Ridwan Cetuskan Inovasi “CSR-Smart” di Bombana

  • Whatsapp
Ridwan, S.Sos, M.Pwk saat memberikan sambutan Diskusi Publik Sistem Pengelolaan CSR Smart
Ridwan, S.Sos, M.Pwk saat memberikan sambutan Diskusi Publik Sistem Pengelolaan CSR Smart

Bombana, SultraNET. | Asisten 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara, Ridwan S.Sos, M.PW mencetuskan gagasan perubahan saat menjadi Reporter dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional pada Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI).

Mantan Sekretaris BPDB Bombana itu mencetuskan Sistem Pengelolaan Corporate Sosial Responsibility Pertambangan berbasis Masyarakat (CSR Smart) di Kabupaten Bombana.

Saat memberikan Sambutan pada kegiatan Diskusi Publik Sistem Pengelolaan CSR Pertambangan Berbasis Masyarakat yang di gelar di Aula Tanduale Kantor Bupati Bombana, Rabu (28/9/2022) Ridwan mengatakan kegiatan tersebut merupakan tahapan kegiatan  Kepemimpinan Nasional yang ia ikuti di Kota Makassar.

“Pejabat eselon 2 dituntut membuat inovasi sebagai acuan Pemerintah Daerah dan kami memilih “CSR Smart” ini,” ujar Ridwan.

Ia menyebut Kabupaten Bombana memiliki potensi dari sumber daya alam pada sektor pertambangan yang sangat besar dimana setidaknya ada beberapa perusahaan pertambangan yang telah melakukan kegiatan Produksi.

Hal itu juga sejalan dengan tagline yang diangkat PJ. Bupati Bombana Burhanuddin yaitu Bombana sebagai Surga Investasi.

“Kita menginginkan Bombana ini tidak hanya sebagai Surga bagi Investor namun dapat pula manjadi Surga bagi masyarakatnya,” Sebutnya.

Ia berharap Pemerintah Daerah, Kecamatan dan Desa/Kelurahan mampu bersinergi dengan Pengusaha bidang  Pertambangan untuk memastikan keberadaan pertambangan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kami melihat bahwa beberapa perusahaan telah melakukan pengelolaan CSR berbasis masyarakat, mereka sudah melakukan analisis kebutuhan masyarakat dengan melibatkan pihak eksternal dari perguruan tinggi dan mensosialisasikan dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten,” bebernya.

Ia berharap dengan CSR Smart, pengelolaan CSR dapat lebih terarah dan terprogram, sehingga dapat meringankan beban masyarakat dan dapat menghindari timpang tindih program dari Pemerintah Daerah.

“Kita ingin menghindari persoalan hukum yang timbul akibat pengelolaan CSR dan memastikan dengan dana CSR dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya. (IS).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *