Fatmawati Kasim Marewa Dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Bombana

Kendari, sultranet.com – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bombana, Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos., resmi dikukuhkan sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Bombana oleh Bunda PAUD dan Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara, Ibu Arinta Nila Hapsari. Prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh makna itu digelar di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara, Jumat (25/7/2025).

Pengukuhan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serentak Bunda PAUD dan Bunda Literasi se-Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara. Sebelumnya, Ibu Arinta Nila Hapsari juga telah dikukuhkan oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, S.E., M.M., sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Provinsi Sulawesi Tenggara. Agenda ini menjadi momentum penguatan komitmen bersama untuk mendukung Gerakan Nasional Literasi dan meningkatkan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah.

Acara dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sultra, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi, para bupati dan wali kota se-Sultra, serta Ketua TP PKK kabupaten/kota. Suasana berlangsung meriah, namun tetap sarat pesan mendalam tentang pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membentuk generasi masa depan.

Dalam sambutannya, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat untuk memajukan pendidikan dan literasi. “Pendidikan anak usia dini dan literasi adalah pondasi utama untuk menciptakan generasi unggul. Peran Bunda PAUD dan Bunda Literasi di tiap daerah harus menjadi garda terdepan dalam memperkuat ketahanan intelektual anak-anak kita,” ujarnya.

Usai dikukuhkan, Hj. Fatmawati menyampaikan rasa syukur dan tekadnya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab. “Sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi, saya bertekad untuk hadir di tengah masyarakat, menjangkau setiap desa dan pelosok, membawa semangat membaca, bermain sambil belajar, serta memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak, menyenangkan, dan bermutu sejak usia dini,” kata Fatmawati.

Ia menegaskan bahwa langkah awal yang akan ditempuh adalah menginisiasi Gerakan Literasi Keluarga, mendorong PAUD ramah anak dan inklusif, serta membangun kerja sama dengan dinas terkait, komunitas, dan lembaga pendidikan. Targetnya, akses dan kualitas layanan PAUD di Bombana meningkat, sekaligus menumbuhkan budaya literasi yang merata hingga pelosok desa.

Selain itu, Fatmawati juga berkomitmen untuk menghadirkan kegiatan literasi berbasis keluarga, mendorong keterlibatan orang tua, serta memperkuat peran guru PAUD sebagai pendidik pertama yang membentuk karakter anak. Menurutnya, membangun generasi yang cerdas tidak hanya tugas sekolah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat.

Momentum ini diharapkan menjadi langkah strategis bagi Kabupaten Bombana dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Dengan pendekatan holistik yang menggabungkan pendidikan, literasi, dan pembinaan karakter, diharapkan pembangunan sumber daya manusia di Bombana semakin kuat dan berkelanjutan.




Pemkab Bombana-IPB Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Riset Agrominapolitan

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana dan Institut Pertanian Bogor (IPB) resmi menjalin kemitraan strategis di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si dan Rektor IPB Prof. Dr. Arif Satria, SP., M.Si di Yuan Garden Hotel, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juli 2025.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat pembangunan daerah berbasis agrominapolitan, melalui sinergi antara penguatan kapasitas sumber daya manusia, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menyebut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menciptakan daerah yang mandiri dan berdaya saing.

“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Kita butuh SDM yang unggul dan ilmu pengetahuan sebagai dasar pengambilan kebijakan,” ujarnya di hadapan civitas akademika IPB.

Ia berharap kemitraan ini akan menghasilkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat Bombana. “Melalui kerja sama ini, kami ingin melahirkan riset aplikatif dan program pemberdayaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh petani, nelayan, pelaku UMKM, dan masyarakat umum,” tambahnya.

Lima ruang lingkup utama kolaborasi yang disepakati meliputi peningkatan kapasitas aparatur daerah, pendampingan teknis bagi petani dan nelayan, penguatan UMKM berbasis potensi lokal, pengembangan lumbung pangan, serta riset terpadu untuk pembangunan berkelanjutan.

“Kami membuka pintu seluas-luasnya bagi IPB untuk berkontribusi di Bombana. Sinergi ini akan menciptakan ekosistem inovasi yang inklusif dan mempercepat transformasi daerah,” kata Burhanuddin menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Rektor IPB, Prof. Arif Satria, menyambut baik semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh Pemkab Bombana. Ia mengatakan bahwa IPB siap mendukung setiap inisiatif yang mengarah pada pembangunan daerah berbasis keunggulan lokal dan riset berkelanjutan. “Kami percaya pembangunan dari daerah adalah kunci untuk memperkuat ketahanan nasional,” ucapnya.

Penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya antara Pemkab Bombana dan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University yang digelar secara daring pada 8 Mei lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menjajaki potensi kerja sama pengembangan lumbung pangan dan konsep agrominapolitan.

Kepala PSP3 IPB University, Prof. rer. nat. Jaenal Effendi, M.A bersama sejumlah pakar IPB hadir dalam diskusi yang membahas strategi peningkatan daya saing sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Bombana. Salah satunya melalui hilirisasi produk dan pendampingan berbasis riset.

Bupati Burhanuddin dalam kesempatan itu memaparkan visi “Satu Desa Satu Produk” sebagai salah satu pendekatan strategis pemberdayaan ekonomi lokal. Ia menekankan perlunya pendampingan dari kalangan akademisi untuk mewujudkan gagasan tersebut.

“Potensi Bombana sangat besar. Tapi tanpa pemetaan yang baik dan pengolahan berbasis riset, nilai tambahnya tidak akan maksimal,” ujarnya.

Saran penguatan juga disampaikan Prof. Lala M. Kolopaking yang menekankan pentingnya pemetaan potensi wilayah sebelum menyusun program. Sedangkan Dr. Irzal Effendi melihat peluang besar dalam sektor budidaya perikanan seperti tambak udang, nila, lele, hingga ekspor ikan kerapu.

Senada, Noening Koesoemowardani menyampaikan perlunya legalitas kerja sama sebagai prasyarat pengembangan program jangka panjang. Hal itu kini telah diwujudkan lewat penandatanganan nota kesepahaman resmi.

Dengan penandatanganan ini, Pemkab Bombana dan IPB University sepakat membangun sinergi jangka panjang yang berfokus pada pembangunan berbasis keunggulan lokal, inovasi riset, serta penguatan ekonomi masyarakat. “Mari satukan langkah demi kemajuan Bombana,” tutup Burhanuddin dengan penuh optimisme.




PKK Sultra Gelar TOT Etika dan Kepribadian untuk Kader dan Guru

Kendari, Sultranet.com — Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara menggelar pelatihan Training of Trainers (TOT) Pengembangan Etika Kepribadian yang diikuti oleh para pengurus PKK provinsi, guru SMA dan SMK se-Sultra, serta pengurus PKK kabupaten dan kota secara daring. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua TP PKK Sultra, Ny. Arinta Andi Sumangerukka, di Aula Merah Putih Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Rabu, 8 Mei 2025.

Pelatihan yang diinisiasi Pokja I TP PKK Provinsi Sultra ini menjadi bagian dari program kerja tahun 2025 yang berfokus pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai etika. Dalam sambutannya, Ny. Arinta menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya strategis dalam memperkuat sumber daya manusia yang berkarakter, percaya diri, dan mampu menjadi teladan di berbagai lingkungan.

“Pelatihan ini menjadi langkah penting untuk membentuk pribadi yang berempati, sopan santun, dan memiliki etika baik dalam keluarga, masyarakat, maupun tugas profesi. Kader dan guru adalah ujung tombak dalam mewujudkan generasi yang beretika dan berkepribadian kuat,” ujar Ny. Arinta.

Ia juga menegaskan bahwa kepribadian yang dibentuk melalui pelatihan ini harus disertai dengan integritas yang tinggi. “Orang yang memiliki integritas, patuh terhadap aturan dan etika organisasi, akan menjadi pribadi profesional yang mampu memberi dampak positif, bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bagi lingkungan sekitarnya,” lanjutnya.

TOT ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidang etika dan psikologi, yakni Ibu Reny Emilda Susana, S.Sos., MM; Ibu Herniwati Joko, S.E.; serta Ibu Nurhaerani Haeba, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog. Mereka membawakan materi terkait etika di ruang publik, etika berpenampilan, serta pengelolaan emosi dan kesehatan mental dalam berkomunikasi.

Materi-materi tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas peserta sebagai pelatih yang nantinya diharapkan bisa menggandakan pelatihan serupa di lingkungan masing-masing. Tak hanya ditujukan kepada kader PKK, pelatihan ini juga menyasar tenaga pendidik sebagai agen perubahan yang berperan besar dalam pembentukan karakter generasi muda.

Ketua Panitia Penyelenggara, Prof. Dr. Sri Wahyuni, M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program nasional Pokja I PKK yang berfokus pada pembinaan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Ia menambahkan bahwa keterlibatan para guru dan dosen diharapkan mampu memperluas dampak pelatihan.

“Nilai-nilai positif dari pelatihan ini bisa ditransformasikan kepada anak didik di sekolah. Selain itu, kader PKK juga diharapkan dapat mengimplementasikan materi pelatihan hingga ke tingkat kecamatan dan desa,” jelas Prof. Sri Wahyuni.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Acara diawali dengan registrasi dan pembukaan yang diiringi lagu Indonesia Raya dan Mars PKK, sebelum masuk ke sesi inti pelatihan yang berlangsung sepanjang hari. Para peserta aktif berdiskusi dan menggali materi yang disampaikan oleh para narasumber.

Mengakhiri sambutannya, Ketua TP PKK Sultra menyampaikan harapannya agar pelatihan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi benar-benar membekas dalam praktik kehidupan peserta. “Mari kita jadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memperkuat karakter, memperbaiki etika publik, dan membangun masyarakat yang lebih beradab dan berempati,” tutup Ny. Arinta.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen PKK Sultra dalam memperkuat kapasitas SDM daerah melalui pendekatan pembinaan kepribadian dan etika yang berkelanjutan.




Wagub Hugua Hadiri Tabligh Akbar Hardiknas Bersama UAS di Ummusshabri Kendari

Kendari, Sultranet.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan di Kompleks Pesantren Ummusshabri Kendari, Jumat malam. Acara yang mengangkat tema “Mendidik dengan Hati, Mencerahkan dengan Ilmu” ini menghadirkan Da’i Nasional Prof. KH. Abdul Somad Batubara, Lc., D.E.S.A., Ph.D., sebagai penceramah utama. (02/mei/2025)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya pimpinan Pesantren Ummusshabri, Ketua dan anggota DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Sultra atau yang mewakili, Ketua MUI Sultra, pimpinan ormas Islam se-Sultra, Ketua dan keluarga besar Yayasan Ummusshabri, serta Ketua dan anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Sultra.

Dalam sambutannya, Wagub Hugua menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga menyentuh aspek moral dan spiritual.

“Visi kita lima tahun ke depan adalah mewujudkan Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius. Malam ini sangat relevan dengan beberapa momentum, mulai dari ulang tahun Sulawesi Tenggara yang baru saja kita rayakan, hingga peringatan Hari Pendidikan Nasional. Ini semua bagian dari amanat konstitusi: mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Hugua.

Ia juga menanggapi pernyataan pimpinan Ummusshabri yang menyoroti tantangan pendidikan saat ini, di mana kemajuan teknologi kerap menggeser nilai-nilai etika dan kearifan lokal. Menurut Hugua, kehadiran Ustadz Abdul Somad di momen Hardiknas menjadi bentuk apresiasi atas upaya pendidikan berbasis nilai spiritual yang ditanamkan oleh lembaga-lembaga keagamaan.

“Mudah-mudahan tausiah Pak Kiai bisa memberi pencerahan bagi kita semua dalam membentuk masyarakat Sultra yang tidak hanya cerdas, tapi juga tercerahkan,” tambahnya.

Ketua Yayasan Ummusshabri Kendari, Dr. H. Supriyanto, MA., menjelaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan, melainkan refleksi dari fenomena pendidikan yang cenderung mengabaikan sentuhan emosional.

“Sekarang banyak orang tua lebih memilih memberikan anak HP atau makanan agar diam. Ini bukan mendidik dengan hati. Pendidikan yang baik adalah yang menyentuh nurani dan membentuk karakter,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Ia juga menekankan bahwa Ummusshabri berkomitmen menggabungkan dua kekuatan peradaban, yakni sains modern dari Barat dan nilai-nilai keislaman dari Timur. Menurutnya, perpaduan ini tercermin dalam berbagai program unggulan di lembaga tersebut.

“Di sini ada kelas kebrit atau kelas internasional full English. Bahkan sebulan lalu, Menteri Pendidikan hadir mengajar di kelas 2 SD full English. Kita punya kelas Cambridge yang evaluasinya langsung dari Cambridge, serta kelas digital Artificial Intelligence (AI) untuk melatih anak-anak berpikir komputasional dan belajar coding,” jelas Supriyanto.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa kemajuan teknologi dan internasionalisasi kurikulum tidak menjauhkan Ummusshabri dari spiritualitas.

“Kelas internasional dan AI tetap kokoh spiritualnya. Tetap ada target hafalan Al-Qur’an dan pelajaran agama. Maka saya menyebut pendidikan di Ummusshabri sebagai pertemuan peradaban Barat yang diislamkan,” ungkapnya.

Acara Tabligh Akbar ini menjadi penegasan bahwa pendidikan yang menyentuh hati dan berlandaskan nilai-nilai spiritual mampu bersanding dengan kemajuan teknologi. Tausiah Ustadz Abdul Somad diharapkan menjadi penyegar spiritual yang mampu menginspirasi dan memperkuat semangat kebangsaan dalam mendidik generasi muda.

Tabligh Akbar ini ditutup dengan doa bersama dan tausiah dari UAS yang mengajak seluruh jamaah untuk kembali merefleksikan makna pendidikan dalam Islam, serta pentingnya peran orang tua, guru, dan lingkungan dalam membentuk karakter anak.




Bupati H. Burhanuddin Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan Bombana

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 dengan khidmat di halaman Kantor Bupati Bombana, Jumat (2/5/2025). Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si dengan mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

Hadir dalam kegiatan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Tim Penggerak PKK Bombana, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga pendidik, pelajar, ASN dan non-ASN, serta tokoh masyarakat yang turut menyemarakkan peringatan hari bersejarah di sektor pendidikan tersebut.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan hanya seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat dedikasi dan komitmen dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Ia menyampaikan pesan Menteri Pendidikan yang menyebut bahwa seluruh elemen bangsa memiliki peran penting dalam mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.

“Hardiknas bukan hanya acara tahunan. Ini saatnya kita meneguhkan kembali komitmen kita untuk memberi pendidikan terbaik bagi seluruh anak bangsa. Ini adalah tugas kita bersama,” kata Bupati Burhanuddin di hadapan peserta upacara.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan melalui penguatan sektor pendidikan.

“Presiden Prabowo sangat tegas bahwa pendidikan harus menjadi senjata utama untuk memajukan bangsa. Kita dorong revitalisasi sarana pendidikan, transformasi digital, hingga peningkatan kualitas guru, baik dari sisi kompetensi maupun kesejahteraan,” jelasnya.

Bupati Burhanuddin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mencapai tujuan besar pendidikan. “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh peran orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media. Semua harus ambil bagian agar anak-anak Bombana tumbuh menjadi generasi hebat dan kuat,” ujarnya.

Dalam momen yang sama, Bupati secara simbolis menyerahkan tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN yang telah mengabdi selama 10, 20, dan 30 tahun tanpa cela. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan integritas ASN, khususnya mereka yang berperan dalam dunia pendidikan.

Sebagai wujud nyata komitmen mendukung pendidikan yang inklusif dan merata, Pemerintah Kabupaten Bombana juga meluncurkan program Angkutan Gratis Khusus Pelajar di wilayah Kecamatan Poleang. Program ini diharapkan dapat menjawab persoalan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala bagi sebagian pelajar di daerah terpencil.

“Kita ingin pastikan tidak ada anak-anak kita yang putus sekolah hanya karena tidak bisa menjangkau sekolah. Program angkutan gratis ini adalah bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat,” tegas Burhanuddin.

Ia menambahkan bahwa kendaraan pelajar tersebut akan mulai beroperasi secara bertahap dan ditargetkan menjangkau seluruh wilayah yang memiliki keterbatasan transportasi. “Ini bukan hanya tentang kendaraan, ini tentang memastikan masa depan anak-anak kita tetap berjalan,” imbuhnya.

Upacara Hardiknas 2025 di Kabupaten Bombana pun menjadi ruang refleksi bersama, menandai langkah konkret pemerintah daerah dalam menumbuhkan semangat gotong royong membangun pendidikan yang berkualitas dan merata.

“Dua agenda hari ini, pemberian penghargaan kepada ASN dan peluncuran kendaraan pelajar gratis, adalah bentuk nyata dari komitmen kami. Kami ingin setiap anak Bombana punya kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya,” tutup Burhanuddin.




Bombana Siapkan 5 Siswa Hadapi Seleksi Paskibraka Provinsi

Bombana, sultranet.com – Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) memfasilitasi latihan intensif bagi lima siswa-siswi terbaik untuk menghadapi Seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Mei 2025. Persiapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM Kes, yang saat ini juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Bombana. (29/4)

Kelima peserta terpilih merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai SMA dan SMK di Bombana, yakni Rayn Samudera (SMAN 14 Bombana), Muh. Reza Aris (SMAN 03 Bombana), Muh. Dewa (SMKN 05 Bombana), Farel (SMKN 03 Bombana), dan satu-satunya peserta putri, Reski Aulia (SMAN 09 Bombana).

Awalnya, panitia seleksi merencanakan pengiriman dua putra dan dua putri. Namun, tiga peserta putri harus dikembalikan ke tingkat kabupaten karena belum memenuhi syarat usia minimal 16 tahun. Hal ini mendorong panitia untuk melakukan evaluasi ulang dan akhirnya memutuskan memberangkatkan empat putra dan satu putri ke tingkat provinsi, dengan satu di antaranya disiapkan sebagai cadangan.

“Anak-anak ini adalah putra-putri terbaik yang telah lolos seleksi kabupaten. Kami siapkan mereka semaksimal mungkin agar bisa bersaing di provinsi, bahkan jika mungkin, tembus ke tingkat nasional,” ujar dr. Sunandar.

Latihan digelar selama sepekan, dari 21 hingga 28 April 2025, dengan melibatkan tim pelatih berpengalaman. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan fisik, kedisiplinan, serta mental peserta. Pelatihan meliputi peraturan baris-berbaris (PBB), lari, push-up, sit-up, back-up, hingga pembinaan karakter dan motivasi.

Menurut panitia pelatih, latihan ini tidak hanya ditujukan untuk menguji kemampuan fisik para peserta, tetapi juga untuk membentuk jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi. Seluruh aspek pembinaan disesuaikan dengan standar seleksi Paskibraka di tingkat provinsi dan nasional.

“Kami tidak hanya melatih gerakan mereka, tapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan semangat juang yang tinggi. Ini penting agar mereka tampil optimal di hadapan tim seleksi provinsi nanti,” ujar salah satu pelatih.

Pemkab Bombana memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan ini. Selain dukungan moral dan fasilitas latihan, para peserta juga mendapat dukungan dari pihak sekolah dan orang tua. Kolaborasi ini menjadi kekuatan tersendiri dalam menumbuhkan motivasi peserta.

Latihan yang berlangsung di Rumbia ini berjalan dengan intens dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap sesi latihan. Mereka menyadari bahwa kesempatan ini sangat berharga dan bisa menjadi awal dari perjalanan prestasi mereka di level yang lebih tinggi.

Harapan besar disematkan pada lima peserta ini agar mampu membawa nama Kabupaten Bombana bersinar di ajang seleksi tingkat provinsi. Bahkan, tidak menutup kemungkinan jika mereka lolos ke tingkat nasional dan menjadi bagian dari Paskibraka yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Negara.

“Doakan kami, semoga salah satu dari kami bisa mengangkat nama Bombana di tingkat nasional,” ujar Rayn Samudera penuh harap.

Dengan semangat dan persiapan yang matang, Kabupaten Bombana menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dan berkarakter. Melalui seleksi Paskibraka ini, nilai-nilai nasionalisme dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini, demi mencetak generasi penerus bangsa yang tangguh dan membanggakan.




Empat Pelajar Bombana Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi Sultra

Bombana, sultranet.com – Empat siswa terbaik resmi terpilih mewakili Kabupaten Bombana untuk mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengumuman ini menandai berakhirnya rangkaian seleksi Paskibraka tingkat kabupaten yang digelar sejak 14 April dan ditutup pada Kamis, 17 April 2025.

Keempat pelajar tersebut adalah Rayn Samudera dari SMAN 14 Bombana dengan tinggi badan 177,5 cm, Dilan Ramadan dari SMAN 01 Bombana (174 cm), serta dua siswi dari SMAN 03 Bombana, yakni Marsha Desmarani dan Dwi Novianti Elsa yang masing-masing memiliki tinggi 168 cm.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, memimpin langsung penutupan seleksi yang berlangsung ketat dan objektif. Rangkaian tes meliputi wawasan kebangsaan, Pancasila, intelegensia umum, parade, PBB, kesamaptaan hingga kepribadian. Ia menyampaikan apresiasi atas semangat para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan seleksi.

“Saya berharap adik-adik yang terpilih bisa mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk menghadapi seleksi tingkat provinsi. Masih ada waktu hingga awal Mei, gunakan itu untuk latihan dan belajar. Mari kita bawa nama baik Bombana ke tingkat provinsi bahkan nasional,” kata Sunandar saat memberikan motivasi kepada siswa yang terpilih.

Ia juga mengajak seluruh panitia seleksi, khususnya dari unsur TNI dan Polri, untuk turut membimbing para siswa dalam proses pelatihan selanjutnya. Menanggapi hal itu, Sertu Amiruddin Abdul Majdid Way dari Kodim dan Aiptu Prana Dharma dari Polres Bombana menyatakan kesiapannya.

“Insya Allah kami siap melatih adik-adik ini, supaya secara pengetahuan, keterampilan, fisik, dan mental benar-benar siap bersaing dengan peserta dari kabupaten/kota lain,” ujar keduanya.

Dukungan juga datang dari Hj. Suarni, SP., MP selaku Kabid Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Bombana. Ia menegaskan bahwa keempat siswa tersebut memang layak melaju ke seleksi provinsi karena selama seleksi menunjukkan kemampuan dan semangat luar biasa. Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya pembinaan mental.

“Keempat siswa ini punya potensi besar, tapi tetap perlu bimbingan, khususnya dalam kesiapan mental menghadapi seleksi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain mengumumkan peserta yang lolos ke tingkat provinsi, Suarni juga menjelaskan bahwa pengumuman resmi untuk kelulusan calon Paskibraka tingkat Kabupaten Bombana masih menunggu hasil penginputan nilai. Total 76 siswa — terdiri dari 47 putra dan 29 putri — akan diumumkan setelah hasil seleksi tingkat provinsi selesai diumumkan.

Kegiatan seleksi tahun ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan cinta tanah air. Melalui Paskibraka, nilai-nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan kepemimpinan ditanamkan sejak dini kepada pelajar sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di daerah.

Rangkaian seleksi Paskibraka ini juga menjadi ajang penjaringan talenta muda terbaik daerah, yang nantinya akan tampil di upacara kenegaraan sebagai wujud pengabdian kepada bangsa dan negara.

Bombana berharap, tahun ini ada wakil yang berhasil lolos hingga tingkat nasional dan mampu menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara.




Polemik Politeknik Bombana, Begini Respon Bupati H. Burhanuddin

Bombana, sultranet.com – Bupati Bombana menanggapi polemik yang terjadi di Politeknik Bombana (Polina) terkait keterlambatan pembayaran gaji dosen dan nasib ratusan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa beasiswa yang diberikan pemerintah daerah hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, sedangkan operasional kampus sepenuhnya menjadi tanggung jawab yayasan. Jika yayasan tidak mampu mengelola keuangan dengan baik, ia menyarankan agar pimpinan yayasan diganti demi keberlangsungan pendidikan di kampus tersebut.

“Tujuan beasiswa itu untuk mahasiswa, bukan untuk menutupi operasional kampus. Jika yayasan tidak mampu membayar gaji dosen dan mengelola kampus dengan baik, maka harus ada perbaikan. Jika tetap tidak bisa, gantilah kepemimpinan yayasan dengan orang yang mampu menghidupkan institusi ini,” tegasnya. (23/3)

Ia juga menyoroti buruknya manajemen Politeknik Bombana yang berdampak pada kesejahteraan dosen dan staf. Menurutnya, tidak pantas jika kampus membebankan tanggung jawab finansialnya kepada pemerintah daerah, mengingat Polina dikelola oleh yayasan swasta.

“Saya tidak akan menyalurkan beasiswa dari pemerintah daerah jika manajemennya masih seperti ini. Jika ada masalah, selesaikan dulu. Jangan sampai mahasiswa menjadi korban karena ketidakmampuan yayasan dalam mengelola kampus,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tidak ada kaitan langsung antara Pemkab Bombana dengan Yayasan Politeknik Bombana. Oleh karena itu, ia tidak akan mengizinkan dana daerah digunakan untuk kepentingan yayasan jika tidak ada transparansi pengelolaan keuangan.

“Ini yayasan pribadi. Tidak boleh semua ditanggung pemerintah. Yayasan harus punya inisiatif sendiri untuk menyelesaikan masalah internalnya. Masa dosennya tidak dibayar, lalu meminta Pemda yang menanggulangi?” ujarnya.

Bupati Bombana juga mengungkapkan bahwa sejauh ini tidak ada komunikasi dari pihak yayasan kepada Pemkab terkait masalah yang terjadi.

“Karena tidak ada komunikasi, saya anggap mereka masih bisa menangani dan bertanggung jawab. Jika mereka tidak sanggup, sebaiknya mundur dan beri kesempatan kepada manajemen baru yang lebih profesional,” tegasnya.

Menurutnya, jika pengelolaan kampus tidak diperbaiki, maka kualitas pendidikan di Politeknik Bombana akan terus menurun.

“Kami ingin Politeknik Bombana menjadi kampus berkualitas, tetapi bagaimana bisa berkualitas jika manajemennya tidak bagus? Tidak ada kampus yang maju tanpa manajemen yang baik,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui akibat keterlambatan pembayaran gaji dosen dan staf kampus Politeknik Bombana, para dosen dan mahasiswa telah menggelar aksi untuk menuntuk hak mereka, terbaru siang tadi (27/3) puluhan mahasiswa menggelar aksi di Kampus Polina menuntut pembayaran gaji dosen dan pengelolaan kampus agare diserahkan ke Pemerintah daerah.

Pewarta : Idris Hayang




Berkah Ramadhan, PGRI Bombana Berbagi Paket Sembako

BOMBANA, sultranet.com – Menyemarakkan bulan suci Ramadhan, PGRI Kabupaten Bombana menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini diberikan dalam bentuk paket bingkisan yang berisi kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, dan bahan makanan lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 21 Maret 2025, ini merupakan bagian dari upaya PGRI Bombana untuk berbagi berkah di bulan yang penuh rahmat ini. Sumber dana untuk bantuan tersebut berasal dari iuran anggota PGRI Bombana. Minggu (23/3)

Ketua PGRI Kabupaten Bombana, H. Kandamang, S.Pd., M.Pd., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. “Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini,” ujar H. Kandamang saat menyerahkan bingkisan.

Bantuan yang disalurkan sebanyak 70 paket bingkisan tersebut diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah di Kabupaten Bombana. Penerima bantuan terdiri dari keluarga kurang mampu, janda, dan kaum dhuafa yang membutuhkan uluran tangan. “Bantuan ini berasal dari iuran para anggota PGRI. Kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan, sehingga bulan Ramadhan menjadi lebih bermakna bagi mereka,” kata H. Kandamang menambahkan.

Selain memberikan bantuan, PGRI Kabupaten Bombana juga berharap agar kegiatan semacam ini dapat mempererat hubungan antara sesama warga dan memperkuat semangat gotong royong dalam masyarakat. “Kita ingin, meskipun hanya dengan sedikit, dapat memberikan manfaat yang besar bagi mereka yang membutuhkan. Ini juga bentuk kepedulian kami sebagai organisasi profesi kepada masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh para pengurus PGRI dan beberapa tokoh masyarakat setempat. Dalam acara tersebut, para penerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian yang diberikan, terutama di bulan suci ini. “Kami sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan. Semoga Allah membalas kebaikan dari PGRI Bombana,” ungkap salah satu penerima bantuan.

PGRI Bombana berharap kegiatan ini dapat memberikan inspirasi kepada organisasi lain untuk turut serta dalam memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan, terutama di bulan Ramadhan. Harapannya, semoga setiap bantuan yang diberikan dapat membawa berkah dan menjadi amal jariyah bagi mereka yang turut menyumbang.

Penulis: Idris Hayang




Yayasan Politeknik Bombana Tunggak Gaji Dosen Sampai 25 Bulan, Nasib Ratusan Mahasiswa Terancam!

Sultranet.com, Rumbia – Puluhan dosen dan staf Politeknik Bombana kembali menghadapi keterlambatan pembayaran gaji yang belum terselesaikan sejak Januari 2025. Masalah ini bukan kali pertama terjadi, tetapi telah berulang setiap tahunnya tanpa solusi yang jelas. Kondisi ini membuat para tenaga pendidik dan pegawai kampus menggelar aksi protes di halaman kampus menuntut hak mereka. Jumat (21/3)

Dampak dari ketidakpastian ini dikhawatirkan akan berdampak pada proses perkuliahan yang ada di Yayasan dimana mantan Bupati Bombana dua periode H. Tafdil menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan itu menjadi tidak efektif yang pada akhirnya dapat mengancam nasib ratusan mahasiswa yang berkuliah di kampus itu.

Seorang dosen yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa berbagai upaya komunikasi telah dilakukan dengan pihak yayasan dan direktorat kampus, tetapi tidak membuahkan hasil konkret.

“Kami sudah mencoba berdialog, tapi hasilnya nihil. Mereka selalu beralasan bahwa dana dari pemerintah daerah belum cair, padahal sebagai yayasan, seharusnya mereka yang bertanggung jawab penuh terhadap gaji dosen dan staf,” ujarnya.

Keterlambatan pembayaran gaji yang terjadi selama dua hingga tiga bulan bahkan disebut telah mencapai akumulasi hingga 25 bulan bagi beberapa dosen.

Kondisi ini membuat banyak tenaga pendidik mengalami kesulitan finansial. Beberapa di antaranya terpaksa berutang atau menjual aset pribadi demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami bekerja secara profesional, tetapi hak kami tidak diberikan tepat waktu. Bagaimana kami bisa bertahan jika setiap tahun harus menghadapi masalah yang sama?” ujarnya.

Tak hanya itu, para dosen juga menyoroti dugaan penyimpangan anggaran dalam pengelolaan keuangan kampus. Mereka menilai tidak adanya transparansi terkait penggunaan dana, sementara setiap kali meminta kejelasan, pihak yayasan selalu berdalih bahwa anggaran telah habis.

Dalam aksi protes ini, para dosen dan staf menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak yayasan, yakni pembayaran penuh atas seluruh gaji yang tertunggak, pembayaran semua tunjangan dosen dan jabatan sesuai hak mereka, serta pengalihan status kampus dari swasta ke negeri agar sistem keuangan lebih stabil dan tidak lagi terjadi penyimpangan anggaran.

Menanggapi permasalahan ini, Anggota DPRD Bombana dari Partai Bulan Bintang (PBB), Yudi Utama Arsyad, meminta pihak yayasan untuk segera menyelesaikan kewajiban mereka terhadap para dosen agar tidak menyebabkan proses pendidikan ratusan mahasiswa terganggu.

“Bahkan ada honorer yang resign beberapa tahun lalu dan karena tidak menerima upahnya. Padahal Sudah puluhan miliar yang masuk ke Politeknik itu, tapi mereka tidak mampu mengelolanya dengan baik. Setiap tahunnya hampir lima miliar diinjeksikan Pemkab Bombana ke Politeknik itu, bagaimana proses manajemennya sehingga 25 bulan dosen tidak terbayar dan karyawan ataupun staf yang telah resign beberapa tahun lalu juga belum dibayar gajinya?” tegas Yudi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak yayasan terkait tuntutan para dosen dan staf. Sementara itu, ketidakpastian mengenai pembayaran gaji masih terus berlanjut, mengancam keberlangsungan pendidikan di Politeknik Bombana.

Pewarta : Idris Hayang