Bupati Kolaka Utara Tegaskan Bela Negara Dimulai dari Pengabdian di Daerah

Kolaka Utara sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menggelar upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 di Lapangan Aspirasi Lasusua. Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nurrahman Umar, MH bertindak sebagai Inspektur Upacara dan memimpin langsung jalannya kegiatan yang diikuti unsur pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat, Jumat (19/12/2025).

Upacara tersebut dihadiri Wakil Bupati Kolaka Utara H. Jumarding, SE, Ketua DPRD Kolaka Utara Fitra Yudi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta peserta upacara yang terdiri dari ASN, TNI-Polri, dan elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Bupati Kolaka Utara menegaskan bahwa peringatan Hari Bela Negara merupakan momentum strategis untuk menumbuhkan dan memperkuat semangat nasionalisme, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara dan masyarakat secara luas.

“Peringatan Hari Bela Negara ke-77 menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa, dimulai dari pengabdian dan tanggung jawab kita di daerah,” kata Nurrahman Umar.

Ia menjelaskan, setiap tanggal 19 Desember bangsa Indonesia mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukittinggi pada tahun 1948. Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa semangat bela negara mampu menjaga eksistensi Republik Indonesia di tengah situasi krisis dan keterbatasan.

Mengusung tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, Bupati menyampaikan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dilepaskan dari kontribusi daerah. Menurutnya, Kolaka Utara memiliki peran penting dalam membangun kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta ketangguhan menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

“Bela negara saat ini tidak hanya menghadapi ancaman fisik, tetapi juga tantangan nonkonvensional seperti disrupsi teknologi, ancaman siber, penyebaran hoaks, radikalisme, hingga potensi bencana alam,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat Kolaka Utara untuk berperan aktif sesuai kapasitas dan profesi masing-masing. ASN diminta bekerja profesional dan berintegritas, aparat keamanan menjaga stabilitas, serta masyarakat memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

“Semangat bela negara tidak hanya diwujudkan melalui upacara seremonial, tetapi harus tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari, seperti menjaga persatuan, membantu sesama, dan mendukung pembangunan daerah demi Kolaka Utara yang aman, maju, dan sejahtera,” tegasnya.

Upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77 ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat Kolaka Utara dalam mengimplementasikan nilai-nilai bela negara sebagai fondasi pembangunan dan kehidupan berbangsa.




Kesbangpol Bombana Gelar Apel Penghormatan Merah Putih, Sunandar Tekankan Disiplin dan Nasionalisme

Bombana, sultranet.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana melaksanakan apel penghormatan Bendera Merah Putih di halaman kantor setempat, Senin (27/10/2025). Kegiatan rutin yang digelar setiap hari Senin ini berlangsung khidmat dan diikuti seluruh pegawai Kesbangpol.

Apel dipimpin langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, yang bertindak sebagai pembina apel. Sementara itu, Budu dipercayakan sebagai pemimpin upacara. Sejumlah pejabat dan staf turut bertugas dalam pelaksanaan apel, di antaranya Azlina Febriani sebagai pembawa acara, Nursia Sinaga sebagai pembaca Pembukaan UUD 1945, St. Amarwangi sebagai pembaca Korps Pegawai Republik Indonesia, serta Sudirman sebagai pembaca doa.

Dalam amanatnya, Sunandar menekankan bahwa apel penghormatan Bendera Merah Putih bukan hanya seremonial, melainkan wujud nyata disiplin dan nasionalisme aparatur sipil negara, terlebih bagi Kesbangpol yang menjadi garda depan menjaga ketertiban umum dan kehidupan berbangsa.
“Dengan sikap disiplin melaksanakan apel penghormatan Merah Putih, maka kita dapat merawat nasionalisme tetap terpatri dalam diri setiap ASN,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kecerdasan dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi, ASN harus hadir sebagai teladan dalam menyebarkan konten positif.
“Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk merawat demokrasi dan menebarkan nilai-nilai positif. Mari kita isi media sosial dengan konten yang membangun, mencerdaskan, serta memperkuat persatuan bangsa,” kata Sunandar.

Kegiatan apel ini menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme harus hadir dalam tindakan sederhana dan konsisten, termasuk menghormati bendera negara setiap pekan. Selain memperkuat kedisiplinan, apel juga menjadi refleksi bagi pegawai Kesbangpol dalam meningkatkan profesionalitas dan kualitas pelayanan publik.

Sebagai OPD yang memiliki tugas strategis menjaga kehidupan berbangsa, Kesbangpol Bombana menempatkan edukasi kebangsaan dan pembinaan karakter ASN sebagai bagian dari kerja kelembagaan. Melalui apel rutin, nilai loyalitas, integritas, dan tanggung jawab terus ditegaskan agar selaras dengan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Apel yang berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan ini diakhiri dengan pembacaan doa dan penyampaian arahan internal kepada seluruh pegawai untuk memperkuat koordinasi tugas.




Bupati Burhanuddin Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT RI ke-80 di Bombana

Bombana, sultranet.com – Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana resmi ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih yang berlangsung khidmat di Lapangan Eks MTQ/RTH Rumbia Tengah, Minggu sore (17/8/2025).

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dengan penuh wibawa, ia memimpin jalannya prosesi penurunan bendera yang menjadi penutup dari seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan di daerah tersebut.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menunjukkan disiplin dan kekompakan saat menurunkan Sang Merah Putih. Setelah pada pagi hari sukses mengibarkan bendera, sore itu mereka menuntaskan tugas mulia dengan langkah tegap, teratur, dan penuh kehormatan.

Suasana sore yang teduh menambah kekhidmatan upacara. Ratusan masyarakat tetap bertahan menyaksikan prosesi hingga akhir, bergabung bersama jajaran Forkopimda, Wakil Bupati Bombana, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pejabat pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, organisasi masyarakat, serta tokoh-tokoh yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat aktif menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Bombana. Ia menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam membangun daerah.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan Bombana. Semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menuju kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati Burhanuddin.

Peringatan HUT ke-80 RI di Bombana diawali dengan apel kehormatan, dilanjutkan upacara detik-detik proklamasi, pesta rakyat, hingga penurunan bendera. Semua rangkaian berjalan tertib dan penuh rasa nasionalisme. Kehadiran masyarakat yang tetap antusias mengikuti setiap kegiatan menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup dalam kebersamaan warga Bombana.

Selain menjadi agenda kenegaraan, upacara tersebut juga menjadi ruang refleksi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Bupati Burhanuddin menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan para pendiri bangsa dengan menghadirkan karya nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan berkelanjutan.

Ia berharap, semangat peringatan HUT ke-80 RI dapat menjadi energi baru dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, hingga generasi muda. “Dengan kebersamaan, kita bisa melangkah lebih jauh dan menghadirkan Bombana yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.

Masyarakat yang hadir pun merasakan kebanggaan tersendiri. Kehadiran Bupati, Wakil Bupati, hingga tokoh-tokoh daerah memberi makna lebih dalam terhadap prosesi penurunan bendera, yang bukan hanya seremoni tahunan, melainkan juga momentum membangun optimisme bersama.

Upacara penurunan bendera Merah Putih tahun ini menjadi penutup penuh makna dari peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana. Dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa nasionalisme, prosesi tersebut meninggalkan pesan bahwa semangat persatuan tetap menjadi fondasi penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan daerah.




Pemkab Bombana Gelar Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana membagikan bendera Merah Putih kepada masyarakat sebagai bagian dari Program Nasional Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih. Kegiatan ini dipusatkan di area Tugu Munajah, Kecamatan Rumbia, pada Minggu (10/8/2025).

Gerakan yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri tersebut bertujuan menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air melalui pemasangan bendera Merah Putih secara serentak di seluruh wilayah Indonesia, khususnya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Penyerahan bendera dilakukan secara simbolis oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, yang didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana, dr. H. Sunandar, MM.Kes, bersama jajaran Kesbangpol serta calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Bombana.

“Kegiatan ini bukan sekadar membagikan bendera, tetapi mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi menghiasi lingkungan dengan Merah Putih. Ini menjadi wujud kebanggaan dan cinta kita pada tanah air,” ujar Syahrun.

Menurutnya, gerakan ini menjadi momentum penting bagi seluruh elemen masyarakat untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan semangat gotong royong, pemasangan bendera di setiap rumah, kantor, dan fasilitas umum diharapkan mampu menciptakan suasana meriah dan penuh semangat kemerdekaan di seluruh pelosok Bombana.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. H. Sunandar, MM.Kes, menegaskan pihaknya telah menyiapkan ribuan bendera untuk dibagikan kepada masyarakat. “Bendera ini akan kami distribusikan secara bertahap melalui kecamatan, desa, dan kelurahan agar seluruh wilayah terjangkau,” katanya.

Ia juga menambahkan, pembagian bendera melibatkan partisipasi aktif para calon Paskibraka Bombana. Keterlibatan mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan menjaga simbol negara.

Suasana pembagian bendera di Tugu Munajah berlangsung meriah. Warga yang hadir tampak antusias menerima bendera, sebagian langsung memasangnya di rumah masing-masing. Tidak hanya menjadi ajang pembagian atribut, acara ini juga menjadi wadah interaksi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana penuh keakraban.

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih merupakan program nasional yang dilaksanakan setiap tahun sejak 2022. Tujuannya adalah menggelorakan semangat kemerdekaan di seluruh penjuru negeri, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama menunjukkan rasa bangga dan cinta terhadap simbol negara.

Dengan gerakan ini, Pemkab Bombana berharap masyarakat semakin menghayati makna kemerdekaan dan menjaga persatuan bangsa. Pemasangan bendera di setiap sudut kota dan desa diharapkan menjadi simbol nyata bahwa semangat kemerdekaan terus hidup di hati rakyat.




Pemprov Sultra Rayakan Harvetnas dan HUT RI ke-80 dengan Launching Pembagian Bendera Merah Putih

Kendari, sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Senin (11/8/2025). Upacara dipimpin Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik yang juga Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, La Ode Fasikin, mewakili Gubernur Sultra.

Acara ini dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, anggota DPRD Sultra, para asisten Sekda, kepala perangkat daerah dan biro lingkup Pemprov Sultra, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Sultra, serta para anggota LVRI Provinsi Sultra.

Dalam sambutannya, La Ode Fasikin membacakan pesan Ketua Dewan Pimpinan Pusat LVRI, Letjen TNI (Purn) HBL Mantiri, yang menegaskan bahwa Harvetnas merupakan penghargaan negara bagi para pejuang yang merebut kembali kedaulatan NKRI melalui peristiwa Penghentian Pertempuran Empat Hari pada 7–10 Agustus 1949 di Kota Surakarta, yang dipimpin Letkol Ignatius Slamet Riyadi. Pertempuran itu berakhir dengan kemenangan Indonesia dan memukul mundur pasukan Belanda.

“Mulai hari ini kamu-kamu para pejuang saya namakan veteran,” kata Presiden Soekarno saat itu, yang kemudian menegaskan pada 1965 bahwa 10 Agustus menjadi Hari Veteran Nasional. Gelar veteran menjadi simbol penghormatan rakyat kepada pejuang revolusi fisik.

Tahun ini, Harvetnas mengangkat tema “Veteran Mengabdi Tanpa Batas, Berjuang Sepanjang Masa” yang merefleksikan peran veteran di luar medan tempur: menjaga nilai kebangsaan, menanamkan semangat juang kepada generasi muda, dan menjadi penopang moral kehidupan berbangsa. Ketua DPP LVRI mengajak masyarakat mewarisi nilai perjuangan 1945 seperti cinta tanah air, pantang menyerah, setia kawan, rela berkorban, dan percaya diri, serta mewaspadai pengaruh negatif yang mengancam persatuan.

Usai membacakan pesan Ketua DPP LVRI, Plh Sekda melanjutkan sambutan Gubernur Sultra yang menegaskan bahwa kegiatan ini dirangkaikan dengan Launching Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk menyambut HUT ke-80 RI.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi lambang persatuan dan kesatuan bangsa. Gerakan ini diharapkan membangkitkan kesadaran nasional, semangat kebangsaan, dan patriotisme,” kata La Ode Fasikin saat membacakan sambutan Gubernur.

Gubernur mengajak seluruh lapisan masyarakat menyambut HUT ke-80 RI dengan semarak. “Mari gelorakan semangat kemerdekaan di dalam jiwa kita masing-masing dan mengisinya dengan hal-hal positif,” ujarnya.

Launching gerakan ini ditandai penyerahan bendera secara simbolis kepada anggota Paskibraka Sultra 2025 oleh Plh Sekda didampingi Forkopimda, Kepala Badan Kesbangpol Sultra, dan Ketua LVRI Sultra. Acara ditutup dengan pekikan yel-yel “Dirgahayu Republik Indonesia” dan “Dirgahayu Hari Veteran Nasional” oleh seluruh peserta sebagai ungkapan cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang.




Bombana Luncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih untuk Semarak HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi meluncurkan Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai bagian dari program nasional pembagian 10 juta bendera yang diinisiasi Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri. Peluncuran dipusatkan di Tugu Munajah dan ditandai pembagian bendera secara simbolik oleh Penjabat Sekretaris Daerah Bombana, Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K, bersama Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, kepada perwakilan TNI/Polri dan masyarakat, Minggu (10/8/2025).

Gerakan tersebut tidak berhenti pada seremoni simbolik. Pj Sekda bersama Kepala Kesbangpol juga turun langsung membagikan bendera kepada warga yang melintas di kawasan Tugu Munajah. Aksi itu menjadi ajakan nyata agar masyarakat mengibarkan Merah Putih menjelang peringatan 17 Agustus.

Hingga saat ini, sekitar 3.300 bendera telah terkumpul dan sebagian besar telah didistribusikan. Pengumpulan dilakukan melalui sumbangan Organisasi Perangkat Daerah, kecamatan, serta sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Bombana. Kesbangpol sebagai pelaksana teknis juga menyalurkan bendera secara langsung kepada masyarakat serta bekerja sama dengan TNI/Polri untuk meneruskan pembagian hingga ke pelosok desa melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kepala Kesbangpol Bombana menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi panggilan kebangsaan. “Melalui gerakan ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat nasionalisme dan cinta tanah air, khususnya di kalangan masyarakat Kabupaten Bombana,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembagian bendera merupakan upaya memperluas partisipasi publik dalam menyemarakkan HUT ke-80 RI, sekaligus mempertegas identitas nasional di ruang-ruang domestik. Pemerintah daerah berharap warga ikut ambil bagian dengan memasang bendera Merah Putih di rumah, kantor, hingga lingkungan sekitar.

Gerakan ini juga dipandang sebagai simbol kebersamaan dalam memperingati kemerdekaan. Pemerintah Kabupaten Bombana menekankan pentingnya persatuan di tengah masyarakat, sejalan dengan tema perayaan HUT RI ke-80 tahun ini. Dengan pembagian bendera yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, pemerintah berharap momentum ini mempererat solidaritas sosial dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

Kesbangpol memastikan pendistribusian bendera akan terus berlanjut hingga seluruh stok tersalurkan. Aparat kecamatan, sekolah, serta perangkat desa juga dilibatkan agar gerakan ini menjangkau seluruh wilayah secara merata. Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk menindaklanjuti semangat ini dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memperkuat gotong royong sebagai nilai luhur bangsa.




Bupati Bombana Ajak Maknai Hari Lahir Pancasila Sebagai Semangat Kebangsaan

Bombana, Sultranet.com – Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di Kabupaten Bombana digelar penuh khidmat pada Senin pagi, 2 Juni 2025, di Halaman Kantor Bupati Bombana. Bupati Bombana, Ir. H. Burhanudin, M.Si, bertindak langsung sebagai inspektur upacara dalam peringatan yang semula dijadwalkan berlangsung sehari sebelumnya namun diubah menyusul surat susulan dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP-RI).

Perubahan waktu pelaksanaan ini berdasarkan surat BPIP-RI Nomor 144/PK.00.00/05/2025/Ka. BPIP tertanggal 30 Mei 2025, yang meminta agar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila digelar serentak pada Senin, 2 Juni 2025. Di Bombana, pelaksanaan upacara ini dikoordinasikan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, di bawah pimpinan Kepala Badan Kesbangpol, dr. Sunandar, MM.Kes.

Upacara berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan keseriusan seluruh elemen daerah dalam memperingati hari bersejarah lahirnya ideologi negara. Hadir dalam upacara tersebut Ketua DPRD Kabupaten Bombana, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pasukan TNI/Polri, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana beserta pengurus, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersama staf, para camat, lurah, kepala desa dari wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah, hingga guru-guru dari jenjang SD hingga SMA/sederajat di wilayah yang sama.

Momen istimewa dalam upacara tersebut adalah saat bendera merah putih dikibarkan oleh tiga anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana Tahun 2024, yakni Ld. Muh. Yuslan Yodyatma Amin, Salman, dan Nurul Izzatul Misdha. Pengibaran ini sekaligus menandai bahwa ketiganya resmi menyandang status sebagai Purnapaskibraka.

Dalam amanatnya, Bupati Bombana menegaskan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Bupati Burhanudin dalam pidatonya di hadapan peserta upacara.

Ia juga menekankan agar peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar dimaknai sebagai rutinitas tahunan yang bersifat seremonial. Lebih dari itu, menurutnya, momen ini harus menjadi ruang untuk refleksi nilai-nilai kebangsaan dan pemersatu bangsa di tengah kemajemukan masyarakat.

“Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, kebijakan, ucapan, dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” imbuhnya tegas.

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini juga menjadi ruang penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui berbagai lini terus berupaya menjaga semangat kolektif kebhinekaan dan persatuan bangsa sebagai dasar utama dalam proses pembangunan daerah.

Di tengah dinamika sosial dan tantangan globalisasi, peringatan Hari Lahir Pancasila mengingatkan kembali seluruh lapisan masyarakat Bombana untuk terus menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam setiap kebijakan dan tindakan kolektif. Upacara ini pun menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ideologi bangsa di tengah masyarakat.

Dengan semangat yang digelorakan dari Halaman Kantor Bupati Bombana, peringatan ini tidak hanya mengingatkan akan sejarah kelahiran dasar negara, tetapi juga menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila terus hidup dalam denyut nadi masyarakat Bombana, dari aparatur pemerintah hingga generasi muda.




Kesbangpol Bombana Rutin Perdengarkan Panca Prasetya Korpri

Bombana, sultranet.com – Dalam upaya memperkuat semangat nasionalisme dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana secara konsisten melaksanakan kegiatan mendengarkan pembacaan naskah Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) setiap hari Rabu. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 10.00 WITA dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs. Budiman, MM. (30/4)

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia Nomor B-32/KSN/S/TU.00/01/2025 tertanggal 20 Januari 2025. Surat edaran itu menginstruksikan pemutaran Lagu Kebangsaan Indonesia Raya setiap Senin dan Kamis, pembacaan Naskah Pancasila setiap Selasa dan Jumat, serta mendengarkan Panca Prasetya Korpri setiap Rabu di seluruh instansi pemerintahan.

Menurut Budiman, kegiatan yang telah rutin digelar sejak awal Maret 2025 ini bukan sekadar seremonial semata. “Ini bukan hanya kegiatan simbolis. Ini adalah bagian dari upaya untuk menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, nasionalisme, dan loyalitas ASN terhadap Pancasila dan UUD 1945,” ujar Budiman saat memberikan arahan kepada seluruh ASN di lingkup Badan Kesbangpol.

Dalam pelaksanaannya, para ASN berdiri dengan tertib layaknya upacara apel. Suasana berlangsung khidmat ketika naskah Panca Prasetya Korpri diperdengarkan. Semua peserta terlihat menyimak dengan penuh keseriusan, seolah menggenggam kembali semangat pengabdian yang menjadi inti dari nilai-nilai Korps Pegawai Republik Indonesia.

Budiman menegaskan bahwa pembacaan Panca Prasetya Korpri memiliki makna penting dalam membangun karakter ASN yang berintegritas dan memiliki etos kerja tinggi. Ia menekankan bahwa seluruh isi dari Panca Prasetya tersebut harus menjadi pedoman dalam setiap tugas pelayanan publik yang dijalankan.

“Pelayanan publik yang cepat, tepat, dan mengutamakan kepentingan bangsa harus menjadi komitmen kita bersama. Salah satu bentuk pengamalan dari semangat itu adalah dengan disiplin hadir di kantor dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” kata Budiman dengan penuh semangat.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum dalam memperbaiki pola kerja dan meningkatkan profesionalisme. Baginya, loyalitas kepada bangsa dan negara tidak cukup hanya dengan ucapan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam setiap lini pelayanan publik.

Budiman berharap, rutinitas ini dapat menjadi contoh yang baik bagi perangkat daerah lainnya. Dengan membudayakan kebiasaan mendengarkan dan menghayati Panca Prasetya Korpri, semangat pengabdian dan tanggung jawab ASN terhadap masyarakat dan negara akan terus terjaga dan berkembang.

“ASN harus menjadi teladan, baik dalam kedisiplinan, etika kerja, maupun dalam pelayanan. Mari kita jadikan Panca Prasetya Korpri sebagai cermin sikap dan perilaku kita dalam mengabdi,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari seluruh jajaran pegawai di lingkup Kesbangpol Bombana. Mereka menilai bahwa kegiatan tersebut mampu membangkitkan kembali semangat kolektif sebagai abdi negara dan menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari Korps Pegawai Republik Indonesia.

Ke depan, Kesbangpol Bombana berkomitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap aktivitas kelembagaan. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa semangat melayani, mengabdi, dan mencintai tanah air harus senantiasa tertanam dalam hati setiap ASN.




Seleksi Paskibraka Bombana 2025 Dimulai, 136 Siswa Lolos Administrasi

Bombana, sultranet.com – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana Tahun 2025 resmi dimulai. Kegiatan pembukaan seleksi dilaksanakan di Aula SMA Negeri 3 Bombana dan dibuka langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes. (14/4)

Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta seleksi, kepala sekolah dan guru pendamping SMA/SMK/MA se-Kabupaten Bombana. Selain itu, tim penilai terdiri dari perwakilan Badan Kesbangpol, TNI, Polri, dan tenaga kesehatan juga turut hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan objektif dan profesional.

Dalam sambutannya, dr. Sunandar menegaskan pentingnya transparansi dan integritas dalam proses seleksi. Menurutnya, tahapan seleksi Paskibraka tahun ini telah mengikuti seluruh ketentuan dan regulasi yang berlaku, dengan harapan melahirkan generasi muda terbaik yang akan menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.

“Seleksi ini dimulai dari tahapan administrasi sejak 10 hingga 24 Maret 2025. Dari 235 siswa yang membuat akun Paskibraka, sebanyak 187 siswa mengunggah berkas lengkap. Setelah diverifikasi, 136 siswa dinyatakan lulus seleksi administrasi, sedangkan 51 lainnya tidak memenuhi syarat,” jelas Sunandar.

Dari 136 siswa yang lolos administrasi, terdiri dari 79 peserta putra dan 57 peserta putri. Mereka akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi lanjutan, termasuk tes Pancasila dan wawasan kebangsaan yang dimulai langsung usai pembukaan. Proses seleksi lanjutan ini akan berlangsung hingga 18 April 2025.

Seluruh rangkaian seleksi bertujuan untuk menyaring 76 peserta terbaik yang nantinya akan ditetapkan sebagai anggota Paskibraka Kabupaten Bombana Tahun 2025. Selain itu, panitia juga akan memilih empat peserta terbaik, yakni dua putra dan dua putri, untuk mewakili Bombana ke tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Kami ingin peserta yang tidak hanya kuat secara fisik, tapi juga memiliki jiwa nasionalisme, kepemimpinan, serta mental disiplin yang baik. Mereka harus siap bersaing dengan wakil dari 16 kabupaten dan kota lainnya di tingkat provinsi,” ujar Sunandar yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bombana.

Ia juga berharap pelaksanaan seleksi tahun ini berjalan lebih baik dari sebelumnya. “Ini adalah tahun kedua Badan Kesbangpol menjadi penanggung jawab kegiatan Paskibraka. Semoga dengan pengalaman yang ada, proses tahun ini bisa berjalan lebih baik dan semakin profesional,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesbangpol terus mendorong keterlibatan aktif para pemuda dalam kegiatan kebangsaan. Seleksi Paskibraka bukan hanya soal fisik dan baris-berbaris, tapi juga membentuk karakter kepemimpinan dan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Dengan semangat nasionalisme dan sportivitas, diharapkan seluruh peserta mengikuti setiap tahapan seleksi dengan maksimal. Proses ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga pengalaman berharga dalam membentuk kepribadian dan wawasan kebangsaan.