Guru Agama, Lebih dari Sekadar Pengajar: Cermin Kehidupan dan Penjaga Nilai

Sultranet.com — Di tengah arus perubahan zaman yang semakin cepat, peran guru agama dinilai tidak lagi sebatas penyampai materi pelajaran di ruang kelas. Lebih dari itu, guru agama hadir sebagai teladan hidup, penjaga nilai moral, sekaligus pembimbing karakter generasi muda agar tetap berpegang pada ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Pandangan ini disampaikan oleh Aisyah Awaluddin dalam sebuah tulisan reflektif yang menyoroti pentingnya lima karakter utama yang harus dimiliki guru agama di era modern, yakni keteladanan (uswatun hasanah), moderasi, kebijaksanaan, komunikatif, dan keadilan.

Menurutnya, keteladanan menjadi fondasi utama. Guru agama tidak cukup hanya menyampaikan ajaran, tetapi harus mampu menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. “Murid mungkin lupa apa yang diajarkan, tetapi tidak akan lupa bagaimana gurunya bersikap,” tulisnya.

Selain itu, sikap moderat atau wasathiyyah disebut menjadi kunci dalam menjaga harmoni di tengah perbedaan. Guru agama dituntut mampu menyampaikan ajaran secara proporsional tanpa mudah menghakimi, serta membuka ruang dialog yang sehat di lingkungan pendidikan.

Aspek kebijaksanaan juga menjadi sorotan. Guru agama diharapkan mampu bersikap adil dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan, terutama saat menghadapi persoalan siswa. Pendekatan yang mengedepankan refleksi dinilai lebih efektif dibandingkan dengan sikap menghakimi.

Tak kalah penting, kemampuan komunikasi menjadi jembatan antara ilmu dan hati. Guru yang komunikatif dinilai mampu menyampaikan materi secara sederhana, relevan, dan dekat dengan kehidupan siswa, sehingga nilai-nilai agama dapat diterima dengan baik.

Sementara itu, prinsip keadilan menjadi pilar dalam menciptakan suasana belajar yang sehat. Guru agama dituntut tidak membeda-bedakan siswa, baik dari segi kemampuan akademik maupun latar belakang sosial.

Aisyah menegaskan, peran guru agama sejatinya merupakan panggilan jiwa yang memikul tanggung jawab besar dalam membentuk generasi berakhlak mulia. “Guru agama adalah warisan peradaban. Di tangan mereka, masa depan moral bangsa dipertaruhkan,” ungkapnya.

Di tengah krisis keteladanan yang kerap menjadi sorotan publik, kehadiran guru agama yang ideal dinilai menjadi harapan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan spiritual di tengah masyarakat.




Safari Ramadan Pemprov Sultra, Wagub Hugua dan Wabup Bombana Salat Tarawih Bersama Warga

Bombana, sultranet.com – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama masyarakat di Masjid Nurul Iman, Kabupaten Bombana. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara yang bertujuan mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat, Rabu (04/03/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara disambut hangat oleh masyarakat yang memenuhi masjid untuk melaksanakan ibadah bersama. Safari Ramadan ini menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat nilai-nilai spiritual serta kebersamaan di bulan suci.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Suasana khidmat terlihat ketika para jamaah melaksanakan ibadah bersama sebagai wujud syukur dan penguatan iman di bulan Ramadan.

Usai salat Isya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua menyampaikan sambutan kepada para jamaah yang hadir. Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dalam bulan Ramadan ini kita diingatkan untuk tidak bersikap sombong terhadap harta maupun jabatan yang kita miliki. Mari kita bersama-sama menjaga negeri ini agar tetap aman dan damai serta saling mendoakan agar para pemimpin diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Hugua.

Menurutnya, bulan suci Ramadan bukan hanya menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga kesempatan mempererat hubungan antara sesama manusia serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan semangat kebersamaan, masyarakat diharapkan dapat terus mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas sosial yang kondusif.

Sementara itu, Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani menyambut baik kehadiran rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di Kabupaten Bombana. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi dan silaturahmi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat.

Melalui kegiatan Safari Ramadan, pemerintah daerah juga dapat mendengar langsung aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pemimpin dan warga.

Setelah penyampaian sambutan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah yang berlangsung khidmat. Para jamaah mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan hingga akhir kegiatan.

Safari Ramadan yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini menjadi salah satu agenda rutin yang bertujuan mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Selain sebagai kegiatan ibadah bersama, safari ini juga menjadi sarana memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat semakin harmonis, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun daerah menuju kesejahteraan yang lebih baik.




Wabup Bombana Ajak Masyarakat Jadikan Al-Qur’an Pedoman Hidup

Bombana, sultranet,com, – Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah/2026 Masehi tingkat Kabupaten Bombana sebagai momentum refleksi keagamaan untuk memperkuat nilai spiritual dan sosial masyarakat. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi pengingat pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yang digelar di Masjid Agung Nurul Iman Kasipute, Jumat malam (6/3/2026).

Peringatan tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bombana, penceramah agama Abdullah Fahmi Majid, para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat yang memadati masjid.

Dalam sambutannya, Ahmad Yani mengajak seluruh hadirin untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan sehingga dapat bersama-sama memperingati malam yang penuh berkah tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.

“Al-Qur’an adalah petunjuk (hudan), pembeda antara yang hak dan yang batil (al-furqan), serta sumber ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan bagi umat manusia,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa di bulan suci Ramadhan, umat Islam tidak hanya diajak untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami, menghayati, serta mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an seperti kejujuran, keadilan, kasih sayang, persaudaraan, toleransi, dan semangat menuntut ilmu merupakan fondasi penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Ahmad Yani juga mengajak masyarakat untuk menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai landasan dalam mendukung pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah, tetapi juga dukungan moral dan spiritual dari masyarakat.

“Dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bombana, kami sangat membutuhkan dukungan dan doa dari seluruh masyarakat. Mari kita jadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan etika dalam bekerja, dalam melayani masyarakat, dan dalam membangun daerah,” tuturnya.

Ia berharap peringatan Nuzulul Qur’an ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mempererat tali silaturahmi antar sesama.

“Semoga peringatan ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik, lebih dekat kepada Al-Qur’an, serta mampu menjadikannya sebagai penerang dalam setiap langkah menuju Bombana yang lebih maju, religius, dan sejahtera,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Abdullah Fahmi Majid serta doa bersama sebagai bentuk syukur dan penguatan nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat.




Safari Ramadan, Wagub Sultra dan Wabup Bombana Salat Tarawih Bersama Masyarakat

Bombana, sultranet.com. – Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua M.Ling. melaksanakan salat Isya dan tarawih berjamaah bersama masyarakat sebagai bagian dari rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai keagamaan di bulan suci Ramadan, yang berlangsung di Masjid Nurul Iman, Kabupaten Bombana, Rabu (04/03/2026).

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Isya berjamaah yang diikuti oleh masyarakat setempat, tokoh agama, serta jajaran pemerintah daerah. Suasana khidmat dan kebersamaan tampak mewarnai pelaksanaan ibadah yang menjadi bagian penting dalam rangkaian Safari Ramadan tersebut.

Usai salat Isya, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, menyampaikan sambutan di hadapan jamaah. Dalam pesannya, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai kerendahan hati, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

“Dalam bulan Ramadan ini kita diingatkan untuk tidak bersikap sombong terhadap harta maupun jabatan yang kita miliki. Mari kita bersama-sama menjaga negeri ini agar tetap aman dan damai serta saling mendoakan agar para pemimpin diberikan kekuatan dan kelancaran dalam menjalankan amanah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan bermasyarakat, terlebih di bulan yang penuh berkah ini. Menurutnya, nilai-nilai spiritual yang diperoleh selama Ramadan harus mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan salat tarawih berjamaah yang diikuti dengan penuh kekhusyukan oleh seluruh jamaah. Momen tersebut sekaligus menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan ibadah.

Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, turut menyambut baik pelaksanaan Safari Ramadan ini. Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dengan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran langsung pimpinan daerah di tengah masyarakat menjadi bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat.

Safari Ramadan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara ini diharapkan dapat terus memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat serta menjadi wadah untuk mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan sosial.




Bupati Bombana Buka Manasik Haji 1447 H, 130 Calon Jamaah Ikuti Pembekalan Ibadah

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. Burhanuddin, M.Si secara resmi membuka kegiatan Bimbingan Manasik Haji tingkat Kabupaten Bombana sebagai bagian dari persiapan keberangkatan jamaah calon haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini diikuti ratusan calon jamaah haji yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci dan menjadi momentum penting untuk memberikan pembekalan menyeluruh terkait pelaksanaan ibadah haji. Acara pembukaan berlangsung di Aula Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah (PLHUT) Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan bimbingan manasik haji tersebut mengusung tema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan”. Tema ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perhatian khusus terhadap kelompok jamaah yang membutuhkan pelayanan lebih, agar seluruh proses ibadah dapat dijalankan dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, jajaran Dinas Kesehatan, serta para pembimbing ibadah yang akan mendampingi jamaah selama proses manasik.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menegaskan bahwa manasik haji merupakan tahapan penting bagi calon jamaah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Melalui kegiatan tersebut, para jamaah diharapkan dapat memahami secara menyeluruh tata cara pelaksanaan ibadah haji sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Ia juga menekankan pentingnya perhatian khusus bagi jamaah yang termasuk dalam kelompok rentan, seperti lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan. Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan seluruh jamaah memperoleh pelayanan dan pembinaan yang memadai.

“Kita ingin memastikan bahwa seluruh jamaah, khususnya yang termasuk kelompok lansia, disabilitas, dan perempuan, mendapatkan pelayanan terbaik serta bimbingan yang cukup agar dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujar Burhanuddin.

Bupati juga mengingatkan para calon jamaah agar memanfaatkan kesempatan manasik haji sebaik mungkin. Ia berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi pembekalan dengan serius agar memiliki kesiapan yang matang, baik secara spiritual, fisik, maupun mental sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bombana H. Surahman dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jamaah calon haji asal Kabupaten Bombana tahun ini sebanyak 130 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 51 jamaah laki-laki dan 79 jamaah perempuan.

Menurut Surahman, pelaksanaan manasik haji bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para jamaah mengenai rangkaian ibadah haji. Pembekalan tersebut mencakup pemahaman tentang rukun haji, wajib haji, sunnah haji, hingga berbagai situasi yang mungkin dihadapi selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Tenggara H. Lalan Jaya juga memberikan sambutan. Ia menekankan bahwa pelaksanaan manasik haji terintegrasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan jamaah secara menyeluruh.

“Manasik haji terintegrasi bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada jamaah terkait tata cara pelaksanaan ibadah haji, baik rukun, wajib, maupun sunnahnya,” jelas Lalan Jaya.

Ia menambahkan bahwa selain pembekalan materi ibadah, kegiatan manasik juga bertujuan membangun kesiapan fisik dan mental para jamaah. Hal ini penting mengingat pelaksanaan ibadah haji memerlukan ketahanan fisik serta kesiapan mental yang baik, terutama bagi jamaah yang berusia lanjut.

Dalam kegiatan manasik tersebut, para jamaah akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran, termasuk simulasi pelaksanaan ibadah haji, pemahaman tentang tata cara perjalanan, serta pembinaan kesehatan bagi calon jamaah.

Melalui pembekalan yang terstruktur dan berkelanjutan, diharapkan seluruh jamaah calon haji asal Kabupaten Bombana dapat melaksanakan ibadah dengan tertib, mandiri, serta sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Pemerintah daerah bersama Kementerian Haji dan Umrah juga berharap para jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.

Kegiatan pembukaan manasik haji berlangsung dengan tertib dan lancar, sekaligus menandai dimulainya rangkaian bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Bombana yang akan dilaksanakan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Tag:
Frasa kunci:
Topik:

Deskripsi meta:




Sambut 2026, Pemkab Bombana Gelar Dzikir Akbar di Masjid Agung

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama sebagai bentuk refleksi dan ungkapan syukur menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026 Masehi. Kegiatan religius ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta memanjatkan doa agar daerah Bombana senantiasa berada dalam lindungan dan keberkahan Allah SWT. Kegiatan tersebut dipusatkan di Masjid Agung Bombana dan dihadiri langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama jajaran Forkopimda, pimpinan OPD, ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah dari berbagai kecamatan, Rabu malam (01/03/2025).

Sejak sore hari, masyarakat mulai memadati halaman hingga ruang utama Masjid Agung Bombana. Suasana khidmat terasa ketika lantunan dzikir, tahmid, takbir, dan shalawat menggema dipimpin para ustaz dan imam masjid. Doa dipanjatkan bersama agar Kabupaten Bombana senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana, diberikan keamanan, kesehatan, serta keberkahan rezeki bagi masyarakatnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos yang turut memberikan dukungan kepada masyarakat agar kegiatan keagamaan terus menjadi sarana memperkuat persatuan dan meningkatkan ketakwaan.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Ir. Burhanuddin menegaskan bahwa pergantian tahun bukan sekadar momentum seremonial atau perayaan semata, melainkan waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat tekad menghadapi masa depan.

“Perayaan tahun baru 2026 hari ini kita isi dengan dzikir dan doa bersama. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi kita semua agar terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjalankan syariat dan syiar Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Burhanuddin.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Bombana untuk terus menjaga keamanan dan ketentraman daerah, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama.

“Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan kerukunan di tengah masyarakat. Jangan mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak benar yang dapat memicu konflik sosial. Kebersamaan dan persatuan adalah kekuatan kita dalam membangun daerah,” katanya.

Dzikir akbar tersebut tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah ingin memperkuat hubungan emosional dengan masyarakat sekaligus menanamkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sosial.

Selain memperkuat spiritualitas, momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik semata, tetapi juga harus sejalan dengan pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Para jamaah yang hadir mengikuti rangkaian dzikir dan doa dengan penuh khusyuk. Lantunan doa yang dipimpin para ulama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta kelancaran program pembangunan daerah di tahun 2026.

Acara kemudian ditutup dengan doa penutup dan dilanjutkan dengan saling bersalaman antarjamaah sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bombana berharap nilai-nilai religius semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat, sehingga suasana damai, rukun, dan harmonis terus terjaga di tengah dinamika pembangunan daerah.




Bupati Bombana Pimpin Upacara HAB ke-80 Kemenag, Tekankan Sinergi dan Kerukunan Umat

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bombana memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia melalui upacara yang berlangsung khidmat di halaman Kantor Kemenag Bombana. Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si hadir sebagai tamu undangan sekaligus bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia, Sabtu (3/1/2026).

Peringatan HAB ke-80 tahun ini mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama serta memperkuat kolaborasi seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.

Dalam amanat Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA yang dibacakan Bupati Burhanuddin, disampaikan bahwa perjalanan panjang Kementerian Agama selama delapan dekade menunjukkan peran strategis lembaga tersebut sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dalam bingkai kebangsaan.

“Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Hingga kini peran tersebut semakin luas dan semakin krusial,” kata Burhanuddin saat membacakan amanat Menteri Agama.

Menurutnya, sepanjang tahun 2025 Kementerian Agama telah berupaya membangun fondasi program bertajuk Kemenag Berdampak. Program tersebut diarahkan agar setiap kebijakan dan layanan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sepanjang tahun 2025 kita telah bekerja keras membangun fondasi ‘Kemenag Berdampak’. Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut, Menteri Agama juga menekankan pentingnya transformasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.

Ia menyebut setiap ASN Kemenag harus menjadi pribadi yang agile, yakni lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Setiap ASN Kementerian Agama harus adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas,” ujar Burhanuddin membacakan pesan Menteri Agama.

Selain itu, penguatan sinergi antarinstansi dan seluruh elemen masyarakat juga dinilai menjadi kunci dalam menjaga kerukunan umat beragama serta stabilitas sosial di tengah keberagaman Indonesia.

“Sesuai tema HAB ke-80, mari kita satukan tekad dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika. Kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat,” kata Burhanuddin.

Upacara peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-80 tersebut diikuti oleh jajaran pegawai Kementerian Agama Kabupaten Bombana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara, tokoh agama, serta sejumlah tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan peringatan HAB yang sarat dengan nilai kebersamaan dan penguatan kerukunan umat.

Pada kesempatan itu, Bupati Bombana juga menyematkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bombana. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas kesetiaan, kecakapan, serta kedisiplinan para ASN dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Rangkaian upacara kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang Kementerian Agama sekaligus harapan agar bangsa Indonesia senantiasa hidup dalam suasana damai, rukun, dan penuh kebersamaan.




Bupati Burhanuddin Hadiri Tabligh Akbar HUT ke-22 Bombana, Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Nilai Religius

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si menghadiri Tabligh Akbar yang digelar di Lapangan AA Rifai, Kecamatan Rumbia, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Kabupaten Bombana, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan keagamaan tersebut mengusung tema “Berani Berkarya Demi Mewujudkan Bombana yang Sejahtera dan Religius” dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat. Turut hadir Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bombana, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Pj. Sekretaris Daerah Bombana, para asisten dan staf ahli bupati, kepala perangkat daerah beserta jajaran, tokoh agama, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Bombana Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga persatuan dan semangat kebersamaan sebagai fondasi utama dalam membangun daerah. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan, serta terus memperkuat nilai-nilai persaudaraan.

“Mari kita perkokoh ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wataniyah. Jangan biarkan perbedaan pilihan atau pandangan memecah persaudaraan kita semua,” ujar Burhanuddin.

Ia juga mengingatkan pentingnya dukungan masyarakat terhadap arah pembangunan daerah, khususnya pengembangan sektor agrominapolitan yang menjadi salah satu prioritas Kabupaten Bombana. Menurutnya, kemajuan daerah membutuhkan kerja keras dan integritas seluruh elemen masyarakat.

“Mari kita dukung program agrominapolitan dan etos kerja yang tinggi. Petani yang tekun, nelayan yang tangguh, serta aparatur yang amanah dan bersih adalah kunci kemajuan kita semua,” kata Burhanuddin.

Tabligh Akbar tersebut diisi dengan tausiah oleh Ustadz Muhammad Yusuf, S.Sos.I., MA. Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak amalan, menjaga silaturahmi, serta mendoakan para pemimpin agar diberikan kekuatan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah pembangunan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan ucapan selamat dari Bupati Bombana, penyampaian tausiah, dan ditutup dengan doa bersama. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.

Tabligh Akbar ini menjadi salah satu agenda penting dalam peringatan HUT ke-22 Kabupaten Bombana. Pemerintah daerah berharap kegiatan keagamaan tersebut dapat memperkuat karakter religius masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan warga dalam semangat kebersamaan membangun Bombana yang sejahtera dan berakhlak. (adv)




Bupati Bombana Ajak Warga Teladani Akhlak Rasulullah di Peringatan Maulid Nabi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang dirangkaikan dengan dzikir dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara. Acara berlangsung di Masjid Agung Nurul Iman Kasipute, Kamis (4/9/2025).

Kegiatan ini mengangkat tema “Mempererat Ukhuwah Islamiyah, Menjaga Persatuan Bangsa” dan dihadiri langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah.

Rangkaian acara diawali dzikir dan doa bersama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan Bupati, hingga ceramah agama. Tradisi khas Maulid berupa rebutan pohon bingkisan telur turut mewarnai suasana dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak semata-mata ritual tahunan, melainkan momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari serta memperkuat persatuan umat.

“Rasulullah adalah teladan terbaik dalam semua aspek kehidupan. Melalui peringatan ini kita mengawali dengan dzikir dan doa bersama. Dzikir adalah bentuk kita menyebut nama Allah dan menguatkan hati, sedangkan doa bersama adalah kekuatan untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar bangsa ini diberi kedamaian, ketentraman, serta terhindar dari segala perpecahan,” kata Bupati Burhanuddin.

Ia menambahkan, menjaga persatuan menjadi hal yang penting di tengah kondisi bangsa yang penuh tantangan. Menurutnya, kebersamaan umat menjadi kunci agar masyarakat tetap kuat menghadapi berbagai persoalan.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendorong pergerakan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, dan berdoa agar Bombana terhindar dari mara bahaya dengan kepemimpinan yang amanah serta diridai Allah SWT,” ujarnya.

Dzikir dan doa bersama dipimpin tokoh agama setempat, memohon keselamatan bangsa dan negara, serta keberkahan bagi Kabupaten Bombana. Acara ditutup dengan ceramah oleh Ustadz Dr. H. Syukrin Samsudin, M.Pd, yang mengupas nilai keteladanan Rasulullah dalam membangun umat dan menegakkan persaudaraan.

Masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian peringatan yang berlangsung khidmat. Selain menghadirkan suasana religius, kegiatan ini juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.




Bupati Bombana Raih Dua Penghargaan Nasional Bidang Keagamaan dan Zakat

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si kembali mengharumkan nama daerah dengan raihan dua penghargaan bergengsi tingkat nasional. Penghargaan itu datang dari Kementerian Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Republik Indonesia. Penghargaan pertama, PENAIS Award 2025, diberikan pada 25 Agustus 2025 atas dukungan dan kontribusi Bupati dalam memperkuat peran penyuluh agama Islam. Tiga hari berselang, 28 Agustus 2025, Burhanuddin kembali menerima Baznas Award 2025 kategori Kepala Daerah Pendukung Gerakan Zakat Indonesia.

Dua penghargaan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan Burhanuddin tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh ranah sosial dan spiritual masyarakat Bombana.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bombana, H. Adnan Saufi, S.Pd., M.Si, menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah, tahun ini Kecamatan Masaloka Raya berhasil masuk 10 besar nasional pada ajang PENAIS Award 2025 lewat program pemberdayaan ekonomi. Prestasi itu lahir selain berkat kerja keras penyuluh, juga karena dukungan penuh dari Bupati Bombana. Beliau selalu memberi ruang dan fasilitas agar penyuluh agama bisa bekerja dengan baik,” ujarnya.

Adnan menambahkan, kehadiran Bupati dalam mendukung program keagamaan menjadi faktor penting. “Kami berterima kasih kepada Pak Bupati. Berkat dukungan beliau, untuk pertama kalinya Bombana bisa tembus ke tingkat nasional. Semoga kerja sama lintas sektor ini terus terjaga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Bombana, Drs. H. Abdul Aziz Baking, M.Pd, menyampaikan kebanggaannya. “Sejak awal Pak Bupati selalu hadir memberi dukungan untuk gerakan zakat di Bombana. Bahkan sebelum kami dilantik sebagai pimpinan Baznas, beliau sudah menunjukkan komitmennya. Dukungan pemerintah daerah inilah yang membuat Baznas bisa tumbuh dan memberi manfaat bagi banyak orang,” jelasnya.

Ia berharap dukungan pemerintah terus berlanjut demi memperluas manfaat zakat. “Kami percaya, dengan sinergi bersama pemerintah daerah, ke depan zakat bisa menjadi salah satu jalan keluar dari kemiskinan. Siapa tahu, penerima zakat hari ini kelak bisa berubah menjadi pemberi zakat yang ikut menolong sesama,” tambahnya penuh harap.

Bupati Burhanuddin sendiri menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak. “Ini penghargaan untuk kita semua. Zakat dan penguatan penyuluh agama adalah bagian dari ikhtiar kita membangun masyarakat yang lebih berdaya, sejahtera, dan harmonis. Semua ini tak lepas dari peran Baznas, Kemenag, dan seluruh masyarakat Bombana,” ungkapnya.

Burhanuddin menilai, penghargaan nasional ini menjadi pemacu semangat untuk terus melanjutkan sinergi. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berjalan bersama Baznas, Kemenag, dan masyarakat agar program keagamaan dan pemberdayaan sosial memberi manfaat yang lebih luas.

Dua penghargaan yang diterima Bupati Bombana menjadi simbol bahwa pembangunan daerah bukan hanya soal infrastruktur, melainkan juga tentang merawat harmoni, kepedulian, dan kebersamaan.