Bupati Bombana Buka Lantari Jaya Sport Festival 2026, Dorong Semangat Olahraga dan Kebersamaan

Bombana – sultranet.com — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si. secara resmi membuka Lantari Jaya Sport Festival 2026 di Lapangan Surya Bakti, Desa Lombakasi, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Festival yang mempertandingkan tiga cabang olahraga ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan masyarakat untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa, 18 Agustus 2026.

Pembukaan festival dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., jajaran Forkopimda Bombana, Sekretaris Daerah, kepala perangkat daerah, para camat, kepala desa, serta masyarakat yang datang menyaksikan jalannya acara.

Tiga cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Lantari Jaya Sport Festival 2026 adalah sepak bola, bola voli, dan sepak takraw. Ketiganya menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan minat dan bakat olahraga sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah suasana peringatan kemerdekaan.

Bupati Bombana mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga masyarakat memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar kompetisi. Pertandingan dapat menjadi ruang perjumpaan bagi warga, mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus menjaga semangat hidup sehat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Festival olahraga seperti ini bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita menjaga kebersamaan dan semangat sportivitas,” ujar Burhanuddin.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada PT Putih Gold Group yang menjadi sponsor utama kegiatan. Dukungan dari pihak swasta dinilai turut membantu menghadirkan kegiatan olahraga yang dapat dinikmati masyarakat Lantari Jaya dan sekitarnya.

Menurut Burhanuddin, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha merupakan salah satu kekuatan dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat terus berkembang sehingga kegiatan olahraga di tingkat kecamatan maupun desa dapat semakin aktif.

“Apresiasi dan terima kasih kami sampaikan kepada PT Putih Gold Group yang telah memberikan dukungan sebagai sponsor utama. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi terselenggaranya kegiatan olahraga masyarakat,” katanya.

Rangkaian pembukaan ditandai dengan pelepasan balon ke udara oleh Bupati Bombana. Setelah itu, Burhanuddin melakukan tendangan bola atau kick off sebagai tanda dimulainya pertandingan sepak bola dalam festival tersebut.

Kick off menjadi penanda dimulainya rangkaian kompetisi yang akan mempertemukan peserta dari berbagai wilayah. Pertandingan sepak bola menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian masyarakat karena olahraga tersebut memiliki basis penggemar yang luas dan kerap menjadi bagian dari kegiatan perayaan kemerdekaan di berbagai daerah.

Selain sepak bola, masyarakat juga dapat menyaksikan pertandingan bola voli dan sepak takraw. Kehadiran tiga cabang olahraga tersebut memberikan pilihan bagi masyarakat dengan minat olahraga yang berbeda untuk berpartisipasi dalam suasana kompetisi yang sehat.

Bagi masyarakat Lantari Jaya, festival tersebut menjadi salah satu kegiatan yang memberikan warna tersendiri dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Warga tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai ruang untuk bertemu dan memperkuat hubungan sosial.

Suasana pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat yang memenuhi area sekitar Lapangan Surya Bakti. Antusiasme warga menunjukkan bahwa kegiatan olahraga masih menjadi salah satu ruang publik yang efektif untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat.

Olahraga juga memiliki manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjaga kebugaran, aktivitas olahraga dapat membantu membangun disiplin, kerja sama, daya juang, dan sportivitas. Nilai-nilai tersebut menjadi penting terutama bagi generasi muda yang menjadi bagian dari peserta maupun penonton kegiatan.

Burhanuddin berharap festival olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan yang hanya berlangsung dalam rangka peringatan kemerdekaan. Ia mendorong agar semangat berolahraga dapat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat secara berkelanjutan.

“Harapan kita, kegiatan seperti ini terus hidup di tengah masyarakat. Jangan hanya ramai ketika ada perayaan, tetapi olahraga harus menjadi kebiasaan karena masyarakat yang sehat akan menjadi kekuatan bagi daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kepentingan untuk terus menciptakan ruang yang memungkinkan masyarakat beraktivitas secara sehat dan produktif. Kegiatan olahraga berbasis masyarakat dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai tujuan tersebut.

Keberadaan festival juga membuka peluang bagi munculnya atlet-atlet potensial dari tingkat desa dan kecamatan. Kompetisi yang berlangsung secara rutin dapat memberikan pengalaman bagi para pemain untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur potensi mereka dalam menghadapi lawan dari wilayah lain.

Pembinaan olahraga di tingkat akar rumput menjadi penting karena banyak talenta olahraga tumbuh dari lingkungan masyarakat. Dengan kompetisi yang teratur dan dukungan yang memadai, potensi tersebut dapat ditemukan lebih awal dan dikembangkan secara bertahap.

Selain aspek prestasi, kegiatan olahraga juga memiliki dimensi sosial. Pertandingan mempertemukan masyarakat dalam suasana yang relatif santai dan terbuka. Perbedaan latar belakang dapat melebur melalui aktivitas yang sama, sehingga rasa kebersamaan dan persaudaraan dapat tumbuh secara alami.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut memberikan makna tersendiri bagi penyelenggaraan festival. Semangat perjuangan dan persatuan yang menjadi bagian dari sejarah kemerdekaan dapat diterjemahkan melalui kegiatan positif yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Festival olahraga juga menjadi salah satu cara untuk merawat semangat kemerdekaan di tingkat lokal. Masyarakat diberikan ruang untuk merayakan hari bersejarah tersebut melalui kegiatan yang sehat, produktif, dan melibatkan banyak orang.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap partisipasi masyarakat dalam kegiatan seperti ini dapat terus meningkat. Peran pemerintah, pemerintah desa, komunitas olahraga, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar kegiatan olahraga dapat berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas.

Kehadiran Forkopimda, perangkat daerah, camat, kepala desa, serta masyarakat dalam pembukaan menunjukkan adanya dukungan lintas unsur terhadap kegiatan tersebut. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan kegiatan olahraga masyarakat di Bombana.

Bagi para peserta, festival ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun pengalaman bertanding. Sementara bagi masyarakat, pertandingan menjadi hiburan yang dapat dinikmati bersama dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin dinamis, ruang publik seperti lapangan olahraga memiliki fungsi penting. Tempat tersebut dapat menjadi ruang interaksi yang mempertemukan warga, membangun komunikasi, dan memperkuat rasa memiliki terhadap lingkungan tempat mereka tinggal.

Lantari Jaya Sport Festival 2026 diharapkan dapat menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan, rekreasi, pembinaan prestasi maupun hubungan sosial. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan penyelenggaraan yang lebih baik pada masa mendatang.

Pembukaan festival oleh Bupati Bombana sekaligus menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap olahraga masyarakat sebagai bagian dari aktivitas pembangunan manusia. Olahraga tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga menjadi sarana membangun masyarakat yang sehat, aktif, disiplin, dan memiliki semangat kebersamaan.

Dengan dimulainya pertandingan sepak bola melalui kick off Bupati Bombana, Lantari Jaya Sport Festival 2026 resmi bergulir. Selanjutnya, masyarakat akan mengikuti rangkaian pertandingan sepak bola, bola voli, dan sepak takraw dalam suasana perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Festival tersebut diharapkan berlangsung dengan menjunjung tinggi sportivitas dan persaudaraan. Kemenangan dalam pertandingan menjadi bagian dari kompetisi, tetapi semangat kebersamaan menjadi nilai yang diharapkan tetap menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian kegiatan.

Pada akhirnya, Lantari Jaya Sport Festival 2026 bukan sekadar agenda pertandingan. Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk bergerak, berkumpul, menikmati olahraga, dan merayakan kemerdekaan bersama. Dari Lapangan Surya Bakti, semangat olahraga dan kebersamaan diharapkan terus tumbuh menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Lantari Jaya dan Kabupaten Bombana secara lebih luas.




PBVSI Bombana Fokuskan Open Tournament Bola Voli Profesional Se-Sulawesi Tenggara, Siap Hadirkan Kompetisi Berkualitas

Bombana, sultranet.com – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Bombana resmi melakukan penyesuaian skema pelaksanaan Open Tournament Bola Voli yang sebelumnya direncanakan sebagai turnamen regional Se-Indonesia Timur. Melalui hasil evaluasi panitia dan pengurus, ajang tersebut kini difokuskan menjadi Open Tournament klub bola voli profesional tingkat Se-Sulawesi Tenggara guna memastikan pelaksanaan kegiatan tetap berjalan optimal, kompetitif, dan memberikan manfaat besar bagi pembinaan olahraga daerah.

Keputusan tersebut diambil setelah panitia melakukan evaluasi terhadap perkembangan pendaftaran peserta yang hingga batas waktu tertentu masih didominasi oleh klub-klub dari wilayah Sulawesi Tenggara. Sementara itu, sejumlah klub yang berasal dari luar daerah belum memberikan kepastian keikutsertaan dalam turnamen yang akan digelar oleh PBVSI Kabupaten Bombana tersebut.

Sekretaris PBVSI Kabupaten Bombana, Saidin, mengatakan bahwa perubahan format pelaksanaan turnamen bukan merupakan pengurangan kualitas kegiatan, melainkan langkah strategis agar kompetisi tetap berlangsung sesuai target yang telah direncanakan.

Menurutnya, fokus utama panitia adalah memastikan turnamen berjalan dengan tingkat persaingan yang sehat, menghadirkan pertandingan berkualitas, sekaligus memberikan ruang bagi pembinaan atlet bola voli di Sulawesi Tenggara.

“Setelah kami melakukan evaluasi bersama panitia dan pengurus, peserta dari luar Sulawesi Tenggara memang belum ada yang memastikan keikutsertaan. Karena itu, kami memutuskan untuk memfokuskan turnamen ini pada klub-klub profesional Se-Sulawesi Tenggara agar pelaksanaan tetap berjalan optimal, kompetitif, dan meriah,” ujar Saidin.

Ia menjelaskan bahwa keputusan tersebut juga mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang saat ini dihadapi banyak daerah di Indonesia, termasuk kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada aktivitas organisasi olahraga maupun klub-klub profesional.

Menurut Saidin, kondisi tersebut membuat banyak klub harus melakukan penyesuaian dalam menyusun agenda kompetisi, termasuk mempertimbangkan biaya perjalanan, akomodasi, serta kebutuhan operasional tim ketika mengikuti turnamen di luar daerah.

“Kita memahami situasi saat ini. Banyak klub tentu harus mempertimbangkan biaya perjalanan, akomodasi, hingga kesiapan tim di tengah kondisi efisiensi yang terjadi secara luas. Jadi ini lebih kepada penyesuaian situasi, bukan karena menurunnya minat terhadap turnamen,” katanya.

Meski format kompetisi mengalami penyesuaian, PBVSI Bombana memastikan kualitas penyelenggaraan tidak akan berubah. Panitia tetap berkomitmen menghadirkan kompetisi yang profesional dengan standar pelaksanaan yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi atlet, ofisial tim, maupun masyarakat pencinta olahraga bola voli.

Ketua Panitia Turnamen, Sukaji Ramang, menegaskan bahwa perubahan cakupan peserta justru diyakini akan menghadirkan persaingan yang lebih ketat karena klub-klub di Sulawesi Tenggara saat ini menunjukkan perkembangan prestasi yang cukup signifikan.

Ia menilai banyak klub di berbagai kabupaten dan kota telah memiliki pembinaan yang baik serta kualitas pemain yang mampu bersaing pada level kompetitif.

“Justru dengan format Se-Sulawesi Tenggara ini, pertandingan dipastikan akan lebih kompetitif karena klub-klub lokal dan regional memiliki kualitas yang sudah sangat berkembang. Panitia tetap menyiapkan turnamen ini secara profesional agar menjadi hiburan olahraga sekaligus wadah pembinaan atlet voli daerah,” kata Sukaji Ramang.

Menurutnya, sejumlah klub kuat dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara telah menyampaikan kesiapan untuk ambil bagian dalam turnamen tersebut. Kehadiran klub-klub tersebut diperkirakan akan menghadirkan pertandingan yang menarik dan menjadi tontonan berkualitas bagi masyarakat.

PBVSI Bombana memandang turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari upaya jangka panjang dalam membangun ekosistem olahraga bola voli yang lebih kuat di daerah. Melalui turnamen yang rutin dan berkualitas, atlet-atlet muda diharapkan memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus memperoleh pengalaman bertanding yang lebih luas.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antarklub serta memperkuat jaringan pembinaan olahraga di Sulawesi Tenggara. Kompetisi yang sehat dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas atlet sekaligus mendorong lahirnya talenta-talenta baru yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

Bagi Kabupaten Bombana, penyelenggaraan turnamen ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat citra daerah sebagai salah satu pusat kegiatan olahraga yang aktif dan berkembang. Kehadiran peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

PBVSI Bombana optimistis turnamen tersebut tetap akan mendapatkan perhatian besar dari masyarakat. Antusiasme pecinta olahraga bola voli di Bombana selama ini menjadi modal penting untuk menghadirkan atmosfer pertandingan yang meriah dan penuh semangat sportivitas.

Lebih jauh, turnamen ini diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan olahraga bola voli daerah sekaligus memperkuat pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Dengan penyesuaian format yang telah dilakukan, PBVSI Bombana menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan kompetisi yang berkualitas, profesional, dan bermanfaat bagi perkembangan olahraga. Fokus pada klub-klub profesional Se-Sulawesi Tenggara diyakini akan menghasilkan pertandingan yang kompetitif sekaligus menjadi wadah pembinaan yang efektif bagi atlet-atlet terbaik di daerah.

Sumber: Kibar News




KONI Bombana Gelar Rapat Perdana, Siapkan Pelantikan Pengurus dan Strategi Hadapi Porprov 2026

Bombana, sultranet.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bombana menggelar rapat perdana pengurus setelah terbentuknya kepengurusan baru masa bakti 2025–2029. Pertemuan ini menjadi langkah awal konsolidasi organisasi sekaligus membahas sejumlah agenda strategis, termasuk pembentukan panitia pelantikan pengurus serta persiapan rapat kerja organisasi. Rapat berlangsung di Aula Pertemuan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bombana, Minggu, 8 Februari 2026.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Kabupaten Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan dihadiri jajaran pengurus baru KONI Bombana. Pertemuan ini digelar sebagai tindak lanjut setelah terbitnya Surat Keputusan Kepengurusan KONI Kabupaten Bombana Nomor 13 Tahun 2025 tertanggal 10 Desember 2025 yang ditandatangani oleh Ketua Umum KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Ady Aksar.

Dalam rapat tersebut, pengurus KONI Bombana membahas sejumlah agenda penting organisasi, terutama pembentukan panitia pelantikan pengurus dan persiapan pelaksanaan Rapat Kerja KONI Kabupaten Bombana. Agenda tersebut juga merujuk pada Surat KONI Kabupaten Bombana Nomor 01/KONI-Bombana/II/2026 tentang Undangan Rapat Pengurus KONI Kabupaten Bombana.

Ketua KONI Kabupaten Bombana, Burhanuddin, menegaskan bahwa agenda paling mendesak yang harus segera dituntaskan adalah pelantikan pengurus KONI Bombana masa bakti 2025–2029. Menurutnya, pelantikan harus dipersiapkan secara matang karena waktu yang tersedia cukup terbatas.

“Berdasarkan hasil konsultasi dengan KONI Provinsi Sulawesi Tenggara, pelantikan diharapkan dapat dilaksanakan sebelum bulan Ramadan dan direncanakan pada 15 Februari 2026. Artinya waktu persiapan kita sangat terbatas, sehingga dibutuhkan kesiapan dan kerja maksimal dari panitia pelaksana,” kata Burhanuddin.

Ia menambahkan bahwa KONI bukan sekadar organisasi formal, tetapi wadah profesi yang menuntut dedikasi, komitmen, dan keikhlasan dari setiap pengurusnya. Menurut Burhanuddin, pengembangan olahraga tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga memberikan pengaruh positif terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Olahraga memiliki dampak luas bagi masyarakat. Selain mencetak prestasi, aktivitas olahraga juga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal, terutama ketika kegiatan olahraga digelar secara masif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menyinggung peluang Kabupaten Bombana menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara tahun 2026. Ia mengakui bahwa sebelumnya sempat muncul harapan dari Gubernur Sulawesi Tenggara agar Bombana dapat menjadi tuan rumah ajang olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Namun demikian, menurutnya peluang tersebut belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat karena keterbatasan infrastruktur olahraga serta kesiapan anggaran daerah.

“Meski sempat ada harapan dari Gubernur Sulawesi Tenggara agar Bombana menjadi tuan rumah Porprov 2026, kondisi infrastruktur dan anggaran kita saat ini belum memungkinkan untuk itu,” jelasnya.

Meski demikian, Burhanuddin memastikan bahwa fokus utama KONI Bombana tetap pada peningkatan prestasi atlet daerah. Ia menegaskan bahwa setelah pelantikan pengurus dilaksanakan, seluruh pengurus KONI bersama pengurus cabang olahraga (cabor) akan segera bekerja sesuai bidang masing-masing untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov Sulawesi Tenggara 2026.

“Kita ingin setelah pelantikan nanti, seluruh pengurus langsung bekerja. Setiap bidang dan cabang olahraga harus memiliki program yang jelas untuk meningkatkan prestasi atlet Bombana,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Kabupaten Bombana, Nasruddin, SH., MH menyampaikan bahwa pelantikan pengurus KONI Bombana akan dirangkaikan dengan pelaksanaan Rapat Kerja KONI Kabupaten Bombana.

Menurut Nasruddin, rapat kerja tersebut akan menjadi forum penting bagi seluruh pengurus dan pemangku kepentingan olahraga di Bombana untuk merumuskan arah pembinaan olahraga daerah dalam beberapa tahun ke depan.

“Raker ini sangat penting karena akan menjadi forum strategis untuk memetakan cabang olahraga unggulan di Bombana, menyusun program pembinaan atlet, serta mematangkan seluruh persiapan menghadapi Porprov Sulawesi Tenggara 2026,” kata Nasruddin.

Ia menambahkan bahwa pembinaan olahraga yang terarah dan berkelanjutan menjadi kunci bagi peningkatan prestasi atlet daerah di tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, rapat kerja KONI Bombana diharapkan dapat menghasilkan program yang realistis sekaligus berdampak langsung terhadap pengembangan olahraga di daerah.

Dengan dimulainya konsolidasi organisasi melalui rapat perdana ini, KONI Bombana optimistis mampu membangun sistem pembinaan olahraga yang lebih terstruktur dan profesional. Dukungan pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama untuk mengangkat prestasi olahraga Bombana di tingkat yang lebih tinggi.




Bupati Bombana Buka Turnamen Sepak Bola Mini HIPMAB Cup VIII, Dorong Sportivitas dan Pembinaan Atlet Daerah

Bombana, sultranet.com — Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi membuka Turnamen Sepak Bola Mini HIPMAB Cup ke-VIII yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Bombana (HIPMAB) Kolaka. Turnamen ini menjadi ajang olahraga tahunan yang tidak hanya mempertemukan para pecinta sepak bola, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi masyarakat serta sarana pembinaan generasi muda Bombana melalui kegiatan olahraga. Pembukaan turnamen berlangsung di Lapangan Angkasa Desa Rakadua, Kecamatan Poleang Barat, pada Minggu, 11 Januari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bombana hadir didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos. Acara pembukaan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bombana, para kepala organisasi perangkat daerah, Camat Poleang Barat, Kepala Desa Rakadua, pengurus HIPMAB Kolaka, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta masyarakat setempat yang memadati lapangan pertandingan.

Turnamen HIPMAB Cup yang telah memasuki penyelenggaraan kedelapan ini dikenal sebagai salah satu agenda olahraga yang konsisten digelar oleh mahasiswa Bombana yang sedang menempuh pendidikan di Kabupaten Kolaka. Kegiatan ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga, sekaligus mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., menyampaikan apresiasi atas konsistensi HIPMAB Kolaka dalam menyelenggarakan turnamen tersebut setiap tahun. Ia menilai kegiatan seperti ini memiliki dampak positif bagi pembangunan daerah, khususnya dalam pembinaan karakter generasi muda serta pengembangan potensi olahraga.

“Seperti yang kita lihat bahwa memang kegiatan HIPMAB ini saya memberikan jempol karena rutin dan konsisten dilaksanakan setiap tahunnya. Tentu ini saya berharap kegiatan-kegiatan seperti ini kecil maupun besar kegiatannya saya pastikan ini akan berdampak bagi Kabupaten Bombana,” kata Burhanuddin.

Menurutnya, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, dan memiliki semangat kompetisi yang sehat. Oleh karena itu, kegiatan olahraga seperti HIPMAB Cup perlu terus didukung dan dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan generasi muda di daerah.

Bupati Burhanuddin juga mengingatkan kepada seluruh peserta turnamen agar menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia menekankan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan dalam kompetisi, tetapi sikap sportif dan permainan yang baik merupakan nilai yang lebih penting.

“Menang memang satu tujuan, tetapi bermain suportif, bermain baik adalah suatu kehormatan. Berikan yang terbaik kepada masyarakat, lalu kemudian menang dan berprestasi,” tegasnya.

Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, turnamen ini juga dinilai dapat berfungsi sebagai sarana pemantauan dan penjaringan atlet potensial yang dapat dipersiapkan untuk berbagai kejuaraan olahraga tingkat daerah maupun provinsi.

Bupati Burhanuddin menyampaikan harapannya agar ajang seperti HIPMAB Cup dapat menjadi bagian dari proses pembinaan atlet daerah menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tenggara tahun 2026.

“Saya berharap dalam kegiatan olahraga apa pun yang kita lakukan di Bombana ini, Ketua KONI bisa menilai. Saya berharap atlet-atlet yang akan berlaga di Porprov 2026 benar-benar putra-putri Bombana. Mudah-mudahan Bombana juga bisa menjadi tuan rumah Porprov tahun depan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga memberikan pesan khusus kepada para mahasiswa Bombana yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, khususnya di Kabupaten Kolaka. Ia mengingatkan agar mereka senantiasa menjaga nama baik daerah serta menunjukkan prestasi di mana pun berada.

“Kalian adalah duta-duta Bombana. Apa yang kalian lakukan di Kolaka adalah cerminan masyarakat Bombana. Jika kalian berprestasi di kampung orang, itu akan menjadi kebanggaan bagi Bombana,” katanya.

Lebih jauh, Bupati Burhanuddin menilai kegiatan olahraga seperti HIPMAB Cup tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia olahraga, tetapi juga memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran turnamen yang melibatkan banyak peserta dan penonton dapat membuka peluang bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

“Melalui kegiatan ini, UMKM dan masyarakat bisa ikut berjualan sehingga ada efek peningkatan ekonomi masyarakat,” tutup Burhanuddin.

Turnamen Sepak Bola Mini HIPMAB Cup VIII diharapkan dapat berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum bagi lahirnya atlet-atlet muda berbakat dari Kabupaten Bombana yang mampu berprestasi di tingkat daerah maupun provinsi.