Laporan kebakaran tersebut disampaikan warga bernama Setyo Budi pada pukul 09.30 WITA. Setelah menerima laporan, Komandan Regu Pemadam Kebakaran segera meneruskan informasi kejadian kepada Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bombana untuk mendapatkan penanganan.
Personel pemadam kebakaran kemudian bergerak menuju lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 09.50 WITA dan mendapati api telah membesar serta membakar rumah milik Hasanuddin. Kondisi tersebut membuat petugas harus segera melakukan tindakan pemadaman agar api dapat dikendalikan.
Setibanya di lokasi, personel langsung melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api yang melalap bangunan rumah. Petugas berupaya mengendalikan api hingga kebakaran berhasil dipadamkan. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bombana dengan dukungan masyarakat setempat. Kerja sama tersebut membantu kelancaran proses penanganan kebakaran di lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan awal pelapor, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran sampah. Namun, penyebab tersebut masih sebatas dugaan berdasarkan informasi awal dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab akhir kebakaran.
Aktivitas membakar sampah di sekitar rumah perlu mendapat perhatian karena api dapat merambat ketika berada dekat dengan bangunan atau material yang mudah terbakar. Kondisi angin, bahan yang digunakan untuk membangun rumah, serta keberadaan benda-benda di sekitar sumber api dapat memengaruhi cepatnya api membesar.
Rumah yang sebagian materialnya mudah terbakar memiliki risiko lebih besar ketika terkena kobaran api. Karena itu, masyarakat perlu memastikan kegiatan pembakaran sampah berlangsung jauh dari bangunan, tumpukan kayu, dan benda lain yang dapat mempercepat penyebaran api.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bombana, H. Pajawa Tarika, S.Pd., M.Pd., mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah. Ia meminta warga memperhatikan lokasi pembakaran dan memastikan api tidak berpotensi menjalar ke rumah maupun lingkungan sekitarnya.
“Warga harus selalu berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di sekitar rumah atau bahan yang mudah terbakar. Pastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran,” imbau Pajawa.
Ia menekankan bahwa kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kebakaran. Kebiasaan meninggalkan api tanpa memastikan kondisi benar-benar aman dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, terutama ketika pembakaran dilakukan di dekat bangunan atau benda yang mudah terbakar.
Menurutnya, pencegahan perlu dimulai dari kegiatan sehari-hari di lingkungan rumah. Warga sebaiknya memilih cara pengelolaan sampah yang lebih aman dan tidak melakukan pembakaran di lokasi yang berisiko. Apabila pembakaran tidak dapat dihindari, masyarakat perlu mengawasi api sepanjang kegiatan berlangsung dan memastikan seluruh bara padam setelah selesai.
Masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi di sekitar tempat pembakaran. Sampah kering, daun, ranting, kayu, dan material mudah terbakar lainnya dapat membuat api menyebar lebih cepat apabila tidak dikendalikan. Menjaga jarak dari bangunan serta menyiapkan sarana untuk memadamkan api dapat membantu mengurangi risiko, tetapi langkah paling aman adalah menghindari pembakaran sampah di area yang rawan kebakaran.
Penanganan kebakaran di Desa Hukaea menjadi pengingat bahwa kebakaran rumah dapat terjadi akibat aktivitas sehari-hari yang tidak dilakukan dengan pengawasan memadai. Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan perhatian bersama, baik dari masyarakat maupun petugas yang bertanggung jawab terhadap penanganan keadaan darurat.
Selain meningkatkan kewaspadaan, warga perlu segera melaporkan kejadian kebakaran kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin. Informasi yang jelas mengenai lokasi kejadian dan kondisi api akan membantu petugas menentukan langkah penanganan sesuai situasi di lapangan.
Kecepatan penyampaian laporan menjadi salah satu faktor penting dalam respons kebakaran. Dalam kejadian di Desa Hukaea, laporan diterima pada pukul 09.30 WITA dan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.50 WITA. Setelah tiba, personel langsung melakukan pemadaman dan pendinginan.
Proses pendinginan juga menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran. Meskipun kobaran api telah padam, bara yang tersisa pada material bangunan atau barang di sekitarnya masih berpotensi menimbulkan api kembali. Karena itu, petugas perlu memastikan area terdampak berada dalam kondisi aman sebelum meninggalkan lokasi.
Satpol PP Kabupaten Bombana melalui Bidang Pemadam Kebakaran terus mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kebakaran di lingkungan permukiman. Kewaspadaan terhadap sumber api, pengawasan saat membakar sampah, serta tindakan cepat ketika melihat tanda-tanda kebakaran merupakan langkah yang dapat membantu melindungi keselamatan warga dan harta benda.
Peristiwa tersebut juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran. Laporan warga menjadi informasi awal yang memungkinkan petugas segera bergerak untuk menangani kejadian. Dukungan masyarakat di lokasi turut membantu proses penanganan berlangsung dengan lebih lancar.
Masyarakat diimbau tidak menganggap remeh api, meskipun berasal dari kegiatan sederhana seperti membakar sampah. Api kecil dapat membesar ketika mengenai material yang mudah terbakar atau tidak diawasi dengan baik. Memastikan api padam sepenuhnya sebelum meninggalkan lokasi menjadi langkah penting untuk menghindari risiko serupa.
Dengan penanganan petugas Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Bombana dan dukungan masyarakat setempat, kebakaran rumah milik Hasanuddin di Desa Hukaea berhasil ditangani. Pemerintah daerah mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan pencegahan untuk mengurangi risiko kebakaran di lingkungan permukiman.









