Dandim 1431/Bombana Buka Persami KKRI 2026, Tanamkan Disiplin dan Jiwa Kepemimpinan Generasi Muda

Bombana, sultranet.com — Komandan Kodim 1431/Bombana Letkol Arm Mulyadi, S.H secara resmi membuka kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Triwulan I Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda di Kabupaten Bombana. Kegiatan yang melibatkan unsur TNI dan pelajar dari berbagai sekolah ini digelar di Lapangan Sepak Bola Lameroro, Kelurahan Lameroro, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan Persami tersebut diikuti sekitar 85 peserta yang terdiri dari personel TNI serta para siswa dari sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Bombana. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias sebagai bagian dari proses pembelajaran yang menekankan pada kedisiplinan, kebersamaan, serta semangat kebangsaan.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan tertib dengan Komandan Kodim 1431/Bombana Letkol Arm Mulyadi bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara itu, Kapten Inf Syafaruddin bertugas sebagai Perwira Upacara dan Letda Inf Iwan Salasi sebagai Komandan Upacara.

Sejak awal upacara hingga berakhirnya rangkaian pembukaan, seluruh peserta mengikuti jalannya kegiatan dengan penuh disiplin. Suasana lapangan yang dipenuhi para kadet muda menambah semangat tersendiri dalam dimulainya kegiatan Persami KKRI di wilayah Kodim 1431/Bombana.

Sejumlah pejabat dan unsur pendukung turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Staf Kodim 1431/Bombana Mayor Arm Bambang Wardiyanto, Perwira Seksi Operasi Kodim 1431/Bombana Kapten Inf Nyoman Admika, serta dua pelatih Pramuka yang mendampingi para peserta yakni Kharisman, S.Pd dan Haris Ismail, S.Pd.

Dalam amanatnya, Letkol Arm Mulyadi mengajak seluruh peserta untuk bersyukur karena dapat mengikuti kegiatan Persami dalam keadaan sehat serta penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa kegiatan perkemahan tersebut bukan sekadar aktivitas berkemah biasa, melainkan sarana penting dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

“Persami ini bukan hanya ajang berkumpul dan berkemah, tetapi merupakan wadah pembentukan karakter, disiplin, kepemimpinan serta semangat kebangsaan bagi para kadet muda,” ujar Letkol Arm Mulyadi di hadapan para peserta upacara.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Oleh karena itu, mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai kebangsaan, integritas, serta kemampuan bekerja sama agar mampu menghadapi berbagai dinamika kehidupan di masa depan.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan Persami, para peserta dilatih untuk menghargai perbedaan, memperkuat kerja sama tim, serta mengasah kemampuan memimpin kelompok.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran yang mendorong peserta untuk membangun rasa tanggung jawab, kemandirian, serta solidaritas di antara sesama.

“Melalui kegiatan seperti ini, para peserta tidak hanya belajar tentang kedisiplinan, tetapi juga tentang kebersamaan, kepemimpinan, dan bagaimana menghadapi tantangan dengan semangat pantang menyerah,” katanya.

Letkol Arm Mulyadi juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan dan menjadikannya sebagai pengalaman berharga dalam proses pembentukan karakter.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, menjunjung tinggi nilai kedisiplinan, kerja sama dan tanggung jawab. Jadikan setiap pengalaman dalam Persami ini sebagai bekal untuk menjadi pemimpin masa depan bangsa,” tambahnya.

Di akhir amanatnya, Dandim 1431/Bombana mengingatkan kepada seluruh panitia serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan agar selalu mengutamakan faktor keamanan selama kegiatan berlangsung.

Ia menekankan pentingnya koordinasi yang baik antara panitia, pelatih, serta seluruh peserta agar kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Selenggarakan kegiatan ini dengan baik dan tetap perhatikan faktor keamanan sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dengan prinsip zero accident,” tegasnya.

Kegiatan Persami KKRI di wilayah Kodim 1431/Bombana ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda yang efektif dalam membangun karakter, memperkuat rasa cinta tanah air, serta menumbuhkan semangat kepemimpinan di kalangan pelajar.

Melalui kegiatan seperti ini, TNI juga berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi fondasi penting bagi masa depan bangsa.




Pramuka Bombana Gelar Malam Ulang Janji HUT ke-64, Bupati Tekankan Pembentukan Karakter Pemuda

Bombana, sultranet.com | Pemerintah Kabupaten Bombana bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Bombana menggelar Malam Ulang Janji dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka ke-64 di halaman Rumah Jabatan Bupati Bombana, Rabu, 13 Agustus 2025.

Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Bombana selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si, berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini diikuti jajaran pengurus Kwarcab, kwartir ranting, pembina pramuka, serta anggota pramuka penegak dan pandega dari berbagai gugus depan.

Prosesi diawali dengan pembacaan ulang Janji Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka secara serentak oleh seluruh peserta. Momen ini menjadi pengingat komitmen pramuka untuk mengamalkan nilai-nilai luhur gerakan dalam kehidupan sehari-hari. Dilanjutkan dengan prosesi penyalaan obor oleh Bupati, kegiatan kemudian berlanjut dengan Pawai Obor yang diikuti seluruh peserta. Rombongan bergerak dari halaman Rumah Jabatan Bupati, menyusuri ibu kota Rumbia, dan kembali ke lokasi awal.

Bupati Bombana, H. Burhanuddin saat menyalaka obor
Bupati Bombana, H. Burhanuddin saat menyalaka obor

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan pentingnya peran Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda. Menurutnya, Pramuka bukan hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter yang tangguh dan peduli pada sesama.

“Pramuka bukan hanya belajar tali-temali atau baris-berbaris, tetapi membentuk insan yang siap mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh keikhlasan,” kata Burhanuddin.

Ia juga mengajak anggota Pramuka untuk terus menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Kegiatan Malam Ulang Janji kemudian ditutup dengan doa bersama, sebagai wujud syukur sekaligus harapan agar Gerakan Pramuka terus memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Bagi masyarakat Bombana, momentum HUT Pramuka ke-64 menjadi pengingat bahwa peran generasi muda dalam menjaga nilai kebangsaan, disiplin, dan kepedulian sosial harus terus dipupuk. Pemerintah daerah menilai Gerakan Pramuka sebagai mitra penting dalam mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa pengabdian.




Pemusatan Latihan Paskibraka Kolaka Utara Resmi Dimulai

Kolaka Utara, sultranet.com – Kegiatan pemusatan pendidikan dan pelatihan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Kolaka Utara tahun 2025 resmi dimulai. Upacara pembukaan berlangsung khidmat di salah satu hotel di Lasusua, dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nurrahman Umar, MH. Minggu (27/7)

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kolaka Utara ini diikuti 70 pelajar terpilih, terdiri dari 35 putra dan 35 putri hasil seleksi ketat dari berbagai sekolah se-Kabupaten Kolaka Utara. Mereka akan menjalani pelatihan hingga 17 Agustus 2025 dalam rangka persiapan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Utara menekankan bahwa pelatihan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi bagian penting dari proses pembentukan karakter generasi muda yang cinta tanah air dan bangsa.

“Kegiatan ini adalah salah satu bentuk pembangunan karakter bangsa. Kita ingin nilai-nilai patriotisme dan semangat kebangsaan tertanam kuat dalam diri anak-anak kita,” ucap Nurrahman.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti seluruh proses dengan semangat dan tanggung jawab. “Dari sekian banyak pelajar di Kolaka Utara, kalianlah yang terpilih. Jalani amanah ini dengan kedisiplinan dan kebanggaan. Ini kepercayaan dari negara dan masyarakat,” tegasnya.

Pelatihan ini turut dihadiri oleh Plh. Sekda H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., unsur Forkopimda, serta kepala OPD lingkup Pemkab Kolaka Utara. Bupati juga berharap kolaborasi yang solid antara pelatih, panitia, dan peserta menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Menariknya, selain 70 peserta tingkat kabupaten, dua pelajar terbaik Kolaka Utara juga diberangkatkan sebagai perwakilan untuk mengikuti pelatihan Paskibraka tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara di Kendari.

Kepala Bidang IKP dan Kehumasan Diskominfo Kolaka Utara, Syahlan Launu, SH, turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai pemusatan latihan Paskibraka bukan hanya simbolik, tetapi sarat makna strategis dalam membentuk jati diri generasi muda.

“Paskibraka adalah wadah pembinaan mental dan nasionalisme yang nyata. Mereka tidak hanya belajar baris-berbaris, tapi juga belajar tentang tanggung jawab, disiplin, dan mencintai bangsa. Ini adalah bentuk nyata dari investasi sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa publikasi kegiatan semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan inspirasi dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.

“Anak-anak kita harus punya kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air. Melalui pelatihan ini, kita semua diajak untuk kembali menyemai nilai-nilai itu,” pungkas Syahlan. (IS)




Festival Anak Saleh Tingkat Kabupaten Bombana Resmi Digelar

Bombana, SultraNet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana resmi menggelar Festival Anak Saleh/Salihah Tingkat Kabupaten Bombana Tahun 2025 sebagai bagian dari program prioritas 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030. Festival ini bertujuan membentuk generasi muda Islam yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa Qur’ani. Acara pembukaan berlangsung di Aula Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Senin (19/5/2025).

Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si., dan dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP PKK Bombana, Pj. Sekretaris Daerah, para kepala OPD, Kepala Kementerian Agama Bombana, camat, kepala KUA, tokoh agama, serta ratusan peserta dari seluruh kecamatan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan pentingnya pembinaan karakter sejak usia dini melalui pendekatan keagamaan yang holistik.

“Festival ini bukan hanya ajang lomba, tetapi wadah pembentukan karakter dan tempat menumbuhkan semangat ukhuwah. Kita ingin anak-anak Bombana tumbuh menjadi pribadi yang cinta Al-Qur’an, menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, dan memiliki akhlak yang mulia,” ucap Burhanuddin.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi unggul Bombana. “Festival ini adalah salah satu upaya kita membentuk karakter generasi muda agar menjadi anak-anak saleh dan salihah yang bisa menjadi pelita bagi daerah dan bangsa ke depan,” katanya.

Bupati juga mengapresiasi kerja keras panitia, peran para guru pembimbing, serta dukungan orang tua yang telah mendorong anak-anak untuk berpartisipasi. Ia berharap festival ini dapat digelar secara berkelanjutan, bahkan ditingkatkan ke jenjang provinsi dan nasional.

Ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan turut ambil bagian dalam festival ini, mulai dari siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga santri dari pondok pesantren yang tersebar di wilayah Bombana.

Mereka mewakili kecamatan masing-masing, setelah sebelumnya melalui proses seleksi di tingkat kecamatan. Terdapat beberapa cabang lomba dalam dua kategori usia, antara lain lomba azan, tilawah Al-Qur’an, dakwah, dan tahfiz Al-Qur’an.

Setiap kategori dinilai oleh dewan juri profesional yang berasal dari kalangan ustaz, guru agama, serta tokoh masyarakat yang kompeten di bidangnya.

Festival ini menjadi momentum penting dalam membentuk pondasi moral anak-anak Bombana di tengah derasnya arus digital dan globalisasi. Pemerintah berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan sebagai upaya strategis dalam memperkuat identitas keagamaan dan kebudayaan lokal.

“Semoga kegiatan seperti ini mampu melahirkan generasi Qur’ani yang mampu membawa Bombana menjadi daerah religius, berbudaya, dan maju,” tutup Bupati Burhanuddin.

Festival Anak Saleh/Salihah Bombana 2025 juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Banyak orang tua yang tampak hadir mendampingi anak-anak mereka. Bagi sebagian besar peserta, ini bukan hanya ajang lomba, tetapi juga pengalaman berharga dalam memperkuat keimanan dan membentuk karakter sejak dini.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mendorong lahirnya generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal ilmu, iman, dan akhlak.




Temu Ceria Siaga Lasusua, Ajang Pramuka Tumbuhkan Karakter ASIK

Lasusua, sultranet.com – Sebanyak 400 anggota Pramuka Siaga tingkat SD/MI se-Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka mengikuti kegiatan Temu Ceria Siaga II Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Aspirasi, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 11 Januari 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Aktif, Santun, Inovatif & Kreatif” (ASIK) ini berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Ketua Kwartir Ranting Lasusua, Hj. Hasrayani, SP., yang akrab disapa Kak Ani, didaulat menjadi pembina upacara pembukaan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan Ceria Siaga bukan sekadar ajang berkumpul dan bermain, tetapi merupakan ruang edukatif untuk menumbuhkan karakter positif dan semangat kemandirian sejak dini.

“Kegiatan ini menjadi media yang tepat bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat dan hobi mereka. Selain itu, ini juga merupakan ajang silaturahmi antarpeserta serta sarana untuk berlatih mandiri dalam menghadapi kehidupan sesungguhnya,” ujar Kak Ani di hadapan para peserta dan pembina yang hadir.

Kak Ani juga menitipkan pesan khusus kepada seluruh peserta untuk menjadikan momentum ini sebagai langkah awal menjadi pribadi yang lebih baik. “Saya berharap anak-anak semua bisa tampil lebih disiplin, lebih berani, lebih mandiri, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya,” ucapnya.

Rangkaian kegiatan Ceria Siaga II ini diisi dengan berbagai perlombaan dan permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama, tanggung jawab, serta kreativitas para peserta. Beberapa pos kegiatan menampilkan tantangan yang harus diselesaikan secara kelompok, sementara yang lain mengasah kemampuan individu dalam berpikir cepat dan bertindak tepat.

Suasana di Lapangan Aspirasi tampak semarak. Anak-anak yang mengenakan seragam Pramuka Siaga tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Tawa, sorak-sorai, dan semangat pantang menyerah menghiasi tiap sudut lapangan. Tak sedikit peserta yang menunjukkan keterampilan istimewa seperti mendongeng, membaca puisi, atau menampilkan yel-yel yang mengundang tepuk tangan meriah dari para pembina dan orang tua yang turut menyaksikan.

“Anak-anak ini luar biasa. Mereka tidak hanya menunjukkan semangat, tapi juga nilai-nilai kebersamaan dan keberanian untuk tampil,” jelasnya

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kwartir Ranting Lasusua dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan. Mengacu pada visi besar Gerakan Pramuka, kegiatan ini diarahkan untuk menyongsong Generasi Indonesia Emas 2045.

Menurut Kak Ani, pembinaan karakter anak tidak bisa dilakukan secara instan. Maka dari itu, kegiatan semacam ini menjadi sangat penting karena memberikan ruang belajar yang menyenangkan namun tetap membangun nilai-nilai dasar yang kuat.

“Kita ingin anak-anak ini tumbuh dengan semangat gotong royong, kedisiplinan, dan keberanian menghadapi tantangan. Jika sejak dini mereka sudah terbiasa dengan hal-hal positif, maka kelak mereka akan menjadi generasi yang kuat dan membanggakan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi semangat para pembina dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya dilihat dari jumlah peserta, tapi dari bagaimana peserta bisa tumbuh dan belajar dari setiap proses yang dilalui.

“Terima kasih untuk seluruh pembina, panitia, dan juga orang tua yang terus mendukung kegiatan kepramukaan. Tanpa peran bersama, tidak mungkin kegiatan sebesar ini bisa berjalan lancar dan membawa dampak positif bagi anak-anak kita,” tambahnya.

Dengan semangat ASIK, Ceria Siaga II Tahun 2025 diharapkan mampu membekali anak-anak Lasusua dengan nilai-nilai kehidupan yang kuat, kreatif dalam berpikir, inovatif dalam bertindak, serta santun dalam berinteraksi.




Pemda Sultra Siapkan Aset dan Program Strategis Bangun Pramuka

Kendari, Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan Gerakan Pramuka melalui sejumlah langkah strategis. Hal itu disampaikan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Gerakan Pramuka Sultra yang digelar di Kendari, Minggu, 4 Mei 2025.

Asrun Lio yang juga menjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sultra menyebutkan, pemerintah daerah akan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan karakter generasi muda melalui penguatan kelembagaan Gerakan Pramuka. Menurutnya, Pramuka memiliki posisi strategis sebagai elemen pembina generasi yang unggul dan berkarakter.

“Sebagai wujud tanggung jawab dan kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan dan pengembangan organisasi Gerakan Pramuka di Sultra, maka Pemda akan menempuh beberapa langkah strategis ke depan. Di antaranya terkait legalitas aset kantor, penyediaan bumi perkemahan, dan peningkatan kegiatan kesakaan,” ujar Asrun Lio dalam sambutannya.

Tiga fokus utama yang disiapkan Pemprov Sultra meliputi penataan aset kantor Kwarda, pembangunan fasilitas bumi perkemahan, serta penguatan satuan karya Pramuka atau saka.

Pertama, pemerintah akan menyelesaikan legalitas aset tanah dan bangunan kantor Kwarda Sultra yang saat ini belum memiliki akta hibah. “Kami akan menghibahkan secara resmi aset tersebut untuk dikelola sepenuhnya oleh Kwarda Pramuka Sultra,” jelasnya.

Kedua, Pemda berkomitmen menyediakan areal khusus untuk bumi perkemahan. Fasilitas ini menjadi sarana utama bagi kegiatan pendidikan dan pelatihan kepramukaan serta mendukung keberlanjutan pembinaan generasi muda di wilayah Sulawesi Tenggara.

Ketiga, Pemda akan mendorong kembali peran satuan karya Pramuka (saka) di berbagai instansi dan lembaga teknis. Menurut Asrun Lio, kehadiran saka sangat penting untuk menjawab tantangan zaman yang terus berubah cepat.

“Kami telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar mengambil langkah sinergis guna membangkitkan keberadaan saka di berbagai dinas dan instansi, mulai dari Saka Bhayangkara, Saka Wira Kartika, hingga Saka Kalpataru,” katanya.

Berikut daftar saka yang akan diperkuat ke depannya:

  • Saka Bhayangkara (Kepolisian)
  • Saka Bahari (Angkatan Laut)
  • Saka Dirgantara (Angkatan Udara)
  • Saka Wira Kartika (Angkatan Darat)
  • Saka Wana Bhakti (Dinas Kehutanan)
  • Saka Taruna Bumi (Dinas Pertanian dan Hortikultura)
  • Saka Bakti Husada (Dinas Kesehatan)
  • Saka Kencana (BKKBN)
  • Saka Widya Budaya Bakti (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Saka Pariwisata (Dinas Pariwisata)
  • Saka Kalpataru (Dinas Lingkungan Hidup)

Ia juga menekankan bahwa Gerakan Pramuka adalah bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia, karena selama ini terbukti mampu membentuk karakter dan keterampilan generasi muda melalui sistem pendidikan khas Pramuka, yaitu sistem among, prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan.

“Gerakan Pramuka telah memberikan bukti nyata bagaimana organisasi ini tetap berdiri kokoh dalam pengabdiannya kepada bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Asrun Lio meyakini, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gerakan Pramuka akan menciptakan sinergi kuat dalam mendukung pembangunan Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan. Ia menyebut sinergi ini sebagai modal sosial yang sangat berharga bagi daerah.

“Demikian pokok-pokok pikiran ini kami sampaikan sebagai gambaran arah dan kebijakan Kwartir Daerah Sultra terhadap pengembangan potensi Gerakan Pramuka di seluruh wilayah Sultra,” pungkasnya.

Pembukaan Rakerda tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan andalan Kwarda Gerakan Pramuka Sultra, Kepala Pusdiklatda dan Puslitbangda, para Ketua dan Pimpinan Kwartir Cabang, Kepala Pusdiklatcab, Dewan Kerja Daerah, Dewan Kerja Cabang, serta seluruh peserta Rakerda Gerakan Pramuka Sultra 2025.




Kwarda Pramuka Sultra Resmi Dilantik, Komitmen Bangun Generasi Muda Tangguh

Kendari, Sultranet.com — Gerakan Pramuka Sulawesi Tenggara memasuki babak baru dalam perjalanannya setelah pelantikan Majelis Pembimbing Daerah (Mabida), Kwartir Daerah (Kwarda), serta Lembaga Pemeriksa Keuangan masa bakti 2024–2029. Prosesi pelantikan yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Gubernur Sultra ini menjadi momen penting dalam memperkuat peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembentukan karakter generasi muda. Acara ini digelar pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Budi Waseso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran Kwarda Sultra sebagai garda terdepan dalam membina generasi muda yang tangguh dan berintegritas.

“Gerakan Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah wadah pendidikan nonformal yang sangat penting untuk membentuk karakter, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan mengembangkan kepemimpinan pemuda. Di tengah arus perubahan global, Pramuka harus adaptif dan mengambil peran strategis,” ujar Budi Waseso.

Ia menegaskan bahwa pengurus baru harus bekerja dengan semangat kebersamaan, penuh tanggung jawab, dan pengabdian. “Pramuka harus tetap relevan di tengah tantangan zaman. Saya dorong Kwarda Sultra menghadirkan program-program nyata yang menyentuh kebutuhan generasi muda, terutama dalam era digital,” tegasnya.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Ir. Hugua, M.Ling, yang hadir sebagai Wakil Ketua Mabida Pramuka Sultra dan membacakan sambutan Gubernur Sultra, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Andi Sumangerukka. Dalam sambutan tersebut, Pemprov Sultra menegaskan dukungan penuhnya terhadap seluruh program kepramukaan yang fokus pada pembangunan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat sebagai solusi pembentukan karakter generasi cinta tanah air, tangguh menghadapi tantangan, dan siap jadi pemimpin masa depan. Pemerintah siap bersinergi dengan seluruh jajaran Pramuka untuk mewujudkannya,” kata Hugua.

Ketua Kwarda Sultra yang baru dilantik, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan. Ia menyatakan komitmennya untuk membawa Pramuka Sultra menjadi organisasi yang dinamis dan inovatif.

“Kami akan segera menyusun langkah strategis yang selaras dengan kebutuhan generasi muda hari ini. Pramuka tidak boleh tertinggal. Kegiatan harus edukatif, partisipatif, dan mendukung literasi digital serta kepemimpinan berwawasan global,” ujar Asrun Lio.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada pengurus sebelumnya, yakni Drs. H. Masyhur Masie Abunawas (periode 2001–2012) dan H. Irawan Laliasa, SE., M.Si (periode 2013–2023), atas kontribusi mereka dalam memperkuat fondasi organisasi.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Sekretaris Jenderal Kwarnas, Mayor Jenderal TNI (Purn.) Dr. Bachtiar, S.I.P., M.A.P.; unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra; para bupati dan wali kota se-Sultra selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab); kepala OPD lingkup Pemprov Sultra; serta para pembina, pelatih, pamong, dan Dewan Kerja Daerah dan Cabang.

Pelantikan ini menjadi simbol kesiapan Kwarda Pramuka Sultra untuk melangkah maju, memperkuat barisan, dan bersatu dalam semangat pengabdian membentuk generasi muda yang berkarakter kuat, siap menghadapi tantangan zaman, dan memiliki daya saing global.




Pemprov Sultra Tunjukkan Komitmen Inklusivitas Pendidikan 

Kendari,Sultranet.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan upacara yang berlangsung khidmat di Lapangan Kantor Gubernur Sultra, Jumat, 2 Mei 2025. Upacara yang mengusung tema nasional “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D.

Upacara tersebut dihadiri oleh Ketua DPRD Prov. Sultra, Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Prov. Sultra, Forkopimda, para Kepala OPD lingkup Pemprov Sultra, serta siswa-siswi dan guru dari berbagai jenjang pendidikan.

Sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, menjadi pengantar utama dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Pendidikan adalah hak asasi yang tidak boleh diskriminatif. Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan bermutu, tanpa memandang latar belakang agama, suku, ekonomi, maupun kondisi fisik,” ujar Menteri Mu’ti.

Ia juga menyoroti bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai pilar pembangunan karakter, peradaban, serta mobilitas sosial. Komitmen Presiden Prabowo dalam pembangunan SDM unggul pun ditegaskan melalui Asta Cita keempat, yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan nasional.

Sejak Oktober 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meluncurkan berbagai inisiatif pembaruan, mulai dari peningkatan kualitas guru, kurikulum berbasis deep learning, hingga pelatihan teknologi seperti coding dan kecerdasan buatan. Program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” dan “Pagi Ceria” juga digulirkan untuk menguatkan pendidikan karakter sejak dini.

Usai membacakan sambutan Menteri, Sekda Asrun Lio menyampaikan amanat Gubernur Sultra yang berhalangan hadir karena mendampingi Menteri Kesehatan dalam agenda pembangunan rumah sakit di empat kabupaten. Dalam arahannya, Sekda menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas partisipasi semua pihak dalam membangun pendidikan di Bumi Anoa.

Ia juga menyoroti program prioritas 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur, termasuk penyediaan seragam sekolah gratis untuk siswa SMA, SMK, dan SLB sebagai langkah awal pemerataan akses pendidikan. “Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra berkomitmen memastikan tidak ada anak Sultra yang tidak bersekolah hanya karena faktor ekonomi,” ujar Asrun Lio.

Pemprov Sultra juga telah mengalokasikan beasiswa dalam dua kategori, yaitu beasiswa berprestasi dan beasiswa reguler bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Tak hanya itu, kerja sama dengan Universitas Sampoerna dalam pemberian beasiswa turut menunjukkan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi.

Penyerahan simbolis beasiswa S1, S2, dan S3, termasuk beasiswa ke Universitas Sampoerna, dilakukan dalam upacara tersebut oleh Ibu Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Sultra didampingi oleh Sekda Sultra, Ketua DPRD, Kadis Pendidikan, dan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi.

Sebagai penutup, seluruh peserta upacara larut dalam kebersamaan melalui tarian tradisional Lulo, yang melibatkan siswa, guru, dan tamu undangan. Semangat gotong royong dan kekeluargaan menjadi penanda akhir yang menggugah dari peringatan Hardiknas tahun ini.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, pendidikan yang inklusif, bermutu, dan menjangkau semua lapisan masyarakat bukan sekadar cita-cita, melainkan kenyataan yang tengah dibangun dari hati.