Minimalisir Gabah Dijual Keluar Daerah, Distan Bombana Siapkan Opsi

  • Whatsapp
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah

Rumbia, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana bakal berkoordinasi dengan pihak Bulog dan penggiling gabah lokal untuk meningkatkan daya beli terhadap gabah petani lokal. Peningkatan daya tampung Bulog dan pembeli lokal guna meminimalisir pembeli gabah dari luar daerah.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah, Selasa (27/04/2021) mengatakan saat ini pihak Dinas Pertanian sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog dan pabrik penggilingan padi lokal untuk meningkatkan daya beli, agar gabah hasil pertanian kita tidak keluar.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah
Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah saat melakukan kunjungan di Pabrik Pengolahan Gabah

“Kita tahu bersama bahwa hasil pertanian padi di Bombana meningkat, sedangkan daya serap Bulog terbatas sama hal dengan pihak-pihak pabrik lokal modal untuk beli gabah juga terbatas,” ujarnya.

Dirinya mengukapkan bahwa hasil produksi gabah sekali panen itu kurang lebih 70 ribu ton, sedangkan daya tampung Bulog berkisaran 9 ribu ton bahkan sampai 20 ribu ton, ditambah pembeli lokal hanya bisa menampung 20 ribu ton.

“Jadi total hanya bisa di tampung 40 ton dan sisahnya yang beli dari luar,” rincinya.

Dinas Pertanian bombana memberikan dua alternatif dalam meningkatkan daya beli gabah, yang pertama meminta kepada pihak Bulog untuk meningkatkan lagi daya serap beli gabah kepada petani, yang kedua akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan untuk mempermudah memberikan modal kepada pemilik pabrik lokal, supaya daya beli mereka juga meningkat, pihaknya telah melakukan diskusi dengan pemilik penggilingan gabah, hal yang paling menjadi kendala adalah sumber permodalan.

Salah satu gudang penampungan gabah
Salah satu gudang penampungan gabah

“Kami sudah melakukan monitoring di lapangan yang masih aktif pabrik itu kurang lebih 19 pabrik penggilingan, untuk itu kami minta kepada pihak perbankan untuk membantu para pemilik pabrik, agar memberikan modal. Karena dengan mempermudah pengurusan modal dari perbankan mereka bisa membeli diatas 20 ribu ton, karena selama ini terkendala dengan modal,” pungkasnya. (Adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *