Bantuan tersebut menyasar empat kelompok penerima manfaat, yakni anak-anak, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta kelompok TSKPO. Dari total 78 penerima, sebanyak 14 orang merupakan anak-anak, 31 orang lansia, 19 orang penyandang disabilitas, dan 14 orang lainnya masuk dalam kategori TSKPO.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Pos Rumbia dan Pos Buapinang agar dukungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang menjadi sasaran program. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pelayanan rehabilitasi sosial, terutama bagi kelompok masyarakat yang memerlukan perhatian dan dukungan untuk menjalani kehidupan secara lebih layak dan mandiri.
Bantuan ATENSI yang diberikan mencakup pemenuhan hidup layak dan dukungan kewirausahaan. Bantuan pemenuhan hidup layak ditujukan untuk membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Sementara itu, dukungan kewirausahaan diarahkan kepada penerima manfaat yang memiliki potensi usaha agar dapat mengembangkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan kemandirian.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Sentra Meohai di Kendari, Sri Indrawati, dan diterima oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana, Sadli Sirajuddin. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memastikan program perlindungan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bombana, Sadli Sirajuddin, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai Kendari atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat di wilayahnya. Menurut dia, dukungan tersebut memiliki arti penting bagi penerima manfaat, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan membuka peluang untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial melalui Sentra Meohai Kendari atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Kabupaten Bombana. Bantuan ATENSI ini sangat berarti bagi penerima manfaat, baik untuk memenuhi kebutuhan hidup layak maupun dalam mendukung kemandirian melalui kewirausahaan,” ujar Sadli Sirajuddin.
Ia menilai, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan program rehabilitasi dan perlindungan sosial. Melalui koordinasi yang baik, bantuan diharapkan dapat diberikan kepada kelompok sasaran sesuai kebutuhan dan dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan mereka.
Sadli mengatakan, Dinas Sosial Kabupaten Bombana akan terus mendukung pelaksanaan program sosial yang dijalankan bersama Kementerian Sosial. Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat koordinasi dan pendampingan agar bantuan yang disalurkan tidak hanya diterima oleh masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami di Dinas Sosial Kabupaten Bombana akan terus mendukung dan memperkuat sinergi dengan Kementerian Sosial. Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan dan kemandirian mereka,” tambahnya.
Menurut Sadli, pendampingan dan koordinasi tetap diperlukan agar berbagai program bantuan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendukung upaya penerima manfaat untuk meningkatkan kualitas hidup sesuai kemampuan dan potensi masing-masing.
Program ATENSI merupakan salah satu bentuk intervensi Kementerian Sosial dalam penyelenggaraan rehabilitasi sosial. Program ini diarahkan untuk membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan dasar, memperoleh dukungan sosial, serta meningkatkan keberfungsian sosial dan kemandirian.
Bagi kelompok anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas, dukungan sosial menjadi bagian penting untuk membantu memenuhi kebutuhan sesuai kondisi masing-masing. Sementara itu, bantuan kewirausahaan dapat menjadi modal pendukung bagi penerima manfaat yang memiliki potensi usaha untuk mengembangkan kegiatan produktif. Namun, pemanfaatan bantuan tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan setiap penerima.
Penyaluran bantuan senilai lebih dari Rp153 juta kepada 78 penerima manfaat ini memperlihatkan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam penyelenggaraan pelayanan sosial. Pemerintah pusat melalui Sentra Meohai Kendari menyediakan dukungan program, sedangkan Dinas Sosial Kabupaten Bombana berperan dalam koordinasi pelaksanaan di daerah.
Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh akses terhadap layanan dan dukungan sosial secara lebih dekat. Bantuan ATENSI juga diharapkan membantu penerima manfaat memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membuka kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bombana, penguatan sinergi dengan Kementerian Sosial menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan sosial, khususnya bagi kelompok rentan. Keberlanjutan koordinasi dan pendampingan diperlukan agar bantuan yang diberikan dapat digunakan secara optimal serta mendukung peningkatan kesejahteraan penerima manfaat dalam jangka panjang.
Dengan adanya program ATENSI ini, 78 penerima manfaat di Kabupaten Bombana diharapkan memperoleh dukungan sesuai kebutuhan mereka. Pelaksanaan program tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pelayanan sosial yang responsif, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar serta peningkatan kemandirian masyarakat.









