Bombana, Sultranet.com – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana memperkuat langkah percepatan penanaman jagung Kuartal IV Tahun 2026 dengan mengerahkan seluruh unsur terkait di Kecamatan Rumbia. Program tersebut dilakukan melalui kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh pertanian, serta instansi teknis untuk mengoptimalkan lahan dan mendukung ketahanan pangan, Jumat (2/10/2026).
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bombana, Sarif, SH, turun langsung dalam kegiatan penanganan dan percepatan tanam jagung yang berlangsung di wilayah Kecamatan Rumbia. Kehadiran pimpinan dinas di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur lintas sektor. Hadir perwakilan Kapolda Sulawesi Tenggara, perwakilan TNI, Kapolres Bombana bersama jajaran, Kapolsek Rumbia, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bombana, Kepala BPS Kabupaten Bombana, Lurah Doule, Pemerintah Desa Lantawonua, serta penyuluh pertanian dari Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah.
Keterlibatan banyak pihak menunjukkan bahwa percepatan tanam jagung tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pertanian. Pemerintah daerah membangun kerja bersama dengan instansi vertikal dan aparat keamanan untuk memastikan program penanaman dapat terlaksana di tingkat lapangan.
Sarif mengatakan, sinergi tersebut penting untuk mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, jagung menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapat perhatian karena memiliki peran dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Alhamdulillah hari ini semua hadir. Ada BPS, ada TNI, ada Polri dari Polda hingga Polsek, ada Ketapang, ada Lurah, Kepala Desa, dan penyuluh kita. Ini bukti bahwa jagung ini bukan hanya Dinas Pertanian, tapi kita bersama untuk menjaga stok pangan nasional,” ujar Sarif.
Menurut Sarif, kehadiran berbagai unsur di lapangan juga menjadi bentuk keseriusan Kabupaten Bombana dalam mendukung agenda ketahanan pangan. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kebutuhan dalam proses penanaman, mulai dari kesiapan lahan hingga pendampingan kepada petani.
Pada Kuartal IV 2026, Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan tanaman jagung. Lahan yang tersedia akan dioptimalkan untuk mendukung pencapaian target tanam yang telah ditetapkan pemerintah.
Optimalisasi lahan tersebut dilakukan dengan pendampingan penyuluh pertanian. Penyuluh memiliki peran penting dalam membantu petani memahami tahapan budidaya, memastikan proses tanam berjalan sesuai ketentuan, serta memberikan pendampingan ketika petani menghadapi kendala di lapangan.
Pendampingan juga diarahkan agar proses penanaman dapat dilakukan sesuai dengan kondisi lahan dan rencana yang telah ditetapkan. Dengan koordinasi yang lebih intensif, pemerintah berharap potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Selain Dinas Pertanian dan penyuluh, TNI-Polri turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan aparat diarahkan pada pendampingan dan pengawalan program agar bantuan yang diberikan kepada petani dapat disalurkan secara tepat sasaran.
Pengawalan juga dilakukan untuk memastikan bantuan benih dan pupuk diterima oleh petani dan lokasi yang telah ditetapkan. Proses tersebut mengacu pada Calon Petani dan Calon Lokasi atau CPCL yang menjadi dasar pelaksanaan program.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena keberhasilan program penanaman jagung tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan benih dan pupuk. Ketepatan sasaran, kesiapan lahan, keterlibatan petani, pendampingan teknis, serta pengawasan di lapangan turut menentukan hasil program.
Pemerintah Kabupaten Bombana juga melibatkan Badan Pusat Statistik sebagai bagian dari koordinasi lintas sektor. Kehadiran BPS menjadi bagian dari keterlibatan instansi pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pertanian yang membutuhkan data dan informasi sebagai dasar perencanaan serta evaluasi.
Di tingkat wilayah, pemerintah kelurahan dan desa juga dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan. Lurah Doule dan Pemerintah Desa Lantawonua menjadi bagian dari unsur yang mendukung pelaksanaan percepatan tanam di wilayah masing-masing.
Keterlibatan pemerintah desa dan kelurahan menjadi penting karena proses penanaman berlangsung langsung di wilayah masyarakat. Koordinasi dengan pemerintah setempat dapat membantu mempercepat komunikasi antara petani, penyuluh, dan pemerintah daerah.
Gerakan percepatan tanam ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan produksi jagung di Kabupaten Bombana. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia pada Kuartal IV, pemerintah berharap produksi jagung dapat terus meningkat dan memberikan dampak terhadap ketersediaan pangan.
Sarif menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kerja bersama. Dinas Pertanian tidak dapat bekerja sendiri karena proses pengembangan jagung melibatkan banyak tahapan dan kepentingan, mulai dari penyiapan lahan, penyediaan sarana produksi, penanaman, pendampingan, hingga pengawasan.
Karena itu, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga mendorong agar seluruh unsur yang terlibat menjalankan perannya masing-masing secara optimal.
Bagi petani, dukungan pemerintah melalui penyediaan benih, pupuk, pendampingan, dan pengawalan diharapkan dapat memberikan kepastian dalam proses budidaya. Pendampingan di lapangan juga dapat membantu mengurangi potensi kendala yang dapat menghambat pelaksanaan tanam.
Program tersebut memiliki arti penting bagi Kabupaten Bombana karena sektor pertanian menjadi salah satu bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan komoditas jagung juga diharapkan dapat membuka peluang peningkatan produksi dan pendapatan petani apabila dikelola secara berkelanjutan.
Percepatan tanam pada Kuartal IV 2026 menjadi salah satu langkah untuk memastikan potensi lahan yang ada tidak dibiarkan tanpa produksi. Pemerintah daerah berupaya menggerakkan seluruh sumber daya yang tersedia agar target penanaman dapat tercapai.
Dengan dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, penyuluh pertanian, serta instansi terkait, target tanam jagung Kuartal IV 2026 di Kabupaten Bombana diharapkan dapat terealisasi secara optimal.
Pemerintah Kabupaten Bombana menargetkan pencapaian tanam hingga 100 persen. Jika target tersebut tercapai, produksi jagung dari wilayah Bombana diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan di Sulawesi Tenggara sekaligus mendukung agenda swasembada pangan nasional.
Gerakan bersama tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan sektor pertanian membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada pelaksanaan di lapangan, kesiapan petani, pendampingan teknis, serta pengawasan yang berjalan secara konsisten.
Melalui percepatan tanam jagung Kuartal IV 2026, Dinas Pertanian Kabupaten Bombana berharap seluruh potensi lahan dapat dimanfaatkan dan target produksi dapat dicapai. Kolaborasi lintas sektor akan menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan program dan memperkuat peran Bombana dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional.









