Aksi Nyata Sukanto Toding Percepat Penurunan Stunting di Kolaka Utara

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, saat mendistribusikan bantuan kepada BAS
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, saat mendistribusikan bantuan kepada BAS
Kolaka Utara, SultraNET. | Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, memimpin Rapat Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) di Desa Lawata, Kecamatan Pakue Utara pada Minggu (10/12/2023).
Dalam rapat tersebut, perhatian besar diberikan pada urgensi pemenuhan gizi pada 100 hari pertama kelahiran sebagai langkah penting dalam mencegah stunting.

Pada kesempatan itu Sukanto Toding menegaskan bahwa perlindungan anak-anak dan pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.

Aksi nyata berupa distribusi bantuan juga dilakukan kepada Bapak/Bunda Asuh Stunting (BAS) dengan pemberian makanan tambahan seperti beras, telur, daging, susu, dan snack sehat sebagai upaya nyata dalam menangani stunting.

Bacaan Lainnya

Ia menyoroti bahwa salah satu penyebab stunting adalah pola hidup yang tidak sehat. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mendorong konsumsi makanan bergizi sambil mengurangi asupan makanan instan, sebagai langkah preventif untuk mengurangi stunting.

“Fokus utama kita pada edukasi gizi sejak dini sebagai langkah preventif yang krusial. Melalui kerjasama antara berbagai pihak, diharapkan masalah stunting di Kolaka Utara dapat segera diatasi,” tegas Sukanto Toding.

Peran negara dalam memberikan perlindungan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal menjadi sorotan utama.

Sukanto Toding menekankan bahwa peran aktif semua pihak, baik pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat luas sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah stunting ini.

Rapat evaluasi ini menjadi momen untuk mempertegas pentingnya pemahaman akan dampak stunting serta langkah-langkah konkret yang harus diambil untuk mencegahnya.

Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan
Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan

Ditempat yang sama, Hj. Hasrayani, Kepala BKKBN Kolaka Utara menjelaskan bahwa Edukasi kepada Bapak/Bunda Asuh Stunting (BAS) tentang pentingnya asupan gizi pada 100 hari pertama kelahiran anak menjadi salah satu strategi utama yang diambil dalam rapat tersebut.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menjadi landasan kuat dalam menyelesaikan masalah stunting.

“Kita Fokus memberikan pemahaman akan pentingnya gizi sejak dini diharapkan dapat mengurangi jumlah kasus stunting di daerah,” ujarnya

Kegiatan distribusi bantuan makanan tambahan ini menjadi langkah konkrit yang diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menangani stunting.

Hal ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman akan pentingnya nutrisi dalam pertumbuhan anak-anak.

Dalam rapat tersebut, tidak hanya ditekankan pentingnya pemberian makanan bergizi, namun juga perlunya mengurangi konsumsi makanan instan yang cenderung kurang bergizi.

“Inisiatif ini dilakukan sebagai upaya preventif dalam menangani masalah stunting di Kolaka Utara,” jelasnya

 

(Sumber dan Foto : Kominfo Kolut).            Editor : Redaksi SultraNET.

Pos terkait