Bupati Bombana Kukuhkan Pengurus KKKS SD 2026–2030, Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si., secara resmi mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Swasta se-Kabupaten Bombana masa bakti 2026–2030 di Rumah Jabatan Bupati Bombana, Kamis (6/8/2026). Pengukuhan ini menjadi langkah untuk memperkuat kolaborasi antarkepala sekolah sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan, kompetensi tenaga pendidik, dan kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bombana, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, sejumlah kepala perangkat daerah, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta pengurus dan anggota KKKS SD Negeri dan Swasta se-Kabupaten Bombana. Kehadiran unsur pemerintah daerah dan tenaga pendidikan ini mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung kemajuan pendidikan di daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus KKKS yang baru dikukuhkan. Ia mengingatkan bahwa amanah tersebut tidak hanya berkaitan dengan tugas organisasi, tetapi juga tanggung jawab untuk memperkuat kepemimpinan sekolah dan mendorong perbaikan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.

Menurut Bupati, pengukuhan pengurus KKKS harus menjadi titik awal untuk membangun kerja sama yang lebih aktif di antara kepala sekolah. Melalui wadah tersebut, para kepala sekolah diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, membahas tantangan yang dihadapi di lingkungan pendidikan, serta merumuskan langkah bersama untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan dasar di Kabupaten Bombana.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus KKKS yang telah menerima amanah ini. Jadikan pengukuhan ini sebagai awal untuk bekerja bersama, saling menguatkan, dan menghadirkan inovasi demi meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Bombana,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menentukan arah pengembangan dan kualitas pendidikan di masing-masing satuan pendidikan. Kepala sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap administrasi dan pengelolaan sekolah, tetapi juga perlu memastikan proses pembelajaran berjalan dengan baik serta mendukung perkembangan kemampuan dan karakter peserta didik.

Karena itu, Bupati berharap para pengurus KKKS mampu menjadikan organisasi tersebut sebagai ruang koordinasi dan pengembangan kompetensi kepala sekolah. Pertukaran gagasan dan pengalaman antarsekolah dinilai penting untuk menemukan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Melalui kolaborasi yang terarah, kepala sekolah diharapkan dapat mengembangkan program yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, memperkuat kedisiplinan, membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta meningkatkan keterlibatan seluruh warga sekolah dalam proses pendidikan.

Bupati juga menekankan pentingnya inovasi dalam menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang. Menurutnya, kepala sekolah perlu terbuka terhadap gagasan baru dan mampu menyesuaikan pengelolaan sekolah dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan ilmu pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

“Saya berharap KKKS menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan mampu melahirkan berbagai gagasan serta program yang berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan. Kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan harapan pemerintah daerah agar KKKS tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi secara rutin, tetapi juga menghasilkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh sekolah. Program kerja yang disusun diharapkan memiliki tujuan yang jelas, sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dapat diperkuat melalui wadah KKKS ialah komunikasi dan koordinasi antarkepala sekolah dalam membahas persoalan pembelajaran. Melalui forum bersama, kepala sekolah dapat berbagi praktik baik, mendiskusikan kendala dalam pengelolaan satuan pendidikan, serta mencari solusi berdasarkan pengalaman dan kondisi masing-masing sekolah.

Selain pengembangan kompetensi kepala sekolah, peningkatan mutu pendidikan juga membutuhkan perhatian terhadap kualitas tenaga pendidik dan lingkungan belajar. Kepala sekolah diharapkan mampu membangun kerja sama dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat untuk menciptakan proses pembelajaran yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter peserta didik.

Penguatan pendidikan karakter turut menjadi perhatian dalam arah pengembangan sekolah. Kepala sekolah diharapkan dapat mendorong pembiasaan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, dan semangat belajar di lingkungan sekolah. Upaya tersebut perlu berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan akademik agar peserta didik memperoleh pengalaman pendidikan yang lebih menyeluruh.

Dalam konteks tersebut, KKKS dapat menjadi wadah bagi para kepala sekolah untuk menyelaraskan gagasan dan memperkuat komitmen dalam membangun budaya pendidikan yang positif. Koordinasi yang baik juga dapat membantu sekolah mengidentifikasi kebutuhan prioritas dan merancang kegiatan yang sesuai dengan kondisi peserta didik serta sumber daya yang tersedia.

Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen mendukung peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu unsur penting dalam menentukan kemampuan daerah untuk berkembang dan menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

Ia berharap seluruh pengurus KKKS dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjaga komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Dukungan dan koordinasi yang berkelanjutan diperlukan agar berbagai upaya peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan lebih terarah.

“Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang kita persiapkan hari ini. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun pendidikan Bombana yang semakin maju, berkualitas, dan berdaya saing,” pungkas Burhanuddin.

Komitmen tersebut menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik. Melalui penguatan kepemimpinan sekolah dan peningkatan kapasitas tenaga pendidikan, pemerintah daerah berharap satuan pendidikan mampu memberikan layanan pembelajaran yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Pengukuhan pengurus KKKS masa bakti 2026–2030 sekaligus menjadi kesempatan bagi para kepala sekolah untuk memperkuat tanggung jawab bersama dalam mengembangkan pendidikan dasar di Kabupaten Bombana. Organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi penghubung yang efektif untuk menyampaikan kebutuhan sekolah, memperluas pertukaran pengetahuan, dan mendorong lahirnya program yang relevan dengan tantangan pendidikan.

Ke depan, keberhasilan kepengurusan KKKS tidak hanya ditentukan oleh terlaksananya agenda organisasi, tetapi juga oleh kontribusinya terhadap perbaikan pengelolaan sekolah dan proses pembelajaran. Program yang terencana, koordinasi yang konsisten, serta keterlibatan para kepala sekolah menjadi bagian penting untuk mencapai tujuan tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bombana berharap pengurus KKKS yang baru dikukuhkan dapat menjalankan peran secara aktif dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Bombana diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat bagi peserta didik, keluarga, serta masyarakat luas.




Bupati Burhanuddin Buka PORSENI PGRI Bombana 2025

B0mbana, sultranet.com – Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bombana dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, di Lapangan Merdeka Rumbia, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Guru Bermutu, Indonesia Maju – Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas” ini diikuti ratusan guru dan tenaga pendidik dari seluruh kecamatan di Kabupaten Bombana. Acara turut dihadiri Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Bombana.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan penghargaan kepada keluarga besar PGRI Bombana yang dinilai berhasil menghadirkan ruang silaturahmi dan pengembangan potensi pendidik melalui kegiatan olahraga dan seni.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Bombana, saya mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PGRI Bombana yang telah melaksanakan kegiatan mulia ini. Semoga PORSENI berjalan lancar, membawa hasil maksimal, dan memberi manfaat besar bagi solidaritas para pendidik,” ujar Burhanuddin.

Ia menegaskan bahwa guru merupakan pilar penting dalam membangun karakter dan masa depan bangsa. Menurutnya, pendidikan berkualitas hanya dapat diwujudkan melalui guru yang profesional dan berdaya saing.

“Guru harus mampu memberi inspirasi tentang pentingnya pendidikan. Untuk memajukan bangsa, kita membutuhkan pendidikan bermutu, dan pendidikan bermutu hanya lahir dari guru yang profesional,” tegasnya.

Bupati Burhanuddin juga mengingatkan dua isu strategis di sektor pendidikan, yaitu penyelesaian pendidikan dasar 12 tahun serta pencegahan pernikahan usia dini. Ia meminta seluruh tenaga pendidik turut menjadi garda terdepan dalam memberi edukasi kepada masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi anak yang putus sekolah. Dan generasi muda hendaknya menikah ketika cukup dewasa dan siap secara mental agar mampu membangun keluarga yang berkualitas,” tambahnya.

PORSENI PGRI Bombana 2025 menampilkan berbagai cabang olahraga dan seni, antara lain bola voli, bulu tangkis, tenis meja, sepak bola, senam PGRI, catur, lomba lagu solo, melukis, tari kreasi, baca puisi, salawat badar, paduan suara, hingga lomba inovasi pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan penguatan karakter bagi para pendidik.

Bupati Burhanuddin menutup sambutannya dengan harapan agar PORSENI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kontribusi guru dalam memajukan pendidikan di Bombana.




Panitia Pelaksana mulai Verifikasi Berkas Pendaftar Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025

Bombana, Sultranet.com – Ribuan harapan mahasiswa Bombana kini tertuju pada meja verifikasi. Pemerintah Kabupaten Bombana resmi memulai tahap verifikasi berkas Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 mulai 22 hingga 26 September 2025. Tahapan ini menjadi pintu penting dalam menentukan siapa saja yang layak melanjutkan ke proses berikutnya.

Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Bombana, Hj. Suarni, ST., MP., menegaskan bahwa tahap verifikasi berkas dilakukan dengan teliti agar setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama. Menurutnya, proses ini bukan sekadar administratif, melainkan juga penguatan kepercayaan publik terhadap program beasiswa unggulan daerah.

“Verifikasi ini penting untuk memastikan data peserta benar, sesuai, dan layak. Kami ingin semua berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Suarni saat ditemui di ruang kerjanya.

Tahap verifikasi berkas merupakan kelanjutan dari pendaftaran online dan penyetoran berkas yang berlangsung sejak 25 Agustus hingga 19 September 2025. Dari ribuan mahasiswa yang telah mendaftar, seluruh dokumen kini diperiksa satu per satu untuk melihat kelengkapan dan kebenarannya.

Setelah verifikasi, panitia akan menggelar rapat penentuan lulus berkas pada 30 September 2025. Selanjutnya, hasil sementara diumumkan pada 2 Oktober 2025, yang diikuti dengan masa sanggah hingga 4 Oktober. Proses berlanjut dengan pengumuman final pada 6 Oktober, lalu peserta yang dinyatakan lolos wajib melengkapi administrasi verifikasi faktual mulai 7 hingga 8 Oktober 2025.

Suarni menjelaskan, pemerintah daerah ingin menjaga agar tidak ada mahasiswa yang merasa dirugikan. Karena itu, seluruh tahapan dilengkapi dengan masa sanggah, sehingga peserta memiliki ruang untuk mengajukan klarifikasi jika terdapat kekeliruan.

“Kami membuka ruang sanggah supaya semua bisa merasa adil. Kalau ada kekurangan atau perbedaan data, peserta bisa segera memperbaiki. Jadi ini bukan untuk mempersulit, tapi untuk memberi kepastian,” tambahnya.

Tahapan program ini memang panjang. Usai verifikasi faktual yang berlangsung 9 hingga 24 Oktober, peserta masih akan menghadapi pengurusan MoU dan PKS pada 27 Oktober hingga 27 November, validasi perguruan tinggi pada 24 November hingga 5 Desember, serta rapat penentuan penerima pada 8 Desember 2025.

Pengumuman penerima sementara akan disampaikan pada hari yang sama, dilanjutkan dengan masa sanggah hingga 10 Desember, dan pengumuman penerima final pada 11 Desember 2025. Adapun proses administrasi pencairan dijadwalkan berlangsung 12 hingga 19 Desember 2025.

Di balik seluruh tahapan itu, semangat pemerintah Bombana tetap sama: menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama. Program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi dirancang untuk menjangkau mahasiswa yang berprestasi sekaligus mereka yang memiliki semangat belajar tinggi namun terbatas secara finansial.

“Tidak boleh ada anak Bombana yang berhenti kuliah hanya karena biaya. Beasiswa ini adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi muda,” pungkas Suarni.

Dengan jadwal yang telah diumumkan secara terbuka, diharapkan mahasiswa peserta beasiswa dapat lebih siap mengikuti setiap proses. Program ini bukan hanya sekadar bantuan biaya kuliah, melainkan juga bentuk kepercayaan pemerintah kepada putra-putri Bombana sebagai generasi penerus yang akan membawa daerah ke arah lebih maju. (adv)




Pemkab Umumkan Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi Tahun 2025 Tahap II

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi mengumumkan pelaksanaan program Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi tahun 2025 tahap II. Program yang dinanti ribuan mahasiswa asal Bombana ini kembali hadir sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pendidikan dan masa depan generasi muda. (25/8)

Beasiswa ini diperuntukkan bagi mahasiswa asal Bombana yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, di Sulawesi Tenggara maupun di luar daerah. Pemerintah daerah menegaskan, tujuan utama program ini adalah membantu mahasiswa agar tidak terhenti kuliahnya hanya karena persoalan biaya.

Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, menyampaikan bahwa beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan juga strategi jangka panjang untuk memperkuat sumber daya manusia di daerah. Ia menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah kepada generasi muda.

“Beasiswa Bombana Berani dan Berani Berprestasi adalah komitmen kami untuk membuka jalan bagi putra-putri Bombana agar bisa terus belajar. Jangan sampai ada anak muda yang terhenti kuliahnya hanya karena persoalan biaya,” kata Burhanuddin.

Ia menjelaskan, pendidikan merupakan kunci kemajuan daerah. Dengan memberikan akses pendidikan yang lebih luas melalui beasiswa, mahasiswa Bombana diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi tangguh, kreatif, dan berdaya saing. “Kami ingin melahirkan anak-anak Bombana yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga mampu membawa nama baik daerah di level nasional,” ujarnya.

Program beasiswa ini dibagi dalam dua kategori. Pertama, Beasiswa Bombana Berani yang ditujukan bagi mahasiswa dengan keterbatasan ekonomi. Kedua, Beasiswa Berani Berprestasi yang diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi dengan capaian akademik unggul. Dengan pola ini, pemerintah ingin memastikan kesempatan terbuka bagi semua mahasiswa, baik yang cemerlang secara prestasi maupun yang sedang berjuang dari keterbatasan.

Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa tahap sebelumnya menyebut kebijakan ini sangat membantu. Mereka mengaku bisa melanjutkan kuliah dengan lebih tenang. “Kalau tidak ada beasiswa, mungkin saya sudah berhenti kuliah,” ungkap salah seorang penerima yang enggan disebutkan namanya.

Pemerintah Kabupaten Bombana juga menegaskan komitmen transparansi dalam pelaksanaan program ini. Panduan resmi yang berisi syarat administrasi, tahapan seleksi, hingga prosedur pencairan dana sudah disiapkan agar seluruh mahasiswa bisa mengakses informasi dengan mudah.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah benar-benar serius membangun pendidikan. Dengan generasi muda yang berpendidikan tinggi, Bombana optimistis mampu melahirkan masa depan yang lebih baik dan sejahtera.

Burhanuddin menutup pesannya dengan dorongan moral kepada mahasiswa penerima. “Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar. Karena di pundak kalian masa depan Bombana dititipkan,” tegasnya.

Program ini meneguhkan Bombana bukan hanya sebagai daerah dengan potensi alam, tetapi juga sebagai daerah yang peduli membangun manusia. Dengan beasiswa ini, wajah Bombana diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang berani berinvestasi pada generasi muda. (adv)

Isi pengumuman lengkap dibawah ini: 

PANDUAN BEASISWA BERANI II 25




Ketua DPRD Bombana Siapkan Rumah Singgah untuk Siswa Pulau Sagori

Bombana, Sultranet.com — Ketua DPRD Kabupaten Bombana, Iskandar, SP, menunjukkan komitmennya terhadap dunia pendidikan dengan membuka rumah singgah untuk siswa asal Pulau Sagori, Kecamatan Kabaena, Sulawesi Tenggara. Inisiatif ini diumumkan dalam kegiatan reses yang digelar Kamis, 29 Mei 2025, di lokasi rumah singgah yang telah disiapkan di Kampung Bajau, Kelurahan Sikeli, Kabaena Barat.

Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan warga Sagori yang selama ini menghadapi kendala besar saat anak-anak mereka hendak menempuh pendidikan di daratan Kabaena. Setiap musim barat datang, gelombang laut tinggi kerap menghalangi perjalanan para siswa sehingga mereka terpaksa absen dari sekolah.

“Setiap musim barat datang, laut bergelombang tinggi dan anak-anak kami tidak bisa ke sekolah. Ini sudah lama terjadi,” kata seorang ibu rumah tangga dari Pulau Sagori saat menyampaikan aspirasi dalam dialog bersama Ketua DPRD.

Menanggapi kondisi tersebut, Iskandar menyatakan bahwa dirinya tidak ingin sekadar menjadi pendengar. Ia menyampaikan secara langsung bahwa rumah singgah telah disiapkan lengkap dengan fasilitas dasar, sebagai solusi jangka panjang bagi anak-anak Pulau Sagori agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tanpa harus khawatir akan kondisi cuaca ekstrem.

“Saya mendengar langsung aspirasi masyarakat, dan saya tidak ingin hanya berhenti di mendengar. Hari ini saya nyatakan bahwa rumah singgah ini siap digunakan oleh anak-anak kita dari Pulau Sagori,” ujar Iskandar.

Rumah singgah ini terletak di lokasi strategis, hanya beberapa ratus meter dari fasilitas pendidikan di Sikeli. Lingkungan sekitar juga dikenal aman dan memiliki iklim sosial yang mendukung aktivitas belajar siswa. Rumah singgah ini diprioritaskan untuk digunakan para pelajar tingkat SMP dan SMA yang selama ini terkendala akses transportasi laut.

Selain menjadi simbol kepedulian terhadap dunia pendidikan, rumah singgah ini juga dimanfaatkan sebagai tempat pelaksanaan dialog reses. Dalam suasana penuh keakraban, para warga, tokoh masyarakat, perangkat desa, hingga orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang diambil oleh Ketua DPRD tersebut.

“Kita tidak boleh membiarkan jarak, cuaca, dan geografis menjadi penghalang bagi masa depan anak-anak kita. Pendidikan adalah investasi jangka panjang,” tambah Iskandar di hadapan para peserta dialog.

Ia juga mengajak pemerintah daerah dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan untuk bersama-sama memperkuat akses dan fasilitas pendidikan, khususnya di daerah kepulauan dan wilayah terluar yang rentan terhadap hambatan geografis.

Menurut Iskandar, kehadiran rumah singgah ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara yang berdampak besar dalam jangka panjang, sembari mendorong pembangunan infrastruktur pendidikan yang lebih merata di seluruh wilayah Bombana.

“Ini bukan soal gedung, tapi soal peluang. Selama ini banyak anak-anak kita di kepulauan harus memilih antara keselamatan dan sekolah. Saya tidak ingin mereka terus menghadapi pilihan seperti itu,” pungkasnya.

Rumah singgah ini juga akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti tempat tidur, perlengkapan mandi, dan area belajar bersama. Iskandar menyatakan akan terus memantau kebutuhan tambahan ke depannya dan membuka ruang bagi masyarakat yang ingin turut berkontribusi.

Langkah humanis dari Ketua DPRD Bombana ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah pesisir, khususnya bagi masyarakat Pulau Sagori yang telah lama menginginkan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak mereka.




Wabup Bombana Buka Seminar Pendidikan Ramah Lingkungan

Bombana, Sultranet.com – Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si secara resmi membuka Seminar Pendidikan Indonesia Moronene yang mengangkat tema “Adaptasi Pendidikan Ramah Lingkungan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan,” Kamis, 8 Mei 2025, di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana.

Seminar ini digagas oleh Organisasi Indonesia Moronene (IM) sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendorong sistem pendidikan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Bombana, Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Bombana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pariwisata, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas Pendidikan, akademisi, guru, pelajar, hingga aktivis lingkungan.

Seminar ini menjadi ruang strategis untuk membahas pentingnya integrasi nilai keberlanjutan dalam sistem pendidikan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pelestarian lingkungan hidup sejak usia dini.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Ahmad Yani menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan seminar tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan di tengah meningkatnya krisis lingkungan global, yang membutuhkan respons aktif dari semua lapisan masyarakat, termasuk dunia pendidikan.

“Kita membutuhkan sistem pendidikan yang tidak hanya mengedepankan prestasi akademik, tapi juga menanamkan kepedulian terhadap alam dan masa depan bumi. Tema seminar ini sangat relevan dan patut diapresiasi,” ujarnya.

Ahmad Yani menekankan, pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah dan kebersihan, bukan lagi isu lokal, melainkan sudah menjadi perhatian global. Ia mengajak semua pihak untuk menjadikan pendidikan sebagai pintu masuk perubahan perilaku masyarakat terhadap isu-isu lingkungan.

“Lingkungan yang bersih bukan hanya isu lokal, melainkan sudah menjadi perhatian dunia. Jika kita mampu mengatasi persoalan sampah, manfaatnya tidak hanya akan dirasakan secara global, tetapi juga oleh masyarakat kita di Bombana,” ungkapnya.

Ia juga mengajak generasi muda Bombana untuk menggali kembali nilai-nilai budaya lokal yang selama ini mengajarkan tentang hubungan harmonis antara manusia dan alam. Menurutnya, kearifan lokal bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun kesadaran lingkungan secara berkelanjutan.

“Nilai-nilai budaya kita banyak mengajarkan tentang pentingnya menjaga keseimbangan hidup. Ini bisa menjadi modal besar dalam menghadapi krisis lingkungan saat ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Organisasi Indonesia Moronene dalam sambutannya mengatakan, seminar ini merupakan bagian dari komitmen IM untuk mendorong transformasi pendidikan lokal agar lebih responsif terhadap persoalan lingkungan dan perubahan iklim.

“Pendidikan harus menjadi bagian dari solusi. Kita tidak bisa lagi mengabaikan isu lingkungan dalam kurikulum. Seminar ini adalah langkah awal untuk membangun kerja sama lintas sektor demi pendidikan yang berpihak pada masa depan lingkungan,” tuturnya.

Ia berharap, dari forum ini lahir gagasan konkret dan kerja kolaboratif yang mampu mendorong pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih ramah lingkungan, serta membuka ruang partisipasi bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat sipil, maupun dunia pendidikan.

Seminar ini juga dirangkaikan dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi pendidikan, pegiat lingkungan, hingga perwakilan pemerintah daerah. Peserta seminar terlihat antusias mengikuti diskusi, yang banyak menyoroti praktik-praktik pendidikan hijau dan strategi penerapannya di lingkungan sekolah.

Semangat kolaboratif yang tercipta dalam seminar ini diharapkan menjadi pemantik gerakan nyata di tingkat komunitas, sekolah, dan kebijakan publik, yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama dalam membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama terhadap bumi.




Peringatan Hardiknas 2025, Bupati Burhanuddin Launching Angkutan Gratis Pelajar

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2025 dengan menggelar upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Ir. H. Burhanuddin, M.Si di halaman Kantor Bupati Bombana, Senin 5 Mei 2025. Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua,” upacara berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri Forkopimda, Ketua TP-PKK Bombana, kepala OPD, tenaga pendidik, pelajar, ASN dan non ASN, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan amanat Menteri Pendidikan bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya seremonial, melainkan momentum refleksi untuk meningkatkan komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia menegaskan pentingnya pelayanan pendidikan yang bermutu dan merata bagi seluruh anak bangsa.

“Peringatan ini adalah pengingat bagi kita semua bahwa pendidikan adalah amanat konstitusi. Kita wajib memberikan layanan terbaik dan berkemajuan bagi generasi penerus,” ujar Bupati Burhanuddin.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan merupakan salah satu prioritas utama sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah pusat berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan, termasuk revitalisasi sarana prasarana, pembelajaran digital, dan peningkatan kesejahteraan serta kompetensi guru.

Foto bersama Forkopimda Bombana
Foto bersama Forkopimda Bombana

Namun demikian, kata Burhanuddin, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam memajukan pendidikan.

“Pemerintah punya keterbatasan. Karena itu, dibutuhkan sinergi semua pihak — mulai dari orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media. Semua punya peran dalam mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi yang hebat dan kuat,” katanya.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para abdi negara, dalam upacara tersebut Bupati Bombana secara simbolis menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun. Penghargaan ini diberikan kepada pegawai negeri yang menunjukkan dedikasi dan loyalitas tinggi tanpa cela, khususnya mereka yang berkarya di sektor pendidikan.

Momentum Hardiknas 2025 di Bombana juga ditandai dengan peluncuran program Angkutan Gratis Khusus Pelajar di wilayah Kecamatan Poleang. Program ini dihadirkan untuk menjawab tantangan akses pendidikan, terutama bagi pelajar di wilayah terpencil.

“Dua agenda hari ini—pemberian penghargaan bagi ASN dan peluncuran kendaraan gratis—adalah bentuk nyata komitmen kami dalam memajukan pendidikan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Bombana punya kesempatan yang sama untuk meraih masa depan,” ujar Bupati Burhanuddin menutup sambutannya.

Menurut informasi dari panitia, kendaraan angkutan pelajar ini akan beroperasi secara bertahap dan dijadwalkan melayani rute-rute prioritas yang dinilai minim akses transportasi. Program ini juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bombana dalam mendorong pemerataan pendidikan hingga ke pelosok desa.

Pelaksanaan upacara Hardiknas 2025 ini menjadi refleksi komitmen kolektif Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap pembangunan sumber daya manusia. Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penghargaan dan infrastruktur, tetapi juga kebijakan-kebijakan yang memihak kepentingan pendidikan jangka panjang.

Upacara ditutup dengan doa bersama dan penampilan atraksi dari pelajar tingkat SMA yang menampilkan tari kreasi lokal bertema pendidikan dan kemajuan daerah. Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti momen peringatan Hardiknas yang membawa harapan baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Bombana.




Sultra Gelar Upacara Hardiknas, Sekda Tegaskan Komitmen Pemerataan Pendidikan

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2025 di Lapangan Kantor Gubernur Sultra pada Jumat pagi. Upacara yang mengangkat tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sultra yang sedang mendampingi Menteri Kesehatan dalam agenda pembangunan rumah sakit di empat kabupaten.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua DPRD Sultra, Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi, jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, pejabat eselon III dan IV, serta para guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang dibacakan Sekda Asrun Lio, ditegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan menjadi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa. “Pendidikan adalah hak asasi yang tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ekonomi, ataupun kondisi fisik,” kata Menteri Mu’ti.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam membangun karakter, peradaban, dan mobilitas sosial. Pemerintah, kata dia, telah menempuh langkah strategis sejak Oktober 2024, termasuk perbaikan tata kelola, peningkatan kompetensi guru, kurikulum berbasis deep learning, hingga penguasaan teknologi seperti koding dan kecerdasan buatan.

“Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas nasional, sesuai Asta Cita keempat: membangun SDM unggul sebagai agen perubahan menuju Indonesia yang adil dan makmur,” tambahnya.

Melanjutkan amanat itu, Sekda Asrun Lio menyampaikan sambutan Gubernur Sultra yang berhalangan hadir. Ia menekankan bahwa Pemprov Sultra berkomitmen penuh dalam mendukung pendidikan inklusif dan bermutu. Salah satu program prioritas dalam 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra adalah penyediaan pakaian sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SLB.

“Tidak boleh ada anak Sultra yang putus sekolah hanya karena persoalan ekonomi. Untuk itu, Pemprov telah menyiapkan dua skema beasiswa, yakni beasiswa berprestasi dan beasiswa reguler untuk siswa dari keluarga kurang mampu,” ujar Asrun Lio kepada peserta upacara.

Dalam kesempatan itu juga diserahkan beasiswa simbolis kepada siswa-siswi yang lolos seleksi, termasuk yang mendapat kesempatan melanjutkan studi ke Universitas Sampoerna. Penyerahan dilakukan oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sultra, didampingi Sekda, Ketua DPRD, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Biro Kesra.

“Kerja sama dengan pihak swasta terus diperkuat. Beasiswa ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan akses pendidikan tinggi,” ujar Kadis Pendidikan Sultra di sela kegiatan.

Selain bantuan beasiswa, Pemprov Sultra juga berkomitmen memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan laboratorium dan ruang kelas baru di sekolah-sekolah yang masih kekurangan fasilitas.

Upacara Hardiknas 2025 di Sultra ditutup dengan penampilan tari tradisional Lulo yang melibatkan siswa, guru, dan seluruh tamu undangan. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mengiringi akhir acara, mencerminkan semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan.

Dengan tema yang menekankan partisipasi semesta, peringatan Hardiknas di Sultra menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dituntut bekerja bergandengan tangan untuk menjamin setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang layak.