Bupati Bombana Dorong ASN Siapkan Keuangan dan Keterampilan Sebelum Pensiun

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana mempersiapkan kondisi keuangan dan keterampilan sejak masih aktif bekerja sebagai bekal menghadapi masa purna bakti. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Taspen Group dan Literasi Keuangan bagi ASN Kabupaten Bombana di Auditorium Tanduale Kantor Bupati Bombana, Senin (7/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada ASN mengenai hak dan manfaat kepesertaan program Taspen sekaligus meningkatkan literasi keuangan. Pembekalan tersebut dinilai penting agar ASN tidak hanya memahami manfaat yang akan diterima ketika memasuki masa pensiun, tetapi juga mampu merencanakan kondisi keuangan secara lebih matang sejak masih aktif bekerja.

Bupati Bombana mengatakan masa pensiun merupakan bagian dari perjalanan pengabdian seorang ASN. Karena itu, persiapan menghadapi masa tersebut tidak seharusnya dilakukan ketika seseorang sudah memasuki masa purna bakti, tetapi perlu direncanakan sejak jauh hari.

Menurut Burhanuddin, kesiapan menghadapi pensiun tidak cukup hanya dengan mengandalkan penghasilan atau uang pensiun. ASN juga perlu memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif setelah tidak lagi menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah.

“Jangan sampai kita hanya bergantung pada uang pensiun. Uang pensiun jangan hanya dijadikan modal tanpa dibarengi dengan keterampilan,” ujar Burhanuddin.

Ia menilai, keterampilan menjadi salah satu modal penting bagi ASN ketika memasuki fase kehidupan setelah masa pengabdian. Dengan keterampilan yang dimiliki, ASN dapat tetap menjalankan kegiatan produktif dan memiliki sumber aktivitas maupun penghasilan tambahan sesuai kemampuan masing-masing.

Karena itu, Bupati mendorong agar ASN yang mulai mendekati masa pensiun mendapatkan pembekalan yang lebih terarah. Pelatihan tersebut dapat mencakup keterampilan praktis maupun kewirausahaan yang memungkinkan ASN memanfaatkan potensi dan pengalaman yang dimiliki untuk menjalankan aktivitas baru setelah pensiun.

Menurutnya, masa purna bakti seharusnya tidak dipandang sebagai akhir dari produktivitas. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi tahap baru bagi ASN untuk mengembangkan pengalaman dan kemampuan yang selama ini diperoleh selama menjalankan tugas pemerintahan.

Literasi keuangan juga menjadi bagian penting dalam persiapan tersebut. ASN perlu memahami bagaimana mengelola pendapatan, menyusun kebutuhan, menyiapkan tabungan, serta merencanakan penggunaan dana secara bijak agar kondisi keuangan tetap terjaga setelah memasuki masa pensiun.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap ASN dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya perencanaan keuangan. Pemahaman tersebut diharapkan mendorong ASN untuk mulai mempersiapkan masa depan secara lebih terencana, termasuk mempertimbangkan kebutuhan setelah tidak lagi menerima penghasilan sebagai ASN aktif.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua Branch Kantor Cabang Kendari PT Taspen, Ilmiah Rezki, memberikan pemaparan mengenai berbagai program perlindungan dan manfaat yang diberikan Taspen kepada ASN.

Ilmiah menjelaskan bahwa program Taspen Group mencakup sejumlah manfaat yang berkaitan dengan perlindungan dan kesejahteraan peserta. Program tersebut antara lain Tabungan Hari Tua (THT), Program Pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM).

Penjelasan tersebut diberikan agar ASN memahami hak dan manfaat yang melekat pada kepesertaan mereka. Dengan mengetahui program yang tersedia, peserta diharapkan dapat memanfaatkan layanan Taspen sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Selain menjelaskan manfaat program, Ilmiah juga memperkenalkan sejumlah layanan digital Taspen yang dapat digunakan untuk mempermudah akses peserta terhadap layanan. Di antaranya Taspen Online Services (TOS) dan Andal by Taspen yang diperuntukkan bagi peserta pensiun.

Pemanfaatan layanan digital tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan kepada peserta dalam memperoleh informasi dan mengakses layanan Taspen. Digitalisasi layanan juga menjadi bagian dari upaya memberikan pelayanan yang lebih praktis dan mudah dijangkau oleh peserta.

Sosialisasi Taspen Group dan literasi keuangan ini sekaligus menjadi ruang bagi ASN untuk memahami bahwa persiapan masa pensiun memiliki dua sisi yang saling berkaitan. Di satu sisi, ASN perlu mengetahui hak dan manfaat yang akan diperoleh melalui program Taspen. Di sisi lain, ASN perlu memiliki kemampuan mengelola keuangan dan mempersiapkan aktivitas produktif setelah memasuki masa purna bakti.

Bupati Burhanuddin menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan ASN, baik selama menjalankan tugas maupun setelah menyelesaikan masa pengabdiannya.

Menurutnya, kesejahteraan ASN tidak hanya berkaitan dengan kondisi ketika masih aktif bekerja. Pemerintah juga perlu memberikan perhatian terhadap kesiapan ASN menghadapi masa pensiun sebagai bagian dari penghargaan atas pengabdian yang telah diberikan selama menjalankan tugas pemerintahan.

“Melalui kerja sama dalam sosialisasi ini, kita menuntaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana untuk memberikan perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan ASN Bombana, baik selama aktif bertugas maupun ketika memasuki masa purna bakti,” tuturnya.

Komitmen tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Bombana dan PT Taspen (Persero). Kesepakatan tersebut berkaitan dengan peningkatan layanan dan kepesertaan Program Taspen Group bagi ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bombana.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat pelayanan kepada ASN sekaligus memastikan informasi mengenai program Taspen dapat diterima dengan baik oleh peserta. Dengan pemahaman yang lebih baik, ASN diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam mempersiapkan masa depan.

Bagi ASN yang masih aktif bertugas, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa persiapan pensiun perlu dimulai sejak dini. Perencanaan keuangan yang baik, pemahaman terhadap hak kepesertaan, serta pengembangan keterampilan dapat menjadi modal penting untuk menjalani masa purna bakti secara lebih mandiri.

Sementara bagi ASN yang mendekati masa pensiun, pembekalan keterampilan dan kewirausahaan dapat menjadi pilihan untuk tetap produktif setelah menyelesaikan masa pengabdian. Pengalaman yang diperoleh selama bertahun-tahun bekerja di pemerintahan dapat menjadi modal untuk mengembangkan kegiatan baru sesuai minat dan kemampuan.

Dengan adanya sosialisasi dan kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap ASN tidak hanya mengetahui manfaat program Taspen, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengelola keuangan dan mempersiapkan masa depan secara lebih baik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan ASN yang berkelanjutan. Perlindungan selama masa kerja, kesiapan menghadapi pensiun, serta kesempatan untuk tetap produktif setelah purna bakti menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penghargaan terhadap pengabdian ASN kepada pemerintah dan masyarakat.