Hadiri Halal Bi Halal Di Desa Kondongia, LM Rajiun Tumada : “Muna dan Mubar Bersaudara, Tidak Ada Perbedaan”

  • Whatsapp
Rajiun Tumada saat Menghadiri Acara Halal bi Halal di Kab. Muna

MUNA, SultraNET. | Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan merupakan saudara yang tidak ada perbedaan sedikitpun, hal itu disampaikan Bupati Muna Barat (Mubar) Drs LM Rajiun saat menghadiri undangan halal bi halal 1440 H / 2019 M di Desa Kondongia Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Pada hari Minggu (30/6/2019), pukul 13.50 wita bertempat di kediaman Bapak La Rono.

Mantan Kasat POl PP Provinsi Sulawesi Tenggara itu merasa tersanjung dan berterimakasih karena telah di undang ke Desa tersebut karena wilayah tersebut juga merupakan tempat ia semasih belum menjadi Bupati Muna barat.

Pada kesempatan itu juga ia sempat menyinggung adanya anggapan sebagian kalangan bahwa dalam memimpin Kabupaten Muna Barat, dirinya bersikap otoriter namun diakuinya bahwa sikap tersebut bukanlah sikap otoriter tetapi merupakan bentuk ketegasan kepada para pegawai Organisasi Perangkat Daerah agar dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kepentingan masyarakat

“Jadi saya sampaikan bahwa saya bukan otoriter, tetapi saya tegas kepada unsur OPD yang tidak bekerja untuk memberikan kontribusi kepentingan masyarakat.” Urainya

Ditempat yang sama, Drs La Ode Aho yang didaulat membuka kegiatan tersebut menyampaikan rasa trimakasih kepada bapak Bupati Muna Barat beserta Wakil Bupati yang telah hadir dalam acara yang selenggarakan itu dan berharap agar kegiatan tersebut tidak dikaitkan dengan kepentingan politik.

” Untuk kunjungan beliau jangan disalah tanggapi, beliau datang untuk memupuk tali silaturahmi persaudaraan sesama umat muslim,” ucapanya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Bupati Muna Barat Drs. LM. Rajiun Tumada, Wakil Bupati Muna Barat Drs. Achmad Lamani, Sekda Muna Barat Husein Tali, Ust Abd Hak Idrus MH, Drs. La Ode Aho sanyala M.Si, Para Tokoh Adat, tokoh masyarakat dan masyarakat desa Kondongia kurang lebih 300 orang. (Borju)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *