Konawe Kepulauan, sultranet.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Lansilowo di Kecamatan Wawonii Utara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, kini tampil dengan wajah baru setelah menjalani transformasi layanan kesehatan yang signifikan. Perubahan ini tidak hanya menyentuh aspek fasilitas, tetapi juga menghadirkan inovasi layanan yang langsung menyasar kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan tersebut.
Transformasi yang dilakukan menjadi angin segar bagi warga di lima desa di Kecamatan Wawonii Utara yang selama ini menghadapi tantangan geografis cukup berat untuk mengakses layanan kesehatan. Kondisi jalan yang terjal, terutama saat musim hujan, sebelumnya membuat sebagian warga harus menempuh jarak lebih dari 7 kilometer untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.
Situasi tersebut berdampak pada rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke fasilitas kesehatan. Banyak warga yang berprofesi sebagai nelayan dan petani kecil terpaksa menunda pemeriksaan kesehatan, sehingga memicu meningkatnya kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi serta gangguan pernapasan akibat faktor lingkungan.
Kepala Puskesmas Lansilowo, Irma Nura, mengatakan bahwa transformasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa hambatan.
“Kami tidak ingin ada lagi masyarakat yang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan hanya karena kendala jarak dan akses. Kesehatan adalah hak dasar yang harus dijangkau oleh semua,” ujarnya. (17/2)
Di bawah kepemimpinannya, Puskesmas Lansilowo kini menghadirkan layanan siaga 24 jam yang memungkinkan pasien mendapatkan penanganan kapan saja. Kehadiran layanan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan respons terhadap kondisi darurat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan lanjutan.
Selain itu, inovasi lain yang dihadirkan adalah layanan jemput pasien untuk kasus-kasus tertentu, seperti pasien dengan kondisi darurat maupun ibu hamil yang akan melahirkan. Tidak hanya itu, pasien yang telah mendapatkan perawatan juga difasilitasi untuk diantar kembali ke rumah secara gratis.
Program ini dinilai sangat membantu masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses transportasi dan ekonomi.
Tidak hanya berfokus pada pelayanan kuratif, Puskesmas Lansilowo juga memperkuat upaya promotif dan preventif melalui berbagai program edukasi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama kader posyandu dengan materi yang disesuaikan dengan kondisi lokal masyarakat pesisir.
Beberapa topik yang menjadi fokus antara lain kesehatan reproduksi bagi perempuan nelayan, pencegahan penyakit akibat polusi air, serta pengelolaan sampah untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Dari sisi fasilitas, Puskesmas Lansilowo juga mengalami peningkatan yang signifikan. Ruang pemeriksaan kini lebih nyaman, sementara ruang rawat inap telah disiapkan dengan lebih memadai guna menunjang pelayanan yang optimal bagi pasien.
Irma menegaskan bahwa transformasi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah kecamatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Kepulauan, serta peran aktif tenaga kesehatan dan masyarakat.
“Transformasi ini adalah hasil kerja bersama. Dukungan semua pihak menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, setiap upaya peningkatan layanan kesehatan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.
“Setiap langkah kecil untuk meningkatkan kesehatan masyarakat adalah investasi besar bagi masa depan daerah,” ujarnya.
Dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan, Puskesmas Lansilowo kini diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Wawonii Utara secara berkelanjutan.
Pewarta: Aldi Dermawan









