Wagub Sultra Ajak Generasi Muda Teladani Akhlak Nabi dalam Sholawat Kemerdekaan di Bombana

Bombana, Sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai landasan membangun akhlak dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sholawat Kemerdekaan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Republik Indonesia di Pondok Pesantren Hamzanwadi Nahdlatul Wathan, Desa Langkowala, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana, Sabtu malam (22/8/2026).

Kegiatan yang diikuti keluarga besar pondok pesantren dan masyarakat tersebut diisi dengan lantunan sholawat serta doa bersama. Acara ini menjadi ruang untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW dan kemerdekaan Indonesia.

Dalam sambutannya, Hugua menyampaikan penghargaan kepada para kiai, pengasuh, santri, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan pendidikan melalui pondok pesantren. Menurutnya, pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki semangat dan integritas.

“Pendidikan melahirkan manusia yang cerdas, melahirkan orang-orang yang bersemangat, dan yang ketiga adalah berintegritas,” ujar Hugua.

Ia menjelaskan bahwa kecerdasan tidak semata-mata diukur dari kemampuan berpikir atau penguasaan pengetahuan. Pendidikan juga perlu membentuk akhlak, menjaga kesehatan, serta menumbuhkan budi pekerti agar generasi muda mampu menjalani kehidupan dengan nilai-nilai yang baik.

Menurut Hugua, integritas menjadi unsur penting dalam pembentukan karakter. Nilai tersebut tercermin dari kesesuaian antara perkataan, tindakan, dan prinsip yang diyakini seseorang. Karena itu, pendidikan idealnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun karakter yang menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut sejalan dengan peran pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang mengembangkan pengetahuan sekaligus pembinaan moral dan keagamaan. Melalui lingkungan pendidikan pesantren, para santri diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang memiliki wawasan, semangat untuk berkarya, serta perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kebaikan.

Dalam kesempatan itu, Hugua juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mendukung pengembangan pendidikan, termasuk lembaga pendidikan yang dikelola pondok pesantren. Ia menyatakan akan berupaya menyampaikan kebutuhan pengembangan sarana pendidikan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Pemerintah harus hadir untuk membantu mereka menjadikan sekolah ini semakin maju,” katanya.

Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan agar lembaga pendidikan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Dukungan terhadap lembaga pendidikan diharapkan tidak hanya memperkuat kegiatan belajar mengajar, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri. Dalam konteks tersebut, pesantren memiliki peran dalam menanamkan nilai keagamaan sekaligus membangun karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan kehidupan.

Hugua berharap kerja sama antara pemerintah dan pengelola pondok pesantren dapat terus diperkuat. Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan dapat disampaikan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan yang tersedia.

Selain menyoroti pendidikan, Hugua mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk kembali menghayati ajaran dan keteladanan Rasulullah. Menurutnya, nilai-nilai akhlak yang dicontohkan Nabi perlu diterapkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.

“Tauladan Muhammad telah mengajarkan kita bagaimana berakhlak karimah,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa peringatan Maulid tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan. Keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi pedoman untuk membangun hubungan yang baik antarsesama, menjaga perilaku, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam kehidupan bersama.

Bagi generasi muda, penguatan akhlak dan integritas menjadi bagian penting dalam proses pendidikan. Pengetahuan dan semangat perlu berjalan seiring dengan sikap jujur, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat tumbuh melalui pendidikan formal, pendidikan pesantren, dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Sholawat Kemerdekaan juga mempertemukan dua momentum penting, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Republik Indonesia. Perpaduan kegiatan keagamaan dan kebangsaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara nilai spiritual, pendidikan karakter, dan semangat mencintai bangsa.

Lantunan sholawat dan doa bersama yang berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Hamzanwadi Nahdlatul Wathan menjadi bagian dari upaya merawat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi keluarga pesantren dan warga untuk berkumpul dalam suasana kebersamaan.

Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pendidikan pesantren. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bombana diwakili oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana yang turut mendampingi kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, penguatan pendidikan, pembinaan akhlak, dan semangat kebangsaan diharapkan dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Dukungan terhadap pondok pesantren serta keterlibatan masyarakat menjadi unsur penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi berpengetahuan, bersemangat, dan berintegritas.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui Sholawat Kemerdekaan di Bombana pun menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Pesan yang disampaikan Hugua menegaskan pentingnya menjadikan pendidikan dan keteladanan sebagai landasan dalam membentuk generasi muda yang berakhlak baik serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.