Kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada siang hari sekitar pukul 14.00 WITA. Warga setempat kemudian melakukan upaya pemadaman secara swadaya hingga api sempat berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA. Namun, tidak lama setelah itu, sejumlah titik api kembali terdeteksi sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan api menyebar ke area di sekitarnya.
Informasi mengenai munculnya kembali titik api tersebut diterima BPBD Kabupaten Bombana melalui grup WhatsApp Kewaspadaan Dini pada pukul 18.47 WITA. Menindaklanjuti laporan itu, petugas segera melakukan verifikasi untuk memastikan kondisi terkini di lokasi kebakaran.
BPBD Bombana kemudian menghubungi Kepala Desa Wambarema melalui telepon WhatsApp. Dalam komunikasi tersebut, kepala desa membenarkan adanya titik api yang kembali muncul dan meminta bantuan personel untuk melakukan penanganan di lokasi.
Setelah memperoleh konfirmasi, BPBD Kabupaten Bombana langsung mengerahkan tim menuju Desa Wambarema. Petugas melakukan penanganan dengan menyisir sejumlah lokasi yang masih menunjukkan adanya titik api. Langkah ini dilakukan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala setelah penanganan awal oleh warga.
Penanganan kebakaran berlangsung melalui koordinasi lintas unsur. Selain personel BPBD, kegiatan tersebut melibatkan TNI, Polri, Camat Poleang Utara, Kepala Desa Wambarema, serta masyarakat setempat. Seluruh unsur bekerja sama untuk mengendalikan titik api dan memastikan situasi di lokasi kembali aman.
Berdasarkan kronologi penanganan, terdapat beberapa tahapan penting dalam respons terhadap kejadian tersebut. Warga lebih dahulu berupaya memadamkan api setelah kebakaran muncul pada siang hari. Ketika titik api kembali terdeteksi pada sore hari, informasi segera disampaikan kepada BPBD melalui saluran komunikasi kewaspadaan dini.
Laporan yang diterima pada pukul 18.47 WITA menjadi dasar bagi BPBD untuk melakukan konfirmasi kepada pemerintah desa. Setelah kondisi dipastikan, tim langsung bergerak ke lokasi dan melakukan penanganan terhadap titik api yang masih tersisa.
Pada pukul 21.30 WITA, seluruh titik api yang terdeteksi di beberapa lokasi dilaporkan berhasil dipadamkan. Penanganan tersebut mengakhiri upaya pemadaman pada malam hari setelah sebelumnya warga melakukan penanganan awal secara mandiri.
Keterlibatan masyarakat dalam penanganan awal menjadi bagian penting dari respons terhadap kebakaran tersebut. Namun, munculnya kembali titik api menunjukkan perlunya pemeriksaan menyeluruh setelah api terlihat padam. Bara yang masih tersisa dapat kembali menyala dan memicu kebakaran susulan apabila tidak segera ditangani.
Karena itu, proses penyisiran dan pemantauan setelah pemadaman menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman. Penanganan tidak hanya berfokus pada kobaran api yang terlihat, tetapi juga pada titik-titik yang berpotensi menimbulkan api kembali.
Koordinasi antara BPBD, aparat keamanan, pemerintah setempat, dan masyarakat juga membantu mempercepat penyampaian informasi. Ketika laporan awal diterima, petugas dapat segera menghubungi pihak yang berada paling dekat dengan lokasi untuk memastikan kebenaran informasi sebelum mengerahkan personel.
Dalam situasi kebakaran, informasi yang cepat dan akurat dapat membantu petugas menentukan langkah penanganan. Pemerintah desa berperan dalam memberikan keterangan mengenai kondisi di lapangan, sedangkan BPBD melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan penanganan bencana.
Keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut turut memperkuat koordinasi penanganan bersama unsur pemerintah dan masyarakat. Kerja sama lintas sektor diperlukan agar upaya pemadaman dapat berlangsung secara terarah, terutama ketika titik api muncul kembali setelah penanganan awal.
Camat Poleang Utara dan Kepala Desa Wambarema juga terlibat dalam koordinasi penanganan di wilayah tersebut. Dukungan pemerintah setempat membantu menghubungkan petugas dengan kondisi masyarakat dan situasi di lokasi kebakaran.
Meski seluruh titik api telah berhasil dipadamkan, pemantauan terhadap area terdampak tetap menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kebakaran susulan. Pemeriksaan kembali diperlukan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu api baru, terutama pada area yang sebelumnya mengalami kebakaran.
Masyarakat juga perlu tetap waspada setelah proses pemadaman selesai. Api yang tampak padam belum tentu menunjukkan bahwa seluruh material yang terbakar telah dingin. Karena itu, warga sebaiknya tidak meninggalkan lokasi kebakaran tanpa memastikan kondisi aman dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api yang kembali muncul.
Peristiwa di Desa Wambarema menjadi pengingat mengenai pentingnya sistem kewaspadaan dini dan komunikasi antara masyarakat dengan petugas penanggulangan bencana. Informasi yang disampaikan melalui saluran komunikasi warga dapat membantu mempercepat verifikasi dan pengerahan personel ketika muncul kondisi darurat.
Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam melaporkan kejadian perlu diimbangi dengan penanganan yang terkoordinasi. Warga dapat membantu memberikan informasi awal, sedangkan proses pemadaman dan pemeriksaan lokasi perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan serta kemampuan petugas yang menangani kejadian.
BPBD Kabupaten Bombana bersama unsur terkait berhasil menyelesaikan penanganan titik api susulan di Desa Wambarema pada malam hari. Upaya tersebut dilakukan setelah kebakaran yang muncul sekitar pukul 14.00 WITA sempat dipadamkan warga, tetapi kembali menimbulkan titik api pada sore hari.
Keberhasilan penanganan ini didukung oleh komunikasi antara masyarakat dan pemerintah desa, respons BPBD setelah menerima laporan, serta kerja sama TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan warga setempat. Seluruh titik api yang terdeteksi berhasil dipadamkan pada pukul 21.30 WITA.
Ke depan, kewaspadaan masyarakat dan koordinasi lintas unsur tetap diperlukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Respons cepat, pelaporan yang akurat, dan pemeriksaan setelah pemadaman menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan warga serta mencegah kebakaran meluas di wilayah Kabupaten Bombana.









