Perumda Air Minum Tirta Moico Raih TOP GRC Awards 2026, Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

Jakarta, sultranet.com — Perumda Air Minum Tirta Moico Kabupaten Bombana meraih penghargaan TOP GRC Awards 2026 atas komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan, serta pengendalian internal. Penghargaan tersebut diterima Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana Ir. Syahrun, ST, MPWK, selaku Dewan Pengawas Perumda Air Minum Tirta Moico, pada puncak TOP GRC Awards 2026 di Dian Ballroom, Hotel Raffles Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas upaya Perumda Air Minum Tirta Moico dalam membangun tata kelola perusahaan yang lebih terarah dan terintegrasi. Penerapan Governance, Risk Management, and Compliance (GRC) tidak hanya ditempatkan sebagai pemenuhan terhadap ketentuan perusahaan, tetapi mulai diarahkan menjadi bagian dari budaya kerja dan proses pengambilan keputusan.

TOP GRC Awards 2026 mengusung tema “Sustainability by Design: A Journey Through Intelligent GRC”. Ajang tersebut memberikan apresiasi kepada perusahaan yang dinilai memiliki komitmen dalam menerapkan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan secara terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan organisasi.

Sebanyak 108 perusahaan dari berbagai sektor menerima penghargaan pada tahun ini. Penilaian dilakukan terhadap sejumlah aspek, antara lain tata kelola perusahaan, manajemen risiko, kepatuhan, integrasi GRC, kinerja perusahaan, serta upaya peningkatan tingkat kematangan organisasi.

Bagi Perumda Air Minum Tirta Moico, penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan pembenahan tata kelola perusahaan. Penguatan GRC dilakukan untuk memastikan setiap proses kerja memiliki dasar yang jelas, risiko dapat dikenali dan dikelola, serta kepatuhan terhadap aturan dapat diterapkan secara konsisten.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Moico, Irham Saputra, sebelumnya menyampaikan bahwa penerapan GRC menjadi salah satu langkah penting dalam membangun fondasi tata kelola perusahaan yang lebih kuat.

“Penerapan GRC menjadi bagian dari upaya kami membangun fondasi tata kelola perusahaan yang lebih kuat. Kami tidak ingin GRC hanya menjadi pemenuhan terhadap ketentuan, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya organisasi dan proses pengambilan keputusan,” kata Irham.

Menurut dia, penguatan tersebut dilakukan melalui sejumlah langkah, mulai dari peningkatan manajemen risiko, kepatuhan, pengendalian internal, digitalisasi, hingga penataan pembagian peran dan tanggung jawab dalam organisasi.

Langkah tersebut dinilai penting karena perusahaan daerah memiliki tanggung jawab ganda. Selain harus menjaga kesehatan dan keberlanjutan perusahaan, Perumda Air Minum Tirta Moico juga memiliki tugas memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat Kabupaten Bombana.

Karena itu, tata kelola yang baik menjadi salah satu fondasi dalam menjaga kualitas pelayanan. Sistem yang tertata dapat membantu perusahaan menjalankan kegiatan operasional secara lebih terukur, sekaligus memberikan kejelasan terhadap tanggung jawab setiap bagian dalam organisasi.

Saat ini, Perumda Air Minum Tirta Moico telah melayani masyarakat di 14 dari 22 kecamatan di Kabupaten Bombana. Perusahaan tersebut memiliki 7.097 sambungan pelanggan dan didukung 46 pegawai dalam menjalankan kegiatan operasional dan pelayanan.

Cakupan pelayanan tersebut menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Pembenahan tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penyediaan air, tetapi juga menyangkut pengelolaan perusahaan, pelayanan pelanggan, pengendalian internal, serta kemampuan menghadapi berbagai risiko operasional.

Penguatan tata kelola juga diarahkan untuk mendukung perusahaan dalam menghadapi kebutuhan pelayanan yang terus berkembang. Digitalisasi menjadi salah satu bagian dari langkah tersebut, terutama untuk meningkatkan efisiensi proses kerja dan mendukung pengelolaan informasi perusahaan.

Selain itu, pembagian tugas dan tanggung jawab dalam organisasi diperjelas agar setiap proses dapat berjalan sesuai fungsi masing-masing. Penguatan pengendalian internal juga menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan perusahaan berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Perumda Air Minum Tirta Moico telah menuangkan penguatan GRC tersebut dalam roadmap implementasi 2026–2027. Roadmap tersebut membagi tahapan pengembangan GRC ke dalam fokus yang berbeda sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Pada 2026, perusahaan memfokuskan langkah pada penguatan fondasi dan sistem GRC. Tahap ini mencakup upaya membangun sistem yang lebih terstruktur, memperkuat pemahaman organisasi terhadap risiko dan kepatuhan, serta menata perangkat pendukung penerapan GRC.

Sementara pada 2027, fokus diarahkan pada optimalisasi penerapan GRC. Tahap tersebut diharapkan dapat mendorong agar sistem yang telah dibangun tidak berhenti pada dokumen atau kebijakan, tetapi diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional perusahaan.

Irham mengatakan penerapan GRC membutuhkan proses yang berkelanjutan dan keterlibatan seluruh unsur organisasi.

“GRC harus menjadi bagian dari cara kerja perusahaan. Karena itu, penguatan sistem harus berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengendalian internal, pemanfaatan teknologi, serta kejelasan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembenahan tata kelola juga harus memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi administrasi dan kinerja internal, tetapi juga dari kemampuan perusahaan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pelanggan.

Penghargaan TOP GRC Awards 2026 diharapkan dapat menjadi dorongan bagi Perumda Air Minum Tirta Moico untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi agar proses pembenahan yang telah berjalan dapat diteruskan secara konsisten.

Sebagai perusahaan milik daerah, Perumda Air Minum Tirta Moico memiliki posisi strategis dalam mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Bombana. Karena itu, penguatan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui peran Dewan Pengawas juga memiliki kepentingan untuk memastikan perusahaan dapat berkembang secara sehat dan profesional. Pengawasan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan upaya manajemen memperbaiki sistem internal dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Dengan cakupan pelayanan yang terus dikembangkan, Perumda Air Minum Tirta Moico dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan layanan, efisiensi pengelolaan, penguatan sumber daya manusia, dan keberlanjutan perusahaan.

Penerapan roadmap GRC 2026–2027 menjadi salah satu instrumen yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan tersebut. Fondasi tata kelola yang kuat diharapkan dapat membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih terukur, mengantisipasi risiko, menjaga kepatuhan, dan meningkatkan akuntabilitas.

Penghargaan TOP GRC Awards 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi capaian bagi Perumda Air Minum Tirta Moico, tetapi juga menjadi penanda atas proses pembenahan yang sedang dilakukan perusahaan. Tantangan berikutnya adalah memastikan praktik GRC terus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari dan memberi manfaat nyata bagi perusahaan serta masyarakat yang dilayani.

Melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko yang dilakukan secara bertahap, Perumda Air Minum Tirta Moico diharapkan mampu tumbuh sebagai BUMD air minum yang sehat, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Bombana.