PBI Sultra Nilai Rusman Emba Lebih Ideal Pimpin PDIP Sultra

abady Makmur, Ketua PBI Sultra
Abady Makmur, Ketua PBI Sultra

Kendari, SultraNET. | Pergantian tampuk kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD-PDIP) Provinsi Sulawesi Tenggara untuk periode 2019-2024 mengundang berbagai spekulasi terkait Regenerasi Kepemimpinan Partai itu di bumi anoa.

Spekulasi yang banyak bermunculan dikalangan pimpinan organisasi kemasyarakatan (Ormas) tersebut menyusul keluarnya hasil Konferensi Daerah (konferda) PDIP, Sabtu (27/7/2019) yang mengejutkan banyak pihak karena menyepakati Bupati Buton Utara Abu Hasan, yang selama ini tidak diperhitungkan namun berhasil terpilih sebagai Ketua DPD PDIP Sultra menggatikan Ir. Hugua yang telah menahkodai Partai Berlambang Banteng selama sepuluh tahun itu.

Bacaan Lainnya

Organisasi Masyarakat Putra Bangsa Indonesia (PBI) Provinsi Sulawesi Tenggara kepada Awak media ini turut berspekulasi atas hasil Konferensi Daerah yang berlangsung di Hotel Same Kendari itu.

Melalui Ketua Ormas PBI Sultra, Abady Makmur menilai meskipun ia tidak meragukan kapasitas dan kapabilitas Abu Hasan sebagai Ketua DPD PDIP yang terpilih namun menurutnya Sosok Bupati Muna Rusman Emba lah sebagai sosok yang seharusnya paling ideal untuk memimpin Partai Besutan Megawati Soekarno Putri itu untuk lima tahun kedepan di Sulawesi Tenggara.

“Rusman Emba itu merupakan sosok yang saya nilai paling ideal seandainya beliau dipercaya dan diamanatkan sebagai ketua DPD PDIP Sultra untuk lima tahun kedepan bahkan sepuluh tahun kedepan. Sebab dia itu sangat berpengalaman dalam politik,” Tutur Abady Makmur.

Menurut Tenaga Ahli P3MD Kabupaten Buton Selatan itu, penilaiannya itu bukan tak berdasar, karena jika dilihat dari riwayat karir Politiknya, Rusman Emba dinilai memiliki segudang pengalaman Politik yang mumpuni mulai dari politik lokal hingga pada level Nasional.

Dimana diketahui Bupati yang tengah mempersiapkan diri untuk maju sebagai kandidat calon Bupati Muna untuk periode kedua ini telah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Muna pada tahun 2004-2009, selanjutnya dipercaya sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara untuk periode 2009-2014 dan kemudian melenggang ke senayan sebagai anggota DPD RI pada tahun 2014-2015 hingga akhirnya dia memutuskan kembali calon Bupati Muna dan terpilih sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Rusman Rmba, Bupati Muna
Rusman Rmba, Bupati Muna

Sementara Abu Hasan lanjut Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bombana dua periode ini diketahui sebelum menjalani karir politik sebagai Bupati Buton utara berkiprah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara.

“indikatornya adalah beliau telah menduduki berbagai jabatan politik mulai dari anggota DPRD Kabupaten, Anggota DPRD Provinsi, Anggota DPD RI hingga dia kembali menjabat sebagai Bupati Muna. Nah dengan pengalaman berpolitik yang mumpuni itu beliau akan akomodatif terhadap berbagai kepentingan organisasi karena jika seseorang lama berkarir di panggung politik akan lebih dinamis dalam membangun komunikasi antara pengurus partai. sebab politik itu adalah identik dengan komunikasi,” bebernya.

Dengan demikian, lanjutnya, dengan segudang pengalaman yang dimiliki oleh Rusman Emba sangat berpotensi untuk dapat membangun komunikasi yang ideal antara Semua pihak, utamanya dalam memimpin partai dibanding Abu Hasan.

Sementara itu ditempat terpisah Bupati Muna, Rusman Emba, ST saat dikonfirmasi, Minggu (28/7/2019) mengatakan bahwa apapun yang menjadi keputusan Partai yang telah dihasilkan melalui Konferensi Daerah itu merupakan hal yang harus dipatuhi dan dilaksanakan apalagi semuanya telah diputus melalui mekanisme partai.

Atas amanah Konferda padanya sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bappilu) atau yang lebih dikenal sebagai Ketua Desk Pilkada untuk Partai PDIP se-sulawesi Tenggara, dirinya merasa berkewajiban membantu Ketua DPD PDIP dalam menjalankan roda Organisasi dan memastikan bahwa dalam pencalonan Kepala Daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara senantiasa memberi kesempatan yang seluas luasnya kepada kader partai.

” apa yang sudah diputuskan partai melalui konferda wajib saya laksnakan. Tugas saya adalah membantu Pak Ketua (Abu Hasan.red) dalam menjalankan roda Organisasi Partai dan tugas saya berikutnya adalah bagaimana saya memastikan diakomodirnya kader partai dalam bursa pencalonan sebagai Calon Kepala Daerah pada pemilukada tahun 2020 yang akan datang. “tuturnya (IS)

 

Pos terkait