DPPKB Bombana Tingkatkan Kualitas Program Bangga Kencana

  • Whatsapp
Pertemuan Bimbingan Terpadu Bangga Kencana, Gelombang III
Pertemuan Bimbingan Terpadu Bangga Kencana, Gelombang III

Bombana, SultraNET. | Untuk meningkatkan kualitas program Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana), Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bombana menggelar pertemuan bimbingan terpadu gelombang III. Sabtu (12/11/2022).

Kepala DPPKB Bombana Drs. H. Abdul Azis, M.Si mengatakan kegiatan ini di gelar bertujuan untuk peningkatan kualitas program Bangga Kencana dan juga upaya peningkatan kapasitas UPTD dan PKB/PLKB Dalam meningkatkan capaian kesertaan ber KB serta untuk mengetahui permasalahan tingkat lapangan dan strategi sehingga dapat berhasil ke depannya.

“Program Bangga Kencana adalah program yang berfokus dan menjadikan keluarga sebagai sandaran pembangunan,” ujar Abdul Azis

Ia menyebut program ini mengarahkan agar keluarga mempunyai rencana berkeluarga sehingga terbentuk keluarga yang berkualitas. Menurutnya pelaksanaan program Bangga Kencana membutuhkan tenaga-tenaga yang andal, profesional dan berpengalaman agar tujuan dari program dapat tercapai baik dalam memberikan pelayanan, edukasi dan konseling kepada masyarakat.

“Kegiatan yang dilaksanakan hari ini sangat penting bagi kita dalam upaya meningkatkan koordinasi dan kolaborasi dalam menyukseskan program Bangga Kencana di Kabupaten Bombana,” beber Mantan
Kadis Capil Bombana itu.

Dirinya berharap, seluruh Sumber Daya Manusia (SDA) yang ada di masing-masing wilayah, menyamakan persepsi dalam pencapaian Bangga Kencana dan intervensi Prioritas yang dilakukan sesuai dengan kondisi lapangan.

Ia menambahkan, program Bangga Kencana tidak sekedar penggunaan alat kontrasepsi dan mengatasi ledakan penduduk, tetapi merupakan program pembangunan terpadu dan terintegrasi dengan pembangunan sektor terkait lainnya.

“BKKBN diberi tugas sebagai koordinator pelaksanaan percepatan penurunan stunting dengan target yang harus turun menjadi 14 persen pada 2024. Itu bukan tugas ringan perlu dukungandan sinergitas semua pihak,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *