Paskibraka Bombana Tetap Tegap Turunkan Merah Putih di Tengah Hujan Deras

Bombana, sultranet.com — Hujan deras yang mengguyur halaman eks MTQ Kabupaten Bombana sore tadi tidak menyurutkan semangat Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dalam melaksanakan upacara penurunan bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan langkah tegap dan formasi yang terjaga rapi, Pasukan 8 tampil penuh dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Meski seragam basah kuyup dan Sang Merah Putih terasa berat karena air hujan, mereka tetap disiplin hingga prosesi berakhir khidmat.

Komandan Pleton 8, Anas, siswa dari SMAN 10 Bombana, memimpin jalannya upacara dengan ketenangan dan ketegasan. Penampilannya mencerminkan hasil pembinaan intensif selama satu bulan penuh dalam pemusatan pendidikan dan pelatihan Paskibraka.

Pada barisan inti, Bayu Adha Pratama dari SMAN 03 Bombana dipercaya sebagai pembentang bendera. Ia bekerja sama dengan Muhammad Dewa dari SMKN 05 Bombana yang bertugas menurunkan Sang Merah Putih. Sementara itu, Ajeng Dwi Musti Kusmadi dari SMAN 03 Bombana didaulat sebagai pembawa baki. Ketiganya berhasil menuntaskan tugas meski cuaca menjadi tantangan besar.

Proses penurunan bendera berlangsung dengan penuh presisi. Tepuk tangan dari para tamu undangan dan peserta upacara yang bertahan di tengah guyuran hujan menjadi bentuk apresiasi nyata. Momentum itu sekaligus menegaskan makna pengabdian generasi muda terhadap simbol negara.

“Kami diajarkan bahwa disiplin dan tanggung jawab adalah harga mati. Hujan bukan alasan untuk mundur dari tugas negara,” ungkap salah seorang anggota Paskibraka usai prosesi.

Bagi masyarakat yang menyaksikan, keberanian dan keteguhan para pelajar Bombana ini menjadi cermin semangat kebangsaan yang tak lekang oleh cuaca. Mereka memperlihatkan bahwa mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih bukan sekadar seremonial, melainkan kehormatan yang dijunjung tinggi.

Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si, bersama jajaran Forkopimda, turut menyaksikan prosesi tersebut. Kehadiran para pemimpin daerah di tengah hujan deras menambah khidmat suasana dan memperlihatkan dukungan penuh kepada generasi penerus bangsa.

Rangkaian upacara penurunan bendera ini menjadi penutup peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana. Momen itu meninggalkan kesan mendalam sekaligus menumbuhkan rasa bangga atas dedikasi Paskibraka.

Di tengah derasnya hujan, semangat para pelajar yang tergabung dalam pasukan pengibar bendera seakan menjadi simbol bahwa estafet perjuangan bangsa tetap terjaga. Generasi muda Bombana menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap Merah Putih akan selalu dipegang teguh, apapun tantangannya.

Dengan semangat patriotisme yang menyala, upacara penurunan bendera di Bombana bukan hanya menutup rangkaian peringatan kemerdekaan, tetapi juga meneguhkan keyakinan bahwa nilai kebangsaan tetap hidup di hati generasi muda.




Pawai Merah Putih di Laut Bombana Jadi Tradisi Baru Peringatan HUT RI

Bombana, sultraneet.com — Laut pesisir Kecamatan Rumbia Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, berubah menjadi lautan merah putih saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (17/8/2025). Sebanyak 110 perahu nelayan berlayar dengan hiasan bendera merah putih, menciptakan panorama spektakuler di tengah semangat kebersamaan masyarakat pesisir.

Kegiatan ini lahir dari ide sederhana seorang Babinsa, Sertu Amiruddin Abdul Madjid Way, yang sehari-hari bertugas mendampingi warga di Desa Lampata. Setelah Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bombana menyalurkan bendera merah putih sebagai bagian dari Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera, Amiruddin mengajak masyarakat untuk mengibarkannya di laut. Mengingat sebagian besar warga desa berprofesi sebagai nelayan, ajakan itu langsung disambut hangat dan berkembang menjadi sebuah pawai laut.

“Inilah cara sederhana kita mengisi kemerdekaan. Kita tidak lagi berperang, kita hanya diminta meluangkan waktu untuk merayakan kemerdekaan dengan cara kita. Mari kita semarakkan HUT RI ke-80 dengan pawai merah putih di laut,” kata Amiruddin kepada warga saat mempersiapkan kegiatan.

Gagasan itu kemudian dikomunikasikan ke Kepala Badan Kesbangpol Bombana, dr. Sunandar, MM.Kes, yang segera membawa ide tersebut kepada Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Dukungan penuh pun diberikan, termasuk dari Camat Rumbia Tengah, Yusuf Alison, S.Sos., MM, bersama pemerintah kecamatan, stakeholder terkait, dan tentu saja masyarakat pesisir yang dengan gotong royong menghias perahu mereka.

Hasilnya, Minggu siang ratusan perahu berlayar dari berbagai desa di Rumbia Tengah. Bendera merah putih berkibar gagah di tengah laut, menebarkan suasana haru sekaligus kebanggaan. Panorama itu bukan hanya sekadar hiasan, melainkan simbol semangat juang dan cinta tanah air yang tetap hidup di hati masyarakat Bombana.

Bupati Burhanuddin yang membuka resmi kegiatan itu usai memimpin upacara pengibaran bendera di Lapangan eks MTQ Bombana, menyampaikan apresiasi tinggi. “Semangat nasionalisme tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga bergelora dari laut. Ini adalah simbol bahwa seluruh elemen masyarakat Bombana, dari pegunungan hingga pesisir, turut menjaga dan merayakan kemerdekaan bangsa,” ujarnya.

Bupati menegaskan, pawai merah putih di laut akan dijadikan agenda tahunan perayaan HUT RI di Bombana. “Ini bukan sekadar pawai, tapi simbol kuat persatuan dari laut untuk Indonesia. Tahun depan dan seterusnya, kita akan lanjutkan tradisi ini,” tegasnya.

Masyarakat pun antusias. Banyak di antara mereka yang merasa bangga dapat memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan cara yang khas dan menyentuh hati. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masyarakat Bombana tetap terjaga, hanya saja perlu dorongan dan ruang untuk mengekspresikannya.

Pawai laut yang lahir dari ide sederhana seorang Babinsa dan dukungan berbagai pihak itu kini menjadi ikon baru peringatan kemerdekaan di Bombana. Lebih dari sekadar konvoi perahu, kegiatan tersebut adalah pesan persatuan yang lahir dari laut untuk Indonesia.




Upacara Penurunan Bendera Tutup Rangkaian HUT ke-80 RI di Bombana

Bombana, sultranet.com – Upacara Penurunan Bendera Merah Putih menandai berakhirnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bombana. Upacara berlangsung khidmat di Lapangan Eks MTQ/RTH Rumbia Tengah, dipimpin langsung oleh Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si sebagai Inspektur Upacara, Minggu sore (17/8/2025).

Dalam suasana sore yang teduh, prosesi penurunan bendera berjalan tertib. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) kembali menjalankan tugas mulia setelah pada pagi hari sukses mengibarkan Sang Merah Putih. Langkah tegap dan disiplin para anggota Paskibraka mengiringi turunnya bendera negara, disaksikan ratusan masyarakat yang masih antusias memadati area upacara.

Hadir pula Wakil Bupati Bombana, jajaran Forkopimda, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK, pejabat pemerintah daerah, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga para undangan resmi. Keikutsertaan berbagai unsur ini memperkuat makna kebersamaan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Bupati Burhanuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan rangkaian peringatan HUT RI, mulai dari apel kehormatan, upacara detik-detik proklamasi, hingga prosesi penurunan bendera.

“Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus bekerja, berkarya, dan berkontribusi dalam pembangunan Bombana. Semangat persatuan dan gotong royong adalah kunci menuju kemajuan daerah kita tercinta,” ujar Bupati.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap momen peringatan kemerdekaan menunjukkan kuatnya semangat kebangsaan di Bombana. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong partisipasi publik dalam pembangunan dan kegiatan sosial yang memperkuat solidaritas warga.

Upacara penurunan bendera menjadi penutup bermakna dari seluruh rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kabupaten Bombana. Prosesi yang berlangsung sederhana namun penuh nasionalisme ini menegaskan komitmen daerah untuk menjaga semangat kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.




Bupati Bombana, H. Burhanuddin Pimpin Renungan Suci HUT ke-80 RI

Bombana, sultranet.com | Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si memimpin Apel Kehormatan dan Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara digelar di Tugu Brimob, Kelurahan Kasipute, Sabtu malam, 16 Agustus 2025.

Upacara yang berlangsung khidmat itu dihadiri Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Asisten dan Staf Ahli Setda, para kepala perangkat daerah, serta anggota Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Bombana.

Dalam prosesi, Bupati Burhanuddin menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas jasa para pahlawan bangsa. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan yang dirasakan hari ini lahir dari pengorbanan jiwa dan raga para pejuang.

“Malam ini kita berkumpul untuk menundukkan kepala, mengheningkan cipta, dan menyatukan doa bagi arwah para pahlawan. Mereka telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan, dan kita sebagai generasi penerus wajib menjaga, mengisi, dan melanjutkan perjuangan dengan kerja nyata membangun bangsa,” ujar Burhanuddin.

Suasana hening menyelimuti lapangan upacara ketika seluruh peserta menyalakan obor. Nyala api menjadi simbol penghormatan dan pengingat abadi atas jasa para pahlawan yang gugur demi Indonesia merdeka.

Burhanuddin menekankan pentingnya renungan malam menjelang peringatan 17 Agustus sebagai sarana menguatkan kembali nilai-nilai nasionalisme. “Renungan ini bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkokoh persatuan dan meneguhkan komitmen membangun daerah yang lebih baik,” tambahnya.

Bagi masyarakat Bombana, upacara ini juga menjadi kesempatan untuk menegaskan rasa syukur atas 80 tahun Indonesia merdeka. Tradisi renungan suci, menurut Burhanuddin, adalah jembatan antara pengorbanan masa lalu dan tanggung jawab generasi masa kini dalam menjaga kedaulatan serta mengisi pembangunan.

Bupati Bombana, H. Burhanuddin melakukan foto bersama Anak Pramuka usai pelaksanaan renungan suci
Bupati Bombana, H. Burhanuddin melakukan foto bersama Anak Pramuka usai pelaksanaan renungan suci

Apel Kehormatan dan Renungan Suci ini menjadi salah satu rangkaian penting peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Bombana. Kegiatan tersebut digelar sebelum upacara puncak detik-detik Proklamasi yang akan berlangsung pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025.

Dengan penuh khidmat, seluruh peserta mengakhiri prosesi dengan doa bersama untuk para pahlawan. Semangat pengorbanan mereka diharapkan terus menyala dalam setiap langkah pembangunan daerah dan bangsa.




Bupati Burhanuddin Kukuhkan 74 Anggota Paskibraka Bombana

Bombana, sultranet.com | Sebanyak 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bombana resmi dikukuhkan oleh Bupati Bombana, Ir. H. Burhanuddin, M.Si. Upacara pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Tanduale, Kantor Bupati Bombana, Jumat malam, 15 Agustus 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos yang sekaligus didaulat sebagai ibu asuh Paskibraka. Turut hadir Wakil Bupati Bombana Ahmad Yani, S.Pd., M.Si bersama Wakil Ketua TP PKK Henny Setiawati Rachman, SP., MM, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekda Bombana, para kepala OPD, serta para undangan lainnya.

Prosesi pengukuhan diawali dengan pembacaan ikrar Paskibraka, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pengukuhan oleh Bupati Bombana. Acara juga ditandai dengan penyerahan cinderamata oleh Ketua TP PKK Bombana kepada para anggota Paskibraka. Seluruh rangkaian berjalan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menekankan bahwa momen pengukuhan Paskibraka bukanlah sekadar acara seremonial, tetapi tonggak sejarah bagi generasi muda.

“Kalian tidak hanya akan mengibarkan Merah Putih pada puncak perayaan kemerdekaan, tetapi juga membawa simbol semangat persatuan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Pengukuhan ini adalah titik awal, bukan titik akhir. Jadilah teladan di sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta agen perubahan yang membawa semangat kebangsaan dan integritas,” ujar Burhanuddin.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pelatih, pembina, serta orang tua yang telah mendukung dan membimbing anggota Paskibraka dengan penuh ketulusan hingga mereka siap menjalankan tugas mulia.

Pengukuhan ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Bombana. Seluruh anggota Paskibraka yang dikukuhkan akan bertugas pada upacara detik-detik Proklamasi di Lapangan Ex MTQ Bombana pada 17 Agustus 2025.

Dengan pengukuhan ini, diharapkan lahir generasi muda Bombana yang memiliki disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan yang kuat. Paskibraka bukan hanya tentang baris-berbaris, melainkan juga tentang menanamkan nilai pengabdian bagi bangsa.