Distan, Ketapang dan Polres Bombana Kolaborasi Gelar Pelatihan Ketahanan Pangan

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Kepolisian Resor (Polres) Bombana menggelar pelatihan peningkatan kapasitas untuk jajaran Kanit Binmas dan Bhabinkamtibmas. Kegiatan ini berlangsung di Café Grand Lampusui, Kamis, 20 Februari 2025.

Pelatihan ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Bombana, Wakapolres, para Kabag, Kasat, Kanit serta seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di wilayah hukum Polres Bombana.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bombana, Safruddin Ratta, S.P., M.A.P., hadir sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal maupun nasional.

“Ada empat pilar utama dalam ketahanan pangan, yaitu kecukupan ketersediaan, stabilisasi, keterjangkauan, dan mutu pangan. Semua pihak, termasuk aparat keamanan, punya peran strategis dalam memastikan hal ini berjalan dengan baik,” ujar Safruddin di hadapan peserta pelatihan.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga menjadi garda terdepan dalam menciptakan ketahanan pangan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman pangan, mengatur pengeluaran rumah tangga agar bisa memenuhi kebutuhan pangan yang sehat, melakukan diversifikasi konsumsi, serta mengelola lahan tidur untuk pertanian dan peternakan skala kecil.

Lebih lanjut, Safruddin mengutip Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi yang menjadi dasar hukum kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian, tetapi perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat termasuk aparat kepolisian.

Kapolres Bombana juga menyampaikan dukungannya atas pelatihan ini. Ia menilai peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa sangat vital dalam mendorong masyarakat memanfaatkan sumber daya lokal untuk mencukupi kebutuhan pangan.

“Kami sangat terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor seperti ini. Harapannya, personel kami bisa ikut mengedukasi warga dalam menjaga kemandirian pangan, terutama di desa-desa yang punya potensi pertanian dan peternakan,” katanya.

Pelatihan ini juga menjadi sarana diskusi bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan menyampaikan kendala yang dihadapi di lapangan. Dalam sesi tanya jawab, beberapa Bhabinkamtibmas mengusulkan agar pelatihan serupa dilakukan secara rutin agar pemahaman mereka terhadap program ketahanan pangan semakin mendalam.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para aparat desa memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk mengedukasi masyarakat, sekaligus berperan aktif sebagai pendamping dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di wilayah tugas masing-masing.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah dan aparat kepolisian dalam mendukung agenda besar nasional di bidang pangan, dengan pendekatan yang edukatif dan partisipatif.




Pemkab Bombana dan Polri Tanam Jagung Serentak Dukung Swasembada Pangan

BOMBANA, sultranet.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana bersama Kepolisian Republik Indonesia menggelar kegiatan penanaman jagung serentak di atas lahan kelompok tani Mappadeceng, Desa Lomba Kasih, Kecamatan Lantari Jaya, Selasa, 21 Januari 2025.

Kegiatan bertajuk penanaman sejuta hektar jagung ini menjadi bagian dari upaya mendukung program strategis nasional menuju swasembada pangan yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kapolres Bombana AKBP Wisnu Hadi, S.IK bersama jajaran Forkopimda hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Tampak pula Asisten II Setda Bombana Musdalifa, perwakilan Dandim 1431 Bombana, perwakilan Danpospal Bombana, Bulog Bombana, perwakilan Kejaksaan Negeri Bombana, serta beberapa pimpinan OPD dan unsur penyuluh pertanian.

Dari Dinas Pertanian Bombana, Sekretaris Harno, S.KM., M.Kes hadir mewakili Kepala Dinas Sayarif, EH, didampingi Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabid Penyuluhan, dan Kabid Perkebunan. Camat Lantari Jaya, Kepala Desa Lomba Kasih, dan seluruh anggota kelompok tani Mappadeceng juga turut serta dalam kegiatan tersebut.

Sebelum dimulainya penanaman jagung, acara diawali dengan pembacaan doa, dilanjutkan diskusi singkat antara petani dan pemangku kebijakan. Salah satu isu utama yang mencuat adalah rendahnya harga panen jagung yang dirasakan memberatkan para petani.

“Harga jagung saat panen hanya Rp2.000 per kilogram. Ini sangat tidak sebanding dengan biaya produksi. Kami berharap ada kebijakan agar harga lebih baik di masa mendatang,” ungkap Musakir, Ketua Kelompok Tani Mappadeceng.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lomba Kasih juga menyuarakan keresahan yang sama. Menurutnya, selain harga panen yang tidak menguntungkan, para petani juga dihadapkan pada keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta infrastruktur jalan yang belum memadai.

“Petani tidak hanya kesulitan menjual hasil panen dengan harga layak, tetapi juga menghadapi kesulitan saat proses produksi. Jalan rusak dan alsintan terbatas membuat kami makin tertinggal,” ujar Kepala Desa.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pertanian Bombana, Harno, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman serentak ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia menyebut, upaya ini bukan hanya seremonial, tetapi bentuk kesungguhan pemerintah dalam membangun sektor pertanian.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung program swasembada pangan, terutama tanaman jagung. Bombana ditugaskan ikut menyukseskan target nasional, dan hari ini menjadi bukti awalnya,” kata Harno.

Ia juga menyampaikan, pemerintah daerah akan menindaklanjuti berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat tani, termasuk soal harga, alsintan, dan infrastruktur pendukung. “Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi para petani,” tambahnya.

Usai diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penanaman jagung secara simbolis yang dilakukan bersama-sama oleh para undangan, tokoh masyarakat, dan anggota kelompok tani. Lahan telah disiapkan oleh kelompok tani Mappadeceng, dan seluruh peserta turut serta menanam sebagai simbol semangat kebersamaan membangun ketahanan pangan.

Momentum ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat tani dalam menciptakan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Dukungan dari berbagai instansi dan pihak terkait menjadi energi positif dalam menghadapi tantangan sektor pertanian di Bombana. Melalui langkah awal seperti ini, harapan akan peningkatan kesejahteraan petani dan terwujudnya swasembada pangan bukan hal yang mustahil.