MUNA, Sultranet.com – Bulan Suci Ramadhan 1447 H menjadi momen bagi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka untuk melakukan Safari Ramadhan ke seluruh wilayah kabupaten di provinsinya. Pada hari Jum’at, 14 Maret 2026, giliran Kabupaten Muna yang menerima kunjungan dari pemimpin daerah tersebut.
Tiba di Pelabuhan Nusantara Raha sekitar pukul 08.40 WITA dengan menggunakan speedboat, Gubernur beserta rombongannya tidak langsung melaksanakan acara utama. Mereka lebih dulu melakukan tinjauan lapangan terhadap pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih yang berlokasi di Kelurahan Wamponiki, kemudian melanjutkan kunjungan ke lokasi Beda Rumah.
Titik temu utama acara berada di Gedung Galampano Kantolalo, di mana dilakukan penyerahan bantuan dari pemerintah provinsi. Beberapa jenis bantuan yang disalurkan antara lain bibit tanaman kelapa dalam dan jambu mente, fasilitas pasang baru listrik, serta beasiswa pendidikan bagi masyarakat berhak.
Bupati Muna Drs. H. Bachrun yang menyambut kedatangan Gubernur mengungkapkan rasa terima kasih sekaligus harapan akan kerja sama yang lebih erat.
“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Semoga ada banyak program pembangunan yang bisa kita kerjasamakan antara Pemda Muna dan provinsi, serta Bapak Gubernur selalu diberikan kesehatan untuk melayani masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kedatangan Gubernur diharapkan dapat mempercepat laju pembangunan di Kabupaten Muna.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka yang juga merupakan Punawan TNI Bintang Tiga menjelaskan tujuan utama kunjungannya.
“Safari Ramadhan ini kami lakukan untuk berada dekat dengan masyarakat, terutama di saat mereka menghadapi berbagai tantangan. Meskipun kita sedang menjalankan kebijakan efisiensi, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa bantuan tanaman akan diberikan untuk areal seluas 1.500 hektar bagi kelapa dalam dan 1.000 hektar untuk jambu mente, khususnya bagi kelompok tani.
Selain itu, pemerintah provinsi juga menyiapkan 400 unit rumah tinggal tahun ini dengan nilai Rp50 juta per unit tanpa potongan apapun, yang akan dinaikkan menjadi 1.000 unit pada tahun depan.
“Kami fokus pada pembangunan yang bermanfaat langsung bagi rakyat, bukan hanya proyek monumental. Tahun ini juga akan dibangun jalan sepanjang 4 KM dan satu SMA di setiap kecamatan, termasuk di Kecamatan Towea sesuai permintaan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis : Borju









