Polsek Lantari Jaya Tangkap Sindikat Pencuri Alsintan dan Sapi, Hasil Curian Buat Beli Narkoba

Bombana, sultranet.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Lantari Jaya berhasil mengungkap kasus pencurian alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang meresahkan petani di Kabupaten Bombana. Enam pelaku berhasil diamankan dalam operasi yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, S.H., C.P.M., menjelang perayaan Idulfitri.

“Para pelaku tidak hanya beraksi di Lantari Jaya, tetapi juga di wilayah Rumbia. Bahkan, mereka mengaku terlibat dalam pencurian ternak sapi di Rumbia,” ungkap IPDA Prasetyo. Minggu (30/3/2025)

Kronologi bermula pada Sabtu, 29 Maret 2025, sekitar pukul 21.10 WITA, tim gabungan dari Sat Intelkam, Sat Reskrim, dan Polsek Lantari Jaya menerima informasi terkait empat pria yang menawarkan mesin diesel hand traktor dengan harga murah.

Petugas pun melakukan penyamaran dan menghubungi pelaku untuk bernegosiasi. Dalam operasi yang dilakukan di BTN Lampopala, polisi berhasil mengamankan enam pelaku yang diduga merupakan bagian dari sindikat spesialis pencurian Alsintan.

Identitas mereka sebagai berikut: Inal Saputra (26), warga Desa Watu-Watu, Kec. Lantari Jaya; Muh. Sahar (23), warga Desa Hukaea, Kec. Rarowatu Utara; Muslimin (20), warga Desa Hukaea, Kec. Rarowatu Utara; San Jaya Tongasa (37), warga Desa Punggapu, Kec. Andoolo, Konawe Selatan; Andi Rian Efendi (25), warga Desa Hukaea, Kec. Rarowatu Utara; dan Arsil Amridin (20), warga Desa Watumentade, Kec. Rarowatu Utara.

Dalam penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa satu unit mesin diesel hand traktor dan dua unit pompa sprayer. Hasil pengembangan kasus kemudian mengarah ke penangkapan dua pelaku lainnya di Rarowatu Utara serta penyitaan barang bukti di beberapa lokasi, termasuk di Konawe Selatan.

Saat diinterogasi, para pelaku mengaku telah mencuri Alsintan di enam lokasi berbeda di Bombana. Mereka juga mengungkap bahwa hasil curian dijual ke beberapa penadah di Bombana dan Konawe Selatan. Bahkan, uang hasil penjualan digunakan untuk membeli narkotika jenis sabu-sabu.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa otak pencurian ini adalah Inal Saputra. Ia sudah lama menjadi target kami. Penangkapan ini tidak hanya mengungkap pencurian Alsintan, tetapi juga membuka peluang membongkar jaringan peredaran narkoba di wilayah Lantari dan Rarowatu Utara,” tegas IPDA Prasetyo.

Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain lima unit mesin diesel hand traktor berbagai merek, dua unit pompa sprayer, satu unit mini kompresor, satu unit mobil Daihatsu Sigra warna silver (DT 1245 RF), dan beberapa kunci perkakas yang diduga digunakan dalam aksi pencurian.

Kapolsek Lantari Jaya mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap aksi pencurian selama libur Lebaran. Menurutnya, selain Alsintan, pencurian kendaraan bermotor dan pembobolan rumah juga berpotensi meningkat menjelang hari raya.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. Kami juga akan terus meningkatkan patroli keamanan untuk mencegah kejahatan serupa,” kata IPDA Prasetyo.

Saat ini, para pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Bombana dan Polsek Lantari Jaya guna penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan lain dalam kasus ini.




Polsek Lantari Jaya Gelar Pasar Murah, Bantu Warga Dapatkan Sembako Murah

Bombana, sultranet.com – Polsek Lantari Jaya kembali mengadakan pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Kegiatan ini berlangsung di Desa Watu-Watu, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, pada Jumat, 14 Maret 2025. Sebanyak 1.000 paket sembako disiapkan dalam kegiatan sosial ini.

Kapolsek Lantari Jaya, IPDA Prasetyo Nento, menggandeng sejumlah pihak dalam penyelenggaraan pasar murah, termasuk PT JBM, PT PAG, CV, serta Toko Ahmad Mas. Ini merupakan kali kedua Polsek Lantari Jaya menggelar pasar murah setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Kecamatan Rarowatu Utara dengan 600 paket sembako dan di Kecamatan Lantari Jaya dengan 400 paket sembako.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meringankan beban ekonomi warga, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Pasar murah ini menjadi bukti kepedulian serta sinergi antara kepolisian, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi serta kesejahteraan sosial di wilayah Lantari Jaya dan sekitarnya.

Kapolsek IPDA Prasetyo Nento menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada mitra-mitra yang telah bersinergi dalam kegiatan ini. Pasar murah ini bukan hanya tentang distribusi sembako, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama,” ujar IPDA Prasetyo Nento.

Ia juga berharap bahwa sembako yang dibeli warga dari pasar murah ini dapat memberikan manfaat bagi keluarga serta membantu meringankan beban ekonomi mereka.

“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan. Kepolisian berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu dalam berbagai aspek, termasuk kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Pasar murah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Warga Desa Watu-Watu antusias mengikuti kegiatan tersebut, mengantre sejak pagi untuk mendapatkan paket sembako dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Salah satu warga, Siti, mengungkapkan rasa syukurnya atas adanya pasar murah ini.

“Alhamdulillah, sangat membantu kami. Harga beras dan minyak goreng lebih murah, jadi kami bisa sedikit menghemat,” katanya.

Dengan adanya pasar murah ini, diharapkan masyarakat dapat lebih terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok mereka, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga barang di pasaran. Kepolisian bersama pihak swasta berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan sosial serupa guna menjaga kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Bombana.