Harmoni Sultra 2026 Jadi Panggung Dinas Pariwisata Bombana Promosikan UMKM dan Industri Kreatif Daerah

SULTRANET.COM, KENDARI – Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana memanfaatkan momentum perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026 sebagai panggung strategis untuk memperkenalkan potensi daerah melalui produk UMKM, industri kreatif, hingga kekayaan budaya khas Wonua Bombana. Kehadiran Bombana dalam kegiatan bertajuk Harmoni Sultra itu menjadi salah satu daya tarik tersendiri di kawasan Eks MTQ Kota Kendari, Jumat, 24 April 2026.

Perayaan HUT Sultra yang berlangsung selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026, berlangsung meriah dengan menghadirkan berbagai agenda yang melibatkan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Kegiatan tersebut meliputi pameran UMKM, pawai budaya, perlombaan, lulo massal, konser musik rakyat, hingga atraksi dirgantara TNI Angkatan Udara yang menyedot perhatian ribuan pengunjung.

Di tengah kemeriahan itu, stan Kabupaten Bombana tampil membawa identitas daerah dengan menampilkan beragam produk unggulan hasil karya masyarakat lokal. Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana menonjolkan kekuatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai bagian dari strategi promosi daerah sekaligus upaya memperluas pasar produk lokal Bombana.

Berbagai produk olahan hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga karya busana bermotif khas Bombana dipamerkan kepada masyarakat dan pengunjung dari berbagai daerah. Produk-produk tersebut tidak hanya menjadi simbol kreativitas masyarakat, tetapi juga mencerminkan perkembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Bombana yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan, mengatakan partisipasi Bombana dalam Harmoni Sultra bukan sekadar memenuhi agenda pameran daerah, tetapi menjadi bagian dari langkah besar pemerintah daerah dalam memperkenalkan potensi Bombana secara lebih luas.

“Pameran Bombana dalam rangkaian acara Harmoni Sultra meliputi pameran potensi sumber daya alam Wonua Bombana, pameran produk UMKM, dan potensi industri Wonua, mulai dari industri kerajinan hingga ragam karya busana dengan berbagai motif Bombana,” kata Anton Ferdinan.

Menurut Anton, keikutsertaan Bombana dalam Harmoni Sultra menjadi kesempatan penting untuk menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi ekonomi yang berkembang pesat, tidak hanya bertumpu pada sektor sumber daya alam, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam menciptakan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ia menjelaskan, Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana terus mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berkelanjutan. Langkah tersebut dilakukan melalui pembinaan UMKM, promosi produk lokal, hingga penguatan identitas budaya Bombana di berbagai ajang regional maupun nasional.

“Kami ingin memperlihatkan bahwa Bombana memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Tidak hanya kekayaan alam, tetapi juga kreativitas masyarakatnya yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan bernilai jual,” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, sejumlah produk lokal Bombana mendapat perhatian pengunjung karena dinilai memiliki ciri khas tersendiri. Mulai dari olahan pangan lokal, kerajinan berbahan alami, hingga busana dengan motif etnik Bombana menjadi daya tarik yang memperlihatkan kekayaan budaya daerah.

Kehadiran produk-produk lokal itu sekaligus memperlihatkan perubahan arah pembangunan ekonomi di Bombana yang kini mulai bergerak menuju penguatan sektor industri kreatif dan UMKM. Pemerintah daerah menilai sektor tersebut memiliki peran penting dalam membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi rakyat di tengah tantangan ekonomi global.

Selain menjadi ajang promosi, Harmoni Sultra juga dimanfaatkan sebagai ruang kolaborasi antarwilayah untuk saling bertukar pengalaman dalam pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Bagi Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana, kegiatan tersebut menjadi kesempatan memperluas jaringan promosi sekaligus memperkenalkan wajah baru Bombana yang lebih kreatif dan kompetitif.

Semangat kebersamaan yang terbangun dalam perayaan HUT Sultra itu juga dinilai menjadi energi positif bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pengembangan sektor UMKM dan industri kreatif berbasis lokal. Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis potensi yang dimiliki daerah dapat menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Partisipasi Bombana dalam Harmoni Sultra 2026 akhirnya tidak hanya menjadi simbol kehadiran daerah dalam perayaan HUT Provinsi Sulawesi Tenggara, tetapi juga menjadi penegasan bahwa Bombana terus bergerak membangun ekonomi daerah melalui kreativitas masyarakat, penguatan budaya lokal, dan dukungan penuh terhadap pelaku UMKM.

Deskripsi Meta:
Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Bombana tampil mempromosikan UMKM dan industri kreatif daerah dalam ajang Harmoni Sultra 2026 di Kendari dengan membawa identitas khas Wonua Bombana. (adv)




Dinas Pariwisata Bombana Dukung Savira ke Putri Indonesia 2026 untuk Promosikan Wisata Daerah

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga menyatakan dukungan penuh terhadap keikutsertaan putri daerah, Asri Savira Ria, dalam ajang Putri Indonesia 2026. Savira resmi dipercaya menjadi perwakilan Sulawesi Tenggara di tingkat nasional dan dinilai membawa peluang besar untuk memperkenalkan potensi pariwisata Bombana ke panggung nasional, Senin, 23 Februari 2026.

Dukungan tersebut disampaikan langsung Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anton Ferdinan, saat menerima kunjungan tim calon Putri Indonesia di ruang kerjanya. Pertemuan itu membahas persiapan pengambilan materi profil Savira yang akan menampilkan sejumlah destinasi wisata unggulan Bombana sebagai latar utama.

Pemerintah daerah menilai momentum tersebut bukan sekadar partisipasi dalam ajang kecantikan nasional, melainkan kesempatan strategis untuk mempromosikan kekayaan budaya, wisata alam, dan identitas lokal Bombana kepada masyarakat Indonesia secara lebih luas.

Anton Ferdinan mengatakan keterlibatan Savira dalam Putri Indonesia 2026 menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bombana. Menurutnya, kehadiran putri daerah di ajang nasional dapat membuka ruang promosi yang efektif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

“Kami sangat mendukung keikutsertaan Asri Savira Ria sebagai perwakilan Sulawesi Tenggara di Putri Indonesia 2026. Ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga kesempatan besar untuk memperkenalkan Bombana kepada masyarakat nasional,” ujar Anton Ferdinan.

Ia menjelaskan, sejumlah lokasi wisata dan situs budaya di Bombana akan dijadikan latar pengambilan gambar untuk materi profil Savira. Tayangan tersebut nantinya akan disiarkan melalui televisi nasional dan berbagai platform digital sehingga berpotensi menjangkau jutaan penonton di seluruh Indonesia.

Menurut Anton, promosi melalui ajang Putri Indonesia menjadi langkah strategis yang sangat efektif karena mampu menghadirkan citra positif daerah tanpa membutuhkan biaya promosi yang besar.

“Melalui tayangan nasional, masyarakat bisa melihat langsung keindahan Bombana, budaya Moronene, hingga destinasi wisata alam yang selama ini belum banyak dikenal secara luas,” katanya.

Beberapa lokasi yang dipersiapkan sebagai titik pengambilan gambar antara lain kawasan Alun-alun depan Masjid Raya Nurul Iman Bombana, makam para Raja Moronene, Rumah Adat Moronene, Padang Pajongae, Pantai Rahwana Bombana, hingga kawasan wisata perbukitan Tangkeno di Pulau Kabaena.

Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena dianggap mewakili identitas Bombana sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan panorama alam yang khas. Pemerintah daerah berharap keindahan destinasi tersebut mampu menarik perhatian masyarakat sekaligus meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Bombana.

Selain menjadi media promosi wisata, keikutsertaan Savira juga dinilai dapat memperkuat citra generasi muda Bombana yang berprestasi dan mampu bersaing di tingkat nasional. Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana melihat ajang Putri Indonesia sebagai ruang positif untuk memperlihatkan kualitas sumber daya manusia daerah, khususnya di bidang kreativitas, budaya, dan kepemimpinan perempuan muda.

Anton menambahkan, pemerintah daerah terus mendorong promosi pariwisata melalui berbagai pendekatan kreatif dan kolaboratif. Selain melalui event daerah dan promosi digital, keterlibatan figur publik maupun putri daerah dianggap mampu menjadi duta promosi yang efektif dalam mengenalkan Bombana kepada khalayak yang lebih luas.

“Pariwisata saat ini tidak cukup hanya mengandalkan promosi konvensional. Kita harus memanfaatkan momentum nasional seperti ini agar Bombana semakin dikenal,” ujarnya.

Ia optimistis langkah tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor pariwisata daerah. Semakin banyak destinasi Bombana dikenal masyarakat, maka peluang pertumbuhan ekonomi lokal juga akan semakin terbuka, terutama bagi pelaku UMKM, industri kreatif, hingga masyarakat sekitar kawasan wisata.

Keikutsertaan Savira dalam Putri Indonesia 2026 sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat branding daerah. Pemerintah Kabupaten Bombana berharap momentum itu mampu menghadirkan citra baru Bombana sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki potensi wisata dan budaya yang layak diperhitungkan di tingkat nasional.

Dengan dukungan penuh dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Bombana, Savira diharapkan mampu tampil maksimal membawa nama Sulawesi Tenggara sekaligus memperkenalkan keindahan dan kekayaan budaya Bombana kepada Indonesia. (adv)




Pesona Pulau Sagori di Bombana, Tawarkan Keajaiban Alam

Sultranet.com, Bombana – Pulau Sagori di Kecamatan Kabaena Barat, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, semakin menarik perhatian wisatawan karena keindahan alamnya yang masih asri. Pulau kecil dengan pasir putih lembut dan air laut jernih ini menawarkan pengalaman wisata bahari yang menakjubkan. Dengan keanekaragaman hayati bawah laut yang memukau, Pulau Sagori menjadi destinasi ideal bagi pencinta snorkeling dan diving.

Pulau ini memiliki karang atol berbentuk setengah lingkaran yang berfungsi sebagai pelindung alami, menciptakan perairan yang tenang dan aman bagi wisatawan. Hamparan pasir putih sepanjang 3.000 meter dengan lebar 200 meter di bagian tengahnya semakin menambah pesonanya. Kombinasi antara pasir putih, air laut biru, dan langit cerah menciptakan suasana yang menenangkan.

Untuk mencapai Pulau Sagori, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Sikeli, ibu kota Kecamatan Kabaena Barat. Dari sana, perjalanan laut hanya membutuhkan waktu sekitar 30-45 menit dengan perahu nelayan atau speedboat. Sepanjang perjalanan, wisatawan bisa menikmati panorama laut yang memukau dan berkesempatan melihat kawanan lumba-lumba yang berenang di sekitar perahu.

Pulau Sagori menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi wisatawan. Snorkeling dan diving menjadi pilihan utama karena air lautnya yang jernih memungkinkan wisatawan menikmati keindahan terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni. Selain itu, pulau ini juga menjadi tempat yang sempurna untuk fotografi alam, dengan pemandangan sunset yang indah. Bagi yang ingin menikmati pengalaman lebih lama, berkemah di Pulau Sagori bisa menjadi pilihan menarik, memberikan sensasi tidur di bawah langit berbintang dengan deburan ombak yang menenangkan.

Keunikan Pulau Sagori tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kehidupan masyarakat pesisirnya. Wisatawan dapat berinteraksi dengan nelayan lokal dan mengenal lebih dekat budaya serta sejarah mereka. Pulau ini masih tergolong sepi, menjadikannya destinasi yang cocok bagi mereka yang mencari ketenangan dari hiruk-pikuk perkotaan.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Bombana, Anisa Sri Prihatin, mengapresiasi potensi wisata Pulau Sagori. “Pulau Sagori adalah salah satu destinasi unggulan di Bombana yang masih sangat alami. Kami terus mendorong pengembangan wisata berbasis kelestarian lingkungan agar keindahan pulau ini tetap terjaga,” ujarnya. (10/3)

Pemerintah daerah dan masyarakat setempat berupaya menjaga kelestarian Pulau Sagori dengan menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan. Upaya ini mencakup perlindungan ekosistem laut dan kebersihan pantai agar tetap nyaman bagi wisatawan. Keasrian Pulau Sagori menjadikannya pilihan tepat bagi mereka yang ingin menikmati pesona alam tanpa gangguan.

Bagi wisatawan yang mencari destinasi yang menawarkan keindahan alami dan ketenangan, Pulau Sagori adalah pilihan yang sempurna. Dengan segala pesonanya, pulau ini menjadi surga tersembunyi yang patut dikunjungi. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikan keindahan Pulau Sagori untuk dinikmati oleh generasi mendatang.