan masyarakat.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2027, HMI dan KOHATI Cabang Persiapan Bombana diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai wadah pembinaan mahasiswa. Organisasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang lahirnya gagasan, pemikiran dan kader muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan Bombana.

Pada akhirnya, pelantikan tersebut bukan hanya menjadi penanda dimulainya masa kepengurusan baru. Momentum tersebut menjadi awal bagi para pengurus untuk membuktikan amanah melalui kerja organisasi, penguatan kapasitas kader dan kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat.




Pengumuman Penyampaian Penetapan Penerima Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahap II 2025

Bombana, Sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menetapkan sebanyak 816 mahasiswa sebagai penerima Beasiswa Bombana Berani dan Beasiswa Berani Berprestasi Tahap II Tahun 2025. Penetapan tersebut dituangkan dalam Keputusan Bupati Bombana Nomor 100.3.3.2-2153 Tahun 2025 yang ditandatangani langsung oleh Bupati Bombana Burhanuddin, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, Rumbia, 12 Desember 2025.

Penetapan penerima beasiswa ini dilakukan setelah seluruh calon penerima melalui tahapan seleksi yang ketat dan berjenjang, meliputi verifikasi administrasi, verifikasi faktual lapangan, serta validasi data oleh perguruan tinggi masing-masing. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan program beasiswa berjalan transparan, objektif, dan tepat sasaran.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Syahrun, ST, M.PWK, menjelaskan bahwa penetapan penerima beasiswa merupakan hasil akhir dari proses panjang yang melibatkan berbagai pihak.
“Seluruh tahapan seleksi telah kami laksanakan secara terbuka dan akuntabel, mulai dari verifikasi berkas hingga validasi perguruan tinggi. Ini untuk memastikan bahwa beasiswa benar-benar diterima oleh mahasiswa yang memenuhi syarat,” kata Syahrun.

Berdasarkan data resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, pada program Beasiswa Bombana Berani tercatat sebanyak 661 pendaftar dinyatakan lulus berkas. Dari jumlah tersebut, 78 orang tidak lolos seleksi, dengan rincian 27 orang tidak lulus perengkingan, 28 orang tidak lulus verifikasi faktual, dan 23 orang tidak lulus validasi perguruan tinggi. Sementara jumlah penerima yang dinyatakan lulus dan ditetapkan sebanyak 583 orang.

Sementara itu, untuk program Beasiswa Berani Berprestasi, jumlah pendaftar yang lulus berkas mencapai 487 orang. Sebanyak 254 pendaftar dinyatakan tidak lulus, terdiri dari 235 orang tidak lolos perengkingan dan 19 orang tidak lulus validasi perguruan tinggi. Dengan demikian, jumlah penerima Beasiswa Berani Berprestasi yang ditetapkan pada tahap II ini sebanyak 233 orang.

Syahrun menegaskan bahwa daftar nama penerima beasiswa telah dilampirkan dalam keputusan bupati dan akan dipublikasikan secara resmi melalui website Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bombana.
“Kami meminta agar daftar penerima ini dipublikasikan melalui website resmi Kominfo, supaya dapat diakses oleh masyarakat luas dan menjadi bentuk transparansi pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurutnya, program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi merupakan bagian dari kebijakan strategis daerah dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta rata-rata lama sekolah, sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam RPJMD Bombana Tahun 2025–2029.

Dalam keputusan tersebut juga ditegaskan bahwa seluruh biaya yang timbul akibat pelaksanaan program beasiswa ini dibebankan pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, khususnya pada Bagian Kesejahteraan Rakyat Tahun Anggaran 2025.

Keputusan Bupati Bombana ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan menjadi dasar hukum penyaluran bantuan pendidikan kepada para penerima Beasiswa Bombana Berani dan Beasiswa Berani Berprestasi Tahap II Tahun 2025.

LINK PENGUMUMAN LENGKAP DIBAWAH INI:

PENGUMUMAN PENETAPAN PENERIMA BEASISWA BOMBANA BERANI DAN BERANI BERPRESTASI TAHAP II TAHUN 2025




Pengumuman Calon Penerima Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana secara resmi mengumumkan hasil seleksi sementara Calon Penerima Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 Tahap II, setelah proses validasi perguruan tinggi dan verifikasi faktual lapangan rampung dilakukan oleh tim seleksi. Pengumuman ini sekaligus membuka ruang sanggahan bagi peserta yang merasa keberatan terhadap hasil seleksi tersebut. Pengumuman disampaikan pada Senin, 8 Desember 2025.

Berdasarkan surat resmi Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana Nomor 400.3/648 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bombana, hasil seleksi sementara menetapkan ratusan mahasiswa dinyatakan lulus, sementara sebagian lainnya tidak lolos karena berbagai alasan administratif dan akademik.

Untuk Program Beasiswa Bombana Berani, tim seleksi menetapkan sebanyak 583 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi. Sementara itu, 78 peserta dinyatakan tidak lulus. Dari jumlah tersebut, 28 orang tidak memenuhi kesesuaian sasaran dokumen pendaftaran dengan hasil verifikasi faktual lapangan. Sebanyak 17 peserta tidak lulus karena nilai Indeks Prestasi Semester (IPS) yang didaftarkan tidak sesuai dengan hasil validasi perguruan tinggi. Selain itu, tiga orang tercatat sebagai penerima beasiswa lain, tiga orang dinyatakan tidak aktif kuliah, dan 27 peserta tidak lolos akibat hasil perengkingan.

Sementara pada Program Beasiswa Berani Berprestasi, sebanyak 233 mahasiswa dinyatakan lulus seleksi sementara. Namun, 254 peserta lainnya dinyatakan tidak lulus. Rinciannya, 13 orang tidak memenuhi kesesuaian nilai IPS, tiga orang tercatat menerima beasiswa lain, lima orang tidak aktif kuliah, dan sebanyak 233 peserta tidak lolos karena sistem perengkingan.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Syahrun, menegaskan bahwa pengumuman ini bersifat sementara dan masih membuka ruang koreksi melalui mekanisme sanggahan. “Hasil seleksi ini kami umumkan ke publik sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan sanggahan apabila terdapat keberatan,” kata Syahrun.

Masa sanggahan dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Selasa, 9 Desember 2025 hingga Rabu, 10 Desember 2025, pada pukul 08.00 sampai 16.00 WITA. Peserta yang ingin mengajukan sanggahan diwajibkan mengirimkan surat elektronik ke alamat panitiabeasiswabombana@gmail.com dengan melampirkan bukti aktual dan faktual berupa dokumen pendukung serta foto.

Syahrun menjelaskan, setiap sanggahan yang masuk akan diverifikasi dan dijawab langsung oleh tim seleksi. “Sanggahan akan kami telaah secara objektif dan hasilnya akan disampaikan kembali kepada peserta yang mengajukan keberatan,” ujarnya.

Setelah masa sanggahan berakhir, tim seleksi selanjutnya akan mengusulkan hasil akhir seleksi kepada Bupati Bombana untuk ditetapkan secara resmi sebagai penerima Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 Tahap II.

Program beasiswa ini merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bombana dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah, baik melalui jalur afirmasi maupun prestasi akademik.

Link Pengumuman dibawah ini:

https://drive.google.com/file/d/1MJEGIOCYfuQL9DMBp4Gg9tt9AWQq0CNu/view?usp=sharing




Abil Kornelis Siap Maju Pimpin BEM FKIP UHO

Kendari, sultranet.com — Sosok muda asal Kabupaten Bombana, Kristian Abil Kornelis, resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama calon wakilnya, Wulandari Safitry dari Buton Utara. Keduanya tampil membawa visi perubahan dan kepemimpinan inklusif menjelang pemilihan organisasi mahasiswa tingkat fakultas tersebut. Kendari, Jumat (28/11/2025).

Abil dikenal sebagai mahasiswa aktif dengan rekam jejak organisasi yang kuat, termasuk keterlibatan dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Sriwijaya. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan BEM FKIP yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Deno, mahasiswa Politeknik Bombana sekaligus rekan seperjuangan Abil, menyebut kandidat itu sebagai figur yang lahir dari proses panjang. “Sebagai mahasiswa asal Politeknik Bombana dan saudara seperjuangan, saya tahu betul siapa dia. Abil adalah sosok yang terbentuk dari pengalaman, kerja keras, dan ketulusan untuk memajukan mahasiswa,” ujarnya.
Deno menambahkan, “Dia bukan hanya pemimpin di atas kertas, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama. Saya yakin FKIP UHO butuh pemimpin seperti dia.”

Abil mengusung visi “Menjadikan BEM FKIP UHO sebagai lembaga yang berpartisipasi aktif dan menjadi titik temu pusat antar mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang progresif, edukatif, responsif, dan kolaboratif.” Untuk mewujudkan visi itu, ia menyiapkan empat misi: memperluas ruang peran mahasiswa, memperkuat advokasi berbasis data, membangun sinergi strategis dengan lembaga internal maupun eksternal, serta mendorong peningkatan prestasi dan pengabdian mahasiswa.

Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.
Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.

Dalam kampanyenya, Abil memakai slogan “RANGKUL — Rangkai Aspirasi, Nyatakan Gagasan, Kokohkan Persaudaraan, Lestari Toleransi.” Menurutnya, semangat itu mencerminkan karakter kepemimpinan yang ingin ia bangun: inklusif, terbuka, dan memberi ruang yang sama bagi semua mahasiswa.

Sepanjang kiprahnya, Abil pernah menjabat sebagai Chair of PMM 4 FKIP Universitas Sriwijaya, Ketua PMM 4 Mahasiswa Kristen, hingga berbagai posisi strategis di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Kendari. Pengalaman di lingkungan multikultural menjadi nilai tambah bagi kepemimpinannya.

Majunya Abil dan Wulandari disebut memberi warna baru bagi dinamika organisasi mahasiswa FKIP UHO. Dukungan mahasiswa mulai terlihat, terutama dari mereka yang berharap hadirnya pemimpin yang mampu memadukan intelektualitas, kolaborasi, dan keberpihakan pada kepentingan mahasiswa.

Pemilihan BEM FKIP UHO periode 2026–2027 diprediksi berlangsung kompetitif. Namun kemampuan Abil merangkul banyak kalangan dan rekam jejak organisasinya dinilai sebagai modal politik yang kuat. Banyak harapan lahir dari mahasiswa agar pasangan ini mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif dan berdaya saing.




Pengumuman Penyampaian Lulus Berkas Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 Tahap II

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menetapkan hasil verifikasi berkas peserta Program Beasiswa Bombana Berani dan Beasiswa Berani Berprestasi Tahun 2025 Tahap II, setelah seluruh tahapan sanggahan diselesaikan oleh tim seleksi. Penetapan ini menandai berakhirnya proses administrasi awal dan menjadi dasar bagi peserta yang dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap seleksi berikutnya sesuai jadwal yang telah ditentukan. Pengumuman tersebut disampaikan di Rumbia, Senin, 6 Oktober 2025.

Penetapan hasil verifikasi berkas ini tertuang dalam surat Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana Nomor 400-3.1/4606 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bombana. Dalam surat tersebut, pemerintah daerah meminta agar daftar nama peserta yang dinyatakan lolos segera dipublikasikan melalui laman resmi Kominfo Bombana agar dapat diakses secara luas oleh masyarakat.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Syahrun, menegaskan bahwa proses verifikasi berkas telah dilakukan secara cermat, objektif, dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan sejak awal. “Verifikasi dilakukan dengan teliti dan profesional setelah masa sanggah berakhir, sehingga hasil yang ditetapkan merupakan hasil akhir pada tahapan administrasi,” kata Syahrun.

Ia menjelaskan, masa sanggah diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program beasiswa. Setiap keberatan yang masuk telah ditelaah oleh tim seleksi berdasarkan data dan dokumen pendukung yang disampaikan oleh peserta.

“Seluruh sanggahan telah kami periksa secara menyeluruh. Peserta yang dinyatakan lolos verifikasi berkas adalah mereka yang memenuhi persyaratan administratif sesuai ketentuan Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi,” ujarnya.

Daftar nama peserta yang lolos verifikasi berkas dilampirkan dalam satu dokumen resmi dan dinyatakan berhak mengikuti tahapan selanjutnya. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap publikasi hasil ini dapat memberikan kepastian informasi bagi para mahasiswa serta mencegah kesimpangsiuran data di tengah masyarakat.

Syahrun juga mengimbau peserta yang telah dinyatakan lolos agar terus memantau informasi resmi dari pemerintah daerah, khususnya melalui kanal Kominfo Bombana, terkait jadwal dan mekanisme tahapan berikutnya. “Kami berharap para peserta tetap mengikuti seluruh proses dengan tertib dan mematuhi ketentuan yang berlaku,” katanya.

Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendukung akses pendidikan tinggi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberi ruang yang adil bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Melalui program ini, Pemkab Bombana berkomitmen menghadirkan kebijakan pendidikan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Download Pengumuman di Link dibawah ini:

https://drive.google.com/file/d/10tLCf4dKslshYU9V_X0i7QzloQ1Nu37Z/view?usp=sharing