Pameran Pembangunan dan One Village One Product Meriahkan HUT ke-22 Bombana

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si secara resmi membuka Pameran Pembangunan dan Program Satu Desa Satu Produk atau One Village One Product (OVOP) dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bombana ke-22, yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Eks MTQ Rumbia, Senin malam (15/12/2025).

Pameran tersebut diikuti oleh seluruh organisasi perangkat daerah serta perwakilan desa se-Kabupaten Bombana. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Bombana ke-22 dan turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, S.Pi., MM., jajaran Forkopimda, asisten dan staf ahli bupati, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Usai membuka kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati Bombana meninjau langsung sejumlah stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan desa. Produk yang dipamerkan meliputi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, olahan UMKM, hingga kerajinan khas daerah yang menjadi identitas masing-masing desa.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menegaskan bahwa pameran pembangunan dan program Satu Desa Satu Produk merupakan wadah strategis untuk mempromosikan sekaligus mengembangkan potensi unggulan desa. Ia menilai setiap desa memiliki kekuatan lokal yang perlu terus didorong agar mampu bersaing dan memberi nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.

“Pameran ini menjadi ruang bagi desa untuk menampilkan potensi terbaiknya. Melalui program Satu Desa Satu Produk, kita mendorong inovasi, peningkatan kualitas produk, serta memperluas akses pasar bagi pelaku usaha di tingkat desa,” kata Burhanuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan HUT Kabupaten Bombana ke-22. Menurutnya, rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak November 2025 tersebut menjadi cerminan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, perangkat daerah, pemerintah desa, dan masyarakat yang telah mendukung rangkaian HUT Bombana ke-22. Puncak perayaan akan kita laksanakan pada 18 Desember mendatang,” ujarnya.

Pameran pembangunan ini tidak hanya menampilkan capaian program pemerintah daerah, tetapi juga menjadi sarana promosi produk unggulan desa berbasis potensi lokal. Program Satu Desa Satu Produk dinilai sebagai langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong kemandirian ekonomi desa dan penguatan UMKM.

Melalui pameran ini, setiap desa didorong memiliki produk unggulan yang menjadi ciri khas dan daya saing wilayah. Kehadiran pameran tersebut juga memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat berbagai potensi desa sekaligus membuka peluang kemitraan usaha.

Selain sebagai sarana promosi dan edukasi, pameran pembangunan ini menjadi ajang silaturahmi dan hiburan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (adv)




Koperasi Merah Putih Dicanangkan di Sultra, Gubernur dan Menteri Desa Kompak Dukung Ekonomi Desa

Kendari, Sultranet.com — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) resmi mencanangkan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi desa. Acara peluncuran berlangsung di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Minggu (25/5/2025), dihadiri Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka dan Menteri Desa PDTT H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya agenda besar pembangunan desa berbasis potensi lokal, sekaligus meneguhkan komitmen antara pemerintah pusat dan daerah untuk menghadirkan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di seluruh desa dan kelurahan di Bumi Anoa.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menegaskan dukungannya terhadap program nasional tersebut yang menurutnya sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat desa. “Koperasi Merah Putih ini menyentuh langsung ekonomi rakyat. Ini bukan hanya program, tapi solusi konkret memperkuat pertanian, UMKM, dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa hingga 24 Mei pukul 18.00 WITA, musyawarah desa dan kelurahan telah dilakukan di 1.557 dari total 2.285 desa dan kelurahan, atau sekitar 68,1 persen. Sebanyak 58 koperasi telah memiliki akta notaris, sementara 113 lainnya masih dalam proses. Targetnya, seluruh musyawarah akan rampung paling lambat 31 Mei 2025.

Sebagai bentuk apresiasi, Gubernur menjanjikan hadiah satu unit motor bagi setiap kepala desa yang berhasil membentuk koperasi sebelum tenggat. “Kalau ini berhasil, tidak ada lagi alasan masyarakat hijrah ke kota. Desa akan menjadi tempat yang sejahtera,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Yandri menekankan bahwa Koperasi Merah Putih merupakan mandat langsung Presiden Prabowo Subianto melalui Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025. “Ini bukan hanya inisiatif. Ini gerakan nasional. Gubernur menjadi ketua satgas di provinsi, dan bupati/wali kota memimpin di tingkat kabupaten dan kota,” katanya.

Ia menyebut koperasi ini akan berfungsi sebagai koperasi kebutuhan pokok, simpan pinjam, dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pusat, tambahnya, telah menyiapkan seluruh kebutuhan pendirian koperasi termasuk notaris, regulasi, dan anggaran pendukung tanpa membebani Dana Desa.

“Sudah ada contoh sukses, BUMDes dari Banten bisa ekspor ke Prancis. Artinya, desa punya daya saing global. Koperasi ini akan memperbaiki distribusi pangan nasional dan menstabilkan harga,” ujar Menteri Yandri.

Acara ini turut dihadiri Wakil Menteri Desa PDTT, Staf Khusus dan Staf Ahli Menteri, Dirjen Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga negara. Selain itu hadir pula Wakil Gubernur Sultra, Ketua DPRD Provinsi, Forkopimda, para kepala daerah kabupaten/kota, camat, lurah, dan kepala desa se-Sultra.

Gubernur Andi juga mengungkap arah baru pembangunan desa di Sultra melalui program desa ekspor, desa tematik, dan desa sejahtera. Ia berharap koperasi desa nantinya mampu menjadi penyedia logistik bagi para pekerja di sekitar desa, sekaligus mengangkat potensi lokal ke panggung nasional dan internasional.

“Kami ingin masyarakat desa menikmati hasil kekayaan alamnya sendiri. Jangan hanya jadi penonton. Pemerintah hadir untuk memastikan desa tumbuh menjadi pusat kesejahteraan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Menteri Yandri menyampaikan apresiasi atas kesiapan Sultra melaksanakan percepatan pembentukan koperasi. Ia optimistis Koperasi Merah Putih akan menjadi pendorong utama ekonomi desa menuju Indonesia Emas 2045. “Desa yang kuat akan menjadikan Indonesia sejahtera. Koperasi ini kendaraan menuju ke sana,” pungkasnya.

Seluruh kepala daerah dan perangkat desa se-Sultra sepakat mempercepat proses pembentukan koperasi dan menargetkan selesai pada akhir Juni 2025, sejalan dengan Instruksi Presiden yang menjadi pijakan hukum dan arah pembangunan desa secara nasional.