Mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu Meriahkan Defile dan Pembukaan Porseni Lalonggasumeeto

Konawe, sultranet.com – Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Watunggarandu ikut memeriahkan Defile dan Pembukaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Kecamatan Lalonggasumeeto. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata dukungan mahasiswa terhadap kegiatan masyarakat setempat. Acara berlangsung meriah dan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Konawe, Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si, pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Porseni Kecamatan Lalonggasumeeto diawali dengan parade defile yang melibatkan perwakilan desa, lembaga, dan organisasi masyarakat. Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan jalannya parade yang penuh warna. Mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu tampil berbaur dengan masyarakat, berjalan dalam barisan sambil menampilkan kekompakan dan semangat kebersamaan.

Bacaan Lainnya

Koordinator KKN UHO Desa Watunggarandu, Kristian Abil Kornelis, mengatakan keterlibatan mahasiswa KKN bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari upaya integrasi dengan masyarakat. “Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat desa dengan mendukung kegiatan sosial, budaya, olahraga, dan seni yang diadakan di wilayah ini,” ujarnya.

Kristian menambahkan, Porseni menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan sosial. Kehadiran mahasiswa di arena kegiatan masyarakat, kata dia, memperlihatkan bahwa proses belajar tidak hanya sebatas di ruang kuliah, melainkan juga melalui pengalaman langsung di tengah masyarakat. “Melalui kegiatan seperti ini kami bisa lebih dekat dengan warga, merasakan kebersamaan, sekaligus belajar nilai gotong royong yang menjadi kekuatan desa,” tuturnya.

Porseni Kecamatan Lalonggasumeeto tahun ini mengangkat semangat kebersamaan dalam keberagaman. Berbagai cabang olahraga dan kesenian dipertandingkan, mulai dari sepak bola, bola voli, hingga lomba seni tari dan musik tradisional. Setiap desa menampilkan potensi terbaiknya, menjadikan Porseni bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk mempererat silaturahmi antarwarga.

Bagi mahasiswa KKN, keterlibatan mereka dalam defile sekaligus pembukaan Porseni memberikan pengalaman yang berharga. Mereka bisa menyaksikan langsung bagaimana masyarakat desa menyalurkan energi positif melalui olahraga dan seni. Antusiasme warga, baik yang menjadi peserta maupun penonton, memberikan suasana hangat yang dirasakan juga oleh para mahasiswa.

Foto Bersama Wakil Bupati Konawe Seusai Kegiatan
Foto Bersama Wakil Bupati Konawe Seusai Kegiatan

Kehadiran Wakil Bupati Konawe menambah semarak pembukaan. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi peran mahasiswa KKN yang hadir sebagai bagian dari kegiatan masyarakat. “Mahasiswa adalah agen perubahan yang bisa memberi semangat baru. Kehadiran mereka di tengah-tengah masyarakat harus menjadi energi positif untuk mendukung pembangunan desa,” kata Syamsul Ibrahim di hadapan peserta.

Masyarakat Desa Watunggarandu sendiri menyambut baik keterlibatan mahasiswa KKN. Kehadiran mereka tidak hanya dirasakan dalam kegiatan formal program kerja, tetapi juga dalam aktivitas sosial yang menyentuh langsung kehidupan sehari-hari warga. Bagi warga, mahasiswa yang ikut defile dan meramaikan Porseni menjadi simbol kedekatan emosional antara dunia akademik dan kehidupan desa.

Porseni di Kecamatan Lalonggasumeeto bukan sekadar ajang tahunan, melainkan perayaan kebersamaan. Di situlah mahasiswa KKN menemukan ruang untuk berbaur, belajar, dan mendukung masyarakat. Dukungan moral yang mereka berikan melalui keterlibatan di defile dan pembukaan kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat, sekaligus memberi kontribusi nyata dalam pengembangan olahraga dan seni di wilayah tersebut.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan, mahasiswa KKN UHO Desa Watunggarandu membuktikan bahwa pengabdian tidak hanya diwujudkan dalam program kerja, tetapi juga dalam dukungan penuh terhadap kegiatan masyarakat. Dari Porseni, mereka belajar bahwa kebersamaan dan solidaritas adalah pondasi penting bagi pembangunan desa.

Pewarta: Azuli

Loading

image_pdfimage_print

Pos terkait