Dinas PUPR benahi Tata Ruang Kota Bombana

Bombana, sultranet.com – Komitmen mendukung program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana melalui Bidang Tata Ruang mulai melakukan pemasangan papan Informasi garis sempadan jalan dan larangan pembangunan di kawasan sempadan sungai. Jumat, 23 Mei 2025.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bombana, Sofian Baco, ST., M.P.W, menegaskan bahwa langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya awal pemerintah daerah dalam menata wajah kota agar lebih rapi, tertib, dan sesuai dengan peraturan tata ruang.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menindaklanjuti visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Bombana untuk menciptakan tata kota yang lebih baik dan berkelanjutan. Salah satu prioritasnya adalah penataan ruang publik yang selama ini kerap luput dari perhatian,” ujar Sofian.

Sofian menambahkan bahwa papan informasi tersebut bukan semata simbol larangan, tapi juga sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami pentingnya menjaga ruang publik.

“Ini bagian dari proses penataan kota yang bukan hanya soal pembangunan fisik, tapi juga perubahan perilaku dan kesadaran kolektif,” katanya.

Program ini, lanjutnya, akan terus diperluas ke titik-titik strategis lain di wilayah Bombana, sejalan dengan upaya menyusun revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang lebih adaptif terhadap perkembangan daerah dan tantangan lingkungan.

Dinas PUPR juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam upaya ini, termasuk melibatkan tokoh masyarakat dan pelaku usaha lokal agar penataan ruang dapat berjalan selaras dengan kebutuhan sosial dan ekonomi warga.

“Kami berharap masyarakat mendukung langkah ini. Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang taat aturan dan tidak mengorbankan ruang hidup bersama,” tegas Sofian.

Sementara itu, Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bombana, Rafid, ST, menjelaskan bahwa penataan dilakukan dengan memasang papan informasi larangan membangun di area sempadan sungai dan garis sempadan jalan yang telah ditetapkan.

“Papan informasi ini sebagai penanda batas yang tidak boleh dilanggar oleh masyarakat maupun pengembang. Ini penting demi menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi ruang kota,” jelas Rafid saat ditemui di lokasi pemasangan.

Salah satu titik yang menjadi prioritas adalah kawasan sempadan sungai di RTH 2 Rumbia, Gerbang Lameroro dan sempadan jalan di samping Alfamidi, yang selama ini dinilai rawan terjadi pelanggaran tata ruang.

Menurut Rafid, kawasan sempadan sungai harus tetap terbuka sebagai ruang hijau publik sekaligus sebagai area resapan air yang vital dalam menghadapi potensi banjir.

“Jika dibiarkan dibangun tanpa pengawasan, dampaknya bukan hanya soal estetika kota, tapi juga bencana ekologis,” tandasnya

Pemasangan papan informasi ini menjadi langkah awal yang konkret dari pemerintahan Burhanuddin–Ahmad Yani dalam membangun Bombana yang lebih tertata, humanis, dan berkelanjutan sejak hari pertama mereka menjabat.

tata ruang kota, program 100 hari kerja, PUPR Bombana, larangan bangun di sempadan sungai.




Bupati Burhanuddin Resmi Buka Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup 2025

Bombana, Sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi membuka Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup 2025 di Lapangan A.A Rifai Kecamatan Rumbia, Kamis (1/5/2025). Turnamen ini menghadirkan pemain muda dari tiga kategori usia, yaitu U-12, U-14, dan U-17. Hadir dalam acara pembukaan jajaran Forkopimda, Ketua dan Wakil Tim Penggerak PKK Bombana, Pimpinan Bank Sultra, Kepala OPD, pelatih, serta masyarakat setempat.

Turnamen sepakbola ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana, yang menitikberatkan pada penguatan sektor kepemudaan dan olahraga. Program ini bertujuan membina atlet usia dini sekaligus menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui jalur olahraga.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan target Quick Win 100 hari yang sudah disepakati bersama. “Kami ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwa tanggung jawab yang diberikan kepada saya dan Pak Ahmad Yani harus segera memberikan manfaat, salah satunya melalui event olahraga,” ujarnya.

Bupati Burhanuddin menambahkan, “Harapan kami dalam event sepakbola ini bukan hanya untuk jangka pendek, tetapi juga jangka panjang. Turnamen ini tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter anak-anak. Olahraga diharapkan menjadi sarana pendidikan yang menyenangkan dan membangun semangat kebersamaan.”

Turnamen yang berlangsung hingga 4 Mei ini diikuti oleh 53 tim dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Pertandingan digelar di tiga lapangan dengan harapan tidak hanya mencetak prestasi lokal, tetapi juga menjadi bagian proses seleksi dan pembinaan atlet menuju tingkat provinsi dan nasional.

“Harapan saya, Bombana akan menjadi lumbung atlet yang mampu berkiprah di tingkat nasional. Tidak menutup kemungkinan di antara peserta yang hadir hari ini kelak akan menjadi atlet sepakbola nasional atau bahkan pemimpin daerah Bombana,” tambah Bupati Burhanuddin optimis.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak pagi hari, dengan padatnya area sekitar lapangan. Orang tua, pelatih, dan warga dari berbagai desa dan kecamatan hadir memberikan dukungan penuh. Pemerintah juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti tim medis, wasit berlisensi, dan pengamanan dari kepolisian serta Satpol PP agar turnamen berjalan aman dan tertib.

Turnamen Sepakbola Mini Bombana Cup ini merupakan salah satu dari banyak program prioritas dalam agenda 100 hari kerja yang secara langsung menyasar kebutuhan dan minat masyarakat. Fokus utamanya adalah membangun ruang-ruang produktif untuk menyalurkan energi positif anak-anak dan remaja Bombana melalui kegiatan olahraga.

Penyelenggaraan turnamen ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya di bidang olahraga. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, diharapkan ajang ini mampu menghasilkan bibit-bibit atlet berbakat yang dapat mengharumkan nama Bombana di kancah regional hingga nasional.




Gercep Tuntaskan Program 100 Hari Kerja, Bupati Burhanuddin Serahkan BLT dan Modal Bumdes se Pulau Kabaena

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana terus bergerak cepat (Gercep) menuntaskan program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Bombana. Salah satu fokus utama adalah pengentasan kemiskinan ekstrem yang kini mulai direalisasikan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa dan bantuan penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di seluruh wilayah Pulau Kabaena. (10/4)

Dalam kunjungan kerjanya yang pertama ke Pulau Kabaena, Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada warga dan pengelola Bumdes setempat. Total sebanyak 698 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima BLT untuk periode Januari hingga Maret 2025 dengan nilai total Rp628.200.000. Sementara itu, penyertaan modal diberikan kepada 28 Bumdes dengan nilai anggaran sebesar Rp4.222.928.000.

“Penyerahan BLT ini untuk 698 KPM di seluruh Pulau Kabaena, hanya untuk tiga bulan yakni Januari hingga Maret. Total bantuannya Rp628 juta lebih. Untuk penyertaan modal Bumdes, ada 28 Bumdes yang menerima dengan total anggaran lebih dari Rp4,2 miliar,” ujar Burhanuddin saat ditemui usai penyerahan bantuan.

Mantan Kadis PU dan Bina Marga Provinsi Sulawesi Tenggara itu menegaskan bahwa penyaluran bantuan tidak hanya akan berhenti di Pulau Kabaena. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan menyalurkan bantuan serupa untuk wilayah Rumbia, Rarowatu, hingga Poleang.

“Dalam beberapa waktu ke depan, bantuan serupa juga akan kami serahkan di wilayah Rumbia, Rarowatu, termasuk wilayah Poleang. Semua ini adalah bagian dari program 100 hari kerja kami,” tambah Burhanuddin.

Langkah ini disambut positif oleh jajaran pemerintah daerah. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bombana, M. Hadi Rahardjo Putra, S.IP menjelaskan bahwa penyaluran BLT ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penyertaan modal Bumdes sebagai bagian dari program ketahanan pangan desa.

“Penyerahan BLT Dana Desa ini tidak berdiri sendiri. Ini dirangkaikan dengan bantuan penyertaan modal untuk Bumdes yang merupakan implementasi dari program ketahanan pangan desa,” jelas Hadi Rahardjo.

Menurutnya, sinergi antara bantuan langsung kepada warga dan penguatan kelembagaan ekonomi desa menjadi kunci dalam menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan di Kabupaten Bombana.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Bombana, Abady Makmur menilai langkah ini sebagai strategi terarah dan menyeluruh. Ia menyebut program ini sekaligus mendukung visi pengembangan desa berbasis potensi lokal.

“Penyerahan bantuan ini merupakan langkah nyata pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dalam kerangka 100 hari kerja Pak Bupati dan Wakil Bupati. Penyaluran penyertaan modal Bumdes juga menjadi bagian penting dari misi mereka dalam pengembangan one village one product,” terang Abady.

Ia menyebut bahwa penguatan Bumdes sangat penting sebagai motor penggerak ekonomi desa yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara kolektif.

Program 100 hari kerja Pemerintah Kabupaten Bombana dinilai memberikan harapan baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah terluar seperti Kabaena. Penyaluran BLT dan penyertaan modal bukan hanya memenuhi aspek sosial, tetapi juga menjadi stimulus ekonomi lokal agar masyarakat desa dapat tumbuh mandiri secara ekonomi.

Dengan menyasar keluarga prasejahtera dan pengembangan unit usaha desa, Bupati Burhanuddin dan Wakil Bupati Ahmad Yani terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun daerah dari pinggiran. Dukungan langsung kepada warga dan penguatan Bumdes diharapkan menjadi pondasi awal dalam mewujudkan visi Bombana yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Pewarta : Abdul Muis