Penderita Stunting di Kolaka Utara Terima Bantuan Bapak Ibu Asuh

Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA bersama rombongan saat menyerahkan bantuan BAS
Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA bersama rombongan saat menyerahkan bantuan BAS

Kolaka Utara, SultraNET.com – Penjabat Bupati Kolaka Utara, Dr. Ir. Sukanto Toding, MSP, MA, terus memprioritaskan penurunan angka stunting di Kabupaten Kolaka Utara melalui program Bapak Ibu Asuh (BAS). Program ini menyediakan bantuan makanan bergizi kepada balita yang menderita stunting, termasuk susu, daging, telur, dan beras. Minggu (25/2/2024)

“Stunting merupakan masalah serius kesehatan masyarakat yang memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Data menunjukkan bahwa stunting dapat menyebabkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan kualitas hidup anak hingga dewasa,” ungkap Penjabat Bupati.

Bacaan Lainnya

Dalam upaya mengatasi stunting, Penjabat Bupati Kolaka Utara baru-baru ini melakukan kunjungan ke salah satu balita yang terkena stunting di Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Tiwu. Dalam kunjungannya, Dr. Sukanto didampingi oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kolaka Utara.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak. Bantuan pendanaan berasal dari BAZNAS dan Dinas Tanaman Pangan, sementara pihak Perumahan dan PU juga terlibat dalam penggalangan sumber daya. Tim Pendamping Keluarga Stunting memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.

“Ini adalah bentuk kolaborasi kita untuk serius mengatasi stunting di Kabupaten Kolaka Utara,” ungkap Dr. Sukanto Toding. “Kami berharap program ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita yang terkena stunting.”

Melalui program-program seperti BAS dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah daerah serta lembaga terkait berupaya secara aktif untuk memberikan solusi berkelanjutan dalam mengentaskan stunting.

“Langkah-langkah ini tidak hanya berfokus pada penanganan akut stunting, tetapi juga pada pencegahan sejak dini melalui penyuluhan gizi, perbaikan akses terhadap pangan bergizi, serta penguatan sistem kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan bahwa perubahan positif dalam status gizi anak-anak Kolaka Utara dapat terwujud, membawa dampak yang signifikan bagi masa depan generasi mendatang.

Sumber : Kominfo Kolut

Pos terkait