Disdukcapil Bombana Raih Dua Penghargaan Bergengsi Tingkat Provinsi

Kendari, sultranet.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bombana kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Instansi ini berhasil meraih dua penghargaan sekaligus, yakni Piagam Penghargaan Kategori PKS KIA dengan Mitra dan PKS Pemanfaatan Data dan Akses Data Tertinggi Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, bersama Direktur Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, Farid, S.STP., M.Si., dalam acara Rapat Koordinasi Disdukcapil se-Sultra bersama lembaga non-pemerintah TP-PKK dan DWP yang digelar di Hotel Azizah Syariah Kendari, Selasa (4/11/2025).

Kegiatan bertema “Sinergi Antar Lembaga dalam Mewujudkan Masyarakat Sadar Administrasi Kependudukan Menuju Sultra Maju, Aman, Sejahtera, dan Religius” itu dihadiri oleh Forkopimda Sultra, Ketua TP-PKK dan DWP Provinsi Sultra, pejabat tinggi pratama lingkup Pemprov Sultra, para kepala Disdukcapil kabupaten/kota, serta perwakilan TP-PKK dan DWP dari seluruh wilayah.

Kepala Disdukcapil Bombana, Firdaus, S.Pd., M.M., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh tim. Ia menegaskan, penghargaan tersebut menjadi bukti nyata dedikasi aparatur Disdukcapil Bombana dalam meningkatkan pelayanan publik, khususnya di bidang digitalisasi data kependudukan.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja keras, komitmen, dan inovasi seluruh jajaran Disdukcapil Bombana. Terima kasih kepada Bidang PDIP yang telah menjadi motor penggerak kemajuan digitalisasi pelayanan kependudukan di Bombana,” ujar Firdaus usai menerima penghargaan.

Menurutnya, kinerja luar biasa di bidang pemanfaatan data dan inovasi pelayanan tidak lepas dari koordinasi yang solid di bawah Bidang Pengelolaan Data dan Informasi Penduduk (PDIP) yang dipimpin oleh Sri Patonah, S.Kom. Tim tersebut dinilai berhasil mengembangkan sistem pelayanan berbasis teknologi yang memudahkan masyarakat mengakses dokumen kependudukan secara cepat dan transparan.

Firdaus juga mengapresiasi dukungan penuh dari Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., serta Wakil Bupati Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., yang terus memberikan dorongan moral dan kebijakan strategis bagi peningkatan mutu pelayanan publik di daerah. Ia menambahkan, keberhasilan ini juga berkat kerja sama lintas sektor, termasuk Dinas Kominfo Bombana di bawah kepemimpinan Abdul Muslikh, S.Pd., M.PW., yang berperan aktif dalam penguatan integrasi data dan sistem digital antarlembaga.

Lebih lanjut, Firdaus berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh bidang di lingkungan Disdukcapil Bombana agar terus berinovasi dan meningkatkan kinerja. Ia menekankan bahwa prestasi tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal semangat baru menuju pelayanan publik yang lebih profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.

“Saya berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi bidang-bidang lainnya agar lebih semangat mencapai target kinerja. Kita ingin menjadikan Disdukcapil Bombana sebagai contoh instansi yang profesional, melayani sepenuh hati, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ungkap Firdaus penuh optimisme.

Ke depan, Disdukcapil Bombana berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra dalam mewujudkan pelayanan kependudukan yang inklusif dan transparan. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat transformasi digital di sektor pelayanan publik, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dengan dua penghargaan bergengsi ini, Disdukcapil Bombana menegaskan posisinya sebagai pelopor pelayanan administrasi kependudukan berbasis data dan teknologi di Sulawesi Tenggara, sejalan dengan visi mewujudkan Bombana yang maju, transparan, dan berdaya saing tinggi di era digital.




Zainal Abidin Bertemu Keluarga Setelah 20 Tahun Menghilang

Kolaka Utara, sultranet.com – Selasa (4/3/2025) – Setelah dua dekade menghilang tanpa kabar, Zainal Abidin, pria asal Wajo, Sulawesi Selatan, akhirnya ditemukan dan dipertemukan kembali dengan keluarganya di Kota Malang. Berkat informasi dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kolaka Utara, keluarga yang selama ini terus mencari keberadaannya kini bisa bernapas lega. Selasa (4/3/2025)

Zainal Abidin, yang terakhir diketahui bermukim di Gontor, Ponorogo, secara misterius kehilangan kontak dengan orang tua dan saudara-saudaranya. Selama 20 tahun, keluarga tidak pernah menyerah menelusuri jejaknya, meskipun setiap usaha pencarian selalu menemui jalan buntu. Mereka telah mengunjungi berbagai tempat, berharap ada kabar yang dapat mengembalikan kehangatan ikatan keluarga.

Upaya pencarian akhirnya menemukan titik terang ketika keluarga menghubungi Dukcapil Kolaka Utara. Dengan sigap, salah satu operator Dukcapil berhasil melacak data kependudukan Zainal. Dari informasi tersebut, terungkap bahwa ia telah membangun keluarga baru di Kota Malang, di mana ia kini tinggal bersama istri yang bekerja sebagai guru TK di Yayasan Al Ya’lu serta tiga orang anak. Informasi ini membuka lembaran baru dalam pencarian yang telah berlangsung puluhan tahun.

Mengikuti data tersebut, keluarga melakukan verifikasi lebih lanjut dengan mencari orang-orang yang mengenal istri Zainal. Setelah mendapatkan kepastian dan rujukan yang akurat, akhirnya pertemuan yang sangat mengharukan terselenggara. Reuni ini membawa air mata bahagia, menghapus kepedihan perpisahan selama dua dekade, dan menyalakan kembali harapan yang sempat pudar.

Kepala Dinas Dukcapil Kolaka Utara, Drs. Buhari, menegaskan bahwa peran Dukcapil tidak hanya sebatas pencatatan data, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Ia menyatakan bahwa sistem administrasi kependudukan yang terintegrasi mampu membantu mempertemukan kembali keluarga yang telah lama terpisah dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat.

Pertemuan kembali Zainal Abidin dengan keluarganya pun terjadi di sebuah ruang pertemuan sederhana di Kota Malang. Momen tersebut sangat mengharukan, terutama menjelang bulan suci Ramadhan, di mana kehangatan keluarga menjadi anugerah yang sangat dinanti. Reuni ini tidak hanya mengembalikan keutuhan sebuah keluarga, tetapi juga mengingatkan bahwa di balik setiap data terdapat cerita kehidupan yang penuh harapan dan emosi.

“Kami di Dukcapil tidak hanya bertugas mencatat data kependudukan, tetapi juga berperan aktif membantu masyarakat, termasuk mempertemukan kembali keluarga yang telah lama terpisah. Kisah Zainal Abidin ini membuktikan bahwa sistem administrasi yang baik dapat mengubah kehidupan secara nyata,” ujar Drs. Buhari.

“Sungguh mengharukan bisa dipertemukan kembali dengan Zainal setelah 20 tahun. Momen ini adalah berkah yang luar biasa bagi kami, terutama menjelang Ramadhan,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan penuh haru.

Reuni ini menjadi bukti nyata bahwa integritas data dan komitmen pelayanan publik memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar pencatatan. Bagi keluarga Zainal, pertemuan kembali ini membuka lembaran baru yang penuh harapan dan kebersamaan, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk tidak pernah menyerah dalam mencari keadilan dan keutuhan sebuah keluarga.