Kantor Bahasa Sultra Gelar Lokakarya Pemerkayaan Bahasa Moronene di Bombana

Kepala KBST, Uniawati saat memberikan sambutan kegiatan Lokakarya Pemerkayaan Kosakata Bahasa Moronene
Kepala KBST, Uniawati saat memberikan sambutan kegiatan Lokakarya Pemerkayaan Kosakata Bahasa Moronene

Bombana, SultraNET. | Untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia, Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Kamus dan Istilah, Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) menggelar Lokakarya Pemerkayaan Kosakata Bahasa Moronene, bertempat di Aula Perpustakaan Daerah Bombana. Kamis (13 Juli 2023).

Rencananya kegiatan lokakarya bakal dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 13 dan 14 Juli 2023 yang diikuti oleh 10 orang verifikatur bahasa Moronene yang merupakan penutur jati bahasa Moronene dan 2 orang narasumber yang merupakan pengurus lembaga adat Moronene.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara, Uniawati menjelaskan para verifikatur dan narasumber Lokakarya ini bertugas untuk memverifikasi kurang lebih 1.900 kosakata bahasa Moronene yang akan diajukan dalam sidang komisi bahasa daerah.

“Selanjutnya, kosakata bahasa Moronene akan divalidasi oleh editor Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebelum dimasukkan sebagai kosakata bahasa Indonesia,” ujar Uniawati.

Uniawati berharap agar kosakata yang diusulkan oleh KKLP bisa diterima dan menjadi warga KBBI sehingga kosakata bahasa Moronene bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas.

“Kita berharap jika kosakata ini diterima maka bahasa moronene bisa dikenal lebih luas lagi,” tandasnya

Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) saat melakukan Verifikasi
Tim Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) saat melakukan Verifikasi

Sementara itu Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana. Maulid menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menurutnya dengan terselenggaranya kegiatan lokakarya ini, akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Bombana khususnya suku moronene karena diakuinya saat ini banyak generasi muda di Bombana yang tidak dapat lagi menguasai bahasa Moronene dengan baik.

“Suatu hal yang membanggakan karena kosakata Moronene dapat juga dimasukkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,” singkat Maulid. (IS)

Pos terkait