Abil Kornelis Siap Maju Pimpin BEM FKIP UHO

Kendari, sultranet.com — Sosok muda asal Kabupaten Bombana, Kristian Abil Kornelis, resmi menyatakan maju sebagai calon Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) bersama calon wakilnya, Wulandari Safitry dari Buton Utara. Keduanya tampil membawa visi perubahan dan kepemimpinan inklusif menjelang pemilihan organisasi mahasiswa tingkat fakultas tersebut. Kendari, Jumat (28/11/2025).

Abil dikenal sebagai mahasiswa aktif dengan rekam jejak organisasi yang kuat, termasuk keterlibatan dalam Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) Universitas Sriwijaya. Pengalaman itu dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan BEM FKIP yang lebih progresif dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa.

Deno, mahasiswa Politeknik Bombana sekaligus rekan seperjuangan Abil, menyebut kandidat itu sebagai figur yang lahir dari proses panjang. “Sebagai mahasiswa asal Politeknik Bombana dan saudara seperjuangan, saya tahu betul siapa dia. Abil adalah sosok yang terbentuk dari pengalaman, kerja keras, dan ketulusan untuk memajukan mahasiswa,” ujarnya.
Deno menambahkan, “Dia bukan hanya pemimpin di atas kertas, tetapi pemimpin yang hadir, mendengar, dan bekerja bersama. Saya yakin FKIP UHO butuh pemimpin seperti dia.”

Abil mengusung visi “Menjadikan BEM FKIP UHO sebagai lembaga yang berpartisipasi aktif dan menjadi titik temu pusat antar mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan yang progresif, edukatif, responsif, dan kolaboratif.” Untuk mewujudkan visi itu, ia menyiapkan empat misi: memperluas ruang peran mahasiswa, memperkuat advokasi berbasis data, membangun sinergi strategis dengan lembaga internal maupun eksternal, serta mendorong peningkatan prestasi dan pengabdian mahasiswa.

Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.
Sosok Abil, mahasiswa asal Bombana yang siap menawarkan perubahan di FKIP UHO.

Dalam kampanyenya, Abil memakai slogan “RANGKUL — Rangkai Aspirasi, Nyatakan Gagasan, Kokohkan Persaudaraan, Lestari Toleransi.” Menurutnya, semangat itu mencerminkan karakter kepemimpinan yang ingin ia bangun: inklusif, terbuka, dan memberi ruang yang sama bagi semua mahasiswa.

Sepanjang kiprahnya, Abil pernah menjabat sebagai Chair of PMM 4 FKIP Universitas Sriwijaya, Ketua PMM 4 Mahasiswa Kristen, hingga berbagai posisi strategis di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Kendari. Pengalaman di lingkungan multikultural menjadi nilai tambah bagi kepemimpinannya.

Majunya Abil dan Wulandari disebut memberi warna baru bagi dinamika organisasi mahasiswa FKIP UHO. Dukungan mahasiswa mulai terlihat, terutama dari mereka yang berharap hadirnya pemimpin yang mampu memadukan intelektualitas, kolaborasi, dan keberpihakan pada kepentingan mahasiswa.

Pemilihan BEM FKIP UHO periode 2026–2027 diprediksi berlangsung kompetitif. Namun kemampuan Abil merangkul banyak kalangan dan rekam jejak organisasinya dinilai sebagai modal politik yang kuat. Banyak harapan lahir dari mahasiswa agar pasangan ini mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif dan berdaya saing.




Pemkab Bombana dan UHO Resmi Jalin Kerja Sama Pendidikan dan Pembangunan Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menjalin kerja sama dengan Universitas Halu Oleo (UHO) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 4 Gedung Rektorat UHO, Jumat, 21 November 2025.

Langkah kolaboratif ini disaksikan langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama jajaran Pemkab Bombana, serta Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, Dr. Herman, SH., LL.M beserta jajaran. MoU tersebut menjadi dasar penguatan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, serta dukungan terhadap pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peningkatan kualitas masyarakat harus dimulai dari pendidikan dan penguatan sektor penting yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Bombana. Ia menyebut hampir 70 persen masyarakat bekerja di sektor pertanian dan perikanan, sehingga penguatan sektor tersebut menjadi prioritas jika ingin mendorong kesejahteraan masyarakat. “Ini tantangan sekaligus peluang. Kalau kita ingin masyarakat lebih sejahtera, maka sektor-sektor ini harus diperkuat,” ujarnya.

Bupati menekankan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis jangka panjang yang manfaatnya berkelanjutan. Ia menilai pemanfaatan sumber daya alam tidak dapat menjadi satu-satunya harapan pembangunan. “Potensi sumber daya alam, termasuk tambang, memiliki masa habis. Karena itu harus ada kompensasi berupa investasi jangka panjang di bidang pendidikan. Kita ingin anak-anak kita bersekolah setinggi-tingginya dan kembali membangun daerah,” ucapnya.

Menurut Bupati, UHO dipilih sebagai mitra strategis karena dianggap memiliki kapasitas akademik yang kuat dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah. “Banyak pakar berada di UHO yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan daerah. Tanpa konsep dan perencanaan yang baik, pembangunan tidak akan optimal,” jelasnya.

Burhanuddin juga membuka ruang seluas-luasnya bagi para akademisi UHO untuk melakukan penelitian dan kajian langsung di Bombana. Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi landasan ilmiah dalam perumusan kebijakan yang berpihak pada masyarakat, sekaligus melindungi potensi daerah. Pemkab Bombana, lanjutnya, juga telah menyiapkan program beasiswa bagi pelajar daerah dan berkomitmen memperluas cakupannya seiring membaiknya kondisi APBD. “Bagi kami, membantu pendidikan berarti melakukan investasi jangka panjang,” tuturnya.

Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dan mengundang pimpinan UHO untuk berkunjung ke Bombana. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah menjadikan UHO sebagai mitra pembimbing dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal menuju penyusunan perjanjian kerja sama lebih teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang semakin luas antara dunia akademik dan Pemkab Bombana.