Pemkab Bombana Salurkan Bantuan Tali Asih untuk Korban Bencana di Desa Lora

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menunjukkan kepeduliannya kepada korban bencana alam angin puting beliung di Desa Lora, Kecamatan Mataoleo, dengan menyerahkan bantuan tali asih, bantuan perlindungan sosial, serta penyaluran pangan secara langsung kepada warga terdampak, Senin (21/7/2025).

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si yang hadir langsung di Gedung Serbaguna Desa Lora bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana, menyampaikan rasa duka dan empati kepada para korban. “Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa harapan, semangat, dan bukti bahwa pemerintah tidak pernah abai terhadap warganya yang sedang tertimpa musibah,” kata Burhanuddin dalam sambutannya.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Bombana, anggota DPRD, staf ahli Bupati, kepala perangkat daerah terkait, Camat Mataoleo, serta masyarakat setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menandakan keseriusan pemerintah daerah dalam menanggapi dan menangani dampak bencana.

Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar seperti pangan dan sandang, perlindungan sosial untuk anak-anak terlantar dari keluarga kurang mampu, serta jaminan sosial bagi lansia dan penyandang disabilitas terlantar. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat sekaligus langkah awal pemulihan pasca bencana bagi keluarga yang terdampak.

“Pemerintah daerah akan selalu hadir dalam situasi seperti ini. Tidak hanya hari ini, kami juga sedang menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk membantu pemulihan kondisi warga,” ujar Bupati Burhanuddin usai menyerahkan bantuan secara simbolis.

Selain memberikan bantuan fisik, Bupati juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Ia menekankan bahwa solidaritas sosial antarwarga adalah kekuatan utama dalam menghadapi musibah.

“Kita harus saling menjaga dan membantu satu sama lain. Bencana alam sering datang tiba-tiba, tapi jika kita saling peduli dan siap siaga, kita bisa melewatinya bersama-sama,” tambahnya.

Masyarakat Desa Lora yang hadir dalam kegiatan ini mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. Beberapa warga bahkan terlihat meneteskan air mata saat menerima bantuan, merasa tidak sendirian dalam menghadapi cobaan yang mereka alami.

Seorang warga, Nurmawati, mengatakan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi keluarganya yang kehilangan tempat tinggal akibat angin puting beliung. “Kami sangat berterima kasih. Saat kami merasa putus asa, kehadiran pemerintah memberi kami semangat baru,” ucapnya dengan suara bergetar.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkab Bombana dalam membangun daerah yang tidak hanya tanggap bencana tetapi juga mengedepankan sisi kemanusiaan dan empati sosial. Dengan semangat kebersamaan, pemerintah berharap masyarakat bisa kembali bangkit dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Bupati Burhanuddin juga menyampaikan bahwa program bantuan seperti ini akan terus dilanjutkan dan dikembangkan, tidak hanya saat terjadi bencana tetapi juga sebagai bagian dari agenda perlindungan sosial jangka panjang.

“Perhatian terhadap warga miskin, lansia, anak-anak, dan kelompok rentan adalah prioritas kami. Mereka harus merasa dilindungi dan diperhatikan oleh negara,” tutup Burhanuddin.

Dengan pendekatan humanis dan menyentuh, Pemkab Bombana tak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga kehadiran moral dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Upaya ini memperkuat ikatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.




Longsor di Pising Ganggu Akses, PUPR Bombana Terjunkan Alat Berat

Bombana, sultranet.com – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Bombana, khususnya Kecamatan Kabaena, menyebabkan longsoran tanah di ruas jalan Pising. Peristiwa yang terjadi pada Senin, 21 April 2025 ini mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan membahayakan pengendara yang melintas. Sejumlah kendaraan hanya bisa melintas satu arah secara bergantian akibat turunnya level badan jalan.

Menurut keterangan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, longsor disebabkan oleh kondisi tanah yang labil setelah diguyur hujan deras selama beberapa hari. Longsoran membuat timbunan jalan ambles di satu sisi, menciptakan kemiringan tajam yang cukup riskan untuk dilalui.

“Kami langsung menerjunkan tim ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Saat ini alat berat sudah dikerahkan untuk membersihkan material longsor dan memperkuat struktur penahan tanah,” ujar Sekretaris Dinas PUPR Bombana, Abd. Rahmat, saat diwawancarai di lokasi.

Rahmat menjelaskan bahwa selain mengerahkan alat berat, pihaknya juga telah memasang rambu-rambu peringatan serta menempatkan petugas di sekitar titik longsoran untuk mengatur lalu lintas. Hal ini dilakukan guna mencegah kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan yang melintas.

Langkah-langkah darurat tersebut, kata Rahmat, diambil untuk memastikan akses jalan tetap bisa digunakan, meskipun dengan sistem buka-tutup. “Penanganan ini sifatnya sementara. Kami masih menunggu kondisi cuaca stabil sebelum melakukan perbaikan permanen,” katanya.

Kepala Dinas PUPR Bombana, Sofian Baco, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi kondisi seperti ini. Ia menyebut bahwa peristiwa tersebut menjadi evaluasi bersama untuk memperkuat sistem pemantauan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah rawan bencana.

“Kami terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan teknis terhadap cuaca ekstrem. Ruas jalan Pising ini memang berada di daerah yang rawan pergerakan tanah, dan kami akan prioritaskan perbaikannya dalam waktu dekat,” ujar Sofian.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi ancaman dari kondisi alam, terutama saat intensitas hujan tinggi. “Kami imbau warga untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur yang terdampak jika tidak dalam kondisi mendesak. Keselamatan adalah yang utama,” katanya.

Pemerintah daerah melalui Dinas PUPR juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di wilayah lereng dan perbukitan, untuk lebih waspada terhadap potensi bencana longsor. Warga diminta segera melapor jika menemukan retakan tanah, suara gemuruh, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan longsor di seluruh Kabaena. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa ke depan,” tutup Sofian Baco

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Namun, kerusakan di bagian badan jalan cukup signifikan, terutama pada sisi jalan yang longsor. Dinas PUPR memperkirakan penanganan darurat dapat rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan, tergantung situasi cuaca.

Pihak pemerintah juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang cepat tanggap melaporkan kejadian, serta berkoordinasi dengan petugas lapangan untuk pengamanan jalan.

Sebagai wilayah dengan kontur perbukitan dan curah hujan tinggi, Kabaena memang kerap menjadi titik rawan bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor. Pemerintah daerah menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor, termasuk aparat desa dan masyarakat lokal, untuk deteksi dini dan mitigasi risiko bencana.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem perlu terus ditingkatkan, baik dari sisi infrastruktur maupun kesadaran kolektif masyarakat.




Sekda Sultra Tinjau Dampak Banjir di Konawe Utara, Pemprov Siapkan Langkah Tanggap Darurat

 

Konawe UtaraSultranet.com – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., meninjau langsung dampak banjir yang melanda Kabupaten Konawe Utara, khususnya di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, dan Desa Padalere Utama, Kecamatan Wiwirano. Kunjungan ini dilakukan pada Minggu, 6 April 2025, sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi oleh Kepala BPBD Sultra, Muhammad Yusuf, serta sejumlah pejabat dari OPD terkait. Rombongan bertolak dari Kendari pukul 05.00 WITA dan tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 WITA.

“Kondisinya sangat membutuhkan perhatian dengan segera. Untuk itu, dari hasil peninjauan ini akan dilakukan sejumlah langkah tindak lanjut, selain desakan untuk pembangunan fisik kembali, juga penanganan psikis dan sosial bagi masyarakat terdampak banjir,” ujar Asrun Lio.

Pemerintah Provinsi Sultra merencanakan rapat koordinasi pada Selasa, 8 April 2025, pukul 10.30 WITA di Kantor Gubernur Sultra. Rapat ini bertujuan untuk membahas pembangunan jembatan layang sebagai solusi jangka panjang dan jembatan bailey sebagai solusi jangka pendek guna mengatasi dampak banjir di wilayah tersebut.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemprov Sultra melalui Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak, termasuk 1 ton beras, 110 kasur lipat, 110 terpal, 500 paket makanan siap saji, 110 selimut, dan 110 family kit.

Menurut laporan Wakil Bupati Konawe Utara, masyarakat yang terdampak di Desa Sambandete berjumlah 110 KK atau 457 jiwa. Pemerintah daerah setempat telah memberikan bantuan darurat, termasuk penyediaan perahu/rakit gratis untuk penyeberangan, penetapan tarif penyeberangan, serta penyediaan tenda bencana dan tenda keluarga.

Sekda Sultra menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan instansi terkait dalam menangani bencana ini.

Dalam kunjungannya, Sekda juga menerima permohonan dari Camat Oheo terkait bantuan perahu karet dan pembangunan jembatan layang. Salah satu warga terdampak juga meminta penertiban dan himbauan kepada pengemudi kendaraan yang akan menyeberang agar menjaga ketertiban dan keselamatan selama proses penyeberangan.

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan penanganan dampak banjir di Konawe Utara dapat dilakukan secara efektif dan memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.